
Sudah seminggu setelah acara familly gatring Winda Tak pernah bertemu dengan Satria sang CEO dingin yang telah mencuri ciumannya.
entah mengapa namun tak bisa Winda pungkiri dia merindukan sang CEO...
husstt apa apaan sih ni otak kenapa kepikiran dia Mulu sih gerutu Winda sembari menepuk kepalanya pelan.
wind kamu kenapa? kesambet? nggak ada angin nggak ada hujan tiba tiba ngedumel nggak jelas dan nepuk nepuk tu kepala ada apa sih? tanya Anggi
ehh nggak ada apa apa nggi aku cuma lagi pengen aja nepuk ni jidat jawab Winda asal.
haaaahhh? ada ada aja kamu win ucap Anggi
telfon di ruangan Winda pun berbunyi,
halo, iya... baik saya kesana sekarang jawab Winda di telfon.
ada apa wind? tanya Anggi
nggak tau nggi aku di panggil ke ruang CEO, ya udah aku kesana dulu ya ucap Winda, dan tolong doain aku ya ucap Winda lagi.
haaa? baik baik kamu wind, baca bismillah dulu ucap Anggi
**
__ADS_1
hai kak sapa Winda pada Kikan.
hai wind, silahkan masuk kamu udah d tunggu tuan satria di dalam ucap Kikan.
ada apa ya kak kok tiba tiba tuan satria manggil aku? ada masalah ya tanya Winda karna tidak biasanya Winda langsung berurusan dengan atasanya biasanya selalu melalui Miss Diana.
nggak tau kakak wind, kamu masuk aja dulu nanti juga tau jawab Kikan.
tookk...toktokkk Winda mengetuk pintu ruangan CEO
masuk terdengar suara dari dalam...
permisi Tuan memanggil saya?ucap Winda
windapun mendudukan dirinya pada kursi yang letaknya di depan meja sang CEO
setelah beberapa menit Winda menunggu namun tidak ada sepatah katapun dari satria, ia justru masih terlihat sibuk mengerjakan pekerjaan yang ada di laptopnya.
dan hal ini membuat Winda geram pasalnya untuk apa satria memanggilnya namun tidak ada satu hal pun yang di bicarakan ya.
Winda pun memberanikan diri untuk bertanya
ehmm maaf tuan tadi anda memanggil saya, apa ada yang anda butuhkan? apa ada yang bisa saya kerjakan tanya Winda?
__ADS_1
satria pun sejenak menghentikan pekerjaannya sejenak lalu melirik Winda,
ya saya membutuhkan kamu menemani saya disini ucap satria lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.
haaahhh??? otak Winda mendadak blank mendengar ucapan satria
maksudnya tuan? tanya Winda lagi
apa masih kurang jelas ucapan saya tadi? saya membutuhkan kamu untuk menemani saya di sini ucap satria
winda pun meradang mendengar jawaban satria, maaf tuan saya disini bekerja sebagai karyawan bukan sebagai ****** anda jawab Winda sinis, jika tidak ada lagi yang di butuhkan saya permisi ucap Winda sembari berdiri hendak meninggalkan ruangan satria namun tangannya langsung di cekal oleh satria dan satu kali sentakan Winda terhuyung jatuh kepelukan satria.
deg...deg..deg.. bunyi detak jantung mereka berdua seakan berlomba untuk berpacu.
kamu bukan jalangku tapi kamu adalah milikku bisik satria lalu seketika dengan gerakan cepat satria lagi lagi ******* bibir Winda, awalnya Winda meronta meminta untuk di lepaskan namun lembutnya ******* satria akhirnya membuat Winda menikmati dan secara tak sadar membalas ******* satria.
disaat mereka berdua sama sama hampir kehabisan nafas mereka dengan terpaksa melepas pagutannya dan mendekatkan kening mereka,
satria mengusap lembut bibir Winda,
kamu adalah milikku ucapnya sembari mengecup kening Winda.
wajah Winda pun seketika bersemu merah di saat ia menyadari bahwa dia pun menikmati ******* satria.
__ADS_1