
Setelah kejadian di ruangan CEO kemarin Winda berusaha menghindar dari Satria,
mengingat jika dirinya yang diam saja dan justru membalas prilaku satria membuatnya malu dan tak ingin bertemu dengan Satria.
entah kemana sikap dingin yang selama ini ia tunjukan pada semua pria jika berhadapan dengan Satria seolah ia menjadi Winda yang dulu yang selalu ramah pada siapapun.
seperti hari ini entah sudah keberapa puluh kali nya telfon satria ia abaikan.
bukan Winda tak tertarik pada satria namun ia sangat malu atas tindakannya dan di satu sisi Winda masih belum siap untuk membuka hati apalagi dengan kedudukan satria sebagai seorang CEO sangat berbanding jauh dengan latar belakangan Winda, ia takut kejadian Hendra akan terulang lagi padanya.
di ruangan divisi 3 saat Winda tengah asyik mengerjakan laporannya tiba tiba seluruh anggotanya di buat heboh dengan kedatangan sang CEO ke ruangan tersebut karna selama ini sangat jarang sang CEO berkunjung ke ruang divisi 3 kecuali ada alasan yang sangat urgent, satria tampak menuju ke arah meja kerja Winda namun Winda belum menyadari akan kehadiran satria
win, Winda ucap Anggi sembari menepuk lembut bahu Winda
haaaah iya kenapa nggi tanya Winda
itu tuh liatin si tuan tampan ke arah sini ucap Anggi
Winda pun mengikuti arah mata Anggi dan betapa sangat terkejutnya Winda saat menyadari satria telah berdiri tepat di depan di depan meja kerjanya.
Winda ikut saya ada yang perlu saya bicarakan ucap satria
Winda seketika membatu seolah mencerna apa yang baru di katakan satria
Winda apa kamu mendengar saya ucap satria sedikit mengeraskan suaranya.
__ADS_1
Winda pun seketika tersadar dari kebekuannya
haaaahhh ba..ba..baik tuan ucap Winda dan segera berjalan mengikuti langkah satria.
Winda terus mengekori langkah satria hingga tiba di lobi
masuk ucap satria sembari membuka pintu mobil
haaah kita mau kemana tuan tanya Winda
jangan banyak tanya cepat masuk ucap satria dengan sendikit menaikan suaranya satu oktaf
tanpa banyak bertanya lagi Winda pun segera bergegas masuk ke dalam mobil.
**
hening....
tidak ada percakapan di antara kedua insan tersebut, mereka sibuk dengan pemikiran masing masing.
ini si tuan dingin kenapa sih, dan ini aku mau di Bawa kemana lagi? apa dia marah karena telfonnya nggak aku angkat, trus ntar kalau aku di buang gimana dong, seperti cerita cerita di novel yang pernah aku baca sang atasan yang murka lalu dengan tega nya membunuh karyawannya, oh tidak tidak amit amit jangan sampai itu kejadian monolog Winda di dalam hati sembari menggeleng gelengkan kepalanya.
gerakan Winda pun tak luput dari perhatian satria,
kamu kenapa wind? tanya satria dengan nada yang lembut tidak seperti tadi
__ADS_1
eh nggak kenapa Napa kok tuan, anu itu tuan eeee kita mau kemana tanya Winda
kita ke villa saya jawab satria singkat
haaa ke villa ? kenapa tuan? apa ada pekerjaan? tanya Winda
kamu kenapa nggak angkat telfon saya Winda tanya satria kembali tanpa menjawab pertanyaan Winda
ehh itu tuan maaf tadi saya nggak dengar jawab Winda bohong
satria hanya manggut manggut mendengar jawaban Winda.
setelah pembicaraan tadi suasana kembali hening tidak ada obrolan lagi di antara mereka merdua hingga tanpa terasa kini mereka telah tiba di villa satria.
***
PENGUMUMAN
haayyy haayyyy
semoga kalian suka ya sama karya author 😍😘
tolong vote, like and comment ya
author harap teman teman semua mau memberikan semangat untuk author agar bisa menciptakan karya karya yang lebih baik lagi
__ADS_1