
setibanya di villa Winda di buat begitu takjub dengan kondisi villa yang begitu asri dengan model minimalis namun tak menghilangkan kesan mewahnya.
mereka pun memasuki villa, Winda terus saja mengikuti langkah satria....
karna asyiknya menatap takjub villa itu Winda sampai tak melihat ketika satria menghentikan langkahnya...
bughhh " auuuu aduhhh sakit tuan" ucap Winda sembari menggosok hidungnya,
"tuan kalau mau berhenti jangan tiba tiba dong " omel Winda
"makanya kalau jalan tu mata liat ke depan bukan malah kemana mana" jawab satria
ehh hehehe "habisnya villa tuan mewah banget sih saja jadi takjub" ucap Winda cengengesan
kamu suka villa ini ? tanya satria
"suka banget tuan"jawab Winda sembari tersenyum memperlihatkan giginya yang rapi
kalau kamu suka, kita akan sering mengunjungi villa ini jawab satria...
ehmmmm jawab Winda lalu sedetik kemudian Winda tersadar dengan ucapan satria
hahaha maksudnya tuan? tanya Winda
satria pun berjalan mendekati Winda
melihat gerakan satria, Winda secara reflek bergerak mundur hingga dia terbentur ke dinding dan tak bisa bergerak kemana mana lagi.
satria pun tersenyum smirk melihat posisi Winda yang tersudut,
__ADS_1
kedua tangan satria di tumpu di dinding dengan posisi Winda di tengah, mata mereka pun bertemu
hening....
hanya itu yang ada di ruangan ini, tanpa aba aba satria lagi lagi ******* bibir manis Winda yang entah mengapa kini sudah menjadi candu baginya
winda terpaku dan lagi lagi dia terbuai dengan sentuhan lembut satria, tangan satria pun tak tinggal diam terus mengusap punggung hingga meremas bokong Winda
mereka berdua menikmati suasana saat itu hingga mereka berdua sama sama hampir kehabisan nafas dan dengan terpaksa mereka harus melepas pagutan yang sangat memabukkan itu, satria menyatukan kening nya dengan kening Winda...
'kamu milik aku hanya milik aku" ucap satria sembari ibu jarinya mengusap bibir Winda dan lagi lagi ******* bibir manis yang menjadi candunya.
seketika wajah Winda bersemu merah dia sangat malu...
di tengah kenikmatan pagutan mereka Winda teringat kembali akan masa lalunya bersama Hendra, tiba tiba kata kata yang di lontarkan orang tua Hendra terngiang di telinganya, seketika Winda mendorong tubuh satria,
"tidak... ini tidak boleh, ini tidak benar tuan" ucap Winda
Winda meronta meminta melepaskan pelukan satria namun semakin Winda meronta semakin dia mengeratkan pelukannya.
"sstttssssss tenang win, kamu milik ku Winda", bisik satria
setelah di rasa Winda sedikit tenang satria pun mengurai pelukannya
tatapan mereka bertemu sangat dalam seakan saling mendalami pemikiran satu sama lain.
"apa karna saya sebagai bawahan Anda hingga anda memperlakukan saya seperti ini tuan?" tanya Winda dengan masih menatap ke dalam mata satria
maksud kamu apa Winda?tanya satria tak suka
__ADS_1
tuan apa karna saya miskin ?dari kalangan kelas bawah sehingga anda memperlakukan saya seperti ini? saya merasa seperti ****** ucap Winda
"maaf tuan jika anda fikir saya bisa anda jadikan ****** anda, anda salah besar" ucap Winda sembari tersenyum perih
Winda pun berlalu ingin meninggalkan villa itu.
seketika satria menahan tangan Winda dan menariknya kembali kepelukannya.
helaan nafas panjang dilakukan satria, ada rasa tidak suka di hatinya saat mendengar ucapan Winda yang mengatakan bahwa ia menyamakan Winda dengan ******.
"jangan pernah kamu memiliki fikiran bahwa saya menyamakan kamu dengan ****** di luar sana,saya tidak pandai berbasa basi, saya tidak tau apa arti dari rasa yang saya miliki saat ini, mungkin terlalu cepat jika saya katakan saya mencintai kamu, mungkin terlalu naif jika saya katakan saya jatuh cinta sejak awal mula kita bertemu,
namun itu lah yang saat ini saya rasakan.
saya selalu ingin berada di dekat kamu, kamu seolah menjadi candu untuk saya, saya ingin kamu menjadi milik saya saat ini dan selamanya" ucap satria.
hening.....
mendengar setiap kata yang di ucapkan satria membuat lidah Winda kelu, dia yang biasanya sangat pandai dalam menjawab ucapan lawan bicaranya kini mendadak terdiam, dia sibuk dengan pikirannya mencerna tiap kata yang keluar dari mulut satria.
Winda mencoba memberanikan diri menatap mata satria, hanya ada ketulusan yang terpancar dari mata satria.
"maaf tuan saya hanya wanita kelas rendah yang sangat jauh jika di bandingkan dengan anda, sungguh sangat tidak pantas saya mendapat ucapan yang anda lontarkan" ucap Winda
satria pun menggenggam tangan Winda,
"heiiii apa yang kamu ucapkan barusan, dengarkan baik baik tiap kata yang saya ucapkan
bagi saya derajat manusia tidak di nilai dari materi namun derajat manusia di lihat dari etitud dan sikap manusia itu sendiri" ucap satria.
__ADS_1
tatapan mata mereka pun saling bertemu dan entah siapa yang memulai kini pagutan itu pun kembali terulang lagi namun kali ini terasa lebih manis dan nikmat.
"I love you" bisik satria di tengah tengah pagutan mereka