Hidup Ku Tak Seberuntung Dia

Hidup Ku Tak Seberuntung Dia
bab 4


__ADS_3

malam ini aku memiliki janji untuk pergi bersama Hendra, Hendra mengajak ku untuk bertemu teman teman kantornya...


sayang aku otw yah ucap Hendra melalui pesan singkatnya,


siap sayang aku juga udah siap nih balas ku..


beberapa saat kemudian,


tin..tin..tin.. bunyi klakson mobil Hendra menandakan Hendra telah tiba di depan kost ku, aku pun segera berjalan menuju luar, ku kunci pintu kamar kost ku dan aku pun berpamitan dengan teman sebelah kamar ku, git aku pergi dulu yah..


cieeee yang mau malam mingguan goda Gita pada ku..


iya dong aku kan ngak jones weeee goda ku kembali,


yaelahh neng maksudnya apaan tuh heeeh ?


hahahah piss git makanya jangan kelamaan jomblo jawabku...


ya udah aku pergi pacaran dulu ya git Bey Bey assalamualaikum ucap ku


iyaahh hati hati win, waalaikumsalam jawab Gita pada ku.


malam sayang, ucapku pada Hendra saat tiba di mobil sembari mengecup pipi Hendra,


malam cantik lets gooo honey ucap Hendra...


let's go jawab ku kembali.


kini kami telah berada di cafe yang kami janjikan bersama teman teman Hendra,


Hay bro Hay wind sapa Leo pada ku dan Hendra,


Hay kak Leo jawab ku sembari tersenyum tulus

__ADS_1


malam Hendra sapa seorang wanita yang aku ketahui wanita itu bernama Sinta...


malam buk Sinta jawab hendra..


sinta adalah atasan Hendra sekaligus anak dari pemilik perusahaan tempat Hendra bekerja, yah Hendra lebih memilih bekerja di perusahaan lain dari pada bekerja di perusahaan milik keluarganya, alasan Hendra sangat simpel yaitu dia ingin berdiri di kakinya sendiri dan membuktikan pada dunia bahwa dia memiliki kemampuan, dan kelak dia akan kembali ke perusahaan ayah nya dan akan memimpin di sana.


aku bisa melihat ketertarikan Sinta pada Hendra dan ketidak sukaanya pada ku tapi aku memilih tidak memperdulikannya dan bersikap biasa saja.


di sana juga ada mbak Yayuk teman kantor Hendra yang sangat ramah pada ku, mbak Yayuk merupakan anggota di divisi Hendra yang di tua kan selain dari segi umur mbak Yayuk pun lebih senior di bandingkan teman teman Hendra lainnya. di saat aku sedang asyik berbincang bincang dengan mbak Yayuk tiba tiba Hendra mengajaku pergi,


sayang barusan ibu nelfon dan kita di suruh ke rumah bisik Hendra pada ku, aku pun mengiyakan ajakan Hendra..


mbak Yayuk, kak Leo, buk Sinta kami permisi dulu ya pamit ku pada mereka.


cepet amat broo ujar kak Leo pada kami,


Iyah broo barusan dapat telfon di suruh kerumah sama ibu dan ayah, kami cabut ya ucap Hendra pada semuanya.


kini kami telah tiba di rumah orang tua Hendra, saat kami tiba ayah dan ibu Hendra sudah menunggu kami di ruang keluarga, dari tatapan mereka pada ku, aku menangkap ada yang berbeda.


Hendra ayah tegaskan pada mu mulai hari ini kamu tinggalkan wanita ini ucap om Wiguna tanpa basa basi pada ku dan Hendra, sontak ucapan om Wiguna membuat ku dan Hendra kaget bagaikan tersambar petir.


ayahhh maksud ayah apa? tanya Hendra


kenapa ayah berbicara seperti itu, apa kesalahan kami yah?


apa kesalahan kalian? tanya balik om Wiguna pada Hendra.


kamu serius Hendra kamu tidak tau apa kesalahan kamu? ucap om Wiguna sembari duduk di kursi dengan menopang satu kakinya dan meletakan kedua tangannya di sisi kiri dan kanan kursi yang ia duduki.


kamu pikir kami sebagai orang tua mu terlalu bodoh sehingga kamu bisa semudah itu membohongi kami Hendra?


ayah tegaskan sekali lagi!!! tinggalkan wanita ini dia tidak pantas untuk mu, dia tidak sebanding dengan keluarga kita Hendra.

__ADS_1


ingat kamu adalah penerus perusahaan ayah, dan dia? tunjuk Wiguna pada ku.


dia adalah anak seorang karyawan kecil di perusahaan kecil sungguh sangat tidak pantas untuk menjadi menantu kami.


seketika air mata ku menetes, bisa aku lihat tatapan merendahkan dari kedua orang tua Hendra pada ku. ini lah yang kutakutkan dari dulu, orang tua Hendra tidak menerima ku dan sekarang ketakuan ku terbukti.


tanpa ingin mendengar apapun lagi, aku langsung bangkit dari duduk ku, saya permisi om Tante ucap ku dan aku pun berlari keluar meninggalkan mereka, hati ku sudah terlalu sakit memdengar hinaan yang di ucapkan om Wiguna pada ku tadi.


Hendra pun berlari menyusul ku, sayang tungguuuu ucap Hendra memanggil ku, tapi tak ku hiraukan aku masih terus berlari keluar pagar rumahnya ku sapu dengan tangan air mata yang sejak tadi tak mau berhenti di wajah ku, aku terus berlari tanpa mendengarkan panggilan Hendra,


kebetulan sekali saat aku Tiba di luar pagar ada taxi yang lewat, ku berhentikan taxi itu dan aku pun menaikinya.


mau kemana neng ? tanya sopir taxi pada ku,


jalan aja dulu pak jawab ku, melalui kaca mobil ku lihat Hendra masih berusaha mengejar ku...


di dalam taxi ku tumpahkan air mata ku, ku biarkan mereka turun sesukanya,


sopir taxi pun bingung melihatku yang terus saja menangis sejak tadi, dan tanpa dia tau kemana tujuan ku yang sebenarnya.


maaf neng saya tidak tau neng ada masalah apa, tapi ini kita mau kemana ya neng? saya bingung Lo neng, apalagi neng nangis nangis gini ntar ada yang lihat di kiranya saya nyulik neng Lo ntar, ucap sopir taxi tersebut.


aku tau sopir taxi itu mencoba menghiburku,


ku usap air mata ku, maaf pak nanti di taman depan tolong berhentikan saja saya di sana ucapku.


tiba lah di taman yang aku maksud tadi, sudah sampe neng ucap sopir taxi, neng serius mau berhenti di sini? ini udah larut malam Lo neng ngak sebaiknya neng saya antar kerumah neng aja? ucap sopir taxi tersebut ada sedikit nada kekhawatiran yang tersirat dari ucapannya.


aku pun berusaha tersenyum ke arah sopir taxi tersebut, ngak papa pak saya di sini saja dulu saya mau menenangkan diri sejenak ucap ku.


mau saya tungguin neng? ucap sopir tersebut, ia sangat baik jika di lihat dari wajahnya kira kira dia seumuran dengan ayah ku.


ngak perlu pak trimaksih ucap ku.

__ADS_1


dan aku pun turun, hati hati neng pesan sopir taxi tersebut pada ku dan aku hanya tersenyum pada nya.


__ADS_2