Hidup Ku Tak Seberuntung Dia

Hidup Ku Tak Seberuntung Dia
Bab 14


__ADS_3

Winda memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya di kota B, dia ingin menenangkan diri untuk sejenak, dan kebetulan kini kuliahnya telah selesai, dia hanya tinggal menunggu waktu wisuda.


wind jadi kamu ninggalin aku nih ucap Gita


lah kamunya aku ajakin ikut nggak mau toh git, ayookk ikut aku yuk jawab Winda...


sebenarnya aku pengen banget Winda tapi nggak bisa wind kamu tau sendiri kan aku masih harus part time ucap gita oh ya kamu brpa lama di sana?


belum tau git, mungkin setelah hati ku sedikit lebih tenang jawab Winda...


aku berangkat dulu ya, Bey git.


Bey wind hati hati ya.


**


ibuuuuu bapaaakkkkk Winda pulang ucap Winda


ya Allah Gusti anak ibuu yang gelis udah pulang, kamu apa kabar nak? kenapa pulang nggak ngabarin sih? kamu tadi naik apa nak? cerocos ibu winda


ya Allah ibu ku yang cantiknya paripurna mbok satu satu toh buk nanya nya ini aku bingung mau jawab yanga mana dulu ckckckckc

__ADS_1


pertama Winda Alhamdulillah sehat buk, kedua Winda sengaja nggak ngabarin biar ibuk sama bapak suprise ketiga Winda tadi naik travel buk jawab Winda


Winda kamu apa kabar nak tanya bapak Hasan yang baru keluar dari kamarnya pada Winda


Alhamdulillah Winda sehat pak, bapak apa kabar? makin kasep pisan atuh goda Winda


hahaha kamu ini nak selalu saja bisa menyenangkan hati orang tua.ucap pak Hasan


kuliah mu bagaimana nak? kapan kamu wisuda tanya pak Hasan sembari mengelus lembut kepala winda


kuliah Winda lancar pak semuanya udah selesai Winda tinggal nunggu wisuda aja lagi pak insya Allah bulan depan Winda wisuda pak jawab Winda


syukurlah nak akhirnya kamu Sarjana juga, apa rencana kamu nak setelah ini? tanya pak Hasan


kenapa kamu nggak kerja di sini aja nak? tanya buk Wati ibu nya Winda


ibukk, ibuk kan tau kalau Winda dari dulu bercita cita ingin kerja di kantoran buk jawab Winda sembari memeluk ibu Wati


ya nak apapun keputusan mu bapak dan ibuk mu selalu mendukung mu ucap pak Hasan.


terimakasih pak buk selalu percaya sama Winda.

__ADS_1


oh iya bagaimana kabar nak Hendra nak? tanya buk Wati yang teringat akan Hendra.


buk Wati dan pak Hasan memang belum pernah bertemu langsung dengan Hendra tapi mereka sempat beberapa kali bertegur sapa melalui telpon pintar.


Hendra baik pak, dua hari yang lalu Hendra sudah menikah pak buk.


Winda pun menceritakan semuanya pada bapak dan ibuk Wati.


sabar ya nak mungkin nak Hendra bukan jodoh mu, ingat selalu sudah di tetapkan oleh Gusti Allah SWT. ucap buk Wati menenangkan anaknya.


iya buk Winda belajar ikhlas dengan semuanya, ibuk dan bapak tenang aja jawab Winda sembari memeluk buk Wati.


ya sudah nanti lagi buk ngobrolnya biarkan Winda istirahat dulu,


kamu istirahat aja dulu di kamar nak ucap pak Hasan.


baik pak buk Winda istiraha dulu ya.


mari nak ibu bantu kamu, ujar buk Wati sembari membantu membawakan barang bawaan Winda.


setibanya di dalam kamar, ya sudah kamu istirahat dulu ya nak, jangan terlalu di jadikan beban fikiran kamu, ikhlaskan semuanya, kamu harus fokus pada masa depan kamu nak, dan maaf jika kondisi ibuk dan bapak membuat kamu tidak di terima di keluarga itu nak ucap buk Wati sedih.

__ADS_1


ya Allah ibuk kenapa bicara seperti itu, ini bukan salah ibuk dan bapak.


ini adalah takdir buk, Hendra bukan jodoh Winda dan Winda selalu bangga pada ibuk dan bapak. tolong ibuk jangan berfikiran seperti itu, Winda sayang sama ibuk dan bapak. ibu dan anak itu pun saling berpelukan.


__ADS_2