
Akhirnya hari ini tiba, hari pernikahan Hendra dan sahabatku Ayu. hati ku sebenarnya sangat sakit tapi aku berusaha tegar dan tetap datang ke pernikahan mereka biar bagaimana pun ayu adalah sahabat ku, walau mungkin setelah kejadian ini aku tak bisa sedekat dulu dengan ayu. aku datang di temani Gita teman satu kost ku
wind kamu yakin akan tetap datang tanya Gita pada ku?
aku pun menganggukan kepala ku, ya git biar bagaimana pun ayu sahabatku selama ini dia selalu baik pada ku.
haaahhh entah lah wind aku ngerasa kesal sendiri dengan dia, sesuai kata mu tadi dia sahabat mu tapi bagaimana bisa dia menikah dengan orang yang kamu cintai wind?
dia terpaksa git ucap ku sembari menatap jalanan ibu kota.
kamu yang sabar ya wind ucap Gita sembari menggenggam tangan ku.
tidak ada percakapan setelah itu kami sama sama terdiam dengan pemikiran masing masing.
tiba di gedung hotel, ku lihat Hendra dan ayu di pelaminan, sungguh hati ku sangat hancur, ternyata aku tidak sekuat yang ku duga, ku tahan air mata ku agar tidak jatuh.
__ADS_1
selamat ya yu ucapku memeluk ayu. maaaafff maaf kan aku wind ucap ayu pada ku.
sudah jangan nangis pengantin kok nangis nanti cantiknya hilang Lo goda ku berusaha kuat.
selamat ya hend, tolong jaga ayu perlakukan dia dengan baik, mau bagaimanapun sekarang dia istri mu. ucap ku
wind apa harus seperti ini ucap Hendra padaku.
aku hanya tersenyum dan berlalu..
ehhmmm trimaksih bagus lah kamu akhirnya sadar diri ucap Tante Ratih.
tesss teesss air mata yang kutahan sejak tadi jatuh begitu saja.
segera aku berlalu ku langkahkan kaki ku meninggalkan acara itu, ayoo git kita pulang ucap ku.
__ADS_1
**
di dalam kamar aku terus menangis, menangis lah sepuas mu malam ini wind, curahkan segala rasa yang ada di hati mu, tapi ingat cukup malam ini, besok kamu harus melangkah maju kedepan ucap Gita pada ku.
kenapa git? kenapa harus aku git? kenapa aku tak seberuntung dia git? ku kira aku mampu git ternyata aku rapuh, aku lemah git ucapku diiringi Isak tangis.
sabar wind sabar, ingat segala sesuatu sudah ketentuan dari sang pencipta, apa yang menurut kita baik belum tentu itu yang terbaik, aku yakin suatu saat kamu akan mendapatkan yang terbaik menurut Allah SWT wind ucap Gita menenangkan ku.
trimaksih git kamu ada di saat aku seperti ini, temani aku malam ini ya git aku nggak mau sendiri.
iya wind siap boss, sini aku peluk ucap Gita..
menangis lah sepuas mu dan ingat kata ku tadi besok kamu udah harus tersenyum, sayang loo muka cantik gini kalau harus nangis, muka cantik gini hanya pantas untuk tersenyum, dan ingat setiap manusia memiliki keberuntungannya masing masing, ucap Gita.
Gita adalah teman satu kost ku dia satu kampus dengan ku namun beda jurusan, Gita seorang wanita Sholehah memakai jilbab namun sedikit bar bar menurut ku.
__ADS_1
dia selalu lembut saat bersama sesama muslimah namun selalu tampak dingin jika bersama lawan jenis. aku kagum pada Gita di zaman seperti ini yang sangat banyak pengaruh dari dunia luar namun dia tetap pada pendiriannya, baginya seorang muslimah tetaplah muslimah, mereka wajib menutup aurat sesuai dengan syariat nya, sudah berapa kali Gita menganjurkan ku menggunakan hijab namun hatiku masih belum mantap untuk melakukannya dan aku harap suatu saat aku bisa seperti Gita melaksanakan syariat Islam.