
(Part 10) SEHARI BERSAMA TEMAN KOSAN KU
"Tidak bro. Itu pacar ku dia ada di kota sana. Baru saja ini dia telepon aku" kata ku kepada teman ku.
"Oh pantesan kamu senyam senyum. Ha ha ha ha ha" katanya sambil tertawakan aku.
"Bro. Kapan istri mu datang ke sini. Jangab sampai dia datang kamu sudah kawin lagi. Ha ha ha ha ha" kata ku kepadanya sambil meledeknya.
"Makanya jangan ngeledek aku" aku melanjutkan pembicaraan ku. Dalam hati ku makanya jangan ngeledek aku. Rasain tuh pembalasannya.
Tiga puluh menit sudah kita bercerita di depan kosan kami berdua. Tiga puluh menit berarti setengah jam kita duduk ngobrol di sini.
"Kamu sudah makan bro.?" tanya ku kepada teman ku.
"Belum bro. Dikit lagi" jawabnya.
"Ayo kita ke pasar. Beli makanan jadi saja lalu kita makan" aku melanjutkan penawaran ku.
"Kamu saja deh bro. Aku tidak punya uang. Atm gaji ku di pegang istri ku" jawabnya.
"Sudah kita ke pasar dulu. Nanti aku yang beliin buat kamu. Mau tidak.?" aku bertanya lagi sama dia.
"Jangan lagi bro. Aku malu sama kamu bro" jawabnya lagi kepada ku.
"Sudah jangan malu malu. Kita kan tetangga kosan masa kamu malu malu sama aku. Yang namanya di rantau yah pasti saling bantu lah bro" kata ku kepadanya.
"Ayo. Kita jalan" aku lanjut berkata sambil meraih tangannya dan dia pun berdiri lalu kami berdua pun pergi ke pasar.
___
Selesai makan dan minum di pasar kami pun kembali ke kosan. Tetapi dalam perjalanan pulang kami melewati sebuah tempat penyewaan game Playstation. Aku pun mengajaknya untuk main sebentar.
"Bro. Kita main Playstation dolo bro, ayo" kata ku mengajaknya. Aku pun berjalan ke menuju tempat kosannya dan dia pun ikut aku.
"Ayo masuk bro" lanjut ku lagi.
"Iya bro" jawabnya.
Kita pun bermain sampai hampir jam sebelas malam baru kita sama sama berjalan balik pulang ke kosan. Ketika dalam perjalanan balik hujan deras pun turun. Kita berdua pun berlarian. Tapi apa daya hujannya deras sekali makanya aku dan teman ku pun basah kuyup.
Tiga puluh menit kemudian berlalu, kami pun sampai di kosan kami.
__ADS_1
"Aduh bro. Akhirnya sampai juga" kata ku.
"Iya bro. Tapi sama aja kita basah semua ini juga" jawabnya.
"Iya mau gimana. Dari pada kemalaman, bersyukurlah walaupun basah tapi kita selamat" kata ku menjawabnya.
"Aku masuk yah bro" lanjut ku.
"Iya bro. Aku juga mau masuk dulu. Sudah dingin ni" jawabnya.
Kami berdua pun sudah di dalam kamar masing masing. Aku pun menyetel musik agar menenangkan pikiran. Dan sambil asik dengar lagu aku pun bergoyang goyang sendiri di dalam kamar ku. Seperti seorang dancer profesional. Ha ha ha ha ha.
"Bro. Kamu lagi pesta yah" kata teman ku kamar sebelah. Tapi karena dinding yang agak tebal dan musik yang berbunyi maka aku tidak mendengar suaranya dengan jelas.
"Kamu ngomong apa bro.? Aku tidak dengar bro" kata ku kepadanya sambil teriak teriak.
"Aku bilang. Kamu lagi berpesta yah" jawabnya lagi dengan suara yang besar juga.
"Tidak bro. Aku hanya bergoyang goyang ala ala aja bro. Sekalian hangatkan diri bro" jawab ku masih dengan nada suara teriak.
"Ha ha ha ha ha. Betul juga bro. Kencangkan suara musiknya bro" jawabnya dengan nada yang masih sama.
"Ok bro" kata ku.
Setelah mandi aku pun memakai pakaian. Karna sudah cape aku pun beranjak ke tempat tidur. Musik aku kecilkan suaranya. Dan aku pun terlelap di dalam tidur ku.
___
Aku pun terbang di malam hari pukul satu dini hari. Aku pun kaget karena ada yang ribut ribut. Pikir ku siapa yah. Kira kira ada apa yah. Sampai ramai gitu.
Aku pun membuka sedikit jendela kosan ku dan aku mulai mengintip dari balik jendela. Ternyata. Waduh ko bisa begitu. Dia adalah ibu kosan ku. Kok bisa.? Hebat juga ibu kos ku yah. Benar benar tidak takut sama Tuhan lagi.
Aku pun keluar dan aku bangunkan teman ku di kamar sebelah. Yaitu kamarnya dia.
"Tok tok tok"
"Tok tok tok"
"Bro. Bro"
"Tok tok tok"
__ADS_1
"Tok tok tok"
"Bro. Bro"
"Tok tok tok"
"Tok tok tok"
"Bro"
Dan pintunya pun di buka oleh teman ku. Dan aku pun masuk ke dalam kamarnya.
"Ada apa bro.? Kok pagi pagi kamu udah ketok pintu. Masih pagi ni bro" katanya sambil kembali berbaring dan tangannya mengucek le dua matanya
"Ada berita penting bro…" aku belum habis berbicara lagi dia sudah memotong alur pembicaraan ku. Sakit kagetnya dia pun langsung bangun dan duduk, dengan mata yang melotot dan wajah seperti orang penasaran. Kami bukan ibu ibu yang sering gosipin orang yah. Hanya karena beritanya penting sekali makanya aku mau sampaikan untuk dia.
"Berita apa bro. Ayo cepat ngomong" jawabnya sambil tangannya mengisyaratkan aku harus cepat cerita karena dia sudah tidak sabar lagi untuk mendengarnya.
"Ini bro. Kamu tahu suaminya ibu kos.?" tanya ku terlebih dulu tentang suami ibi kos.
"Iya bro. Emangnya suaminya kenapa bro.?" tanyanya lagi.
"Itu. Suaminya ibu kost, dia di usir sama ibu kost. Makanya ada ribut ribut dari tadi di luar. Dari yang aku sempat dengar katanya ibu kost punya laki laki selingkuhan lain gitu bro" kata ku kepadanya soalnya teman ku sudah seperti orang yang mau mati penasaran. Maklum gaya ku mengetuk pintu kamarnya berulang kali yang membuat dia penasaran.
"Hah…" matanya melotot seakan tak percaya kata kata ku.
"Sudah ah. Kamu yang biasa saja. Lah tidak usah seperti orang kerasukan gitu lah. Ha ha ha ha ha" kata ku sambil tangan ku memukul bahunya.
"Bukan gitu. Tapi sikapnya ibu kos itu lah baik sama kita anak anak kost. Kok bisa orangnya seperti itu. Masalahnya ini malam hari bro" jawabnya menanggapi apa yang aku sampaikan.
"Yah itu lah sikap orang bro. Kita tak bisa tebak apa maksudnya mereka. Mau malam atau siang kalau sudah waktunya mereka bertindak yah tetap mereka bertindak bro. Intinya kita ambil hikmahnya saja bro" kata ku kepadanya.
"Iya bro" jawabnya.
"Yah sudah. Aku mau tidur lagi bro. Selemat malam" kata ku sambil melambaikan tangan ku ke belakang kepala untuknya
"Bye" lanjut ku.
"Ok bro. Aku juga mau lanjut tidur lagi bro. Bye" katanya ku.
Bersambung…
__ADS_1
HITAM PUTIH HIDUP INI.