HITAM PUTIH HIDUP INI

HITAM PUTIH HIDUP INI
(Part 11) BERSAMA PACARKU LEWAT CHATING


__ADS_3

(Part 11) BERSAMA PACARKU LEWAT CHATING


Aku di kejutkan dengan panggilan telepon di hp ku. Entah sudah berapa kali panggilan telepon itu berulang. Saking ngantuknya jadi aku tidak bisa membuka mata ku dan mengangkat kepala ku. Apalagi hp ku di silent, hanya di biarkan bergetar saja.


Drrrttt…


Drrrttt…


Drrrttt…


Ku tengok hp ku ternyata si cewek yang ku kenal lewat FB atau lebih tepatnya 'Cia' yang sekarang sudah menjadi pacar ku. Dan aku pun menerima telepon darinya.


"Halo" sapa ku saat telponnya aku terima.


"Kamu dari mana sih, kok telpon barusan di terima. Biasanya kamu juga begadang kan.?" nadanya tegas dan dia pun bertanya.


"Aku barusan bangun. Soalnya semalam ada kejadian aneh di sini sayang" jawab ku. Sekarang aku coba sapa dia memakai panggilan sayang. Soalnya kan kita sudah berpacaran. Ha ha ha ha ha.


"He he he he he. Kamu ni sayang sayang lagi" jawabnya sambil tertawa.


"Eh kenapa kamu baru bangun jam segini.? Kamu kelayapan.?" jawabnya menyelidiki.


"Bukan sayang. Semalam di kosan kami ada kejadian besar makanya aku sama teman ku kaget bangun lalu ikut lihat. Kita lihat saja tidak ikut campur" kata ku memperjelas sambil menjawab pertanyaannya.


"Memangnya ada kejadian apa.?" tanya pacar ku lagi.

__ADS_1


"Kamu tahu tempat kost ku.?..." Aku belum sempat lanjut pernyataan ku, pacar ku ini sudah memotong dengan pertanyaan lagi.saking penasarannya.


"Yang kamu kost sekarang.? Memangnya kenapa kosannya kamu kenapa.? Ada masalah.? Atau kenapa.?" tanyanya dengan nada suara penasaran. Satu kali tanya pertanyaannya banyak sekali. Busyettt…


"Jadi ceritanya gini. Semalam itu ada kejadian di rumahnya ibu kost. Suaminya ibu kost itu di usir sama ibu kost. Tidak tahu masalahnya apa. Tapi ibu kost yang ngusir sendiri suaminya. Dari yang aku sempat dengar sih katanya ibu kost punya laki laki lain alias laki laki simpanan. Makanya suaminya ngamuk, eh malah dia di usir" kata ku kepada pacar ku.


"Waduh kok bisa begitu, kasihan juga suaminya. Emang selingkuhannya kerja dimana.?" dia pun menanggapi apa yang aku ceritakan.


"Kalau selingkuhannya kayaknya tidak bekerja. Kalau suaminya Pegawai Negeri Sipil tapi orangnya sudah agak umuran" jawab ku.


"Matanya dimana itu. Masa memilih pengangguran dari pada PNS. Bisa yah ibu kost seperti itu" jawabnya.


"Yah itu kehidupannya. Aku sih cuman dengar tidak mau ikut campur masalahnya orang sayang" kata ku padanya.


"Kamu hari ini kerja tidak.?" lanjut ku bertanya padanya.


"Aku sudah tidak bekerja lagi, kemarin aku sudah kerluar. Soalnya ada teman ku yang tidak suka sama aku lalu dia mengadu dombakan aku. Masalahnya aku orangnya emosian, kalau kayak gitu yah aku tidak terima. Jadi deh aku di nilai tidak baik. Tapi tidak apa apa. Ada karmanya untuk dia" lanjutnya menjawab pertanyaan ku.


"Oh gitu yah. Lalu rencananya mau cari kerja lag kahi.? Cari dimana.? "aku pun bertanya lagi.


"Untuk sekarang kayaknya aku tidak cari kerja dulu deh. Aku mau balik dengan ibu ku ke kampung ibu ku saja. Nanti sampai sana siapa tahu aku bisa kerja di sana" jawabnya.


"Eh iya sekalian aku minta izin yah sama kamu. Tapi aku tidak balik lagi ke sini, aku menetap di sana. Dan mungkin minngu depan udah berangkat" lanjutnya.


"Hah. Kok mendadak gini.? Apakah tidak bisa di batalkan.?" aku pun bertanya padanya.

__ADS_1


"Iya soalnya kakak sepupu ku sudah mengirim uang untuk tiketnya udah dari minggu lalu. Saat ini aku lagi pergi sama mama cek jadwal dan harga tiket kapal sayang" jawabnya sudah mulai memakai kata sayang.


"Kok gitu. Kok kamu mau ninggalin aku. Padahal kita kan baru pacaran sayang" jawab ku kepadanya.


"Berdoa saja siapa tahu ada mujizat yang terjadi" dia pun menanggapi dengan santai.


Kami pun bertelponan sampai hampir jam 9 pagi. Dan setelah itu aku pun minta izin untuk mandi. Aku tidak ke kantor soalnya hari ini dengan hari besok itu aku libur kantor. Yah hari libur gini biasanya aku pakai untuk istirahat saja. Maklum lah kalau udah kerja aku tidak punya waktu untuk kerja. Kan biasanya kerjanya kadang sampai malam hari baru pulang.


Aku pun pergi mandi dan selesai mandi aku memasak nasi sebentar dan setelah nasinya masak aku mulai mengambil uang ku dan aku pun berjalan menuju rumah makan untuk membeli ikan saos dengan sayuran saja. Karna nasi sudah di masak.


Aku pun berjalan menuju rumah makannya yang jaraknya agak jauh dari kosant. Di tengah tengah perjalanan masih terlinta pertanyaan. "Mengapa bahagia barusan datang kok udah mau pergi jauh. Oh Tuhan apa salah ku.?" Pertanyaan itu saja yang terus terlintas. Sampai aku tidak sadar kalau aku sudah di depan rumah makan yang aku tuju.


Aku pun membuang lamunan ku dan aku mulai melangkah masuk dan memesan yang aku mau. Ikan pun di tunjuk juga kemudian sayuran. Aku memilih sayuran acar kuning. Aku pun menunggu sebentar karena pesanan ku sementara di siapkan. Dan lima belas menit kemudian aku do panggil oleh pelayannya. Aku pun berdiri dan berjalan menuju dia lalu aku pun membayar ke kasir dan mengambil pesanan ku.


___


Sepulang dari situ aku mulai membuka bungkus makanan yang tadi aku beli. Aku hidangkan di atas meja kecil yang aku miliki di dalam kamar. Hanya ada 1 meja itu saja. Nasinya pun di ambil dari rice coker dan aku letakan di meja juga. Tidak lupa ku cuci tangan ku dan berdoa mengucapkan syukur atas berkat yang dia berikam.


Aku pun menyantapnya. Sambil musik ku setel pelan agar menambah nafsu makan ku. Dua puluh meni berlalu aku pun telah selesai. Kembali ku rapihkan mejanya dan tangan ku cuci, juga piring dan gelas yang ku pakai untuk makan juga ku cuci. Selesai itu aku merapikan kamar ku membersihkan lantai dari kotoran pasir dan debu debu yang ada bertaburan.


Selesai membersihkan semua dalam kamar ku aku pun pergi ke kios untuk membeli rokok. Tadi keluar untuk membeli lauk aku tidak membeli rokok soalnya aku pikir rokok ku masih ada. Setelah selesai membeli aku pun nyantai di dalam kamar sambil merokok dan minum Es Nutrisari yang baru ku beli.


Lagu pun masih berbunyi. Dan aku pun duduk sambil memikirkan lagi rencana pacar ku yang ada pergi ke kampung ibunya. Aku pun terdiam sebentar karena aku tidak habis pikir kok seperti ini nasip ku. Sambil rokok pun terus aku sedot sampai sudah 4 batang rokok ku sedot karena otak kun penuh dengan pikiran. Yah aku berharap adalah mujizat untuk ku nanti. Semoga Tuhan berpihak pada ku.


Bersambung…

__ADS_1


HITAM PUTIH HIDUP INI


__ADS_2