HITAM PUTIH HIDUP INI

HITAM PUTIH HIDUP INI
(Part 16) KEBERSAMAAN (2)


__ADS_3

(Part 16) KEBERSAMAAN (2)


Setelah selesai makan Cia sama Merry pergi ke belakang untuk membersikan piring dan gelas bekas tadi kami selesai makan bersama. Aku pun mengikuti mereka dari belakang. Sedangkan filmnya masih terus berjalan.


Selesai bersihkan tangan ku dengan sabun dan aku membilasnya aku pun kembali ke depan tontonan yang sedari tadi kita nonton. Aku pun tertawa sendiri karena ada salah satu adegan yang lucu. Maka dengan sergap suara dari ke dua makhluk di dapur yaitu Cia dan Merry pun terdengar.


"Sayang kamu seperti orang gila saja. Ketawa ketawa sendiri dengan filmnya" kata Cia.


"Ia betul. Kakak Haris ini ketawanya sampai segitunya" lanjut merry yang berkata sekarang.


Aku pun tak pedulikan mereka berdua sedang bicara apa. Aku terus dengan kegiatan ku yaitu menonton filmnya. Sedangkan ke dua perempuan itu masih sibuk di belakang.


Lima belas menit kemudian mereka berdua pun selesai dan bergegas kembali ke depan dan bergabung dengan ku. Setelah sudah di depan mereka berdua mengambil tempat duduk di bagian belakang ku. Dan mereka pun duduk.


Kini aku sendiri yang menonton filmnya. Sedangkan mereka berdua tidak lagi nonton bersama aku. Sekarang mereka berdua sedang duduk bercerita seperti orang yang sudah kenal lama. Maklum lah kan sesama perempuan dan merry itu orangnya cepat sekali akrab sama orang baru.


Sesekali aku di pukul dari belakang oleh cia karena aku menonton sambil tertawa lepas.


"Asal kamu bilang aku sama merry menghayati film sampai nangis. Buktinya sekarang kamu saja nonton sambil tertawa. Apakah itu bukan menghayati" kata cia pada ku.


Aku pun tidak menggubris apa yang di sampaikan oleh pacar ku cia. Tiba tiba ….


PLAK…


"Aduh aduh aduh" aku pun menjerit sambil menahan sakit di leher ku.


"Nyamuk. Mati kamu. Bisa bisa kamu hisa leher pacar ku. Aku saja belum kamu sudah duluan" kata cia sambil melihat telapak tangannya.


Lain halnya dengan merry. Dia malah tertawa lepas sampai berguling di lantai kamar ku.


"Kamu kenapa sih" kata ku kepada merry.

__ADS_1


"Tidak ada apa apa kok. Itu tadi ada dua orang cowok yang lewat dengan sepeda motor mereka berdua berpelukan seperti orang pacaran" kata merry sambil duduk kembali seperti semula sebelum dia ketawa.


"Pasti ada yang aneh ini. Pasti pacar ku cia sengaja untuk pukul leher ku. Bukan karna ada nyamuk" gumamku dalam hati.


Aku pun kembali sibuk dengan kegiatan menonton ku. Ketika aku nonton pas di adegan lucu aku pun tertawa lagi. Dan pacar ku cia memarahi aku karena berisik katanya. Merry pun ber jongkok setengah berdiri untuk memukul ku tapi berpapasan aku membalikan tubuh ku ke arah mereka berdua. Dan….


"Jadi kalian berdua yang bersekongkol untuk memukul ku. Memang perasaan ku tidak salah" kata ku kepada mereka berdua.


Merry pun menghentikan langkah tangannya yang sudah dekat dengan leher ku. Dan menyalahkan pacar ku. Terlihat mereka berdua pun saling menyalahkan satu sama yang lain dan mereka sama sama tertawa.


Pantesan aku merasa ada yang aneh dengan nyamuk yang di bilang pacar ku. Perasaan sedari tadi tidak ada nyamuk yang berterbangan di sini. Tiba tiba sudah mendarat pukulan di batang leher ku. Ternyata ketahuan juga kan.


"Katahuan kan kalian berdua" kata ku.


"Siapa suruh kamu serius sama filmnya sampai lupa sama aku" kata pacar ku cia kepada ku.


"Iya kak haris ni lupa sama kita di belakang" lanjut merry berkata.


"Lupa" pikir ku sambil mulai menggaruk kepala ku.


"Yaudah kamu lanjut sana sama film kamu. Pacaran sana sama film tu" jawab pacar ku cia dengan muka cemberut.


"Ha ha ha ha ha. Ternyata pacar ku cemburu ni ee. Karena aku serius sama film tidak perlu sama dia" jawab ku sambil meledek pacar ku.


Aku pun menghentikan acara nonton film ku dan mulai duduk sama mereka berdua. Posisi duduk ku pas bersebelahan sama paar ku.


"Sudah jangan ngambek lagi" lanjut ku kepada pacar ku sambil mengusap usap kepalanya.


Kami bertiga bercerita sampai tidak sadar kalau sudah jam enam sore.aku tahu jamnya dari dentungan suara adzan di masjid.


"Aku mandi duluan yah. Kamu cerita dulu sama merry. Habis ini baru kamu mandi yah" kata ku kepada pacar ku.

__ADS_1


"Sana mandinya sudah bau asam. Cepat yah jangan lama lama. Kayak perempuan saja" jawab pacar ku.


Aku pun melangkah menuju kamar mandi. Tidak lupa handuk ku ambil di gantungan belakang kamar kost ku. Dan aku pun mulai mandi. Lima belas menit aku pun selesai mandi. Dan bergabung dengan mereka kembali di depan.


"Merr. Aku mandi dulu yah nanti baru kita sambung ceritanya lagi" kata pacar ku kepada merry.


"Ia aku lagi mau pergi mandi" jawab merry sambil berdiri dan berbalik berjalan meninggalkan kamar kosan ku.


***


"Sayang kamu buat kopi untuk aku dong" kata ku kepada pacar ku.


"Kak. Kamu sebenarnya mau pergi makan atau mau ngopi sih"kata merry kepada ku.


"Iya betul" kata pacar ku.


"He he he he he. Kalian berdua makannya terlalu lama makanya aku lupa kan" jawab ku sambil menggaruk garuk kepala ku yang kenyataannya tidak gatal sama sekali.


"Kalau gitu ayo. Kita pergi" lanjut ku sambil aku melangkah ke jalan terletak di samping kos ku, yang di ikuti oleh merrry. Sedangkan pacar ku masih terlihat mengunci pintu kamar.


Setelah selesai mengunci pintunya dia kembali melihat bagian depan kamar kos ku jangan sampai ada yang dia lupa untuk memasukkannya ke dalam kamar. Setelah merasa tidak ada lagi yang kelupaan maka dia pun melangkah menuju aku dan merry dan kita pun berjalan bersama sama menuju ke pasar untuk membeli makanan serta memakannya.


Setibanya di pasar kami pun memilih milih apa yang akan kami beli untuk makan. Dan pilihan kami jatuh kepada sate lontong. Karena pacar ku mau makan sate lontong. Sedangkan kalau aku sama merry yang mana mana saja yang penting membuat perut ini kenyang dan cacing cacing yang sementara disko bisa tenang.


Setelah memesan kami pun menuju ke meja yang terlihat kosong dan kami pun duduk di situ sambil menunggu makanannya di hidangkan, kami bertiga pun bercerita sambil menunggu makanannya.


"Merry tadi kamu sudah pesan minum belum.?" Tanya ku kepada merry.


"Belum kak. Kan tadi pesan sate sama lontong saja. Sudah nanti saja" jawab merry.


"Sudah kamu pesan sana. Supaya jangan keselak satenya lalu kamu mau minum apa.?" saya bertanya lagi kepada karyawan.

__ADS_1


Bersambung…


HITAM PUTIH HIDUP INI


__ADS_2