HITAM PUTIH HIDUP INI

HITAM PUTIH HIDUP INI
(Part 14) HARI PERTAMA BERSAMA PACAR KU


__ADS_3

(Part 14) HARI PERTAMA BERSAMA PACAR KU


Selesai kami makan kami pun duduk dan bercerita. Dia pun bercerita saat mau naik kapal dan dimana dia di dalam kapal. Sampai dia pun mabuk kapal karena baru pertama kalinya dia naik kapal.


Aku pun membuka pintu kamar ku dan duduk di depan pintu. Aku mengambil rokok satu batang dari dalam bungkusan rokoknya. Dan mulai membakar ujung rokoknya. Dan aku pun menghisapnya.


Setelah selesai hisap rokoknya aku pun menutup pintunya dan kembali duduk di ujung tempat tidur. Tiba tiba saja tangannya sudah sampai di samping perut ku. Sakit pun terasa.


"Aduh. Kamu apa apaan sih.?" tanya ku sambil bergerak bergeser agar tangannya terlepas.


"Aku tidak suka cowok perokok" dia pun menjawab dengan mata agak terbuka lebar.


"Aku hanya hisap kalau selesai makan dan kalau banyak pikiran" kata ku.


"Tentu saja itu namanya PEROKOK" jawabannya masih dengan muka marah dan mata yang melotot


"Iya. Aku akan berhenti merokok tapi perlahan yah. Dan nanti kalau kita sudah sama sama selamanya aku akan berhenti merokok selamanya" jawab ku.


"Terserah kamu saja lah. Aku hanya tidak mau kamu itu sakit" jawabnya


Mendengar perkataannya aku pun terdiam. Dan aku pun mengangkat tangan ku untuk memeluknya. Aku pun berjanji padanya sesuai apa yang aku sudah katakan tadi. Karena aku juga tidak mau anak ku yang jadi korban karena aku merokok. Karena aku tahu perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif.


Suasana pun membaik dan kami pun berbaring di tempat tidur. Sampai pukul sepuluh malam dia pun sepertinya sudah mengantuk. Lalu aku menyuruhnya untuk tidur duluan.


"Kamu tidur aja duluan aku belum bisa tidur" kata ku. Kemungkinan dia kecapean karena tidak bisa beristirahat di kapal dengan baik.


"Iya. Aku tidur duluan yah" jawabnya sambil membalikan badannya ke arah tembok dan memeluk bantal guling lalu dia tertidur.

__ADS_1


Aku masih tak habis pikir. Ini apa yang harus aku perbuat. Anak orang sekarang sudah dengan aku di sini. Aku harus bertanggung jawab walau sejujurnya belum aku sentuh. Tapi yang namanya kalau sudah sama sama dalam satu kamar nanti di nilai orang itu tidak benar.


Yang kalau aku tidak masalah. Lah dia kan perempuan otomatis aku harus bergerak cepat untuk melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius kalau tidak nanti kami bisa di agap sepele sama tetangga. Karena kalau begini namanya sudah melewati batas dan sudah berdosa.


Aku pun berpikir untuk bertanya kepada teman ku di kantor. Karena dia sudah berpengalaman dari aku. Maklum dia kan sudah lebih tua dari aku. Usianya mungkin sudah seumuran sama ibu ku.


Karena pikiran ku kemana mana makanya mata ku terasa berat. Aku pun memutuskan untuk tidur saja. Aku pun tidur di sampingnya. Dan aku pun tertidur.


_ _ _


Aku di kagetkan dengan suara perempuan di pagi hari. Aku pun kaget karena biasanya kalau hari sabtu gini aku tidurnya sampai jam sepuluh atau bisa dua belas siang. Maklum libur. Tapi ini kok masih jam setengah tujuh pagi sudah ada yang bangunkan ku. Apa semalam aku tidak kunci pintu. Makanya mereka masuk untuk bangunkan aku.


Karena biasanya suara perempuan yang bangunkan aku itu hanya tetangga kos ku di kamar nomor kost nomor empat yang bangunkan ku. Soalnya sudah aku anggap saudara ku sendiri. Makanya mereka biasanya yang bantuin aku dalam hal memasak dan mencuci pakaianku selama ini. Ternyata aku lupa kalau perempuan yang sekarang jadi pacar ku sudah sekamar dengan aku


"Selamat pagi saya" suaranya manisnya menyapu ku di pagi hari.


Sambil mengucek ngucek mata ku. Karena aku masih setengah sadar. Antara hidup dan mati. Ha ha ha ha ha. Tidak lah, yang pastinya antara sadar dan tidak sadar karena nyawa belum seutuhnya kembali.


"Kok kamu bangun sepagi ini.?" aku pun lanjut bertanya kepadanya.


"Iya. Aku tidak bisa bangun siang. Biasanya aku bangun jam begini" jawabnya.


"Ini kopinya. Aku sudah buatkan. Tapi sebelumnya kamu bangun dan pergi sikat gigi sama cuci muka mu dulu baru kita santai bareng" jawabnya sambil meletakan kopinya di atas meja kecil milik ku di dalam kamar.


"Iya" jawab ku sambil menghela nafas sebentar. Kami dan badan ku pun aku angkat dari tempat tidur. Aku mulai badan badan ku untuk membunyikan tulang tulang ku.


Aku pun berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi. Tak lupa sikat gigi pun aku ambil bersama pepsodentnya. Aku pun masuk kamar mandi dan mulai aktifitas ku menggosok gigi dan mencuci muka ku. 

__ADS_1


Baru kali ini di hari sabtu aku seperti ini. Bangun pagi begini seperti mau ke kantor. Gosok gigi dan mencuci muka ku sepagi ini. Biasanya itu aku bangun di siang hari dan aku langsung menuju kamar mandi untuk mandi.


Aku pun selesai dengan semua aktifitas ku di kamar mandi. Handuk ku gantuk di gantungan belakang kamar ku dan aku pun kembali duduk di dalam kamar bersama pacar ku. Dua gelas kopi susu sudah di hidangkan bersama dengan jajanan gorengan di atas meja kecil itu.


Kami pun meminum kopi tersebut dan sarapan di pagi hari. Aku pun mengambil hp ku untuk membuka file film ku yang kemarin lalu aku sudah mendownloadnya. Aku pun menjalankan filmnya dan kami berdua sarapan sambil menonton filmnya.


Sementara sibuk menonton filmnya. Tiba tiba ada suara perempuang dari dwpan pintu yang mengagetkan kami…


"Kaka haris. Ini pacarnya kaka ang pernah kaka cerita itu.?" tanya adik perempuan yang tinggalnya di kamar kost nomor empat yang aku sudah anggap dia sebagai saudara ku. Karna memang di sana aku hanya seorang diri tanpa saudara.


"Iya. Dia ini sudah yang aku pernah cerita" jawab ku kepada adik perempuan itu.


"Nama ku Merry" kata adik perempuan itu sambil mengulurkan tangannya kepada pacar ku untuk berkenalan.


"Aku Marcya. Nama yang bagus. Apakah kamu lahirnya bulan Desember yah" jawab pacar ku.


"Iya kok kakak tahu aku lahirnya bulan desember.?" tanya merry kepada pacar ku.


"Karna nama mu Merry. Pasti orang tua mu ambil dari kata Merry Christmas kan" jawab pacar ku.


"Mungkin kakak soalnya aku tidak pernah tanya arti nama ku" jawabnya merry lagi.


Pacar ku itu menawarkan gorengan itu sama dia menawarkan kopi untuk adik ku merry.


"Merry ayo makan. Kamu mau kopi atau teh. Lalu aku buat buatkan untuk kamu" tanya pacar ku sambil kepalanya agak menunduk karena terhalang tubuh ku.


"Jangan lagi kak. Biar saja nanti kalau aku mau pasti aku yang buat sendiri. Ini kan kamar kaka ku. Bukan kamar orang lain" jawab merry kepada pacar ku.

__ADS_1


Bersambung…


HITAM PUTIH HIDUP INI


__ADS_2