
(Part 13) KEJUTAN YANG DI BERIKAN DARI TANGAN PACAR SENDIRI
Sepeda pun aku dapat. Setelah ku pinjam dari saudara laki laki ibu kos. Aku pun kembali ke kamar kos ku lalu aku mengambil celana panjang lalu ku pakai. Begitu jaket hitam tebal juga aku pakai. Tak lupa topi kesayangan ku, yang sudah bertahun tahun bersama ku. Topi ini bukan punya ku tapi sekarang sudah jadi milik ku.
Setelah selesai aku pun keluar dan mengunci kamar kos ku. Dan langsung menuju ke sepeda motor. Sepeda motornya ku hidupkan langsung aku tancap gas ke pelabuhan tempat dimana kapal yang di tumpangi pacar ku berlabuh.
—
Aku pun tiba di pelabuhan. Memarkirkan sepeda motor di tempat parkir lalu aku melangkahkan kaki ku menuju ke dekat kapal tapi masih di atas pelabuhan. Karena dari jauh kelihatan belum ada satu orang pun penumpang yang turun.
Aku pun berjalan mendekati ke arah kapal itu. Dan aku pun berdiri di dermaganya. Lima belas kemudia aku pun di kagetkan dengan tonjokan yang mendarat di perut ku. Ahhhh sakitnya. Aku pun kesakitan dan berniat mau membalas tonjokan pada orang yang menonjok perut ku itu. Ternyata itu adalah seorang cewek.
"Waduh. Itu sakit sekali loh" kata ku.
"Itu salam perkenalan dari ku. Kan kita baru ketemu untuk pertama kalinya. Tidak masalah kan aku t9njok kamu. Ha ha ha ha ha" jawabnya sambil tertawa lepas seperti ada kebahagian yang baru pertama kalinya dia rasakan.
"Tapi tidak segitunya lah. Kan sakit sekali ini. Coba aku yang tonjok kamu" kata ku dengan kesalnya sambil menahan perut ku yang kesakitan.
Aku tak habis pikir. Ternyata si cewek yang ku kenal di FB ini yang sekarang sudah jadi pacar ku ini orangnya jail juga. Ha ha ha ha ha. Aku pun tertawa dalam hati. Sambil tersenyum senyum sendiri. Membuat dia kebingungan dengan aku.
"Kamu kenapa.?" katanya dengan kebingungan.
"Tidak apa apa kok. Ayo kita jalan" jawab ku sambil menggandeng tangannya dan pergi menuju sepeda motor ku yang di parkir di area parkir depan Ruangan Tunggu Penumpang. Sesampai di sana aku pun menyuruhnya menunggu ku di depan soalnya aku mau masuk ambil sepeda motor sekalian bayar karcisnya.
—
"Kamu pertama kali datang ke sini itu bosan tidak. Kan tidak ada jaringan internet waktu itu" tanya saat kita sudaj di atas sepeda motor.
"Mau gimana. Semua karna kehidupan makanya aku sampai di sini. Kalau mau ikut pemikiran asli ku. Tidak mungkin aku mau kesini." Jawab ku sambil tetap fokus ke depan.
"Ya gitu lah. Kamu kuat juga yah bertahan selama satu tahun tidak ada jaringan internet" katanya.
"Yah kuat lah. Buktinya aku masih bertahan sampai sekarang kan. Aku kan sudah bilang kalau bukan karna kehidupan sudah aku pergi dari sini" jawab ku.
Dia bertanya begitu karena aku sduah ceritakan semuanya buat dia. Karena waktu aku datang ke sana memang belum ada signal yang bagus. Apalagi Internet di sana. Maklum lah kabupaten baru bentuk. Sekarang ini baru kita sudah bisa berselancar bebas di dunia maya.
__ADS_1
"Kita mampir sebentar di pasar dulu yah" kata ku kepadanya. Karena aku memang tidak masak apa apa sedari siang. Akhirnya sepeda motor aku arahkan ke pasar di mana tempat yang biasanya aku beli makanan.
"Mau apa ke pasar. Emangnya jam segini pasar masih buka?" tanya lagi kepadaku
"Bukan pasar sayur yang kita tuju. Tapi pasar makanan malam. Soalnya sedari siang aku tidak masak makanya mau beli makanan dulu. Pastinya kamu sudah lapar kan?" kata ku lagi kepadanya.
"Oh iya. Aku kira kamu mau ke pasar sayur malam malam begini" jawabnya.
Kamu seperti tahu saja aku sudah lapar" lanjutnya.
"Yaiyalah. Kamu kan ikut kapal otomatis gelombang laut buat kamu kelaparan" kata ku.
Kami pun sudah smpai di depan pasar tempat jualan makanan siap saji.
"Kamu mau apa.? Ayo" kata ku memberikan pilihan padanya sambil menggandeng tangannya menuju pasar itu.
"Terserah kamu saja lah. Aku mah mana mana saja" jawabnya.
"Di sini itu tidak ada menu makanan yang namanya TERSERAH" kata ku mempertegas kata terserah.
"Ayo kamu yang pilih sendiri. Takutnya aku pilih kamu tidak makan lagi" kata ku kepadanya sambil tangan ku menunjuk ke arah tempat jualan.
"Ya sudah. Kamu beli aku ayam gorang saja" jawabnya.
"Ok. Ayo kita sana" kata ku Sambil menunjukan arah rumah makan ayam goreng yang ada di sebelah kiri kami.
Lima menit kemudian kami sudah tiba di rumah makan tersebit dan aku mulai memesan makanannya.
"Bu. Aku pesan ayam goreng lalapan dua porsi. Di bungkus yah" kata ku kepada ibu pemilik warung tersebut
"Iya nak. Duduk seentar yah ibu siapkan" jawabnya.
"Yank. Kamu minumnya apa.?" kata ku kepada pacar ku.
"Yank. Yenk. Yonk. Kamu kira aku ini ank ABG yah. Cukup panggil aku cia atau sayang saja" jawabnya dengan muka cemberut.
__ADS_1
"Aku es teh saja" lanjutnya.
"Aku kan cuma mau manja manja saja. Kan baru ketemu" kata ku kepadanya.
"Ok" lanjut ku sambil berdiri menuju ke dalam rumah makan dan memesan minumannya.
—
Lima belas menit kemudian makanan dan minuman yang kami pesan pun sudah siap. Kami pun menuju ke kosannya aku. Sampai di sana dia pun menuju kamar mandi untuk membersihkan kaki dan tangannya.
"Kamu langsung mandi saja supaya sekalian bersih" kata ku keadanya.
"Nanti saja setelah makan supaya sekalian gosok gigi kan" jawabnya.
"Yaudah deh kalau kamu maunya gitu." jawab ku.
Lima menit kemudian dia sudah keluar dari kamar mandi sambil handuk masih di kepalanya.
"Kamu ngapain masih pakai handuk di kepala" kata ku sambil menunjukan handuk yang ada di kepalanya.
"Soalnya rambut ku masih basah" jawabnya
"Oalah. Sudah buka saja handuknya dulu. Lalu mari kita makan"
Handuk di buka dan rambutnya terurai panjang yang tampaknya masih agak basah. Lalu dia pun duduk di hadapan ku. Kita pun menyantap makanan yang tadi kia berdua beli di pasar makanan malam.
"Kok sambalnya encer gini.?" pertanyaan kritikan pun keluar dari mulutmya
"Yah maklum lah. Mungkin mau banyakin sambalnya makanya di beri air panas" jawab ku menanggapi pertanyaannya.
"Sudah sekarang makan saja dulu selesai baru kamu kritik makanannya" aku pun lanjut berkata.
Kami pun melanjutkan menyantap makanan tersebut. Sambil dia cerita cerita saat dia di atas kapal menuju ke sini. Soalnya baru pertama kalinya berlayar dan juga bepergian sendiri tanpa di temani siapa siapa. Sampai tak sadar kalau makanannya sudah habis. Dan kami pun menikmati es teh sebagai menu penutup.
Bersambung…
__ADS_1
HITAM PUTIH HIDUP INI