
Pov Kepala Kantor baru
Sedang asiknya mengetik aku di kagetkan dengan kehadiran temanku yang sudah di depan ku. Teman yang di maksudkan ini adalah teman satpamku.
Sambil mengetik aku mendengarkan semua yang dia katakan dan aku hanya menjawab sekenanya aja. Soalnya aku juga sementara fokus sama pekerjaan yang sedang aku kerjakan.
Dari pembicaraan yang di lakukan aku tahu bahwa nasabah yang barusan mau menabung di sini karena adanya negosiasi yang di lakukan antara teman satpamku dengan nasabah tersebut.
Setelah dia berlalu keluar meninggalkan aku keluar ke meja penjagaannya aku kembali melanjutkan semua pekerjaan ku.
***
Hari pun berganti tepatnya bulan ke tiga aku sudah bekerja di kantoe cabang ini. Kami pun mendapatkan kabar kalau kepala kantor kami mau di mutasikan ke kantor cabang lain.
"Rekan-rekan semua. Mungkin ini bukan perpisahan tapi ini adalah jejakan baru yang harus di ikut sesuai arahan pimpinan ang di atas" kepala kantor kami pun berkata sesaat setelah selesai ibadah pagi yang setiap hari selalu rutin kami lakukan.
Sesaat kami semua pun menjadi terdiam mendengar apa yang di sampaikan kepala kantor kami. Karena kaget kok tiba-tiba memdengar kabar tersebut.
Salah seorang dari teman kami yang paling senior pun mengatakan.
"Di mutasikan ke mana pak"
"Aku di mutasikan ke kantor cabang 6 karena posisi kepala kantor sementara ini kosong setelah di tinggalkan rekan kepala kantor cabang 6 ke kantoe cabang 2" kata kepala kantor ku sambil menahan tangis.
Ya iyalah dia tahan tangis karena kantor cabang kami ini dia yang membukanya dari nol sampai sudah sebesar ini.
"Lalu siapa yang mengantikan bapak di soni" kata teman ku lagi.
"Ada seorang temanku. Dia dulunya di kantor cabang 3 seorang wakil kepala" jawab kepala kantor kami.
Sejenak kami pun dia dan ada beberapa teman yang saling sukit. Terdengar bisik-bisik pun terjadi di tengah-tengah kami.
"Orangnya seperti apa yah yang akan mutasi ke sini"
"Mudah-mudahan wataknya baik yah"
***
Kami pun kembali bekerja sambil menantikan hari itu akan datang. Dan kami pun juga ikut saling membantu untuk mengikat semua kardus yang sudah di atur oleh pak kepala kantor. Dan terlihat ruangan rumah dinas pun sudah kosong.
Berselang satu minggu dapat kabar kalau kepala kantor kami yang di mutasikan ke kantoe cabang kami telah sampai di kabuten kami dengan menggunakan pesawat terbang, dan kami pun menjemputnya di bandara.
Setelah sampai dan penjemputannya sudah di lakukan.
"Selamat datang bro" kata kepala kantor kami yang lama sambil memeluk kepala kantoe kami yang baru.
"Iya bro" jawab kepala kantor yang baru.
Sementara kami pegawai kembali ke kesibukan kami. Yaitu pekerjaan kami di depan komputer masing-masing.
"Tolong buatkan teh untuk kepala kantor kamu yang baru" kata kepala kantor kami yang lama.
"Baik pak. Akan aku buatkan pak" jawab OB sambil melangkah ke dapur dan melakukan tugasnya.
"Pak silahkan. Ini tehnya sudah saya buatkan" kata OB setelah kembali dengan satu gelas teh panas. Lalu dia menempatkannya di meja yang ada di samping kepala kantor baru kami.
"Permisi" lanjut OB sambil meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
***
Dua minggu kemudian kami pun sudah bekerja dengan kepala kantor kami yang baru. Ternyata orangnya sangat baik dan bisa memberikan jalan keluar kalau-kalau terdapat sebuah masalah.
Bagi dia yang penting bisa di tangani kenapa harus ada marah-marah. Toh kalau di tangani dengan pemikiran yang tenang maka aman.
"Kamu sudah lama di sini yah.?" tanya kepala kantor yang baru kepada ku.
"Aku baru pak. Baru 4 bulan yang lalu datang ke sini" jawab ku. Sambil menghentikan pekerjaanku yang saat itu sementara mengetik di keyboard komputer.
"Oh iya, kerja yang baik supaya penilaiannya juga baik"
Sambil berjalan menuju meja yang lain dan melihat serta menyapa teman-teman yang lain. Aku pun melanjutkan semua pekerjaanku.
***
Haripun sudah sore. Semua teman sudah bergegas untuk pulang juga kepala kantoe kami. Tapi aku masih tetap stay di meja kerja ku karena melanjutkan laporan yang belum di input.
Toba-tiba ku mendengar suara dari arah pintu samping kantor. Itu suara kepala kantor yang sudah berganti baju.
"Kamu belum pulang" kata kepala kantor.
"Eh. Iya pak, sedikit lagi baru aku pulang. Maaf aku pikir siapa lagi. Soalnya aku sementara menginput laporan ke komputerku" jawabku kaget karena datangnya tiba-tiba.
"Kalau kamu pulang, setelah mandi dan ganti pakai. Kamu balik yah soalnya aku sendiri sini. Supaya kita duduk sambil bercerita" kata kepala kantor.
"Baik pak" jawab ku.
Akhirnya aku pun telah selesai mengetik semua laporan ku dan sudah ku save. Aku pun mematikan komputer dan aku pun berdoa. Selesai berdoa aku pun memeriksa smua komputer yang ada memastikan apakah masih hidup atau sudah di matikan.
"Thank You" terdengar suara dari mesin absennya. Dan aku pun berjalan keluar untuk pulang sekalian pamitan sama satpam yang bertugas untuk menjaga malam.
"Ingat jangan lupa balik yah" suara kepala kantor mengingatkan ku. Karena sedari tadi sudah duduk di samping kantor tepatnya di bawa pohon mangga kecil.
"Iya pak. Pasti aku balik. Toh aku juga sendirian di kost ku. Bosan" kataku sambil berpamitan kepad teman satpamku dan kepala kantor.
***
Jam 08.00 waktu setempat akupun balik ke kantor sesuai dengan janji ku kepada kepala kantor ku.
"Selamat malam pak" aku pun menapa kepala kantor ku.
"Eh haris akhirnya kamu balik juga. Aku pikir kamu tidak balik lagi. Sini duduk" kata kepala kantorku.
Aku sebenarnya tidak mau untuk balik. Takutnya di pikir sama teman-teman yang lain kalau aku mencari muka kepada kepala kantor yang baru.
"Kamu sudah makan.?" tanya kepala kantor ku memicahkan lamunanku.
"Belum pak. Sedikit lagi baru aku ke pasar untuk beli makanan pak" jawab ku.
"Haris. Kamu ke dalam ruanganku di atas meja ada kunci kontak sepeda motor kantor. Ambil lalu sama-sama kita pergi beli makanan" kata kepala kantor ku.
"Baik pak" jawab ku dan melangkah menuju ruangan kepala kantor.
Kunci kontaknya sudah aku dapat dan aku pun kembali keluar.
"Yang ini ya pak" kata ku sambil menunjukan kunci kontaknya.
__ADS_1
"Iya. Itu sepeda motornya" jawab kepala kantor ku sambil menunjukan sepeda motor yang sementara terparkir di samping kantor.
"Baik pak" lanjut ku. Sambil melangkah ke sepeda motor tersebut. Aku pun menghidupkannya sambil menganggukan kepala mengisyaratkan kepada kepala kantor kalau sepeda motornya sudah siap jalan.
Kami pung pergi ke pasar yan ada di kota kabupaten itu untuk membelikan makanan siap saji untuk di makam malam ini. Sesampainya di sana kami pun memilih makanan yang terterah di atas meja.
"Pak aku beli ketupat sama lauk ikan saos saja pak" kata ku kepada kepala kantor.
"Yaudah ris beli itu saja" katanya kepada ku sambil menunjukan ketupat dan lauk ikan yang barusan aku bilang.
Aku pun mengambil ketupatnya empat sama lauk ikannya 2 potong yang ekornya. Dia pun mau membayarnya. Tapi aku pun menolak dan langsung menyerahkan uang kepada penjualnya untuk cepat-cepat kmembayar semuanya. Kan tida enak masa aku sama kepala kantor aku yang di taktir.
"Pak biar aku yang membayarnya" kata ku.
"Jangan ris simpan saja uang mu" kata kepala kantor ku kepada ku.
"Tidak enak pak. Masa aku di traktir sama kepala kantor" menjawabnya sambil menyerahkan uang kepada penjualnya.
Kami pun kembali ke rumah dinasnya kepala kantor. Yang mana rumah dinasnya itu berada tepat di belakang kantor kami.
Tetapi di tengah-tengah perjalanan kepala kantor tak henti-henti berbicara kepada ku karna Dia merasa tidak enak. Karena aku yang membayar makanannya.
Sesampai di kantor aku memakirkan sepeda motor di tempatnya dan meletakan kembali kunci kontaknya di atas meja kepala kantor lagi di tempat semula.
Sedangkan Dia berjalan duluan ke rumahnya untuk membuka pintu rumah dinasnya. Aku pun keluar dari kantor dan mengikutinya ke rumahnya.
***
"Permisi pak. Makanya aku hidangkan di meja yah" kata ku setelah masuk pintu rumahnya.
"Iya. Kamu lihat piring di dapur dan sajikan. Aku ganti celana ku dulu" jawab kepala kantor ku dari dalam kamarnya.
Aku pun melangkah dan mengambil piringnya di dapur sesuai arah kepala kantoe ku dan menyajikan makanan tadi di meja yang berada di ruang depan.
Dia pun keluar sudah dengan pakaian rumahan. Dan mulai duduk.
"Ayo sini kita makan" katanya sambil melihat ku yang masih tetap berdiri.
"Iya pak" jawab ku sambil duduk di dwkat meja tersebut.
Kita berdua pun makan dengan lahapnya. Setelah beberapa menit kami pun selesai makan ada ku membersikan meja dan mengangkat piringnya ke dapur.
Aku melangkah menuju pintu belakang yang menuju keluar. Maksud ku mau mencuci piring yag kita gunakan untuk makan tersebut tapi kepala kantor ku melarangnya.
"Tidak usah di cuci. Besok saja" kata kepala kantor ku melarang ku.
"Baik pak" jawab ku sambil meletakan piring-piring yang tadi di atas meja kecil yang berada di dapur. Dan aku pun melangkah kedepan keluar dari dapur.
"Sini. Santai dulu sambil ngerokok" kata kepala kantor ku. Sambil menyodorkan rokoknya kepadaku.
"Iya pak" jawab ku sambil mengeluarkan rokok ku yang sedari tadi berada di saku celana ku. Dan kembalikan rokok punyanya ke tempat semula.
Kamu pun sanrai sambil bercerita panjang lebar. Tanpa terpikir kalau jarum jam sudah menunjukan 23.00 waktu setempat. Dan aku pun berpamitan untuk balik ke kost ku. Untunglah jarak kostsan ku dengan kantor itu dekat.
Bersambung…
HITAM PUTIH HIDUP INI
__ADS_1