
(Part 4) Hari yang begitu suntuk
Setelah selesai berdoa tak lupa aku merapikan tempat tidur, aku pun beranjak mandi dan bersiap untuk ke kantor. Di mana malam yang begitu panjang pun aku lewati tanpa pejamkan mata sedikit pun.
Kita su siap lah aku untuk ke kantor. Minuman yang mulai hangat pun aku minum (sekali teguk langsung habis tanpa tersisa sedikit pun.
"ni tenggorokan atau apa sih. Ha ha ha ha ha" guman ku sambil tersenyum sendiri.
Sebelum berangkat aku pun berdoa agar pekerjaan hari ini di mudahkan. Dan pintu pun di kunci. Kali ini aku berhati-hati jangan sampai kunci gemboknya jatuh lagi.
Kaki pun ku langkahkan pelan ke kantor. Soalnya operasional di mulai jam 08.00 waktu setempat. Ku lihat jam tangan ku pas jam 07.00 waktu setempat.
"Kaki ku kan panjang. 15 menit atau 20 menit pasti sudah sampai" kata ku dalam hati.
Jalan terlihat masih sepi. Hanya anak-anak sekolah yang kadang-kadang lewat bersama orang tuanya yang mengantar mereka ke sekolah.
Jarak kosan ku dengan kantor berkisar satu kilometer jauhnya. Tapi bagi ku semuanya tidak masalah. Toh aku kan sudah terbiasa jalan jauh.
"Selamat pagi" sapaan ku kepada seorang ibu yang sementara menggendong anak kecilnya di depan rumahnya.
"Iya. Selamat pagi nak. Kok jalan sih" jawabnya merespon sapaan ku.
"Iya bu. Soalnya belum ada angkutan umum yang lewat sedari tadi" aku membalas respon ibu tersebut. Sambil tersenyum dan ibu itu pun juga ikut tersenyum.
"Aku lanjut jalan yah bu" sambil tubuh ku mengisyaratkan kata permisi.
Dan aku pun berlalu meninggalkan ibu tersebut. Tak terpikir aku sudah tiba di depan kantor. Seberangnya jalan yang ada di depan kantor. Aku pun mengangkat tangan ku mengisyarat agar kendaraan yang akan melintas bisa pelan-pelan.
Sesampai di kantor aku pun melihat jam tangan jarum yang panjang berada di angka 4. Artinya sudah jam 07.20 waktu setempat. Berarti aku berjalan hanya 20 menit saja dong.
***
Karja pun di mulai. Terlihat semuanya mulai sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Kadang yang terdengar hanya bunyinya mesin printer yang beradu dengan suara ceritanya para nasabah yang sementara di antrian.
Jam menunjukan pukul 10.00 waktu setempat. Aku masih dengan pekerjaan ku. Tiba-tiba…..
"Waduh gawat ni. Perut ku sudah keroncongan saja ni" guman ku dalam hati.
Aku pun memanggil seorang security yang bertugas menjaga siang ini. Karena ku lihat masih belum ada nasabah yang datang.
Maksud ku memanggilnya untuk minta tolong belikan nasi bungkus yang ada di seberang jalan kantor kita. Dan dia pun bersedia membantu aku untuk membelinya.
"Bro. Bantuin aku dong. Tolong belikan nasi bungkus yang ada di depan sana buat ku" kata ku kepadanya.
"Waduh. Tapi aku tidak ada uang di sini. Kantong ku kosong bro. Belum tarik uang" jawabnya pada ku. Karena pikirnya aku minta tolong dia beli pakai uangnya.
"Maksudnya aku itu kamu beli pakai uang ku ini" balas ku sambil menyodorkan uang kertas bernilai dua puluh ribu.
"He he he he he. Sorry bro, I don't no" jawabnya berlagak pakai bahasa inggris.
"Ha ha ha ha ha. Kamu ini berlaga orang inggris lagi. Emang kamu tau itu artinya apa bro.?" Jawab ku sambil aku bertanya padanya.
"Ha ha ha ha ha. Aku cuma biasa dengar dari film-film yang kutonton. Tapi sudahlah aku beli dulu. Kamu kan sudah lapar" katanya kepadaku sambil berjalan ke tempat nasi bungkus tersebut.
__ADS_1
"Ha ha ha ha ha" tertawa ku dalam hati. Karena kau masih merasa lucu teman ku yang pakai bahasa inggris tapi dia tidak tau arti.
15 menit kemudian dia pun kembali. Karena memang dari pantauan ku banyak sekali yang antri. Yah maklum lah nasi bungkusnya enak sih. Makanya banyak penggemarnya.
Setelah sudah setengah berlalu dia pun kembali dan menyerahkannya pada ku.
Ternyata di dalam kantong plastik kecil terdapat Aqua botol yang sedang. Yah dia sepertinya mengerti maksudku, tanpa disuruh pun dia langsung beli.
"Makasih bro. Sudah membantu membelikannya. Uang sisa kembaliannya untuk kamu saja" kata ku pada teman satpam ku itu.
"Makasih banyak yah. Oh ini bisa ku gunakan untuk membeli rokok untuk ku" jawabnya dengan wajah terlihat senang.
"He he he he he. Terserah kamu. Kan itu sudah menjadi milik mu" jawab ku sambil tertawa.
***
Waktu pun menunjukan pukul 13.00 waktu setempat. Aku pun pergi keluar untuk makan siang di rumah makan yang terletak tak jauh dari kantor.
Aku pung sudah tiba di sana. Dan mwngambil tempat di meja paling pojok. Aku seng duduk di sini karena posisinya bisa lihat bebas ke luar di jalan raya.
Ketika aku baru duduk, dan pesanannya sudah terlihat sementara di buat. Tiba-tiba teman ku datang dan melihat ku lalu dia pun duduk di kursi yang berhadapan dengan ku.
"Bro. Ini kan hari jumat. Esok sabtu libur kamu ada kemana. Kita jalan-jalan yuk?" tanya teman ku mebuka percakapan kita.
"Aku rencananya di rumah saja. Sekalian mau nyuci pakaian kantor dan beberapa pakain rumahan yang lain" jawab ku.
"Permisi" kata salah satu pelayan yang terlihat telah di depan kita sambil memegang bakai di atasnya ada 2 piring makanan dan 2 gelas minuman dingin.
"Terima kasih" aku dan teman ku serempat berkata. Padahal kami berdua tidak pernah berencana untuk ngucapinnya sama-sama.
"Ayok" jawab ku sambil ikut makan juga.
Dan kami pun sudah selesai makan. Kami pun duduk bercerita sebentar dan terlihat di jam dinding jarum jam yang panjang menunjukan angka 6. Yang berarti sudah setengah jam kami di sini…
Prang…
Buff…
Terdengar benturan hebat yang berbunyi tepat pas di depan rumah makan tersebut.
"Astaga. Ada apa itu" kata ku dengan raut wajah yang penuh tanda tanya.
"Ada tabrakan" jawab salah satu pelayan di rumah makan itu.
Tolong…
Tolong…
Tolong…
Terdengar suara seorang yang berteriak minta tolong. Ternyata itu adalah suara seorang pedagang yang sudah berada di jalan raya soalnya toko tempat jualannya berada tepat di samping rumah makan tersebut.
Aku dan teman ku pun membayar makanan kami dan langsun berlari ke tempat kejadian. Ternyata dua orang anak muda. Yang seorangnya tak sadarkan diri, mungkin karna benturan yang hebat. Sedangkan yang satunya lagi masih terlihat sadar tapi sudah lemas tak berdaya.
__ADS_1
Aku pun melirik jam tangan ku sudah jam 13.45 waktu setempat.
"Ayo bro. Kita balik ke kantor" berkata sambil berjalan balik ke kantor bersamaan dengan teman ku.
***
Kembali bekerja dan sekarang sudh jam 16.30 waktu setempat.
"Yes. Setengah jam lagi sudah mau pulang ni" gumanku dalan hati.
"Haris" terdengar suara dari ruangan dalam memanggil ku. Pas ku lirik ternyata itu adalah suara wakil kepala kantor.
"Yah pak" jawab ku sambil berdiri dan berjalan ke depan mejanya.
"Kamu sini. Duduk" dia berkata dengan lantang sambil menunjukan tangannya ke kursi yang ada di depannya mengisayratkan aku untuk duduk.
"Kamu ini paling suka yah cari muka di pimpinan.! Apakah pengen supaya dapat penilaian bagus.? Jangan harap penilaian kamu di saya mau bagus" katanya dengan raut muka yang sinis.
"Maaf pak. Aku tidak pernah lakukan itu pak" jawab ku dengan kebingungan karena dalam hidup ku tak pernah ada kata cari muka.
"Sudah. Jang banyak bacot. Aku tahu semuanya. Sana kembali ke meja kerja mu. Dan lanjutkan laporan untuk bulanan sampai selesai. Besok aku terima di atas meja ku pagi hari" kata wakil kepala kantor ku sambil mengangkat tangan mengisyaratkan aku untuk pergi.
Aku pun terdiam dengan kebingungan karna pikir ku aku tidak pernah lakukan seperti yang di tuduhkan kepadaku. Sambil berjalan balik aku pun melewati ruangan milik pak kepala kantor. Akpun melirik sedikit ternyata orangnya sudah tidak di ruangan lagi.
"Pantasan saja aku di panggil dan di marahi dengan suara yang begitu besarnya" pikir ku dalam hati dan aku pun melangkah terus ke tempat duduk ku.
***
Waktu pulang pun tiba. Satu per satu pegawai sudah berlalu meninggal tempat kerja untuk pulang. Tetapi tidak dengan ku. Laporan yang sudah di minta wakil kepala kantor harus ku selesaikan semua. Untunya yang belum ku input hanya hari kamis dan hari ini atau hari jumat.
"Ingat. Esok pagi aku terima di meja ku" kata wakil kepala kantor ku sambil berlalu keluar untuk pulang.
Aku pun menginput semua lapor. Dan tepatnya jam 17.30 aku selesai menginput semuanya. Aku pun membersihkan meja kerja ku. Dan aku pun bersiap untuk pulang. Tapi aku bersantai-santai dulu sebentar. Karna besok kan libu.
***
Aku pun melangkah keluar untuk pulang kantor. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara yang memang aku kenal sekali. Ah itu Dia…
"Kamu baru pulang ris" kata kepala kamtor ku.
"Iya pak. Tadi…" jawab ku. Tapi ku terhenti karena teman security yang akan berjaga di malam hari datang dan menyapa kami.
"Selamat sore semuanya" sapa teman security ku.
Kami pun membalas sapaannya dan dia pun berlalu masuk ke dalam kantor untuk absen di mesin absen.
"Tadi kamu mau bilang apa ris.?" tanya kepala kantor ku.
"Tadi aku mau bilang kalau aku selesaikan laporan untuk kepala kantor nanti pak" jawab ku.
"Oh iya" kata kepala kantor ku. Tapi terlihat orangnya sedikit tidak percaya dengan ku.
"Pak aku permisi pulang yah" kembali ku berkata dan meminta izin untuk pualng ke kosan ku.
__ADS_1
Bersambung…
HITAM PUTIH HIDUP INI