
(Part 9) DI TERIMA
Aku pun terbangun tepal jam tiga sore. Di karenakan ada tlpn yang masuk. Tapi nyawa ku belum seratus persen pulih makanya aku biarkan dulu hpnya. Setelah sudah sadar total dan aku mengambil hp ku ternyata telepon itu dari ayah ku. Ayahku teleponnya sekitar lima kali
"Ada apa yah. Ayah telepon siang begini. Biasanya itu teleponnya malam. Teleponnya juga berulang kali, bahkan sampai kali kali" kata ku sambil berpikir sebentar tapi aku tak menelponnya kembalu. Nanti aja pasti ayah ku telepon lagi. Masih dalam keadaan berpikir, hp ku kembali bergetar. Kali ini bukan telepon tapi pesan WA yang masuk.
Drrrtttt…
Drrrtttt…
Drrrtttt…
Ternyata pesan WA itu dari si cia. Cewek yang ku kenal di FB itu loh. Waduh isinya apa yah. Hati ku pun berdebar-debar.dia terima tidak yah. Kepala ku penuh dengan pertanyaan.
[Ris. Iya, aku mau berpacaran sama kamu. Tetapi kita jalani ada dulu. Kalau memang hati ku tidak pas, kamu jangan marah yah.] Isi pesan balasan darinya.
Serentak aku pun senang sekali. Mata ku yang tadinya di tutup sebelah kini melotot melihat layar hp ku.
"Oh Tuhan terima kasih" kata ku sambil bersujud bersyukur.
[Iya cia. Tidak masalah. Aku akan buktikan, aku akan buat kamu selalu merasa nyaman dan bahagia dekat aku] jawab ku membalas pesannya.
[Nanti kita lihat saja ke depannya. Eh iya maaf yah aku baru ada kesempatan untuk membalas pesan kamu. Soalnya aku sementara istirahat sebentar] katanya membalas pesan dari aku.
[Oh iya cia. Tidak masalah. Ingat kerja baik-baik yah] jawab ku.
[Iya sudah ris. Aku mau lanjut kerja lagi dulu yah. Nnti jam delapan aku pulang baru kita lanjut lagi] katanya.
[Iya cia. Hati-hati yah kerjanya] jawab ku sok perhatian ha ha ha ha ha.
Terlihat pesan ku tidak di baca lagi. Mungkin sudah lanjut pekrjaannya. Dan aku pun beranjak untuk mandi dan bersih-bersih.
Aky pun beranjak untuk mandi. Selepas mandi aku pun berganti pakaianku. Dan mengambil hpnya. Aku putuskan untuk jalan-jalan sebentar keluar ke kios terdekat untuk membeli cemilan untuk ngemil.
Pintu kosan pun di kunci. Aku pun mulai berjalan menuju kios itu. Sesampai di sana aku pun membeli yang ku inginkan.
"Permisi. Aku beli biskuit yang ini satu yah. Sama rokoknya satu pmbungkus yah dengan itu juga. Kopi susu yang itu" kata ku kepada pembeli itu sambil menunjuk kopi yang ku inginkan.
__ADS_1
Si pembeli pun mengbil barang yang aku sebutkan dan di berika semua barangnnya kepadaku.
"Ini kak. Semuanya dua puluh delapan ribu kak" katanya
"Iya dek. Ini uangnya" kata ku sambil mengambil barangnya dan memberikan uangnya.
Dan aku pun mwmbuka bungkus rokok tersebut untuk mengambil rokoknya satu batang untik menghisapnya. Karna aku sementara asik membuka bungkusan rokok aku pun tidak memperhatikan pembeli tersebut. Dan dia pun memanggil.
"Kak"
"Kak"
"Kaka"
"Ini uang kembaliannya" katanya sambil tangannya melambaikan ke aku. Karena jarak kamu dekitar 2 meteran. Soalnya aku di depan kiosnya.
"Yah dek.? Iya dek makasih" jawab ku sambil mengambil uang kembaliannya dari dia.
"Makasih yah. Aku permisi" lanjut ku.
___
Sementara membuat kopi aku pun bersiul. Karena suasana hati sementara terasa senang. Ada perasaan lain di dalam hati ku. Berbunga bunga gimana gitu. He he he he he. Soalnya baru habis ke terima sama cewe. Aku pun senyum senyam sendiri.
Kopi pun jadi dan aku pun duduk di depan pintu.
"Bro nyantai sore sore yah. Jelas jelas" kata teman tetangga kos ku yang baru datang selepas kerjanya. Dia baru saja selesai piket pagi lepas sore. Dan dia pun menuju ke aku.
"Sini. Ayo mari. Ni rokok, tapi maaf kopinya cuma satu doang. Aku pikir kamu masih kerja" kata ku kepada teman ku yang barusan tiba itu.
"Sudah tidak apa apa. Aku rokok aja bro. Sudah cukup kok" dia pung menjawab aku dan duduk bersilah juga seperti aku.
"Kamu piket pagi yah. Makanya pulang jam segini.? Istri mu masih di kota yah.?" kata ku sambil bertanya juga kepadanya. Ada dua pertanyaan yang ku lontarkan untuk dia.
"Iya bro. Aku barusan lepas piket teman satu lagi yang ganti. Iya ni istri ku masih di kota. Tidak tahu baliknya kapan ini" jawabnya kepadaku.
"Waduh berarti kamu bisa bonceng cewek ni. Ha ha ha ha ha" kata ku sambil bercanda kepadanya.
__ADS_1
"Iyalah bro. Sudah pasti itu" jawabnya membenarkan perkataan ku.
"Waduh. Kamu ini, aku kan cuman bercanda saja. Jangan loh nanti kalau istrimu tahu di mana. Kamu bisa di hajar nantinya. Ayo." Kata ku padanya sambil memperingatkannya.
"Tidak mungkin lah. Dia kan di kota bro. Kalau dia tahu pasti kamu yang ngomong sama dia" jawab dia sambil menepuk bahu ku dan tertawa.
"Ya sudah aku tinggal mandi dulu yah" lanjut teman ku itu.
"Ok ok bro. Hati hati yah bro" aku pun menjawab sambil bercanda.
"Hati hati kenapa bro.? Kan aku pergi mandi bukan jalan jalan" tanyanya keheranan.
"Yah itu. Hati hati dalam perjalanan ke kamar mandi. Takutnya kamu keplesat atau kesandung kan nanti kamubya jatuh. Ha ha ha ha ha" kata ku sambil bercanda dan tangan ku menepuk pantatnya mengisyaratkan agar cepat pergi.
"Ah kamu ini. Ada ada saja" katanya sambil berlalu ke dalam kamar kosannya.
Aku pun duduk sendiri di depan pintu kosan ku. Lima menit kemudian terdengar suara air seperti seorang sedang mandi. Oh teman ku sudah mandi itu.
Aku pun menghisap satu batang rokok lagi. Yang sebelumnya sudah selesai ku hisap. Dan puntung rokoknya aku letakan di tempat sampa punya ku.
"Bro hati hati b*r*ngnya terbang bro" aku pung berkata kepadanya. Bercanda sama dia yang lagi mandi.
Tapi tak ada tanggapan darinya. Mungkin dia terlalu fokus mandinya makanya tidak dengar aku mgomong apa. Aku pun memutar musik do hp ku sambil terus menyedot rokok di tangan ku itu.
"Hay. Mikirin apa sih.?" tanya teman ku membuyarkan lamunan lu.
"Tidak kok. Hanya duduk sambil nyedot rokok aja kok. Tidak mikir apa apa kok" jawab ku menyembunyikan semua yang ku pikirkan.
"Ah tidak percaya pasti kamu lagi mikirin sesuatu. Toh tampang mu seperti seorang lagi memikirkan sesuatu" katanya menyelidiki. Karena dia tidak percaya dengan perkataan ku.
"Mikir cewek yah" lanjutnya.
"Ah. Kamu ini tidak mungkin lah" kata ku kepadanya.
"Bilang saja cewek bro" katanya.
Bersambung…
__ADS_1
HITAM PUTIH HIDUP INI.