
(Part 12) APAKAH INI SUPRISE ATAU PRANK
Aku masih saya kepikiran dengan rencana pacar ku. Untunglah hari ini dan besok tidak kerja alias libur makanya aku masih bisa santai santai. Coba kalau kerja pasti kerja ku tidak karuan soapnya banyak mikir.
___
Lima belas menit kemudian masih sama dengan kegiatan sebelumnya yaitu mendengarkan musik. Tiba tiba lagunya mati sebentar, dalam pikir ku ini siapa yang telepon. Aku pun melihat hp ku ternyata itu adalah pesan WA yang masuk. Siapa yang WA yah. Apakah mungkin pacar ku.
Aku pun membuka pesannya untuk melihat dan mengetahui isi pesannya. Ternyata betul pacar ku. Aku pun bingung kok yang di kirim itu gambar. Tapi gambar yang dia kirim sepertinya aku tahu itu gambar apa. Aku pun penasaran dan membuka gambar itu.
Deg..
Ternyata betul apa yang aku bayangkan. Gambarnya itu adalah tiket kapalnya. Atas nama dia juga. Cuman yang semakin membingungkan itu tujuannya di arsir. Pikir ku kemana mana. Dia mau kemana ini. Aku pun memutuskan membalas pesan WAnya.
"Sayang kamu mau kemana ini.?" pesan ku untuk pacar ku.
"Seperti yang kau lihat. Dan seperti yang kemarin aku sudah ngomong sama kamu" jawabnya membuat aku semakin bingung saja karena tujuanna di arsir sama dia.
"Berarti kamu jadi berangkat ke kampungnya ibu kamu.?" aku pun bertanya lagi.
"Kan tiketnya sudah di tangannya aku. Menurut kamu aku jadi berangkat tidak.?" dia pun kembali memberikan pertanyaan untuk aku.
"Kalau sudah ada tiket gitu sih berarti jadi berangkat kamu" jawab ku dengan hati yang tidak karuan. Aku bingung sekali loh. Kok baru saja pacaran dianya sudah pergi jauh dari aku. Masalahnya beda provinsi loh.
—
Tiba lah saat di mana hari keberangkatanya. Aku pun menelpon dia dan kami pun ngobrol sampai dia naik ke kapalnya dan tiga puluh menit atau sama saja dengan setengah jam kemudian aku pun mendengar suara terompong kapal berbunyi yang menandakan kapalnya sebentar lagi akan meninggalkan dermaga tersebut.
Aku pun semakin kacau pemikiran ku. Dan aku pun hanya bisa berkata.
"Kamu baik baik yah di sana. Kalau aku ada kesempatan dan rejeki aku ikut kamu ke sana ke kampung ibu mu" aku berkata padanya dengan air mata yang keluar membasahi pipi ku. Tapi aku tidak keluarkan suara takut dia tahu kalau aku nangis.
"Perjalanannya dua hari yah. Apakah kamu bisa temani aku di atas kapal walaupun hanya lewat telepon" katanya kepada ku.
"Iya. Pasti itu masa aku tinggalkan kamu sendirian di atas kapal. Aku pasti temanin kamu sampai kamu tiba di tujuan" jawab ku.
Aku pun masih sama yaitu tetap kepikiran pacar ku. Pikir ku masalahnya baru pertama dia berangkat. Walaupun dengan ibunya tapi untuk dia itu untuk yang pertama kalinya dia naik kapal besar. Malam pun tiba aku sementara bersantai di atas tempat tidur ku. Ku dengar ada yang getar ternyata suara getaran itu dari hp ku.
Drrrttt ….
__ADS_1
Drrrttt ….
Drrrttt ….
Ku ambil hpnya dan aku melihat hp ku. Ternya pacar ku yang telepon, aku pun menerima teleponnya. Dan kami pun ngobrol.
"Hallo. Kamu apa kabar.? Gimana rasanya pertama kali naik kapal.? Ini sudah sampai di mana.?" aku pun langsung bertanya saat hpnya aku letakan di telinga ku.
"Waduh aku baru berangkat gini saja kamu sudah bertanya sebanyak itu. Apa lagi kalau aku pergi dari hidup mu. Apa yang terjadi.? Ha ha ha ha ha" tanyanya sambil tertawain aku.
"Bukan gitu. Masalahnya aku ini khawatirkan kamu sayang" kata ku menjawabnya.
"Tidak usah khawatir. Toh aku baik-baik saja" dia pun menjawab aku lagi.
"Kamu sudah sampai mana.? Kok kemarin tiba tiba teleponnya mati.? Kenapa emangnya.?" aku pun bertanya lagi kepadanya.
"Ini barusan sampai di pos persinggahan pertama. Kemarin itu bukan aku yang matiin teleponnya tetapi jaringannya sudah hilang karena sudah jauh dari pulau sayang" jawabnya menjawab semua pertanyaannya.
"Oh gitu. Aku pikira kamu yang matiin teleponnya. Yo kalau gitu hati hati yah sayang. Jaga diri mu" jawab ku.
—
Drrrttt ….
Drrrttt ….
Drrrttt ….
Aky pun mengambilnya karena ku tahu itu telepon dari pacar ku. Pasti dia sudah sampai tempat tujuannya. "Puji Tuhan. Teri kasih Tuhan pacar ku sudah sampai di tujuannya" kata ku mengucapkan syukur dalam hati ku. Dan teleponna aku terima…
"Hallo sayang. Sudah sampai yah di tujuannya. Syukurlah kalau gitu" aku pun berkata tanpa memberikan kesempatan untuk dia berbicaa.
"Sayang. Aku belum sampai. Ini pos ke empat. Lagi satu pos yaitu pos lima baru aku nyampe sayang ku" katanya dengan perlahan menanggapi pernyataan ku yang berpikir kalau dia sudah sampai.
"Oh iya sayang maaf. Aku pikir kamu sudag sampai" kata ku meminta maaf padanya.
"Iya sayang. Ini bentr lagi mau berangkat ke pos lima sayang. Nanti baru aku hubungi lagi kalau sudah dekat pulau dan dapat jaringannya" jawabnya.
"Iya sayang. Hati hati yah" kata ku kepadanya.
__ADS_1
Aku pun masih tetap dengan gaya yang sama yaitu berbaring di tempat tidur ku. Aku pun lirik jam tangan ku sudah jam empat sore. Aku berdiri dan menuju kamar mandi untuk mandi. Dalam hati ku mungkin besok baru pacar ku sampai di tujuan.
Setelah mandi aku pun buatkan segelas kopi untuk di minum di sore hari. Tak lupa sebatang rokok ikut menemani acara ngopi ku. Aku pun nyantai di depan pintu kosan ku. Tak lama aku duduk berselang lima belas menitan teman ku pulang dari tempat kerjanya. Ternyata dia sudah agak mabuk. Terlihat dari jauh jalannya sudah kiri kiri kanan kanan. Aku pun menyapanya…
"Bro. Minum di mana kamu. Kok sudah penuh (sangat mabuk) gini" kata ku pada teman kosan ku itu.
Tak ada tanggapan sama sekali dari teman ku itu. Dia pun menuju ke kamarnya. Mengeluarkan kunci kosannya tetapi tangannya itu tidak bisa lagi menggenggam kunci dengan baik. Akhirnya ku bantu dia untuk membuka pintunya. Dan aku pun membantu dia memapahnya ke tempat tidurnya. Dia pun tertidur dengan, lengkap dengan pakaian kerjanya.
"Waduh. Kok bisa begini" aku pun berkata sendiri.
Aku pergi keluar menuju tempat duduk ku dan aku pun melanjutkan acara ngopi ku. Rokok yang pertama sudah selesai ini rokok yang ke dua aku pun mulai menghisapnya. Berarti sudah 2 batang rokok aku hisap. Ku lihat sudah jam setengah tujuh. Berarti sudah satu jam setengah aku duduk di depan pintu kosan ku.
Aku pun beranjak ke tempat tidur ku untuk membaringkan tubuh sebentar. Karena kepala ku ngantuk sekali. Maklum aku orangnya kalau sudah minum kopi maka mata ku pun terasa ngantuk berat, bukan sebaliknya seperti kebanyakan orang yang kalau minum kopi maka mata mereka itu terbuka lebar.
Aku pun tertidur sampai aku di bangunkan oleh hp ku yang sedari tadi tidur berada di atas perut ku. Aku kaget soalnya getarannya yang begitu kuat…
Drrrttt ….
Drrrttt ….
Drrrttt ….
Ku lihat hp ku ternyata itu telepon dari pacar ku. Aku pun kaget karena pikir ku udah siang. Waduh aku ketiduran begitu lamanya. Ternyata pas aku tengok jamnya baru jam sepuluh lebih empat puluh lima menit. Langsung yang terlintas di pemikiran ku mungkin ketemu pulau yang ada signalnya. Aku pun menerima teleponnya…
"Hallo. Sayang sudah di mana.?" kata ku sembari menjawab telepon dari pacar ku.
"Kamu di mana. Aku sudah mau sampai di pelabuhan ini. Pelabuhan di kota kabupaten yang kamu bekerja" jawabnya.
Aku pun kaget setengah mati, antara senang dan kaget. Waduh kok bisa sih di ke sini. Tapi kenapa dia tidak bilang bilang dulu.
"Hah kok bisa. Bukannya kamu ke kampung ibu mu.?" jawab ku.
"Tiket itu tujuan mau ke kota kabupaten yang kamu kerja. Kemarin aku arsir tujuannya supaya kamu tidak tahu. Aku mau buat surprise. Cepat kamu jemput aku yah" katanya kepada ku.
Tanpa ba bi bu atau satu dua tiga lagi aku langsung keluar dan meminjam sepeda motor milik saudara laki lakinya ibu kos. Dan langsung aku pergi ke pelabuhan dengan alasan mau jemput kiriman. Setelah mendapatkan sepeda motornya aku pun menelponnya untuk mengarahkan dia menunggu di luar pelabuhan agar aku bisa langsung menjemputnya.
Bersambung…
HITAM PUTIH HIDUP INI
__ADS_1