
Pov Marcya teman Fb
Malam semakin larut, setelah selesai bercerita panjang lebar dengan kepala kantor. Aku pun berpamitan pulang ke kost tempat tinggal ku. Aku pun berbaring di atas ranjang tempat tidur ku sambil memikirkan perkataan yang terjadi antara aku dan kepala kantor ku.
Dari pembicaraan yan terjadi ternyata orangnya sangat baik dan pengertian. Makanya kita bercerita hampir 3 jam.
***
Malam itu aku pun tidak bisa tidur karena seperti di ganggu makhluk halus (astral). Di dinding kamarku kalau aku matikan lampu maka terpampang gambar wajah perempuan dengan rambut terurai panjang di dinding. Tapi kalau di nyalakan lampunya maka hanya dinding putih bersih tanpa goresan apapun.
Itu yang membuat aku bingung. Tapi ah sudah lah yang penting aku tidak di ganggu. Cuma mungkin di tidak mau lampu kamar ku di matikan.
Hampir jam 01.00 dini hari aku masih belum bisa tidur.
"Ah. Sepertinya aku lapar lagi deh. Keluar cari mie instan dulu deh" gumanku dalam hati. Sambil mencari uang sisa beli makan tadi.
***
Aku pun melangkah menuju kios yang selalu buka sampai jam 03.00 baru di tutup. Jaraknya hampir 500 meter dari kostsan ku.
"Permisi, dek aku mau beli indomie rasa soto" kata ku kepada adik kecil yang sementara duduk di kursi di dalam kios. Sesaat setelah aku tiba di depan kios tersebut.
"Indomie rasa sotonya berapa bungkus yah kak.?" jawab adik tersebut.
"Aku beli 2 bungkus yah. Sama telurnya 2 butir" lanjutku.
"Ini kak. Semuanya jadi delapan ribu kak" katanya sambil memasukan indomie bersama dengan telurnya ke dalam kantor plastik.
"Ni uangnya yah" sambil memberikan uangnya.
"Uangnya sepuluh ribu yah. Jadi uang kembaliannya dua ribu yah kak. Ini kak kembaliannya" sambil memberikan uabg kembaliannya kepada ku.
"Makasih yah" kataku sambil melangkah kembali kost ku meninggalkan kios tersebut.
Aku pun sudah sampai di depan pintu kost. Dan aku pun mengambil kunci kost di saku celana ku. Tapi apa yang terjadi kok kuncinya tidak ada.? Aku pun kebingungan.
"Kok kuncinya tidak ada sih. Taru di mana yah.?" Kataku dalam hati.
"Oh Tuhan jangan-jangan sampai kunci jatuh tadi. Saat aku mengambil uang dari saku celana ku" lanjut berkata dalam hati. Sambil diri ku kebingungan.
Aku pun melangkah kembali menyusuri jalan yang tadi aku lewati untuk mencari kuncinya dalam kegelapan hanya di temani dengan cahaya senter yang di hasilkan dari flash hp ku.
Akhir setengah jam pun berlalu. Aku pun mulai putus asah karena kunci belum juga di temukan. Dengan penuh pikiran aku pun melangkah kembali ke tempat kost ku.
"Mati aku. Terpaksa harus dobrak pintunya" kata ku sendiri dengan hati penuh kekesalan sambil berjalan.
Sesampainya aku di samping kosan ku. Tiba-tiba…
"Oh sh*t… Ternyata kamu ada di sini. Padahal sudah aku cari sedari tadi" kata ku sambil menundukan kepala mengambil kuncinya yang sedari tadi aku cari. Di karenakan kaki ku yang tidak di sengajakan menendangnya.
Ternyata tadi saat aku mau meletakan kunci ke saku celana ku. Kuncinya tidak masuk ke dalam saku tapi terjatuh di dekat pintu kamarku.
Aku pun cepat-cepat mengambilnya dan membuka pintu dan masuk. Soalnya perut ku sudah keroncongan.
Aku pun menghidupkan kompor minyaknya dan masak indomie telurnya. Setelah 15 menit makanannya sudah siap di santap.
"Ternyata masakan ku enak juga yah. Sudah bisa jadi koki ni" kata ku memuji diri ku sendiri. Aku pun menyantap indomie telurnya.
__ADS_1
Selesai menyantapnya aku pun membersikan kaki dan tangan ku. Tak lupa aku mencuci muka ku agar terasa segar saat tidur nanti. Dan selesai itu aku pun beranjak ke tempat tidur.
"Sepertinya ada yang terlupakan. Tapi apa yah" pikir ku.
"Oh Tuhan maafkan aku. Masa untuk berdoa saja aku bisa lupa"
Aku pun berdiri dan mengambil Kitab Suci dan aku pun kembali duduk di atas tempat tidur ku dan berdoa.
Selesai berdoa aku pun meletakan kembali kitab sucinya di atas meja kecil ku. Tapi mata ku belum juga bisa untuk terlelap.
Aku pun mengambil Notebook kecil ku. Sambil mendengarkan musik kosong yang selalu siap di dalam notebook ku untuk ku buat lagu. Sebelum bejerja aku adalah seorang Penyanyi Rapper yang mana ku geluti dari tahun 2012 bersama dengan teman-teman semasa kuliah dulu.
"Ah. Musik ini sepertinya pas untuk aku buatkan lagu. Soalnya sudah lama tidak pernah lagi bermusik" kata ku.
Musik pun di putar dan lirik-lirik pun di susun satu per satu. Hampir jam 03.00 dini hari lirik pun selesai di buat. Aku pun mulai menyanyikan liriknya di iringi dengan musik yang di putar melalui notebook tersebut.
Tapi setelah selesai semuanya aku kembali berpikir mau di rekam dimana.? aku kan tidak punya peralatan untuk rekaman.
Aku pun merekam seadaan dengan notebook saja. Dan menyimpannya sebagai contoh (demo) untuk nanti kembali ke kota tempat ku di besarkan untuk merekamnya.
***
Laptop masih nyala. Aku pun membuka folder di mana tempat film action yang ku simpan. Setelah menemukan film yang ku mau. Dan film pun di play.
Sambil memeluk bantal guling aku pun nonton. Tetapi tangan ku masih tetap memainkan hp. Sambil chatting sama pengguna FB sudah menjadi teman ku. Dan ada seorang cewek yang merespon chattingan ku dan kami pun saling balas membalas chating.
[Hay. Selamat malam] chat ku.
[Malam. Boleh tahu siapa yah. Apakah kita pernah kenal] jawab si cewek pengguna FB tersebut.
[Iya. Aku dulu pernah nge-chat kamu. Tapi udah lama. Apakah kamu masih ingat aku] balas ku kepada cewek itu.
[Sepertinya dia mulai penasaran atau jangan sampai dia emosi. Aku harus pintar bermain kata-kata ni] pikir ku setelah membaca pesannya.
[Aku haris. Dulu pernah kita ngechat di FBnya kamu yang satu lagi. Tapi beberapa bulan ini aku chat tapi kamu tidak meresponya lagi] jawab ku menanggapi balasnya.
[Iya FBnya aku yang satu itu sudah di hack. Makanya aku buat FB yang baru] jawabnya.
[Tapi ini benar kamu Cia kan.?] aku pun bertanya kepadanya. Aku memanggilnya Cia karena dulu dia pernah menyebutkan namanya itu Marcya. Makanya aku singkat Cia.
[Iya itu nama ku. Kok kamu tahu sih. Kamu Stalking aku yah] balasnya dengan lantang.
[Kan aku sudah bilang. Kita itu pernah chattingan. Tapi kamu tidak percaya aku] balasan ku kepadanya
Yah tentu namanya tidak pernah aku lupa. Selalu ku ingat, karena namanya sama dengan anak kecil perempuan yang berperan di dalam film kartun bersama dengan Beruang. Filmnya itu bernama MARCYA AND THE BIRD.
Tingkah laku si anak kecil yang selalu menjahili si beruang dan teman-temannya berhasil membuat ku tertawa kalau sedang menontonnya. Jangan salah loh aku juga senang menonton film kartun untuk melepas semua penat yang ada di pikiran ku.
Loh kok aku jadi membahas film kartun sih. Tapi yah tanpa di pungkiri bukan saja film kartun itu yang aku nonton tapi masih banyak yang lain juga loh yang sering aku tonton.
***
Lima menit kemudian tak ada jawaban darinya. "Apa mungkin dia sudah off" pikirku sambil mengecek. Ternyata dia masih online. Ku tahu dari tanda titik hijau yang menandakan dia masih online. Ataukah mungkin dia sudah tertidur tapi tidak meng off FB nya.
Hampir sepuluh menit berlalu. Bahkan sampai aku sendiri yang sudah hampir tertidur.
Drrrrttt…
__ADS_1
Drrrrttt…
Drrrrttt…
Aku membuka sedikit mata ku yang sedari tadi sudah mau tertutup dan pun ngelirik Handphone nya aku yang sedari tadi masih ku genggam di tangan ku sambil memeluk bantal guling.. Dan ternyata ada balas dari si cewek itu.
[Oh kamu. Iya aku ingat. Tadi kalau tidak membuka foto profil mu maka aku lupa] pesan darinya.
[Nah itu. Makanya aku kan sudah bilang] jawab ku membalas pesannya.
[Boleh minta nomor WA mu] lanjutku.
[Ini nomor WA ku tapi buat apa.? 0852********] membalas dan memberikan nomor WAnya.
[Yah untuk WA lah. Supaya jangan chat lewat Messenger lagi. Aku malas kalau chatting lewat Messenger] jawab ku.
[Oh gitu. Yaudah lagian sudah mau subuh. Aku tidur sebentar yah belum tidur dari malam] balasnya.
Pesannya ku baca. Dan aku pun di buat kaget karena setelah membacanya aku pun melirik di jam tangan ku ternyata sudah hampir jam 05.00 subuh.
[Ya sudah deh kamu tidur sudah. Aku tidak bisa tidur lagi. Kalau aku tidur maka aku susah bangunnya. Nanti tidak bisa bangun untuk kerja] balasan ku kepadanya.
Dan dia pun tak membalasnya. Pikir ku mungkin dia sudah tertidur. Dan dari FBnya aku tahu kalau dia sudah tidur soalnya sudah off.
Dan baru ku sadar ternyata chatingan ku dengan Cia si cewek di FB tadi membuat aku lupa untuk menonton film action tersebut.
"Biarlah nanti esok selepas dari kantor baru aku nonton aja deh" guman ku.
Aku pun melanjutkan bermain game offline yang memang sudah ku instal di hp ku. Soalnya semenjak aku ke sini, aku tidak lagi bermain game online. Seperti PUBG, MOBILE LEGEND bahkan FF (FREE FIRE)
Semua itu karena di tempat tugas ku tidak ada jaringan internet sama sekali. Kota Kabupaten yang aku tempati sekarang ini memang posisinya paling jauh di provinsi yang ku tempati.
Tapi semuanya tak menjadi persoalan untuk ku. Kan aku kesini bukan untuk jalan-jalan atau bersenang-senang tetapi untuk melakukan tugas tanggung jawab ku sebagai seorang pegawai yaitu bekerja.
Aku pun bermain game Sepak Bola yang mana aku sudah memenangkan piala liga dan piala CUP di permainan tersebut. Tetap yang masih berat yaitu aku harus menang di Championship melawan tim sekelas Manchester United.
Aku pun harus memasang strategi. Masalahnya ini tim besar dan juga pemainnya bagus-bagus. Tapi ah…
"Itu kan hanya game di handphone, bukan bermain asli. Kenapa aku jadi takut bermainnya.?" pikir ku sambil menyalahkan diri ku sendiri.
Aku pun bermain dan skornya masih imbang 0-0. Di menit ke 89. Jaring gawang ku pun di bobol. Ternyata dugaan ku benar aku belum mampu mengalahkan Tim sebesar Manchester United.
Manchester United yang biasa di sebut juga 'The Red Devil' itu adalah salah satu tim kesayangan ku. Soalnya dulu aku sangat ngefans dengan sosok penjaga gawang asal Negara Kincir angin yaitu Negara Belanda. Namanya 'Edwin Van Der Sar'.
Akhirnya aku pun kalah dari Manchester United dengan skor 0-1. Dan yang menjadi juara Championship adalah Tim tersebut di permainan yang aku mainkan.
Tak terrasa sudah pagi. Itu aku tahu dari suaranya ayam yang berkokok menandakan fajar telah tiba.
"Ya Tuhan Aku tidak tidur semalaman. Apakah aku kuat bekerja.?" Berpikir sambil bertanya-nya aku pada diriku.
"Bisa. Aku bisa. Soalnya aku sudah terbiasa begadang kok" aku pun menyemangati diri ku sendiri.
Karena sudah jam 05.30. Maka aku pun bangun lalu merapikan dan membersihkan tempat tidur ku. Tak lupa aku pun berdoa mengucapkan syukur karena Sang Kuasa masih memberikan aku nafas yang segar di pagi yang indah ini lagi.
Aku pun menyiapkan pakaian kantor. Dan setelah itu aku pun pergi mandi. Selesai mandi aku pun membuat Energen untuk sarapan pagi ku.
Bersambung…
__ADS_1
HITAM PUTIH HIDUP INI