Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)

Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)
HM 10.


__ADS_3

Happy Reading for you 🖤🖤


Tinggalkan jejak setelah membaca ya


Like komen vote dan hadiah 🖤🖤


"Din"panggil aishala melirik Dina yang sibuk dengan ponsel di tangan nya.


Kedua nya saat ini sedang berada di restoran menemui janji temu dengan utusan Wira corp.


"Kenapa aish?" Tanya dina menaruh ponsel nya dan melirik aishala


"Mereka jadi Dateng gak sih?? Coba liat sekarang udah jam berapa?? Jangan jangan mereka cuma mau main main aja?" Gerutu aishala cemas sedari tadi bola mata nya terus melirik jam yang melingkar indah di pergelangan tangan nya. Jam menunjukkan pukul 12.30 wib siang yang artinya sudah kurang lebih 30 menit mereka menunggu.


"Gue juga gak tau, tungguin aja dulu" sabar Dina takut ucapan aishala benar


"Oke kalau dalam waktu 5 menit mereka gak Dateng kita pulang" putus aishala masih sabar


"Ok...


"Permisi nona nona


Maaf kami terlambat" ucap seseorang dengan suara berat nya. aishala dan Dina segera mengalihkan pandangan nya melihat dua orang yang ikut duduk di meja mereka.


"Perkenalkan saya Daniel Mananta dan ini Liliana Guan kami utusan dari Wira corp"


"sudah tau" kesal aishala blak blakkan


"Auuu auuu sakit din" ringis aishala mengusap lengan tangan nya yang terasa sakit akibat cubitan maut Dina. Dengan mendelik kesal Dina segera mengubah ekspresi nya tersenyum ramah pada orang penting di hadapan nya.


"Hahhaa maaf kan dia tuan


Dia memang sedikit ceplas ceplos orang nya sekali lagi saya minta maaf" Dina dengan cepat langsung minta maaf takut mereka tersinggung dan membatalkan penanaman saham di perusahaan aishala.


"Tidak apa nona


Kami juga salah karna terlambat" ucap pria itu tanpa ekspresi.


"Jadi kita langsung pada inti nya saja jadi pemimpin kami berniat untuk ikut......BLA BLA BLA.....


*****


Plak


"Auuuu sakit din, tega banget sih lu" ringis aishala kembali


Sudah dua kali Dina menganiayaya nya hari ini pertama di restoran dan sekarang di dalam mobil. Seketika aishala merasa status nya sebagai seorang boss tak sama sekali tak berguna kalau berhadapan dengan Dina.


"Gemes banget gue sama lu aish


Untung aja tadi tuan Daniel gak tersinggung sama ucapan loh,


Coba kalau dia orangnya baperan kek tuan madaska bisa bisa kita harus susah payah lagi cari penanam saham.


Di kasih yang mudah lu malah mau nyari yang susah untung aja gaji gue gede kalau kecil euuhh udah minggat gue" oceh Dina panjang lebar


Dengan cepat aishala menyempilkan earphone di telinga kanan nya lebih baik dia mendengarkan musik dari pada ocehan Dina yang seperti emak lagi marahain anak nya.


Alunan musik yang berasal dari boyband kenamaan Korea Selatan "BTS" menjadi pilihan aishala untuk saat ini.


Lagu yang berjudul "permision to dance" mengalun merdu di telinga aishala walau sesekali terdengar suara Dina yang mengoceh.


Perjalanan dari restoran menuju perusahaan cukup membuang waktu sekitar 30 menit baru lah mereka sampai.

__ADS_1


Hari ini kedua nya bisa bernafas dengan lega


Saham yang tadi nya anjlok kini kembali stabil dengan bantuan Wira corp. Hanya tinggal menyingkirkan parasit berserta hama yang menempel dan menstabilkan keuangan maka Winata grup bisa kembali ke dalam masa kejayaan nya dengan CEO baru.


****


"Nih" Dina menyodorkan satu piring berisi pecel pada aishala


"Uwahhh" binar binar bahagia muncul di mata aishala melihat salah satu makanan kesukaan masa kecil nya kini terpampang di meja.


"Thanks you Din" ucap aishala mulai menyuapkan pecel ke dalam mulut nya. Rasa gurih dari bumbu kacang bercampur dengan sayuran yang fresh begitu memanjakan lidah. Di tambah rasa pedas dari cabai menambah nikmat nya makan pecel di siang siang begini.


"Sama sama"


"Enak banget" puji aishala tak berhenti menyuap


"Ouh iya Din


Coba lu liat siapa manager keuangan perusahaan kita?" Pinta aishala ketika kedua nya sudah fokus dengan tugasnya masing masing.


"Ntar gue cek dulu" Dina beranjak pergi ke ruangan nya yang berada tepat di depan ruangan CEO dan kembali dengan sebuah berkas berisi data data pegawai di tangan nya.


Semua nya lengkap mulai dari nama CEO pertama hingga cleaning servis.


"Menurut data ini


Nama nya Ridwan muharif " ucap Dina menutup kembali berkas.


"Ridwan Muharif


Bukan nya dia ayah nya faishal Muharif?" Tanya aishala mengingat kan dengan nama teman SMA nya.


"Ehhh ntar dulu


Dina yang berasal dari keluarga sederhana sering menjadi bulan bulanan teman teman sekolah nya termasuk Faishal salah satu cowok terpopuler di sekolah nya namun ketika sudah berteman dengan aishala yang notabene nya anak orang kaya satu persatu dari mereka mulai tampak perduli walau masih ada yang membully nya saat aishala tak ada.


"Iyah kalau gak salah


Coba lu liat Poto nya" pinta aishala


"Yang ini" tunjuk Dina pada salah satu poto


"Iyah benar"pekik aishala


"Bisa lu panggilan Din" pinta aishala


"Oke


Gue panggilin dulu" beranjak dari kursi meninggalkan aishala


"Gak anak gak bapak sama aja kelakuan nya" gumam aishala membenarkan tentang pepatah yang berbunyi buah jatuh tidak jauh dari pohon nya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" ucap aishala dari dalam


Ceklek


"Permisi nona" ucap nya sopan

__ADS_1


"Duduk" dingin aishala menunjuk kursi di depan nya. Dengan gugup pria paruh baya yang bernama Ridwan itu duduk dengan hati resah takut kelakuan curang nya selama ini terendus.


Aishala yang tau pria di depan nya itu gugup hanya bisa tersenyum sinis.


"Ada apa ya nona?" Tanya Ridwan dengan suara yang di buat tidak gemetar


Namun tangan dan kaki ternyata mengkhianati nya karna terus bergetar di bawah sana.


"Aku tidak mau basa basi


Cepat katakan sudah berapa banyak uang perusahaan yang kau makan?"


"Maksud nona


Saya tidak paham" kilah nya


"Cepat kau katakan sekarang dari pada aku laporkan pada polisi" ancam aishala


"Laporkan saja nona say tidak takut karena anda tidak punya bukti kalau saya sudah melakukan korupsi" sinis ridwan mulai menunjukkan taring nya.


Dia yakin aishala hanya seorang gadis muda yang manja yang tidak tau menahu tentang urusan perusahaan


"Bukti?? Kau butuh bukti


Baik aku bawakan bukti dan setelah ini kau akan mendekam di hotel prodeo bersama antek antek mu itu" sinis aishala


"Kau lihat video ini dan simak dengan baik baik" perintah aishala memperlihat kan sebuah video di laptop nya tentang tindak korupsi yang di lakukan Ridwan dan beberapa pegawai yang ikut terlibat di dalam nya.


" kau bagaimana bisa?" Kaget Ridwan tak percaya


Ternyata aishala tak sebodoh yang dia kira bahkan kini nyawa nya sedang terancam.


"Lakukan saja saya tidak takut


Karna sebelum itu saya akan membunuh Anda" devil nya meraih gunting yang dia bawa di dalam daku jas nya hendak menusuk perut aishala namun dengan gerakan cepat aishala menghindari nya. Dan mengangkat kursi melemparkan pada Ridwan


Ridwan yang tak siap harus sial karna tertiban kursi.


"Aish lu gak papa" khawtir Dina membulak balik tubuh aishala takut ada lecet.


"Gue gak papa


Tapi ntah kalau dia" tunjuk aishala pada Ridwan yang sudah terkapar di lantai tak sadar kan diri.


"Lu mau Kemana?" Teriak Dina pada aishala yang hendak pergi


"Ngurus cucurut yang lain


Tugas lu iket tuh tua Bangka kalau mau lu bisa main main dulu sama dia" enteng aishala


"Oke" senang Dina berubah devil


"Tapi jangan sampai mati


Bisa bisa bukan dia yang minep di hotel prodeo tapi lu" peringat aishala mengetahui seperti apa watak Dina kalau sudah terlanjur main


"Ay ay captein"


"Lu mirip sama anak gue" kekeh Dina mengingat Devan


Bye.


byeee

__ADS_1


__ADS_2