Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)

Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)
HM 15.


__ADS_3

Happy Reading for you 🖤🖤


Tinggalkan jejak setelah membaca ya


Like komen vote dan hadiah


Untuk mensupport author 🖤🖤


"Devan Queenza sini sayang


Coba liat mommy bawa apa untuk kalian?" Teriak aishala memanggil nama anak anak nya, dan cling


Devan,inza dan mami aish nampak datang dari arah halaman belakang mungkin habis dari taman bunga di belakang pikir aishala.


Dengan wajah cemberut sambil bersidekap dada Devan menghampiri mommy cerewet nya itu. Aishala hanya terkekeh geli pasti anak bungsu nya itu tengah merajuk pada nya.


Aishala memang mempunyai kebiasaan yang konyol dia akan terus memanggil nama anak anak nya sampai mereka datang menghampiri nya, Bila belum datang maka dia akan terus berteriak. Dan pasti nya anak anak nya sangat tahu betul kebiasaan nya.


"Ommy belicik anget cuara ommy Ampe kedengelan ke beyakang"


"Hehehe maaf son


Coba liat mommy bawa apa buat kalian" aishala mengalihkan perhatian dengan langsung mengambil paper bag dan membagi satu persatu kepada anak anak nya.


Dengan mata berbinar binar Devan langsung menerima paper bag pemberian aishala dan membuka nya di tempat dia seakan langsung lupa kalau dia tengah merajuk pada mommy nya itu.


"Holleee lobot balu" girang Devan memamerkan robot oftimus frime itu pada Kaka nya.


"Akak apa akak tidak bocah baca buku telus?" Tanya Devan heran melihat hadiah Kaka nya yang tak lain adalah buku pelajaran dan buku cerita dari beberapa sumber terkemuka. Bahkan opa nya membuat satu ruangan khusus seperti sebuah sebuah perpustakaan hanya untuk cucu perempuan nya itu.


Queenza memang sangat berbeda dia lebih suka hadiah berupa buku dari pada mainan, prinsip nya gini "mainan kalau rusak langsung di buang kalau buku bisa di kasih buat orang yang membutuhkan"


"Tidak " jawab inza tanpa mengalihkan pandangan nya dari buku. Devan menatap malas Kaka perempuan nya itu setiap hari hanya baca buku,buku dan buku terus.


Mami aish menatap bahagia kedua cucu kembar nya, meski sifat mereka bertolak belakang bahkan berbeda 180° mereka tetap menyayangi satu sama lain.


"Makasih ommy" ucap kedua nya barengan


"Sama sama sayang"


"Papi mana nih?" Tanya aishala yang tak melihat keberadaan papi nya sejak tadi.


Saat ini dia tengah membantu mami nya membuat makan malam, kedua anak nya juga tengah anteng dengan kegiatan nya masing masing. Walau sesekali terdengar suara teriakan kekesalan inza pada Devan yang terus mengganggu nya.


Selagi tidak bertengkar maka aishala masih membiarkan nya.


"Lagi reunian sama sahabat sahabat nya sekalian ada urusan sama mereka, mami juga gak tau urusan apa" balas mami nya , Aishala hanya berohria saja dan melanjutkan membuat sop ayam kesukaan papi nya.


"Ommy" pekik devan menubruk bagian belakang tubuh aishala untung saja makanan nya tidak tumpah.

__ADS_1


"Kenapa son?" Tanya aishala berjongkok menyeimbangkan tinggi tubuh nya dengan tubuh kecil Devan.


Dengan mata memerah bahkan hampir menangis Devan segera memeluk kaki aishala, Isak tangis nya terdengar sesenggukan, Aishala segera menggendong nya dan menepuk nepuk pantat nya supaya lebih tenang.


"Kenapa hmmm?? Apa Devan gganggu Kaka inza lagi"tanya Aishala dengan cepat Devan menggeleng.


"Evan mau injam buku tapi Ndak di bolehin cama akak, akak hiks,,,inza dahat. Akak udah Ndak tayang cama Evan huwaaa ommy hiks.."adu nya semakin menenggelamkan kepala nya ke ceruk leher aishala.


Putra nya ini memang tidak pernah berubah, selalu nangis kalau kalah debat dengan kakak nya. Kalau di pikir pikir aishala tidak secengeng ini saat kecil.


"Bener


Devan gak bohong? Ya udah nanti mommy marahin akak inza nya" ucap aishala berpura pura matah


"Ndak boleh


Ommy Ndak boleh malahin akak" cegah Devan menatap mommy nya yang tersenyum. Dia yang ngadu dia sendiri yang tidak boleh memarahi keturunan siapa sih kak Van!!


"Hmmm terus mommy harus gimana son" aishala berpura-pura bingung


"Pokok na ommy Ndak boleh malahin akak" pekik devan marah walau masih terdengar sesenggukan.


"Baik lah baiklah


Kau mengantuk son" tanya aishala menatap mata Devan yang sayu beberapa kali dia terlihat menguap mungkin karna cape habis nangis.


"Evan antuk mau kacul" rengek Devan mencari tempat ternyaman dalam gendongan mommy nya.


Ayo kita ke kamar "


Aishala yang masih menggendong Devan melangkah kan kaki nya menuju kamar. Langkah kaki nya terhenti melihat inza yang juga sedang menatap nya. Mata nya sudah berkaca kaca aishala yakin inza tahu di mana kesalahan nya.


"Ommy" panggil nya menunduk


"Inza calah maaf" cicit nya tak berani menatap mata mommy nya


"Lain cali inza tak buat lagi " sambung nya dengan nada seperti cicitan.


"Hmmm mommy maafin untuk kali ini


Tapi untuk lain kali nggk boleh ya" peringat aishala mengelus rambut pirang inza.


Mendengar jawaban mommy nya seketika inza mendongakkan wajah nya dan mengusap mata nya yang memerah.


"Benalkah?"


"Iyah


Inza gak ngantuk sayang?" Tanya nya penuh perhatian

__ADS_1


"Ndak" jawab nya yakin


"Ya udah mommy ke kamar dulu ya mau boboin Dedek Evan dulu.


Inza kalau bosan ke dapur aja sama Oma, kalau gak mau susul mommy aja di kamar" tutur aishala di angguki inza.


****


Merasa Devan sudah tertidur pulas aishala bergerak membenarkan posisi nya Karna takut terjatuh. Jam menunjukkan pukul 17.00 wib sore yang artinya sudah masuk waktu mandi anak anak nya.


"Ommy" teriak inza merentang kan tangan nya melihat aishala menuruni tangga minta di gendong


Hap


"Mandi"rengek nya manja


Jarang jarang inza manja seperti ini pada nya.mungkin karna habis kejadian tadi!!


"Let's go girl"


****


"Huwaaa ommy ....ommy di mana?" jerit Devan kencang ketika tak mendapati sang mommy di samping nya.


"Mommy di toilet sayang" teriak aishala yang tanggung karna sedang memandikan inza.


Dengan terburu buru Devan menuruni kasur kemudian berlari menuju toilet dengan kaki kecil nya.


"Devan mau mandi?" Tanya aishala memasang handuk di tubuh inza. Dengan polos nya Devan mengangguk.


"Ya udah tunggu dulu ya


Mommy mau ngebajuin Kaka dulu" berjalan ke luar toilet.


"Ommy Andi" teriak Devan tak sabaran


"Iyah Iyah "


Ternyata menjadi seorang ibu tunggal tidak lah semenyenang kan seperti yang di bayangkan nya. Harus rela membagi waktu antara kantor dan anak anak nya, setelah seharian berkutat dengan laptop dan berkas kini harus sabar mengurus kedua buah hati nya.


Namun ini adalah pilihan aishala, dia harus siap dengan segala konsekuensi yang di dapat nya.


Bukan kah itu pilihan nya!!! Maka kau harus siap!!


DARE TO DO


DARE TO BE RESPONSIBLE!!!


Bye

__ADS_1


Byeee


__ADS_2