
Happy Reading for you 🖤🖤
Tinggalkan jejak setelah membaca ya
Like komen vote dan hadiah 🖤🖤🖤
"Untuk rumor itu saya tak sekali pun membantah nya atau menyangkal nya Karna itu memang benar ada nya. Tapi sekali lagi aku tegas kan aku memang hamil saat pemindahan ke kantor cabang di Australia tapi aku melakukan nya dengan jalur inseminasi bukan dengan kekasih atau orang terdekat ku."
"Kenapa nona melakukan jalur ekstrim itu
Bukan kah lebih baik anda menikah saja" tanya telak wartawan, Aisha menghembuskam nafas nya mungkin saat ini dia harus memberikan jawaban nya.
"Saya mengalami kejadian yang sangat buruk di masa lalu bahkan sampai sekarang saya tidak mau lagi mengingat nya. Kalian tau sampai sekarang saya masih trauma hingga menyebabkan saya tidak percaya lagi dengan yang nama nya pernikahan atau hubungan , bukan lah melalui inseminasi kita juga bisa memiliki anak" telak nya membuat seluruh awak media bungkam.
Selanjut nya hanya ada pertanyaan pertanyaan santai saja, mereka tidak lagi membahas tentang kehamilan karna pertanyaan utama nya sudah terjawab.
Pandangan masyarakat kepada aishala langsung berubah karna konferensi pers itu, cap wanita buruk yang melekat pada nya selama bertahun tahun juga ikut mulai berubah.
Banyak dari netizen yang mendoakan keselamatan aishala dan anak anak nya, ada yang mendukung tapi ada yang juga yang mencibir.
Apa pun yang kita perbuat baik itu benar atau salah netizen hanya bisa berkomentar tanpa melihat sisi pandang mengapa pelaku atau korban melakukan itu
Tapi akibat konferensi pers ini juga ada beberapa dari perusahaan yang menarik saham mereka dari Winata grup dengan alasan karna aishala melakukan inseminasi.
Namun itu bukan lah masalah besar bagi aishala
Uang masih bisa di cari namun pengakuan anak nya di depan publik itu sangat penting melebihi apa pun.
Setelah selesai dengan acara konferensi pers aishala segera pergi ke kantor. Mungkin setelah ini dia akan lebih bekerja keras untuk memajukan perusahaan kembali, mencari investor guna menstabilkan keuangan perusahaan.
"Hahhh" helaan nafas terdengar dari mulut Dina membuat aishala menoleh.
"Kenapa Din?" Tanya aishala
"Ada perusahaan lagi yang narik saham?" Tebak nya di angguki Dina karna memang itu lah penyebab utama nya
"Iyah
Kalau kita gak segera dapat penyuntik saham mungkin perusahaan utama kita akan goyah"
"Seperti nya aku akan bekerja keras semingguan ini"keluh aishala memalingkan wajah nya melihat ke luar jendela.
Dia diam bukan berarti tidak berpikir
Mungkin kalau kalian tau rasa nya otak aishala seperti ingin keluar dari kepala sangking sudah penuh untuk mencari ide apa yang akan di lakukan untuk selanjutnya.
"Aku akan membantumu tenang saja" suport Dina memberi semangat di balas senyum manis oleh aishala.
Beruntung sekali dia masih mempunyai sahabat sebaik Dina yang selalu ada di saat suka maupun duka.
****
"Ommy" pekik si kembar girang melihat wajah cantik mommy nya, walau pun hanya sekedar melihat melalui ponsel saja tapi mereka sudah cukup senang,Yap benar saat ini ketiga nya sedang melakukan video call melalui ponsel mami aishala. Penat akibat terlalu lama bekerja seketika langsung terbayar melihat wajah lucu kedua buah hati nya.
"Apa kalian sudah makan siang sayang?" Tanya aishala penuh perhatian, dia meninggalkan dahulu pekerjaan nya untuk fokus mengobrol dengan kedua buah hati nya itu. Dia juga beranjak dari kursi kebesaran nya menuju sofa supaya lebih nyaman untuk mengobrol.
"Cudah cama Oma
__ADS_1
Ommy tau macakan Oma enak banget Evan cuka" puji Devan memberikan kedua jempol nya
"Hmmm jadi enak ya
Berarti selama ini masakan mommy gak enak dong" sedih aishala berpura pura
Lihat lah seketika wajah kedua nya yang tadi berbinar binar bahagia langsung berubah panik, apalagi melihat pelotatan inza semakin menambah kekalutan Devan
"Ndak Ndak
Macakan ommy yang terlbaik yang pernah Evan mam ya Tan akak?" Devan langsung meminta persetujuan inza
Mereka takut mommy nya benar benar sedih karna memuji masakan lain walau sekali pun itu masakan nenek nya.
"Hahaha
Kalian tidak perlu sepanik itu sayang
Mommy hanya bercanda" kekeh aishala tersenyum
"Ommy nakal
Evan cudah panik tau" sebal Devan mengerucutkan bibir mungil nya yang terlihat sangat menggemaskan
"Kau merajuk sayang
Baik lah baik lah maaf kan mommy mu ini"
"Kenapa ommy minta maaf
"Kau sedang menggombali mommy ini boy?"
"Atu Ndak cedang menggombal
Itu tenyataan ommy
Ommy ibu terbaik di dunia"
"Kau selalu menggemaskan boy" gumam aishala terharu melihat perkembangan kedua buah hati nya yang menurut nya sangat cepat.
Baru kemarin dia melahir kan nya dan sekarang anak nya sudah batita.
Sebentar lagi kedua nya akan masuk TK yang berarti waktu mereka bersama semakin sedikit.
"Ommy cudah mam?" Tanya Devan
"Astaga boy mommy melupakan makan siang mommy, jam berapa sekarang?" Aishala melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukan pukul 14.00 wib.
Pantas saja cacing cacing di perut nya sudah berbunyi sejak tadi.
"Ya udah mommy makan dulu ya
Ouhh iya di mana Kaka mu sayang?"tanya aishala melihat ke arah samping Devan yang kosong
"Akak" terdengar pekikan Devan di ujung telpon sana
"Aku di sini mom" itu suara inza tapi di mana anak itu.
__ADS_1
"Mommy tidak melihat mu sayang"
"Nah gitu dong
Kan keliatan anak cantik nya mommy" puji aishala ketika wajah cantik inza muncul di kamera menggantikan Devan
" Kau tidak merindukan mommy sayang?" Aishala ingin tahu respons apa yang di berikan gadis dingin nya itu
"Aku ndak melindukan ommy
Ommy juga nanti pulang" jawab nya memalingkan wajah nya dingin namun hati nya berkata lain
"Jangan berbohong girls"
"Ommy menang
Aku memang melindukan ommy" kata nya malu malu
Aishala tau betul seperti apa karakter Queenza yang berkata namun tak sesuai dengan isi hati nya. Mungkin di mulut dia berkata tidak namun di hati nya siapa yang tahu.
Kadang ketakutan menghampiri aishala yang takut anak nya terlalu cepat dewasa tak sesuai dengan umur nya.
Apa karna inza menuruni gen pria itu?? Karna karakter Devan sangat mirip dengan anak seusia nya yang sangat polos dan memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap sekitar nya.
"Mommy juga merindukan mu sayang" balas aishala
"Ommy kapan pulang" tanya inza dan Devan yang sudah kembali muncul di samping inza.
"Mommy nggak tau sayang
Mungkin mommy akan lembur malam ini" sebenarnya aishala tak tega mengatakan itu namun dia hanya memikir kan kedepan nya.
"Begitu ya" lesu Devan menundukkan wajah nya murung
"Nanti mommy usahakan pulang saat makan malam" sambung aishala tak yakin
"Benarkah?" Tanya Devan berbinar
"Heem"
"Kalau ommy Ndak bisa pulang tepat waktu
Ndak papa kok kerjaan ommy juga banyak kan?" Itu bukan suara Devan itu adalah suara inza gadis yang sangat peka dengan keadaan mommy nya yang cape bekerja.
"Benar kata akal
Evan ngelti kok" sambung Devan memyutujui ucapan Kaka perempuan nya
"Maaf kan mommy sayang karna gak bisa punya banyak waktu buat kalian" sesal aishala meminta maaf
"Mommy Ndak perlu minta maaf
Evan ngelti kok"
Bye
Byeee
__ADS_1