
Happy Reading for you 🖤🖤
Tinggalkan jejak setelah membaca ya
Like komen vote dan hadiah 🖤🖤
"Ahhhh" lenguhan panjang terdengar bersahutan memenuhi kamar sebuah hotel dengan di temani temeram gelap nya lampu
Tak mampu membuat dua insan yang sedang memadu kasih itu berhenti dari kegiatan kubangan dosa itu.
"A...aku akan sampai" ucap wanita itu terengah rengah yang semakin mengeratkan pelukan nya
"Bersama baby" balas sang pria semakin memacu cepat hentakan nya
"Ahhhhh"lenguh kedua nya panjang ketika mencapai puncak kenikmatan itu.
"Terima kasih baby" ucap pria itu sebelum ambruk tepat di atas tubuh Aisha.
Yap benar dia adalah Aisha
Gadis yang rela menghalalkan segala cara agar keinginan tercapai termasuk dengan cara yang di larang agama.
***
Pagi pagi sekali
Di saat matahari belum menampakkan sinar nya Aisha sudah siap dengan baju nya. Dia tidak melihat sama sekali wajah dari pria yang menjadi teman ranjang nya itu.
Segera dia mengeluarkan dompet dan menaruh selembar cek berisi bayaran yang pasti nya sangat besar.
"Lihat tidak ya
Tapi aku penasaran seperti apa wajah nya" bimbang Aisha penasaran tingkat tinggi
Secara perlahan dia mulai mencuri curi pandang untuk melihat wajah pria itu tak lupa dia juga menyingkir kan helaian rambut yang menghalangi nya. Bibir seksi,hidung mancung, alis tebal dan bentuk wajah bule yang tampan membuat Aisha tertegun sebentar sebelum kesadaran nya mengambil alih meminta nya untuk segera pergi.
"Tampan" satu kata yang terluncur dari mulut Aisha tanpa dia sadari
"Kau hebat Dina
Setelah ini akan ku pastikan anak ku akan setampan dia kalau laki laki
Tapi kalau perempuan juga pasti cantik" menolog Aisha berkhayal
Dengan terburu buru langkah kaki Aisha berjalan dengan cepat melangkah menuju pintu,
Selain lagi dia menengok ke belakang.
"Ku harap setelah ini kita tidak akan pernah bertemu, lagi" ucap Aisha sebelum benar benar menutup pintu
Setelah kepergian nya dari hotel Britania
Perlahan kelopak mata laki laki itu mulai mengerjab terbuka. Pengaruh alkohol yang di konsumsi nya ternyata sangat berpengaruh terbukti sampai sekarang rasa pusing itu masih ada.
Saat menengok ke samping laki laki itu tertegun bukan kah tadi malam dia
"Aishhh sial" umpat laki laki itu ketika bola mata nya tak sengaja menangkap lingkaran di tengah tengah seprei berwarna merah.
__ADS_1
"Sial ternyata dia masih perawan" laki laki itu Kembali mengumpat
Namun hati nya tak berbohong kalau tadi malam dia sangat menikmati permainan gila nya bersama perempuan itu tubuh nya seakan sudah menjadi candu.
Setelah beberapa menit duduk laki laki itu segara mengambil ponsel nya dan menghubungi asisten pribadi nya yang bernama Antonio.
"Selamat pagi tuan" sapaan terdengar dari ujung telpon
"Segera periksa cctv kamar mawar nomor 02" perintah nya dingin
"Untuk apa tuan " tanya asisten nya heran
"Tidak usah banyak tanya
Segera laksanakan perintah ku" dingin alvi mematikan ponsel nya
Dengan hanya menggunakan lilitan handuk
kali laki itu berdiri hendak menuju kamar mandi. Namun sileunt mata nya menangkap selembar cek yang tergelatak di atas meja depan.
Tak terburu buru laki laki itu mengambil nya dan mata nya melebar melihat nominal dengan banyak nya nol di belakang.
"Apa wanita mengira aku lelaki bayaran?" Marah laki laki itu meremas kuat cek itu hingga lecek berbentuk bola kemudian melempar nya kasar.
"Seorang Devano Sarius Mahadirga di anggap sebagai laki laki bayaran hahaha" kekeh Devano sinis antar marah dan lucu.
"Wanita itu benar benar berani" desis nya merasa harga diri nya benar benar terinjak
Bila dulu dulu dia yang membayar wanita untuk menjadi teman ranjang nya,
"Antonio aku mau hari ini laporan nya" tuntut Devano tak sabaran
Dia ingin tau seperti apa wajah perempuan yang membayar nya itu, hingga membuat seorang Devano Sarius Mahadirga di anggap sebagai laki laki bayaran, Tadi malam dia hanya melihat sekelebat bayangan wanita itu karna pengaruh alkohol lebih mendominasi dari akal sehat nya. Namun yang pasti wanita itu sangat cantik dan bertubuh tinggi.
"Baik tuan" jawab Antonio pasrah
"Aku akan menemukan mu kucing kecil
Dan mengikat mu dengan pesona ku
Hingga kau tak bisa kabur lagi dari ku" tekad Devano bersungguh sungguh
****
Setelah kepergian nya dari hotel aisha terlebih dahulu mampir ke apotik untuk membeli pil penyubur kandungan. Dia takut benih laki laki itu tak tumbuh di rahim nya dan dia harus kembali melakukan dosa itu. tapi seharus nya sih tumbuh Karna dia sedang berada di masa subur.
"Permisi mba
Ada pil penyubur kandungan" tanya Aisha menengok kanan kiri takut ada yang mengenali nya sebagai CEO the Winata grup
"Ada kak
Sebentar saya ambil kan dulu" jawab mba mba itu Kemudian pergi ke belakang membuat Aisha menunggu nya dengan harap harap cemas.
Jantung nya sudah berdetak tak karuan apalagi hari semakin siang dan takut nya akan banyak orang yang datang untuk membeli obat.
Tak lama mba mba itu sudah datang dengan kantong plastik di tangan nya.
__ADS_1
"Ini kak" sambil menyerahkan plastik itu dan langsung diterima Aisha
"Jadi berapa mba" tanya Aisha mengeluarkan dompet dan
"Semua nya jadi ....."
****
Sebelum memasuki mansion Aisha merapikan penampilan nya terlebih dahulu dan mengubah gaya berjalan nya menjadi normal meski harus menahan sakit di antara selangkangannya namun dia harus menahan nya agar orang tua nya tak curiga.
"Pagi mih pih" sapa Aisha menghampiri mami dan papi nya yang sedang sarapan.
Dengan bersikap biasa Aisha pun ikut bergabung dengan kedua orang tua nya.
"Kamu minep di mana semalem sayang?" Tanya papi nya membuat Aisha menegang namun dengan cepat langsung mengubah ekspresi nya dan berpura pura tersenyum
"Di rumah dina pih
Biasa ngerjain tugas kantor" ucap Zoya beralasan
Mendengar alasan Aisha yang seperti biasa membuat kedua orang tua nya tak curiga.
Aisha memang lebih sering minap di rumah dina untuk mengerjakan tugas kantor dengan alasan rumah dina lebih dekat dengan kantor.
Lagi pula mereka juga kenal siapa Dina.
sahabat kecil sang anak.
Sarapan pun kembali di lanjut dengan di iringi obrolan obrolan ringan seputar perusahaan dan urusan meeting selebih nya tak ada yang istimewa.
Setelah selesai Aisha segera berpamitan pergi ke kamar nya.
"Sial
Sakit banget sih" keluh Aisha ketika tubuh sudah masuk sempurna ke dalam bath up berisi air panas. aroma bunga mawar membuat Aisha sedikit tenang dan mulai merileks kan tubuh nya sangking nyaman nya tanpa sadar aisha tertidur.
Tok
Tok
Tok
"Aisha di kamar mandi mih"teriak Aisha menyambar handuk nya dan terburu buru membuka pintu.
"kenapa nih?" tanya Aisha menyembulkan kepalanya di pintu
"ada Dina di bawah" jawab mami nya memberi tahu
"Dina
ya udah suruh ke kamar Ais aja"
"ya udah"
Bye
Byeeee
__ADS_1