Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)

Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)
HM 21.


__ADS_3

Happpy reading for you 🖤🖤🖤


Tinggalkan jejak setelah membaca ya


Like komen vote dan hadiah🖤


"Devan, inza kalian di mana sayang" teriak aishala sembari menuruni tangga yang menghubungkan lantai satu dengan lantai dua. Sambil berkacak pinggang aishala terus menerus meneriaki nama anak nya satu persatu tanpa perduli kalau sekarang dia sedang berada di rumah orang.


Pagi pagi sekali aishala sudah terbangun dan mandi, karna sejak tadi malam dia tak mandi membuat tubuhnya lengket dan gerah.


Dress motif sederhana menjadi pilihan di antara dress dress mahal yang tersedia di bathrobe. Kamar yang di tempati aishala memang memiliki ruangan bathrobe sendiri dan semua nya di penuhi peralatan wanita mulai dari ***** ***** sampai lingerai pun tersedia.


Apalagi semua nya ukuran sangat pas di tubuh seksi nya, ntah itu tak di sengaja atau memang di khususkan untuk nya.


Aishala tak perduli yang penting dia sekarang menggunakan baju dari pada keluar menggunakan handuk saja, heii dia masih punya harga diri ya.


"Devan, Queenza ayo kita pulang kalian di mana" teriak inza terus bersahutan


Tingkahnya yang bar bar mengundang perhatian para pelayan yang sedang beres beres, namun mereka tak berani menegur nya apalagi setelah mengetahui status ibu dua anak itu. Yang tak lain dan tak bukan adalah calon istri dari tuan besarnya.


"Anggap saja kalian tak mendengarnya dan fokus lah pada pekerjaan kalian" pesan Devano tadi malam


####


Devano yang kebetulan sedang berada di kamar mandi terjengkit kaget mendengar teriakan aishala yang cempreng, dengan buru buru dia segera menyelesaikan acara mandinya.


Bar bar sekali tingkah calon istrinya itu.


Dengan hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang nya, Devano segera keluar dari kamar mandi.tetesan air terjatuh dari rambutnya memberikan kesan seksi pada ayah dua anak itu.Belum lagi perut kotak kotak yang terpampang nyata membuat siapa pun ingin menyentuh dan merasakannya.


Mata nya tak berpaling sedikit pun dari dua orang malaikat kecil yang sama sekali tak terganggu dengan teriakan mommynya.


Segera Devano memasuki ruangan bathrobe untuk segera menemui calon istrinya.


Hari ini di ingin libur dari tumpukan dokumen dokumen yang menemani kesehariannya selama 4 tahun ini.


Mendekat diri dengan calon keluarga masa depannya.


"Twins hei bangun, sudah pagi" ucap Devano menepuk nepuk pantat Devan, kemudian menyentuh pipi Queenza lembut..


Perlahan Queenza mengerjab ngerjakan matanya, kemudian mengucek matanya pelan memastikan kalau orang yang di depannya ini adalah Daddynya.


Berbeda dengan sang Kakak yang langsung bangun, Devan justru semakin menenggelamkan wajahnya di bantal dengan tangan menarik selimut menutupi tubuh kecilnya.

__ADS_1


Devano terkekeh geli melihat perangai masa kecilnya ada pada Devan.


Mommy nya juga sering memarahinya akibat tidak mau bangun, bahkan mengancam kalau dia tidak bangun maka semua mainannya akan di ambil. Alhasil Devano kecil langsung terburu buru bangun dan mandi.


"Daddy" ucap Queenza yang sudah duduk. Muka bantal nya masih begitu ketara, mata nya juga kadang kadang terpejam namun dengan cepat Devano menyadarkannya.


"Ayo bangun girl jangan tidur lagi."


"Daddy antuk" manja Queenza memeluk leher Daddynya, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Devano.


Inilah kebiasaan Queenza yang tak di ketahui banyak orang,dia akan bertingkah sangat manja ketika bangun tidur, namun ketika sudah mandi maka sikap dinginnya akan kembali.


"Jangan tidur sayang, lihat mommy mu bahkan sudah berteriak" kekeh Devano ketika teriakan aishala masih menggema.


"Ayo bangunkan adikmu"


"Ndah mau


Evan kalau tidul kek Olang mati" celetuk Queenza pelan namun masih bisa di dengar Devano dengan jelas.


"Baiklah ayo kita tinggalkan saja dia


Daddy akan membelikan mu mainan baru karna sudah bangun tepat waktu, mau" Devano beranjak dari kasur dengan posisi masih menggendong Queenza.


Sebuah tangan kecil menghentikan pergerakan Devano, Devano terkekeh geli dia sudah tau siapa pemilik tangan mungil itu.


Buru buru Devan merentangkan tangannya minta di gendong, telinga kecilnya sangatlah tajam bila sudah berangkutan dengan yang namanya mainan.


Sebelah tangan Devano segara mengambil tubuh mungil Devan kemudian membawanya masuk ke dalam gendongannya.


"Waktunya mandi twins" ujar Devano membawa keduanya masuk ke kamar mandi.


###


"Kemana pria itu menyembunyikan anakku" decak aishala kesal yang sudah terduduk karna cape mengelilingi mansion mencari kedua anak kembar nya.


Berbagai tempat sudah di datanginya namun mereka belum juga di temukan.


"Ommy..ommy"teriak inza dan Devan


Aishala membalikkan tubuhnya mencari dari mana sumber suara itu. Terlihat Queenza dan Devan berlari dari arah kamar di dekat tangga.


"Kalian dari mana saja hmm.

__ADS_1


Kalian tau berapa khawatirnya mommy" lirih aishala memeluk kedua anaknya khawatir. Matanya menatap tajam pada pria yang berdiri tegak di belakang kedua anaknya yang juga sedang menatapnya datar.


Aura permusuhan begitu tampak di kedua mata aishala, pria brengsek itu selain menyakitinya ternyata mau memisahkan dia dan kedua anaknya.aishala tidak bisa membiarkannya twins hanya miliknya seorang saja.


"Biarkan kami pergi" dingin aishala menyembunyikan twins di belakang tubuhnya.


Merasa tak ada jawaban dari Devano, aishala menggandeng tangan Queenza dan Devan hendak pergi dari sana.


Dengan cepat Devano mencekal lengan Aishala, tatapan matanya sedikit melunak. Aishala memiliki sikap keras kepala meluluhkannya bukan dengan paksaan tapi dengan kelembutan juga hati.


Matanya menatap seorang pelayan mengisyaratkan untuk membawa kedua anaknya pergi.


"Sudah aku bilang rumahmu di sini.


Mau pergi kemana lagi"ucap Devano menatap dalam mata aishala.


Tangannya masih mencekal pergelangan tangan Aishala, bisa saja aishala memberontak apalagi sikapnya yang bar bar menambah keyakinan Devano.


"Sudah aku bilang brengsek


Mereka hanya anakku sampai kapan pun mereka akan tetap menjadi anakku.jadi jangan pernah bermimpi untuk mengambilnya dari ku" kecam aishala menatap Devano benci. Tak sedikitpun dia mengidahkan ucapan Devano barusan, yang terpenting sekarang dia harus segera membawa kedua anaknya pergi.


Perlakuan kasar Devano semalam masih membekas di ingatannya. Aishala bukanlah orang yang pendendam namun dia juga orang yang tidak mudah melupakan perlakuan buruk orang lain padanya.


"Aku tidak ada niat untuk mengambil mereka dari mu. Aku hanya ingin mereka tahu kalau aku adalah ayah kandung mereka. Hanya itu saja" lirih devano melepas cekalan tangannya pada lengan aishala. Wajah nya menunduk untuk menyakinkan aishala atas ucapan nya barusan.


Seketika aishala di Landa rasa bersalah, ahh kenapa hatinya mudah sekali tersentuh sih.


"Ak..aku maaf..maafkan aku


Aku tidak bermaksud" tanpa sadar aishala menyentuh tangan Devano.


Senyum cerah terbit kedua sudut bibir Devano, ternyata aishala orangnya sangat lah care.


"Tidak papa aku mengerti


Aku mohon jangan jauhkan aku dari anak anakku. Dan ingat satu hal aku bukan lelaki bayaran"


Bye


Byee


Author gak jadi pindah deh

__ADS_1


Udah terlanjur nyaman di MT dan NT.


Jangan lupa tinggalkan like komen dan vote nya ya


__ADS_2