Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)

Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)
HM 20.


__ADS_3

Happy Reading for you 🖤🖤


Tinggalkan jejak setelah membaca ya


Like komen vote dan hadiah 🖤🖤


"Sialan kau Devano" marah Devano memperhatikan diri nya di kaca wastapel.sesekali dia terlihat menyugarkan rambut nya ke belakang untuk melampiaskan rasa prustasi nya, belum apa apa dia sudah melakukan kesalahan yang cukup fatal.


Niat hati ingin memberi kan kesan yang baik di pertemukan pertama mereka, justru sekarang bukan kepercayaan atau sambutan baik yang di dapat nya justru kebencian yang dia dapatkan.


"Aku sangat mencintai mu dan anak anak aishala, sangat" gumam Devano lirih melihat ke cermin sekali lagi.


Mungkin Setelah kejadian ini dia akan berusaha keras untuk mendapatkan rasa cinta dari aishala dan anak twins untuk ke depan nya,


Dia memaklumi sikap aishala yang keras terhadap nya,tapi dia melakukan semua ini untuk mereka.


Sudah cukup selama 4 tahun lebih dia mengawasi mereka dari kejauhan, bulak balik ke luar negri untuk mengawasi cinta dan pekerjaan nya.


Dia sempat marah saat aishala melakukan konferensi pers tentang anak kembar nya beberapa Minggu yang lalu, tapi dia hanya bisa memaklumi nya.


Trauma masa lalu yang sempat terkuak beberapa tahun lalu membuat Devano hanya diam dan memaklumi.


Setelah puas Devano kembali ke kamar nya, wajah nya terpaku menatap kedua malaikat kecil nya yang sedang tertidur.


Rasa hangat menjalar di seluruh tubuh nya rasa nya seperti kupu kupu beterbangan menghinggapi tubuh nya.


"Kalian anak Daddy


Hanya milik Daddy dan mommy" gumam Devano mengelus rambut kedua anak kembar nya sayang.


Perlahan rasa kantuk mulai menyerang nya, Devano menyibakkan selimut nya pelan mulai naik dan memposisikan tubuh nya di tengah tengah Devano dan Queenza.


Dia mengingat kejadian siang saat di taman tadi. Berapa susah nya dia membujuk dan menjelaskan siapa dia bagi mereka.


Apalagi si bungsu Devan yang terus merengek tak percaya bahkan berniat untuk memberontak ingin kabur membuat Devan berkali kali menghela nafas nya kasar.


Sekarang dia tahu dari mana sifat bar bar itu turun siapa lagi kalau bukan dari sang wanita tercinta. Berbeda dengan Queenza yang hanya menatap nya tajam dan datar.


Benar benar misterius dan penuh tanya.


Flasback tadi siang


"Ommy...ommy" panik Devano dan Queenza berbarengan


Dengan panik kedua nya menghampiri tubuh aishala yang tergeletak dalam pelukan seorang laki laki.

__ADS_1


Dengan menyorot tajam Queenza menatap pria itu, satu hal yang menjadi perhatian nya wajah pria itu mengapa sangat mirip dengan nya.


"Lepacin ommy Evan


Om dahat buat ommy Evan pingcan" teriak Devano mencoba melepaskan tubuh mommy nya.


Devano menatap pria itu bingung, apalagi melihat mata pria itu yang berkaca kaca.


Tes


Satu tetes air mata jatuh dari pelupuk mata tajam Devano,


Biasa nya dia hanya bisa menatap mereka dari kejauhan tapi hari ini mereka ada di hadapan nya. Jarak yang dekat membuat Devano ingin mendekap mereka ke dalam dekapan nya.


"Om kenapa Angis?


Evan salah ya maka nya om Nanis?" Rasa bersalah Devan perlahan melangkahkan kaki mungil nya menghampiri Devano.


Queenza menatap mereka datar, dia juga bingung kenapa pria itu menangis??


Devano terlebih dahulu menggendong aishala ke dalam mobil nya, menaruh nya hati hati dan penuh perasaan.


Setelah memastikan posisi aishala aman Devano membalikkan tubuh nya,


Kedua anak kembar nya berada tepat di belakang nya melihat semua perlakuan hangat Devano terhadap mommy mereka.


"Daddy" lirih Devan bingung


"Yes ini Daddy sayang, Daddy sangat merindukan kalian" entah bagaimana Devano mengekspresikan wajah nya sekarang, kata Daddy yang terucap dari mulut mungil Devan mampu membuat nya menegang.


Kata yang selama ini hanya mampu berada di bayang bayang nya sekarang nyata dan jelas.


"Benalkah?"tanya Devan di angguki Devano cepat.


Saat Devano hendak memeluk Devan dengan cepat Queenza langsung menyembunyikan tubuh Devan di belakang tubuh nya.


"Jangan macam macam" ancam Queenza masih tak percaya kalau pria yang ada di hadapan mereka adalah ayah kandung mereka.


Walau sebenarnya hati kecil nya mengatakan percaya namun dia harus tetap membuktikan nya. Benar atau tidak nya perkataan pria itu.


"Daddy sangat merindukan kalian


Apa kalian tidak merindukan Daddy" lirih Devano terdengar mengiba. Wajah nya menunduk dalam ekspresi memelas dia tunjukan nya untuk melihat seberapa perhatian anak kembar nya.


"Kalau kalian tidak percaya.

__ADS_1


Lihat Poto ini, ini adalah Poto saat mommy melahirkan kalian" Devano merogoh saku jas nya mengeluarkan beberapa lembar Poto yang menunjukkan saat dia menggendong dua anak kembar di dalam pelukan nya dan Queenza yang tengah berjuang melahirkan mereka.


Poto yang terlihat sangat jernih dan dapat di pastikan poto itu di ambil dari jarak yang sangat dekat.


"Evan pelcaya


Evan Juda cangat melindukan daaddy" tiba tiba Devan langsung menggeser tubuh Queenza dan memeluk tubuh kekar Devano.


Dengan senang hati Devano membalas pelukan Devan tak kalah erat.


Ini lah yang sangat dia tunggu pelukan hangat dari anak anak nya.


Devano melirik ke arah Queenza yang berada di samping nya.


"Apa kau tidak percaya pada Daddy girl" lirih devano


Dengan pelan Queenza melangkah kan kaki mungil nya menghampiri Devano dan Devan.


Walau ekspresi wajah masih sama seperti tadi tetap datar,tak memungkiri kalau dia juga sangat merindukan Daddy nya, orang yang sangat dia nantikan kehadiran nya.


Grep


Jadi lah ketiga nya berpelukan seperti teletubis, sesekali terdengar Isak tangis menghiasi pertemuan yang cukup mengharu kan itu.


"Percaya lah Daddy sangat menyayangi kalian


Mulai sekarang kita akan bersama selama nya"


Di rasa sudah cukup Devano melepaskan pelukan ketiga nya, dia hampir saja melupakan kondisi aishala yang pingsan.


Devano menggiring mereka memasuki mobil, di ikuti anak buah nya yang mengawal dari belakang.


"Apa ini lumah Daddy?" Tanya Devan memperhatikan sebuah mansion yang berkali kali lipat besar nya dari rumah mereka.


"Iya


Ayo masuk" dengan di tuntun seorang pelayan Devan dan Queenza menapakkan kaki untuk pertama kali.devano sendiri masih setia menggendong tubuh ramping aishala.


"Kalian tunggu di sini Daddy ke kamar dulu"izin Devano melangkah kan kaki nya menaikki lift menuju lantai dua tempat ke kamar nya.


Dengan pelan dan penuh kasih sayang Devano menaruh aishala di atas kasur. Memposisikan tubuh nya dengan benar dan membenarkan selimut hingga di atas dada nya.


Devano menuruni tangga menghampiri anak kembar nya yang sedang fokus menonton kartun si botak kembar.


Flasback selesai

__ADS_1


Bye


Byeee


__ADS_2