
Happy Reading for you 🖤🖤
Tinggalkan jejak setelah membaca ya
Like komen vote dan hadiah 🖤🖤
" Hah aku tau
Maafkan aku"aishala menangkupkan kedua tangannya meminta maaf.
Mungkin sudah saatnya dia meluruskan tentang kejadian yang terjadi 4 tahun lalu,
Supaya tidak ada lagi kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka untuk ke depannya.
Aishala memang harus meminta maaf karna di sini dia lah pelaku yang sebenarnya dan Devano adalah korban yang tak sengaja ikut terlibat di dalam rencana gilanya.
"Aku akan menerima semua konsekuensi yang tuan berikan, sekali lagi aku minta maaf"ucap aishala benar Baner serius dengan ucapan nya. Tak sedikit pun terdengar nada keraguan saat mengucapkan kalimat itu, dia memang benar benar sudah siap bila pria 4 tahun lalu meminta pertanggung jawaban darinya.
(Dunia berasa kebalik ya guys)
"Aku tidak meminta apa pun
Asalkan kau memperbolehkan aku untuk menemui anak anakku setiap hari. Hanya itu saja permintaan ku" Devano melunakkan nada bicaranya sama seperti sedang berbicara dengan anaknya.matanya masih terus menatap aishala yang terlihat menegang, terlihat dari kedua tangannya yang meremas ujung dress.
Aishala sedikit keberatan dengan permintaan Devano untuk menemui anak anaknya setiap hari,
Pastinya berbagai spekulasi akan terus bermunculan apalagi kalau sampai terendus oleh pihak media sudah di pastikan akan ada berbagai gosip miring tentangnya lagi.
"Bisa kah kau meminta yang lain" ucap aishala hati hati takut ucapannya menyinggung perasaan Devano.
Tangannya masih meremas ujung dressnya,Devano berusaha menampilkan senyuman terbaik di hadapan wanitanya. Meski hatinya sedikit hancur mendengar permintaan aishala,namun dia juga harus memakluminya. Aishala pasti memiliki alasan tersendiri untuk penyataaannya, apalagi beberapa Minggu yang lalu aishala sempat melakukan konferensi pers tentang kedua anaknya.
Dia masih butuh waktu untuk menerima semua ini,
"Aku paham pasti kamu punya beberapa pertimbangan. Tapi aku minta tolong jangan pernah larang aku untuk menemui anak anak" ucap Devano menatap Aishala dengan tatapan memohon.
"Baiklah " putus aishala
####
"Ommy..ommy apa Ita atan beltemu Daddy Agi" tanya Devan menatap mommynya dengan penuh harap.
Aishala hanya bisa menampilkan senyum terbaik di hadapan kedua anaknya, mana mungkin dia menjawab tidak.
Sebelah tangannya mengusap kepala Devan, apa kedua anaknya sangat bahagia?? Apa keputusannya sudah benar??
"Tentu saja sayang
Nanti Daddy sendiri yang akan menemui kalian"
"Ommy Daddy tampan ya
Ayak Evan" celetuk Devan berhasil menarik perhatian Queenza.
Ckckck percaya diri sekali adiknya itu.
"Tapi Daddy Ndak cengeng sepeltimu"tiba tiba Queenza menyambar ucapan Devan dengan nada mengejek.
Devan yang merasa namanya di bawa bawa mendelik ke arah Queenza dengan kesal.
Perasaan gak ada kabel putus.
__ADS_1
"Ili bilang boss.
Bilang caja akak Ili kalna akak Ndak milip Daddy" kini Devan yang gantian mengejek Queenza sambil menjulurkan lidahnya mengejek.
"Hei bocah
Akak ini cantik.ita tan mom" Queenza meminta persetujuan mommynya.
Dengan cepat aishala menganggukkan kepalanya, yang justru malah semakin membuat adu mulut itu semakin memanas.
"Iya ata antik.kayak pantat panci mbok Nengsih"
Mbok nengsih adalah salah tetangga aishala yang berstatus sebagai janda dan selalu bersikap centil kepada opanya.
Bruk
Bruk
Bruk
"Hei sayang gak boleh berantem kayak gitu" aishala berusaha untuk memisahakan kedua anaknya yang terlibat aksi baku hantam di dalam mobil. Queenza yang tak terima di katakan mirip pantat panci langsung menggeplak kepala Devan menggunakan tangan mungilnya.
Devan yang tak terima juga langsung membalas pukulan Queenza, dan aksi baku hantam pun terjadi.
"Ommy liat akak"adu Devan menunjuk Queenza yang memelototi dirinya.
"Dia yang calah ommy
Maca nza di biyang milip pantat panci" Queenza mengadu balik Devan.
"**** you man" tiba tiba Devan mengacungkan jari tengahnya membuat aishala melotot.
"Devan siapa yang mengajari begitu" marah Aishala masih menatap jari Devan.cepat cepat Devan segera menyembunyikan tangannya di belakang.
"Dari onty Dina" polos Devan
"Anjirr dasar temen gak ada akhlak lu Dina
Bisa bisa nya lu ngajarin anak gue gak bener
Awas lu Din" geram aishala
"Devan dengerin mommy ya sayang
Mulai sekarang jangan kayak gitu lagi. Gak baik" nasihat aishala lembut.
Devan yang tak tahu apa apa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Ommy tenapa Daddy Ndak itut kita" kali ini giliran Queenza yang bertanya.
Aishala terdiam sejenak, bingung untuk memberi jawaban seperti apa. Apa dia harus mengatakan yang sebenarnya?? Tidak tidak ya kali dia harus mengatakannya.
"Emm emmm Daddy kan lagi kerja sayang
Lagi cari banyak uang buat beliin kalian mainan"
Bohong aishala berusaha tersenyum meyakinkan.
Queenza memgenyit bingung, tapi kemudian menganggukkan kepalanya pelan.
"Ommy enal
__ADS_1
Daddy tadi udah janji cama Evan buat beyiin mainan yang buanyak" girang Devan melebarkan kedua tangannya.
"Nona kita sudah sampai" ucap supir taksi yang sedari tadi memperhatikan ibu dan dua orang anak dari kaca spion.
"Ouh iya pak
Ayo sayang kita turun" aishala terlebih dahulu membukakan pintu mobil. Menuntun kedua anaknya turun dari mobil tak lupa dia juga membayar ongkos taksi yang lumayan lah. Karna jarak mansion Devano dengan kota lumayan jauh.
Sebelumnya Devano bersikeras menawarkan untuk mengantar mereka, namun aishala menolaknya dengan halus dengan alasan mereka akan ke rumah saudara dulu.
Devano tau sebenarnya aishala hanya menghindar, dia hanya bisa diam untuk sekarang.
"Tuan mereka sudah sampai dengan selamat" lapor anak buah Devano yang mengikuti mereka dari belakang.
####
Ceklek
Sesampainya di mansion aishala langsung membawa kedua anaknya ke meja makan, karna ingin cepat cepat pulang aishala bahkan sampai melupakan kalau kedua anaknya belum makan sejak pagi.
Bodoh!!
Satu kata yang aishala sematkan untuk dirinya sendiri. Gara gara egonya yang tak mau pria itu dekat dengan anaknya dia sampai melupakan kesehatan anak anaknya.
"BI mami sama papi belum pulang" tanya aishala
"Belum non" jawab bibi sambil menuangkan air ke dalam gelas.
"Ouh" aishala hanya mangut mangut dan melanjutkan acara makannya.
"Ommy ommy Ndak ke kantor?"tanya Queenza yang lahap memakan nasi goreng buatan bibi.
Aishala menepuk jidatnya pelan, sial gara gara kejadian semalam aishala sampai melupakan pekerjaannya.
Terlihat banyaknya panggilan dan pesan yang di kirimkan Dina padanya, aishala menghembuskan nafas dan menelpon Dina.
"Hallo Din"
"Dasar bos ****** lu
Liat udah jam berapa sekarang aishala dan sekarang lu lagi dimana bukannnya datang ke kantor udah tau sekarang ada jadwal meeting"cerocos Dina dengan suara cemprengnya
"Ya sorry Din
Ceritanya panjang, kapan kapan gue ceritain deh.
Ouh ya Lo bisa gak handle dulu meetingnya.
Tolong lah ya pliss" mohon aishala merengek
"Sebagai sahabat dan asisten plus sekretaris yang baik oke deh nanti gue handle dulu meeting nya,
Nanti sore gue ke rumah lu
Jangan lupa siapin camilan yang banyak
Byee bestie"
Tutt
Bye
__ADS_1
Bye