
happy Reading for you
tinggalkan jejak setelah membaca ya
like komen vote dan hadiah
untuk mensupport author 🖤 🖤
hari Minggu alias hari weekend
rencana nya hari ini aishala akan mengajak anak kembar nya berjalan jalan santai mengelilingi taman di sekitar kota, padat nya jam kerja seminggu ini akan di bayar lunas dengan anak kembar nya.
aishala tadi nya ingin mengajaknya orang tua nya juga namun mereka menolak karna ada urusan dengan paman dan bibi aishala yang ada di kota Bandung..
pagi pagi sekali aishala sudah bersiap siap, senyum manis kian terbit di sudut bibir nya melihat betapa antusiasnya si twins. bahkan mami aish saja sampai kewalahan mengurus nya, apalagi si bungsu beuuh ribut nya sudah seperti ke kondangan saja.
"ayo sayang kita berangkat"teriak aishala memasukan barang barang ke dalam bagasi sesuai dengan keperluan mereka nanti.
setelah di rasa cukup aishala menutup bagasi dan melihat ke arah pintu mansion, ckck mereka masih belum terlihat juga. terpaksa aishala harus menyusul nya kalau tidak mereka tidak akan jadi berangkat.
"ommy lihat opa
Evan akut" sesampai nya di ruang tamu aishala di sambut dengan suara rengekan Devan yang melengking.
dari ujung tangga sana terlihat Devan berlari menuju ke arah nya menghindari opa nya yang membawa boneka beruang berukuran sedang di tangan nya, dan
bruk
tubuh kecil Devan langsung menubruk tubuh aishala.cepat cepat Devan berdiri dan bersembunyi di belakang tubuh mommy nya tak perduli dengan tatapan Sang mommy yang tajam sekarang yang terpenting dia harus terhindar dari sang opa.
"papi" tegas aishala mendelik tajam.
"ini kan cuma boneka beruang kenapa harus takut?" jahil opa nya semakin berjalan maju
"ommy" rengek Devan semakin kencang bahkan tangan nya sudah menggapai lengan aishala minta di gendong
"papi jangan ganggu Devan" teriakan menggelegar mami aish menghentikan tingkah jahil Bima.
"tuh dengerin pih pawang nya udah ngamuk" ejek aishala , bima mendelik tajam pada putri nya itu, segera dia menghampiri istri nya sebelum dia di tendang dari kamar dan harus berakhir tidur di sofa.
"ayo sayang Devan inza kita berangkat
mami, papi, aish, sama anak anak berangkat dulu ya" teriak aishala pamitan
"iya hati hati " teriak mami nya
mobil yang membawa aishala,Devan Dan Queenza perlahan berbaur dengan pengendara lain di jalan raya meninggalkan mansion Winata.
__ADS_1
kepergian mereka bertiga yang tidak di dampingi supir semakin memudahkan rencana seseorang.
****
"ommy kok taman nya sepi ya?" tanya Devan setelah setiba nya mereka di taman, tak ada satu pun dari pengunjung yang menunjukkan batang hidung nya.
aishala mengernyit bingung padahal yang aishala lihat tadi banyak orang yang mengarah ke taman ini namun kenapa tak ada satu yang tiba.
"apa taman ini tutup?? tapi tidak mungkin ini kan taman umum?? apa sebaik nya aku pulang saja??" gumam aishala,
tiba tiba hati aishala tak tenang, jantung nya berdetak kencang, pikiran buruk tiba tiba hinggap di pikiran nya.
"ayo sayang kita pulang saja" ucap aishala cepat cepat menggandeng kedua anak nya berniat meninggalkan taman.
bruk
karna tak fokus ke arah depan tiba tiba aishala menabrak seseorang.untung saja tak sampai membuat nya jatuh karna berpegangan dengan si penabrak.
"mau kabur kemana lagi hmmm?"ucap seseorang dengan suara berat.
aishala mendongak kan wajah nya, tiba tiba tubuh nya menegang,,deru nafas nya memberat dan dia jatuh pingsan.
suara si kembar yang memanggil nya terus terngiang namun tak bisa membuat aishala kembali tersadar.
****
ruangan berwarna hitam bercampur abu abu mendominasi penglihatan nya.
ceklek
medengar decitan pintu yang terbuka buru buru aishala memalingkan pandangannya,
"kau"kaget aishala panik, sebelah tangan nya memegang erat kepala nya yang terasa sangat pusing dan berat.
ouh ya di mana anak kembar nya!! apa pria itu meninggalkan mereka di taman??
"di mana anak anak ku" panik aishala beranjak turun,hendak pergi. namun pria itu berhasil menangkap pergelangan tangan nya, dan membalikan tubuh aishala hingga menabrak dada bidang pria itu.
pelukan!!
Yap pria itu memeluk erat tubuh aishala!!
"apa kau belum puas kabur dari ku sayang?? apa waktu 4 tahun belum juga cukup??"gumam Devano lirih, wangi strawberry menguar dan mendominasi Indar penciuman Devano membuat nya semakin mengeratkan pelukan nya pada tubuh aishala.
aishala sempat terbuai dengan pelukan itu, namun logika nya segara mengambil alih.
"lepas,,lepasin gue
__ADS_1
Devan, inza tolongin mommy" teriak aishala terus memberontak di dalam pelukan Devan. semakin aishala memberontak maka semakin erat pula pelukan Devano.
"tidak ada yang bisa menolong mu sayang??
anak anak?? mereka sedang tidur di kamar kita" telak Devano menekan kata anak kita.
"brengsek lepasin gue" maki aishala mulai melemah.
"baik baik lah
aku akan melepaskan mu tapi dengan satu syarat kau tidak boleh keluar dari kamar ini" tekan pria itu, dengan cepat aishala mengangguk kepala nya.
untuk sementara sebaik nya di menuruti dulu permainan pria gila itu, baru lah dia akan memikirkan cara keluar dari tempat ini.
"good job" Devano mengelus rambut aishala sayang namun dengan cepat aishala menghindari nya. Devano menghela nafas nya pelan seperti akan butuh waktu yang cukup lama untuk menaklukan kucing kecil yang sayang nya sangat nakal itu.
"aku membawa kan mu makanan,
segera lah makan Karna aku tahu sedari tadi kamu belum makan" Devano menyodorkan sepiring nasi dan ayam geprek sambel ijo, salah satu makanan kesukaan aishala.
"aku tau kamu malu untuk mengambil nya
aku akan pergi " ucap nya berlalu dari ruangan Aishala
"sialan"maki aishala pada devano,
"hahhh" aishala Kemabli menghela nafas nya kasar mendengar cetekan kuncii yang artinya dia kembali terkunci di kamar ini sendirian.
aishala mengalihkan pandangan nya, nasi yang masih mengepul membuat nya menatap penuh minat pada piring di hadapan nya.
perut nya memang tidak bisa di ajak berkompromi, nyata nya sekarang dia benar benar lapar.
dengan ragu aishala mengambil piring itu dan memulai acara makan nya.
"lumayan" ucap aishala melanjutkan acara makan nya.
setelah selesai aishala berjalan ke arah balkon, dia harus memastikan terlebih dahulu bahwa tempat ini berada di mana!!
semoga saja masih di kota!!! supaya memudah kan nya untuk kabur!!!
"gelap!! apa sekarang sudah malam!! sial aku belum menghubungi mami, pasti mereka khawatir" gumam aishala mencari cari keberadaan ponsel nya
bye
byeee
hari Senin vote nya jangan lupa ya!!!
__ADS_1