Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)

Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)
HM 19.


__ADS_3

Happy Reading for you 🖤🖤


Tinggalkan jejak setelah membaca ya


Like komen vote dan hadiah


Untuk mensupport author 🖤🖤


Aishala melihat jam dinding, sudah pukul 21.00 wib malam namun Devano belum juga membuka pintu kamar nya.


Kekesalan yang sedari tadi di pendam nya kini menguar, rindu dengan kedua buah hati nya tak bisa lagi di bendung.


Aishala segera beranjak dari sofa, tangan nya membanting keras buku yang di pegang nya kemudian berjalan menuju pintu bersiap menggedor.


"Woy pria gila,,, brengsek


Bukain pintu nya" teriak aishala kencang


"Devan, inza tolongin mommy"


"Dasar pria gila bukain woyy" teriak aishala kembali


Mansion yang sedari tadi hening dan tenang kini berubah gaduh, teriakan aishala ternyata mampu membangun kan seluruh penghuni mansion


Para pelayan berbondong bondong menghampiri dari mana asal sumber suara.


Mereka saling berpandangan bingung,siapa gerangan yang berani berani nya mengumpati tuan besar mereka.


Sebelumnya mereka memang sudah tau bahwa Sanya tuan mereka membawa seorang perempuan pingsan dan dua anak kembar ke dalam mansion.namun mereka hanya bisa diam, berbagai pertanyaan hanya bisa mereka pendam dalam hati.


Para pelayan yang tadi nya mengumpul membentuk kerumunan, kini menjaga jarak memberikan jalan untuk tuan besar yang juga menghampirinya kamar tersebut.


Dengan wajah tenang devano memberi kan kode untuk segera pergi. Para pelayan yang peka langsung mengundurkan diri dengan berbagai pertanyaan yang berkecamuk.


"Dasar kucing nakal" gumam Devano membuka pintu dengan kunci.


Ceklek


Yang pertama yang di dapat Devano adalah tatapan tajam penuh intimidasi yang di layangkan aishala kepada nya.


Wajah nya terlihat memerah menahan amarah yang siap meledak kapan saja, hal sebalik nya yang di perlihatkan Devano adalah wajah tenang dan dingin.


Kedua nya berpandangan untuk sesaat sebelum aishala memalingkan wajah nya tak kuat dengan tatapan tajam Devano yang mampu membuat tubuh nya bergetar.


"Kenapa gue harus takut?" Batin inza bertanya


"Apa sudah puas mengacau nya kucing nakal?" Tanya Devano dingin


Glek


Susah payah aishala menahan Saliva nya, wajah nya menunduk tak berani menatap wajah dingin Devano.

__ADS_1


Aishala tak mengerti kenapa tubuh nya sangat ketakutan bila berhadapan dengan devano, keberanian yang tadi nya menggebu gebu kini menciut hilang ntah kemana.


"Aku dan anak anak harus pulang, orang tua ku pasti sangat khawatir" cicit aishala yang sebenarnya seperti sebuah permintaan.


Devano menaikkan sebelah alisnya, kekehan ringan meluncur dari bibir seksi nya.


"Pulang kemana baby?? mulai sekarang mansion ini rumah mu?"


"Apa maksud mu?" Aishala mengangkat wajah nya, kemudian menatap Devano tajam.


"Apa kau tidak mengerti perkataan ku baby?? Apa perlu aku mengajari mu di atas ranjang baru kau bisa mengerti?" Ucap nya ambigu


"Mau mengajari ku di atas ranjang apa maksud nya?" Gumam aishala tak mengerti


"Aku akan segera mengurus surat pernikahan kita" ucap Devano tersenyum Smirk melihat perubahan ekspresi wajah aishala yang berubah pucat pias.


"Kita??


Aku tak mau menikah dengan mu!!


Lagi pula kita berdua tidak saling mengenal , kita hanya terjebak cinta satu malam" tekan aishala dengan nafas memburu.


"Lagi pula aku tidak menuntut mu untuk bertanggung jaw.." Ucapan aishala terpotong karna ucapan Devano yang selanjutnya membuat tubuh nya menegang di tempat.


Sebelah tangan nya menutup mulut nya tak percaya.


"Aku yang akan mununtut mu untuk bertanggung jawab,


"Bagaimana mungkin..." Ucap aishala lemas di tempat


Seharus nya yang sangat di rugikan di sini adalah diri nya,kenapa malah pria gila itu yang merasa rugi.


Di mana mana perempuan lah yang meminta pertanggung jawaban kenapa di sini malah laki lakinya yang meminta pertanggung jawaban.


"Tidak ,,,pokok nya aku tidak mau menikah dengan mu" pekik aishala keras


"Baik lah kalau itu keputusan mu kucing nakal


Tapi jangan salah kan aku bila aku melaporkan mu pada polisi atas kasus pemerkosaan"ancam nya semakin membuat aishala antara ingin marah dan ketawa secara berbarengan


Apa dunia ini sedang bercanda pada nya??kekehan ringan meluncur dari bibir tipis nya menganggap ucapan Devano adakah lelucon semata


"Apa kau sedang bercanda pada ku tuan??


Tapi sungguh candaan anda membuat saya hampir ketawa" ucap aishala menekan kata hampir ketawa


"Apa aku terlihat bercanda??"Devano menatap wajah aishala


"Apa kau serius?" aishala masih terlihat ragu


"Ya sudah kalau kau tidak mau menikahi ku dan aku tidak akan melapor kan mu pada polisi.

__ADS_1


Dengan syarat anak anak akan ikut pada ku"telak nya serius


"Tidak bisa begitu tuan


Aku yang mengandung dan melahirkan nya. Bagaimana bisa anda mengambil nya dari saya" teriak aishala marah merasa keberadaan anak Anak nya sedang di permainkan


Bagaimana bisa baru setelah 4 tahun lama nya laki laki itu muncul dengan meminta pertanggung jawaban dari nya. Dan sekarang justru mengancam akan mengambil anak anak dari nya .


Tidak semudah itu Ferguso.


"Tapi aku yang menanam benih nya"


"Yap anda memang benar sekali tuan,


Memang anda yang menanam nya tapi saya sudah membayarnya berkali kali lipat bukan.


Jadi anda tidak berhak atas anak saya" ucap nya tanpa sadar memancing amarah devano


Sakit!! Itu lah yang di rasakan Devano sekarang.


Di bawah sana kedua tangan nya mengepal kuat.amarah yang sudah di ubun ubun membaut Devano tanpa sadar mencengkeram dagu aishala dengan kuat membuat meringis kesakitan.


"Berani nya kau!!!" Bentak Devano hampir menampar pipi aishala. Tangan yang sudah melayang di udara mengepal


"Ap...apa kau...ma..mau marah...mau... menampar ku..


Ingat..ini tuan.... sampai mati pun aku...tidak akan... memberikan anak...anak ku pada mu" ucapan ishala terbata bata menahan sakit di dagu nya


Mata nya menatap nyalang benci pada devano.sampai kapan pun dia akan mengingat perlakuan kasar nya.


Air mata yang di tahan nya tumpah membasahi pipi nya, dagu nya seperti ingin patah membuat nya tak kuat lagi menahan nya.


Melihat air mata aishala, seketika Devano sadar. Logika nya segera mengambil alih untuk membuat sadar apa yang sudah dia lakukan pada wanita nya.


Segera dia melepaskan cengkraman tangan nya.


Apa yang sudah di lakukan nya?? Lihat wanita nya sekarang?


"Puas kau...aushhh


Aku semakin yakin kau bukan laki laki yang baik


Menahan amarah pun kau tak bisa" ejek aishala menahan nyeri di dagu nya. Kilatan benci yang di perlihatkan aishala membuat Devano tak berkutik dia menyesali perbuatannya yang tak bisa menahan amarah nya sejenak.


"Ma..maaf"sesal nya melangkah menghampiri aishala namun dengan cepat dia menghindar.


"Sebaik nya anda sekarang pergi


Sebelum saya semakin membenci anda" ucap aishala dingin


Bye

__ADS_1


Byeed


__ADS_2