
Happy Reading for you 🖤🖤
Tinggalkan jejak setelah membaca ya
Like komen vote dan hadiah 🖤🖤
" Aish lu di mana aish" teriak Dina berlari menuju ruangan CEO sambil memanggil nama aishala girang.
"Astaga Din"kaget aishala mendengar gebrakan pintu yang di tendang Dina dengan kencang. Tanpa bersalah Dina langsung menghampiir aishala menarik narik kedua tangan mengajak nya menarik nari. Aishala yang bingung hanya mengikuti gerakan Dina memutar mutar tubuh nya.
"Kenapa sih Din?" Tanya aishala kembali duduk di kursi nya di ikuti Dina yang langsung mengikuti dengan duduk di kursi di depan meja Aishala.
" Wira corp aish... Wira corp"
"Kenapa sama Wira corp" tanya aishala bingung kenapa Dina menyebut nama perusahaan terbesar ketiga di Asia itu
"Ishhh jangan di potong dulu ucapan gue" kesal dina
"Iyaa iya sorry" aishala mengangkat kedua jari nya peach.
"Mereka berencana mau nanem saham di perusahaan kita.
Mereka ngajak ketemuan dulu besok di restoran cempaka putih jam 12.00 wib siang" kata Dina menyerah berkas berisi laporan tentang perusahaan Wira corp.
"Wira corp" ragu aishala menerima berkas itu kemudian membaca nya.
"Kok gue agak gimana gitu ya, secara garis depan nya aja nih ya. Tumben banget tuh perusahaan mau nanem saham di perusahaan kita. Lu tau sendiri kan sifat pemimpin Wira corp itu kayak gimana" aishala mengatakan apa yang di ada di otak nya.
Bukan tanpa sebab dia berkata demikian
Siapa sih yang tidak mengenal CEO Wira corp laki laki berusia 30 tahun memiliki sifat yang kejam, dingin dan tak berperasaan dalam membantai musuh nya. Rumor beredaran mengatakan bahwa diri nya seorang guy karna sampai sekarang dia tidak pernah terlibat dengan seorang wanita satu pun. Tapi itu hanya rumor belaka yang tidak tahu kebenaran nya.
Lalu tiba tiba datang tanpa angin tanpa hujan menawarkan untuk menanam saham, padahal sebelum nya jangan kan berbicara bertatap muka langsung saja mereka hanya diam tak berbicara sepatah kata pun.
"Hemm bener juga sih kata lu gue juga bingung. Tapi siapa tau niat mereka baik mau bantu kita coba aja dulu besok temuin" usul Dina
"Ya udah" ujar Aisha menaruh kembali berkas di antara tumpukan dokumen dokumen penting.
"Lu nggak mau balik sekarang?" Tanya Dina
"Hahhh lu gak liat kerjaan gue masih numpuk segini banyak nya "keluh aishala lelah
"Astaga"pekik aishala kencang membuat Dina hampir terjungkal kebelakang sangking kaget nya,
Untung saja dia sempat memegang meja kalau tidak ntah bagaimana nasib nya berciuman dengan dingin nya lantai.
__ADS_1
"Kenapa sih aish?? Lu bikin gue kaget aja" dumel Dina memegangi jantung nya yang masih berdetak kencang.
"Gue lupa ada janji makan malem sama anak gue" panik aishala membereskan berkas berkas penting kemudian di taruh di tempat nya masing masing, ketika hampir membuka pintu aishala menepuk jidat nya melupakan tas dan ponsel nya membuat dia balik lagi.
"Apa yang ketinggalan aish?" Tanya Dina yang baru mau beranjak
"Tas gue
Gue balik duluan ya bye bye" teriak aishala berlari
"Ada ada aja" gumam Dina menutup ruangan CEO kemudian kembali ke ruangan bersiap siap untuk pulang.
****
Dengan kecepatan seperti pembalap internasional aishala mengemudi mobil nya menuju kediaman keluarga Winata hanya dalam waktu 20 menit saja.
Dengan asal aishala memarkirkan mobil nya di halaman depan mansion, tak sampai di situ dia kembali berlari.
"Assalamualaikum" ucap aishala membuka pintu mansion dengan kencang hingga menimbulkan suara seperti gebrakan.
"Waalaikumsalam" jawab penghuni mansion
"Hoshh...hoshhh....
Apa mommy terlambat sayang?" Tanya aishala terengah engah menyambar segelas air putih yang ada di meja ruang tamu.
"Mommy kenapa?" Tanya Devan bingung melihat kelakuan bar bar mommy nya kepala nya menggeleng kanan kiri melihat mommy nya yang duduk di samping sang kakak.
"Apa kalian sudah selesai makan malam?? Berarti mommy benar benar terlambat?" Desah aishala menatap kedua anak dengan penuh rasa bersalah.
"Apa mommy tidak melihat jam?" Tanya inza polos
Membuat aishala mengerutkan kening nya.
Jam??
Ekor mata nya melirik kanan kiri kemudian mata nya terpaku ke arah jam dinding yang terpampang di atas rak buku yang baru menunjukkan pukul 18.30 wib.
Seketika dia menepuk jidat nya menyadari kecerobohan nya.pantas saja semua orang menatap nya dengan tatapan aneh ternyata gara gara ini.
"Sebenarnya kau kenapa aish?" Tanya mami aish berjalan dari arah dapur.
"Aish kira aish terlambat ternyata
Huhhhh selamat" sukur aish menaruh tas nya di atas meja kemudian berdiri mengambil Devan menggendong nya ke dalam pelukan nya. Dengan anteng sambil memainkan boneka robot kesayangan nya Devan sudah asik dengan dunia nya sendiri.
__ADS_1
Saat tangan nya hendak menyentuh inza dengan cepat inza menggeser tubuh nya sedikit menjauh.
"No mom
Aku cudah dewasa tidak Pellu di gendong agi" penolakan inza membuat aishala menghela nafas Selalu seperti ini kalau aishala mau menggendong nya.
Tapi kalau mata aishala berkaca kaca barulah inza mau untuk di gendong.
"Kau tidak menyayangi mommy lagi girls
Apa kau sudah menemukan mommy baru hingga kamu mau menyingkirkan mommy mu ini hiks...hiks...putri ku sudah tidak mau aku gendong lagi
Bagaimana ini Tuhan"ucap aishala mendramatisir seperti orang nelangsa.
Cocok sekali dengan wajah nya yang di buat sememelas mungkin.mungkin jika orang baru mengenal aishala mereka akan tertipu dengan wajah memelas itu namun kalau sudah lama mengenal aishala itu hanya sebuah trik untuk mendapat kan keinginan nya.
"Mommy" cicit inza menggoyang goyang kan lengan aishala pelan.
Sedingin apa pun sifat nya dia tetap lah seorang anak yang ingin di manja dan menyayangi mommy nya melebihi apa pun.
"Huwaaa aku menyayangi mommy
Aku tidak mau punya mommy baru
Opa....Oma...." Pecah sudah tangisan inza di pelukan aishala.
Suara nya yang melengking mengagetkan seluruh orang. Aishala tak menyangka respon putri nya akan seperti ini padahal dia hanya menggoda nya.
Terlebih dahulu aishala menurunkan Devan dari gendongan nya, Devan yang tak tau apa pun hanya diam saja namun dia dengan cepat memalingkan wajah nya kaget mendengar suara tangisan kakak nya setelah sekian lama.
Dengan sayang aishala meraih tubuh kecil inza ke dalam gendongan nya. Tangan mengusap ngusap lembut kepala inza sambil membisikkan kata maaf.
'Mommy hanya bercanda sayang..cup..cup..kesayangan mommy"
Dengan sedikit bujukan oleh inza dan mami nya akhir nya tangisan inza pun mulai reda hanya sesekali terdengar sesenggukan.
"Cup cup
Udah ya nangis nya nanti cantik nya ilang loh"
"Ayo kita makan
Kata nya tadi mau makan sama mommy" ajak inza berdiri dengan masih menggendong inza. Papi aish berjalan terlebih dahulu di susul oleh aishala yang menggendong inza dan mami aish yang menggandeng tangan Devan.
Bye
__ADS_1
Byeee 🖤🖤
jangan lupa like nya🖤🖤