Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)

Hot Mommy ( Anak Kembar Sang Penguasa)
HM 4.


__ADS_3

Happy Reading for you 🖤🖤


Tinggalkan jejak setelah membaca ya


Like komen vote dan hadiah 🖤🖤


4 tahun telah berlalu


Bandara Internasional Soekarno Hatta Indonesia


Pesawat yang membawa penumpang jurusan Australia _indonesia itu mendarat sempurna di bandara internasional Soekarno Hatta tepat pukul 10.00 WIB (waktu Indonesia bagian barat) pagi.


Ramai ramai orang berdatangan menuju tangga pesawat menjemput orang orang ntah itu sodara,orang tua atau lain nya.


Begitu juga dengan orang tua Aisha yang sudah stand bye sejak pagi menunggu kepulangan Aisha dan Dina setelah kurang lebih 4 tahun menetap di Australia.


Dengan di dampingi seorang supir pribadi kedua nya terus menunggu turun nya sang putri dari pesawat. Mereka sudah sangat merindukan sang putri dan pasti nya cucu kembar mereka yang biasa nya hanya bisa mereka lihat melalui video call saja.


Dari arah tangga pesawat terlihat 2 orang wanita cantik yang menggandeng masing masing satu batita berbeda kelamin di tangan nya


Sebelah tangan nya di gunakan untuk menarik koper. Kacamata hitam berukuran pas bertengger manis di hidung mancung nya kedua batita itu hingga terlihat sangat menggemaskan. Aura penguasa menguar jelas di setiap langkah yang di tapaki.


"Aisha" terdengar teriakan seseorang yang di sambut lambaian tangan oleh salah satu wanita itu.kedua wanita itu langsung berjalan menghampiri sepasang paru baya itu dengan senyum manis yang baru di tebar nya.


"Mami" pekik Aisha cempreng mengundang perhatian pengunjung lain nya, jelas saja walau sudah lama menetap di negara orang kebiasaan nya untuk mengejutkan orang dengan teriakan masih bertahan sampai saat ini. Bahkan Dina saja sudah sering kali mengingat kan nya namun kebiasaan memang susah di hilang kan seperti sudah mendarah daging.


"Gak usah malu maluin gue, Aisha" tekan Dina tersenyum paksa


Di balas cengiran oleh aisha.


"Ante benay Cuaya omy cempyeng


Uping evan cakit dengelnya"

__ADS_1


Yap dia adalah king Devan Pisces Winata adik kandung dari Queenza aurelia Serena Winata Kedua anak kembar yang hanya selisih lima menit saja memiliki wajah yang pasti nya sangat cantik dan tampan namun memiliki sifat yang bertolak belakang.


Inza sebagai Kaka cenderung lebih dingin dan pendiam, lebih suka langsung bertindak dari pada berkata berbanding terbalik dengan Devan si otak lemot dan cengeng, memiliki rasa penasaran yang tinggi dan suka sekali bermain game.


Di usia nya yang baru 3,5 tahun kedua sudah sangat fasih berbicara bahasa Inggris walau pun cadel, bahkan menguasai beberapa bahasa seperti Korea, Thailand, Australia, dan Arab.


Wajah Devan merupakan duplikat wajah Aisha versi laki laki namun untuk inza Aisha sering takut karena wajah nya mengingat kan tentang laki laki satu malam nya itu.


"Aku merindukan mami" Isak Aisha yang sudah berada di pelukan mami nya.waktu yang sudah sangat lama sehingga rindu nya sudah menumpuk untuk kedua orang tua nya.


"Kau tak merindukan papi Dina??" papi Aisha sambil merentang kan tangan nya di hadapan dina.air mata yang sudah sedari di tahan nya langsung pecah melesat masuk ke dalam pelukan laki laki yang sudah di anggap nya sebagai pengganti ayah nya itu.


"Aku merindukan ayah" Isak Dina terisak


sangking rindu nya mereka bahkan melupakan tentang keberadaan Kedua anak batita yang berada di belakang tubuh mereka terhalang oleh besar nya tubuh kedua wanita itu.


"Akak kenapa Omi sama ante angis?" Tanya Devan pada kakak nya yang hanya terdiam datar. Mata jernih berwarna hitam legam itu mengerjab ngerjab lucu menunggu jawaban Kaka perempuan nya itu


Tanyakan saja pada Omi dan ante" jawab inza yang memang lebih bisa di mengerti ucapan nya.


"Kau menyebalkan akak" rutuk Devan memberenggut kesal bahkan mata nya sudah berkaca kaca . Kaka nya ini memang tak bisa di ajak berbicara selalu saja menyebalkan bahkan Devan sempat berpikir dengan otak kecil nya kalau mereka bukan saudara kembar.


"Ouhh ya di mana cucu cucu lucu mami" tanya mami aisha melihat kiri dan kanan secara bergantian mencari keberadaan cucu kembar lucu nya itu


"Omy" cicit Devan mengalihkan pandangan semua orang yang langsung menatap nya. Anak batita itu muncul di belakang kaki Aisha. Wajah yang tadi nya ceria kini memerah dengan mata berkaca kaca.


"Huwaa ommy .....


Akak za..... nakal


Evan...Anya tak di awab....huwaaa ommy" Isak nya merentangkan tangannya minta di gendong.lelehan air mata sudah membanjiri pipi chubby nya itu. Bukan nya langsung menggendong Aisha justru hanya menatap nya dengan gelengan kepala.


"Cengeng" cibir inza menatap sinis adik cengeng nya itu.

__ADS_1


Ada sedikit rasa puas di hati nya melihat mommy nya tak menuruti permintaan adik cengeng nya itu.seperti nya usulan untuk sedikit memberi pelajaran pada Devan di terima mommy nya.


"Ommy" cicit nya merasa mommy nya tak turut menggendong nya.


"Ommy gak cayang Evan


Ommy gak mau endong Evan agi" kejer nya berguling guling di lantai bandara dengan kaki di hentak kan hentak kan berharap mommy langsung menggendong nya. Walau sudah banyak orang yang mengerubungi dari samping tak membuat Devan menghentikan sikap konyol nya itu.


"Apa dia anak mu Ais?" Tanya papi Aisha yang melihat kelakuan Aisha saat kecil ada pada Devan. Bahkan dia merasa Dejavu dengan kejadian ini beda nya kalau Devan di bandara sedangkan Aisha di mall.


"Baik lah sini


Tapi Evan berdiri dulu" instruksi nya yang langsung dengan cepat Devan berdiri seolah tak pernah terjadi apa apa. Wajah nya yang polos seolah tanpa dosa terlihat sangat menggemaskan apalagi pipi chubby nya yang terlihat seperti bakpao minta di cubit.


"Sini"Aisha merentangkan tangan nya yang langsung di sambut oleh Devan merentangkan tangan nya juga.


"Memalukan" cibir inza julid


"ili biang bos" balas Devan tak kalah julid


"Inza Devan, ini Oma sayang dan itu opa" Aisha memperkenalkan satu satu orang tua nya kepada anak kembar nya.Kedua batita itu menatap polos Oma dan opa nya yang biasa nya hanya mereka lihat melalui video call.


"Oma tak cetua yang Evan ila" polos Devan tanpa dosa.mama Aisha hanya melototkan mata nya berbeda dengan suami nya yang menahan tawa untuk menjaga perasaan istri nya.


"Sudah sudah ayo kita pulang


Aish udah rindu masakan mami" Aisha yang masih menggendong Evan berjalan terlebih dahulu di ikuti oleh kedua orang tua nya dan terakhir Dina yang menuntun inza karna tak mau di gendong.


Perlahan mobil mulai meninggal bandara menuju mansion Winata dengan membawa kehidupan baru di dalam nya. Kedua cucu kembar keluarga Winata yang akan menjadi penerus tahta keluarga Winata di masa depan.


Byeee


Byeeee🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2