
Happy Reading for you 🖤🖤
Tinggalkan jejak setelah membaca ya
Like komen vote dan hadiah
Untuk mensupport author 🖤🖤
"Seperti anda salah sambung"
Tutt
Tutt
Aishala lebih baik mengakhiri panggilan telpon itu dari pada hanya akan mendengar kan kata kata yang lebih memusingkan diri nya.
Baru saja masalah perusahaan selesai kini ada lagi masalah dengan muncul nya orang yang mengetahui kejadian empat tahun yang lalu. Padahal kejadian hanya di ketahui aishala, Dina dan laki laki itu pun kalau dia ingat.
Apa tadi itu laki laki 4 tahun lalu!!
Tapi bagaimana mungkin??
"Lebih baik aku tidur saja
Besok aku akan bicara dengan Dina" menolog aishala membaringkan tubuh nya dan menutup mata nya berusaha untuk tidur. Sekelabat bayangan tentang kejadian 4 tahun lalu berputar putar di kepala aishala seperti kaset rusak, aishala mulai goyah hati nya bimbang takut laki laki itu mengetahui keberadaan dia dan anak anak nya.
Setelah berperang fisik dan batin baru lah aishala bisa tidur, jam menunjukan pukul 23.00 wib malam.
Di tengah malam aishala tidak menyadari kehadiran sosok seseorang di kamar nya. Mata tajam berwarna hitam legam itu menatap aishala dan anak anak nya dengan tatapan penuh dambaan.
Beberapa langkah dia maju melihat aishala dari dekat, wajah datar nya berubah membentuk Segurat senyuman melihat wajah damai wanita nya.
Sedikit dia menjongkokan tubuh nya mensejajar kan dengan tubuh aishala. Di kecup nya singkat bibir merah itu. Tak puas hanya dengan kecupan laki laki itu kembali mengecup bibir aishala dan sedikit ******* nya pelan supaya tak membangunkan si empu.
"Rasa nya masih tetap sama sangat manis
Tubuh dan Bibir ini hanya milik ku tidak boleh ada yang menyentuh nya apalagi ingin memiliki nya" gumam pria itu melanjutkan kegiatan nya tanpa takut ada yang menyadari keberadaan nya.
Setelah puas mencium nya laki laki itu berpindah pada dua makhluk kecil yang tertidur. Wajah cantik sang putri ternyata menuruni wajah nya. Dan sang putra ternyata duplikat dari wanita nya. Benar benar adil sang putri menuruni nya dan sang putra menuruni ibu nya.
"Aku akan segera menjemput kalian
Dan kau wanita nakal aku akan meminta pertanggung jawaban mu
Tunggu aku sebentar lagi" tekad pria itu menghilang di balik jendela
Bertepatan dengan hilang nya pria itu aishala mengerjab kan mata nya. Dia bermimpi ada seorang pria yang mencium nya dan mengamati nya.
Aishala memegang bibir nya yang terasa kebas dan bengkak apa ada binatang yang menggigit nya.
__ADS_1
Mata nya mendelik tajam melihat jendela kamar yang terbuka padahal sebelum tidur dia sudah mengunci nya dengan benar dan dia juga mengingat nya.
"Apa ada hantu?" Tiba tiba saja bulu kuduk aishala berdiri semua, Mata nya melihat sekeliling memperhatikan sekitar kamar yang hanya di terangi lampu tidur.
Segera dia beranjak dari kasur tangan nya meraba raba mencari stop kontak, setelah di temukan segara di menekan nya hingga
Klik
Kamar nya langsung terang benderang. Dengan mengumpulkan seluruh keberanian aishala melangkah kan kaki nya menuju jendela yang terhubung langsung dengan balkon.
"Aneh
Padahal gak ada siapa siapa kok jendela bisa buka sendiri ya
Jangan jangan
Hihhhhh" bergidik aishala ngeri
Cepat cepat dia menutup jendela dan mengunci nya dari dalam setelah memastikan kalau jendela nya benar benar terkunci aishala kembali berbaring di kasur.
Susah payah dia menutup mata nya supaya cepat tidur namun sangat susah karna terang nya lampu membuat nya silau.
Tapi kalau di matikan nanti hantu kembali lagi lebih baik dia tersiksa untuk malam ini dari pada harus di ganggu hantu.
****
Aishala menuruni tangga dengan sangat malas ternyata efek ketakutan semalam berimbas pada mata nya yang berubah seperti mata panda dengan lingkaran hitam di sekitar mata nya.
"Pagi all" sapa aishala seraya duduk di meja makan
Semua orang menatap nya aneh, aishala tidak terlalu memperdulikan nya seraya melanjutkan sarapan pagi nya dengan roti tawar di olesi selai coklat kesukaan nya.
"Mata ommy kenapa??" Tanya Devan yang tak bisa lagi membendung rasa penasaran nya.
"Mommy tidak papa hanya kurang tidur saja" lemas aishala menelan roti nya dengan seset.
Sesekali dia menguap panjang betapa ingin nya dia melempar tubuh nya kembali ke kasur empuk nya dan tidur kembali. Tapi itu rasa nya tidak mungkin karna pagi ini dia harus pergi ke kantor.
"Kamu yakin tidak papa sayang??
Tapi mata mu?" Khawatir mami aish yang tak habis pikir dengan Aishala. Apa anak nya mengalami insomnia??
"Aku tidak papa mam
Hanya kurang tidur saja" jelas aish
"Aku sudah selesai
Mommy ke kantor dulu ya sayang
__ADS_1
Kalian baik baik di rumah jangan nakal"
"Iya ommy" balas kedua nya
"Anak itu sebenernya apa yang sedang di pikir kan nya hingga tidak tidur" gerutu mami aish yang di dengar Bima. Jarak kedua hanya beberapa meter saja.
"Sudah lah sayang jangan terus menggerutu
Nanti kamu cepat tua" goda Bima pada istri nya
"Tidak ingat umur" decak sita
"Oma hali ini Evan mau mayin ke taman apa boleh?" Pinta Devan pada Oma nya
Opa dan Oma nya langsung menatap cucu laki laki nya itu,
"Iya nanti kita ke sana" ucap mami Aish
"Holleee
Cayang Oma opa" Devan memeluk Oma dan opa nya secara bergantian. Inza hanya menatap nya tanpa ada niatan untuk nimbrung. Lebih baik dia membaca buku atau kegiatan bermanfaat lain nya dari pada hanya sekedar jalan jalan.
"Kamu ikut juga kan sayang?" Tanya Oma nya
"Aku itut" jawab inza tak enak bila menolak
"Ya udah ayo kita mandi
Habis itu kita Jalan jalan" mami Aish langsung menggandeng kedua tangan cucu nya menuju kamar mereka.
****
" Din ada yang mau gue omongin" bisik aishala di ruangan Dina
"Ya udah tinggal ngomong aja
Susah banget" decak Dina yang masih tak melihat ke arah aishala.tangan masih menari nari di atas keyboard menyatukan huruf huruf keyboard menjadi satu kalimat.
"Ini tentang kejadian 4 tahun yang lalu" lirih aishala seketika Dina menghentikan kegiatan nya dan menatap aishala dalam.
"Kita ke ruangan lu" bisik Dina melihat kanan kiri menarik tangan Aishala ke dalam ruangan.
"Ada apa dengan kejadian 4 tahun lalu?" Tanya dina penasaran
"Tadi malem ada yang nelpon gue dan dia bilang gini" setelah memperk***a ku 4 tahun yang lalu kau aku lepas tanggung jawab begitu saja baby??
Seperti pada umumnya aku ingin kau bertanggung jawab"" ucap aishala memperagakan bagai mana cara pria itu berbicara dan kata kata nya tidak ada yang di tambah dan di kurangi.
Bye
__ADS_1
.byee
Gift dan vote jangan lupa 🖤🖤