
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol
Tinggalkan jejak buat semangat author
Apalagi Voteπππ
Rena dan Devano POV
Setelah mengantarkan Devano dan Rena pulang Reza langsung melajukan mobilnya untuk rencana berikutnya.
"Sayang ide kamu itu sangatlah romantis, " ucap Rena sambil mengacungkan jempolnya.
"Iya donk pacar siapa dulu, " sambil mencium pipi Rena.
Rena hanya tersenyum diperlakukan manja oleh Devano semenjak pacaran dengan Devano Rena di buat nge fly oleh perhatian dan kasih sayang Devano. Devano sangat perhatian oleh Rena dan dia juga setia terhadapnya.
"Ayo ke resto nanti keburu duluan mereka kita harus cari orang yang nyayi sama bunga mawar merah, " ucap Devano sambil masuk ke garasi mengambil mobilnya.
"Siap bos, " ucap Rena mengikuti Devano dari belakang.
"Rumah kamu sepi beib, apa orang tuamu ada di rumah aku belum pernah ketemu orang tua mu, " ucap Rena bingung selama pacaran tiga tahun dia tidak pernah sekalipun ketemu dengan orang tua Devano.
"Meraka tinggal di luar negri dan jarang pulang kerumah, paling kalau ada kerjaan ja disini, sejak aku ingin tinggal disini aku jarang ketemu dengan mereka, " ucap Devano sambil melajukan mobilnya.
Setelah mobil Devano jalan pembantunya menutup pintu gerbang rumah Devano. Akhirnya mereka sudah menyewa orang untuk bernyanyi, dan Devano juga sudah membeli bunga mawar merah untuk Reza tidak lupa Devano juga membelikan bunga untuk Rena.
"Sayang ini untuk kamu, " ucap Devano sambil menyodorkan setangkai mawar merah dengan pita berwarna pink.
"So sweet banget sih beib kamu ini, " ucap Rena sambil mencium bunga mawar yang di berikan Devano.
"Kau akan menjadi mawar merah ku selamanya, " ucap Devano sambil mencium tangan kanan kanan Rena.
"Makasih sayang, yaudah yuk kita ke resto semua persiapan sudah tersedia mereka sudah sampai mana?" ucap Rena mengalihkan pembicaraan untuk menghilangkan mukanya yang merah karena malu.
"Mereka masih dijalan sayang Reza mengulur waktu biar kita bisa ada waktu untuk menyiapkan surprice ini, " ucap Devano.
"Baiklah, " ucap Rena
Setelah sepuluh menit Devano dan Rena sudah sampai ke Resto dan menyiapkan segalanya.
"Kamu kenapa sayang dari tapi bimbang, " ucap Devano.
__ADS_1
"Ini loh, Olivia dari tadi tidak mengangkat telepon dari tadi padahal tadi janjian ingin kesini tapi sampai sekarang bahkan dia tidak ada kabar, " ucap Rena cemas.
"Mungkin dia ada urusan sayang positif thinking aja sayang, " ucap Devano.
"Iya kan jadi aku khawatir kalau ga da kabar kaya gini, " ucap Rena sambil duduk di salah satu meja makan dengan menyangga dagunya dengan tangan.
"Yaudah jangan cemas gitu sayang besok tanya lagi ke dia kenapa ga bisa datang, pasti dia punya alasan tersendiri, " ucap Devano menenangkan Rena.
"Iya sayang besok aku akan tanya, mereka sudah datang sayang, kita lihat dari sini saja tidak usah ikut kesana, tidak ada Olivia jadi ga seru, " ucap Rena sambil mengerutkan bibirnya.
"Baiklah sayang, " ucap Devano
Setelah tiga puluh menit akhirnya Reza mengatakan cinta pada Aliana dengan hasil mereka jadian. Rena dan Devano akhirnya memutuskan meninggalkan mereka di resto tanpa gabung denga Reza dan Aliana yang menikmati hubungan baru mereka.
"Sayang kita mau kemana kok lewat sini, rumah aku kan arah sana, " ucap Rena sambil menunjukan arah dengan telunjuknya.
"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat, " ucap Devano sambil fokus kejalanan karena sedang menyetir.
"Kemana beib, " ucap Rena ingin tau.
"Ada deh, " goda Devano.
Setelah empat puluh menit sampai lah di pantai, mobil diparkirkan tepat dipinggir pantai. Malam ini lebih dingin dari biasanya, bintang bersinar di atas langit di temani cahaya rembulan, ku nikmati angin malam bersama Devano. Aku terduduk di atas kap mobil Devano.
"Sayang kamu disini sebentar yah aku mau beli minuman sebentar, " ucap Devano.
Devano langsung pergi meninggalkan Rena sendiri, Devano membeli anggur dan beberapa cemilan untuk mereka makan. Setelah selesai membeli semuanya Devano kembali dan langsung duduk samping Rena di atas kap mobil.
"Sayang nih minum dulu, " ucap Devano.
"Anggur??" ucap Rena
"Iya sayang ini low alkohol, dingin kaya gini enaknya minum anggur, coba deh?" ucap Devano.
Rena langsung meminumnya. "Emmm, lumayan, " ucap Rena
"Apa kamu suka sayang, suasana disini tenang, damai, jika aku merasa penat aku akan berkunjung disini, " ucap Devano.
"Suka beib, apa kamu sering kesini?" tanya Rena.
"Iya beib, dulu aku sering kesini saat aku mempunyai banyak masalah, tetapi saat aku mempunyai kamu tidak lagi berkunjung kesini, hari-hariku berwarna denganmu!" jawab Devano sambil menggenggam tangan Rena dan kepalanya bersender di bahu Rena.
"Beib jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu, " ucap Devano sambil mencium tangan Rena.
__ADS_1
"Iya semoga saja kita selalu bersama suka dan duka, " ucap Rena.
"Aku punya sesuatu untukmu, " ucap Devano. Dia langsung mengambil sesuatu di dalam sakunya, dan memberikan kepada Rena.
Rena membulatkan matanya karena kaget mendapatkan kejutan yang sangat luar biasa, Devano memberikan cincin berlian untuk dipasangkan di jari manis Rena. Rena menangis bahagia karena tidak menyangka akan mendapatkan status tunangan Devano.
"Maukah kamu menjadi pendamping hidupku suka maupun duka, " ucap Devano sambil menyodorkan cincin ke Rena.
"Aku sangat mau mendampingimu selamanya, " ucap Rena sambil menjulurkan tangannya. Devano pun memberikan cincin tanda cinta di jari manis Rena. Devano langsung mencium bibir Rena, Renapun membalas ciuman tersebut.
Mereka berbincang-bincang hampir tengah malam, mereka memutuskan untuk menginap di hotel dekat pantai.
"Mas pesan kamar dua, " ucap Devano
"Maaf Tuan hanya tersisa satu kamar saja, yang lain sudah penuh karena sudah di booking sebelumnya, " ucap pelayan Hotel
"Yaudah saya pesan satu kamar, " ucap Devano.
"Kenapa pesan satu, kita cari tempat lain aja yah?" ucap Rena gugup.
"Ini udah malam sayang ga papa aku ga bakal makan kamu, " bisik Devano.
"Apaan sih beib, " ucap Rena.
Mereka langsung menuju kamar yang sudah mereka pesan, tempat hotelnya sangat indah ada kolam renang di dalam sehingga berenang sambil melihat pemandangan pantai dari atas gedung Hotel membuat suasana bikin happy.
Setelah sampai pintu kamar, Rena langsung ke kamar mandi membersihkan dirinya karena seharian beraktifitas membuat badannya lengket. Setelah mandi Rena berjalan tanpa hati-hati sehingga dia terpeleset.
Devano yang melihatnya dengan sigap langsung menangkapnya. Akhirnya Rena jatuh dipelukan Devano. Dan mata mereka beradu, melihat Rena habis mandi membuat kesan tersendiri, rambut basahnya wangi tubuhnya membuat kejantanan Devano berubah menjadi ayam.
Tanpa sadar Devano langsung mencium bibir maniz Rena, Renapun membalas ciumannya, selang beberapa menit Devano menggendong Rena ke kasur dan menciumi setiap inci hingga Rena tersadar.
"Beib aku mohon jangan lakukan, mahkotaku akan aku berikan setelah kita resmi jadi suami istri, ini hadiah untukmu saat pernikahan kita, ini untukmu dan hanya untukmu, " ucap Rena meyakinkan Devano.
"Baiklah tapi kamu harus tanggung jawab dengan ayam ini, making out yah, " bisik Devano yang mendapat anggukan Rena.
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol
Tinggalkan jejak buat semangat author
Apalagi Voteπππ
__ADS_1
Visual Rena dan Devano ya guys