
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol
Tinggalkan komen dan vote yah🤗🤗🤗
Hari ini Olivia terlihat cantik dalam balutan baju pernikahan berwarna putih. Pernikahan yang diimpikan setiap wanita adalah menikah dengan laki-laki yang dicintainya, dan juga laki-laki mencintainya. Bukan hanya sekedar pesta mewah yang gemerlap.
Bukan hanya di lihat dari gedung super wah, makanan yang berkelas atau tamu petinggi. Itu tidak penting bagi seorang wanita. Yang terpenting adalah siapa yang bersamanya di pelaminan untuk menemani masa tuanya.
Di Rumah Sakit Bakti Asih saksi bisu pernikahan Olivia dengan Deniz walau sekedar nikah siri atau nikah secara agama. Mereka akan mendaftarkan pernikahannya esok hari.
"Saya terima nikah dan kawinya Olivia Sandra Dewi binti Rama jalalludin dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!"
" Bagaimana para saksi? Sah?"
Dengan kata SAH maka secara agama Olivia sudah menjadi istri Deniz. Dengan memenuhi permintaan Papa Rama Olivia berharap Papa Rama akan membaik.
Olivia langsung mencium punggung tangan Deniz, dan juga Deniz mencium kening Olivia.
"Keling akhirnya kita besanan, kamu harus kuat nanti kita adakan resepsi yang mewah, " ucap Helmi
"Selamat ya Rama untuk kita, kamu harus sehat biar bisa lihat cucu kita, " ucap Riri menyemangati Rama.
"Iya akhirnya kita jadi satu Keluarga, " ucap Rama gembira.
Olivia menghampiri Papa Rama yang dari tadi hanya bisa melihat sambil menahan rasa terharu.
"Kau sangat cantik sayang, jadilah istri yang berbakti pada suami semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah, " ucap Rama berusaha berbicara walaupun nyeri dijantungnya.
"Iya Pa ... Papa sehat yah, Olivia sudah menikah jadi Papa harus sembuh jangan tinggalin Olive Pah, " ucap Olivia sambil terisak-isak.
Papa Rama tidak bisa menyembunyikan air matanya yang sedari tadi Dia tahan. Karena bahagia melihat anak si mata wayang menikah, terharu karena Olivia bersedia menikah walau Papa Rama tahu hati Olivia bukan untuk Deniz.
__ADS_1
"Sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab suamimu sayang, maafin Papa yah sudah menyembunyikan penyakit Papa, Papa takut Olivia khawatir selama ini Papa ke luar Kota itu hanya alibi, Papa berobat sayang, " ucap Rama Terbata-bata.
"Iya Pah Olive maafkan tapi Papa janji harus sembuh, " ucap Olivia menyemangati Rama
Rama hanya menjawab dengan anggukan saja. " Denis kemarilah."
Deniz yang berdiri agak jauh dari Olivia langsung menghampiri Rama. " Iya Om, " jawab Deniz
"Jangan panggil Om lagi sekarang kamu sudah menjadi suami Olivia panggil aku dengan Papa, " ucap Rama sambil memberi isyarat suruh duduk disampingnya.
" Baik Pah, " jawab Denis sambil duduk di samping Rama yang sudah melemah dengan suara paraunya.
"Denis Papa boleh minta tolong nak, jagain putri Om satu-satunya, jangan sakiti Olivia karena hatinya sangat rapuh walau di depan kelihatannya tegar, lihatlah Olivia cantikan Nak, terimakasih bersedia menikah dadakan seperti ini, " ucap Rama sambil memegang tangan Keduanya untuk menyatukan agar bisa saling menjaga.
Setelah menyatukan tangan Olivia dengan Deniz tiba-tiba Rama menutup matanya dan tangannya terjatuh, mesin pendeteksi jantung pun berbunyi, Olivia seketika panik langsung memanggil Dokter.
" Dokter ... Dokter ... Dokter, " teriak Olivia memanggil Dokter yang panik akan kondisi Rama.
Dokter dan suster langsung memeriksa keadaan Papa Rama, tapi hasilnya nihil Rama tidak bisa diselamatkan. Denyut nadinya sudah tidak terdeteksi atau jantungnya tidak berdetak lagi.
"Dok dokter tolong periksa istri saya, " teriak Deniz
" Baik " Dokter Tersebut langsung memeriksa Olivia.
"Gimana Dok, " ucap Deniz
"Dia baik-baik saja hanya saja kondisinya lemah apa sebelumnya dia di rawat? karena ada bekas jarum infus ditangan kanannya, sebaiknya di periksa CT Scan secara menyeluruh biar tau pasti penyakit yang dideritanya, "
" Apa? jarum infusan!" sambil melihat bekas jarum ditangan Olivia, " Lakukan yang terbaik Dok! ucap Deniz sambil mencium tangan Olivia yang terdapat bekas jarumnya.
Setelah tiga puluh menit akhirnya Olivia terbangun dan hanya bisa menagis tersedu-sedu.
"Papa ... Papa ... Papa dimana?" ucap Olivia sambil menggoyang-goyangkan tangan Deniz.
__ADS_1
"Sabar yah Olive Papa sudah tidak ada! " ucapa Deniz sambil memeluk Olivia untuk menenangkan Olivia.
"Tidak mungkin Ka tadi pagi Papa tidak kenapa-kenapa!" ucap Olivia sambil menangis dipelukan Deniz.
"Sabar yah aku janji akan menjagamu, sekarang kita harus segera memakamkan Papa Rama kasihan kan kalau kelamaan acara pemakamannya, " ucap Deniz sambil mengelus punggung Olivia.
" Iya " ucap Olivia.
Setelah Olivia sudah tenang Olivia dan keluarga Deniz menyiapkan pemakaman untuk Papa Rama.
Makam Rama berada tepat di samping istri tercinta, dua gundukan tanah itu membuat Olivia berlinang air mata yang membuat luka dalam di hati Olivia. Bagaimana tidak kini kedua orang tua Olivia tiada di muka bumi ini. Hanya doa yang bisa dipanjatkan.
Setelah pemakaman olivia hanya bisa diam seribu kata. Olivia hanya bisa mengenang kebersamaanya bersama kedua orang tuanya. Di samping gundukan tanah.
"Nak ayo kita pulang, kamu sudah berjam jam disini, nanti kamu sakit, " ucap Riri sambil memegang pundak Olivie setengah memeluk.
"Tante aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi Tante, huhuhuhu " ucap Olivia sambil terisak-isak.
"Mulai sekarang jangan panggil aku Tante sayang, panggil aja mami kamu kan sekarang sudah menjadi menantu kesayangan mami dan kamu tidak sendiri sayang ada kami dan juga suamimu yang jagain kamu. Jangan merasa sedih lagi, sekarang buka lembaran baru dengan keluarga baru kamu, " ucap Riri sambil menghapus air mata di pipi Olivia yg cantik.
"Iya mami, " ucap Olivia lirih sambil mengakgukkan kepalanya.
"Yaudah sekarang kita pulang yah ini sudah sore nanti mami masakin masakan yang enak, kamu suka makan apa sayang, " ucap Riri menghibur Olivia.
"Terserah mami aja aku tidak memilih makanan mih, tapi aku suka masakan seafood, " jawab Olivia sambil berjalan ke mobil.
Denis dan keluarganya langsung masuk kedalam mobil dan pulang ke rumah Olivia. Deniz hanya bisa diam saja sedari tadi karena hanya mami Riri yang bisa menenangkan kesedihan Olivia. Deniz hanya mengikuti kemana Olivia berjalan seperti penguntit.
Setelah sampai Rumah Olivia, Olive dan keluarga Deniz langsung menyambut kedatangan tetangga sekitar yang mengucapkan bela sungkawa dan memperkenalkan ke pada mereka kalau Deniz sekarang sudah menjadi suami sah Olivia.
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol tinggalkan komen
__ADS_1
Vote juga yah😘😘😘