Husband Of Choice

Husband Of Choice
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Terimakasih sudah membaca


jangan lupa like dan tinggalkan jejak yah


maaf kalau masih banyak typo


salam sayang reader๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


"Anak kamu dimana Mbel kok tidak di ajak apa Dia tidak bisa datang?" ucap Rama sambil melihat kanan kiri mencari seseorang yang di tunggunya.


"Maaf Keling Dia terlambat, lagi ngurusin tender yang ada di Kota Bekasi maklum hard worker jadi ngutamain pekerjaaan dari pada makan malam bareng bersama keluarganya, " jawab Helmy


"Tak apa kita berkumpul seperti ini agar silahturahmi kita berjalan dengan lancar dan juga mengenalkan putra putri kita, siapa tau cocok dan berjodoh, " ucap Rama sambil tersenyum.


"Bener itu Keling aku juga pengen cepet-cepet nimang cucu, gara -gara Deniz gila kerja tak punya waktu Dia buat bikin penerus keluarga kami, " ucap Helmy penuh dengan maksud.


" Hilih, tak punya waktu bikin penerus,


Om aja ga tau anakmu seperti apa! bikinnya mah udah tapi jadinya belum tuh cucu om, " sambil terkekeh sendiri dalam hati


"Sambil nunggu anakku datang, pesen makan dulu yuk ini udah malam nanti kemalaman makannya, pelayan tolong sediakan semua yang aku pesan, terimakasih " ucap Helmy kepada pelayan sambil mengangkat tangan kanannya.


"Baik Tuan, " jawab pelayan sambil membungkuk.


Setelah pelayan datang membawakan pesanan, mereka memulai makan tidak ada obrolan, hanya terdengar suara sendok dan garpu di meja makan. Karena tata krama kedua Keluarga ga boleh berbicara saat makan.


Setelah selesai makan kami berbincang sedikit untuk bersindau gurau, dan akhirnya datanglah pangeran tampan yang berjalan dengan elegannya, menampakkan seorang pemimpin yang di segani dengan gaya rambut yang trendi memakai kemeja yang di gulung sampai siku dan jasnya ada dipundak kaya oppa-oppa Korea gitu, ganteng, putih mulus.


Akupun melihatnya dengan menelan ludah seperti ada bunga-bunga di sekelilingku. "Ada apa dengan jantungku tak seperti biasa seperti lari maraton berkilo-kilo meter, jangan sampai aku pingsan disini karena melihat tampang mu wahai mahluk Tuhan paling macho, aduh jantungku ga bisa kompromi nih bisa gaswat nih pokoknya pikiran ini cuma pernikahan bisnis dia pasti tidak suka sama aku fokus fokus, " gumam ku


"Malam Pi, Mi, Om, maaf terlambat ada urusan mendesak tadi, jadi terlambat datang, "ucap Deniz sambil mencium tangan mereka Trus duduk di sebelah mami tercinta.


"Ga papa nak hanya menunggu sebentar tidak masalah asalkan nak Deniz mau datang saja om sudah senang, oiya kenalkan ini anak om namanya Olivia Sandra Dewi, " ucap Rama sambil memperkenalkan Olivia dengan memegang pundak Olivia


" Olivia "


" Deniz "

__ADS_1


Sambil berjabat tangan.


"Pi kok udah makan aja aku belom makan ini dari kantor kirain nungguin aku biar makan bareng, " ucap Deniz kecewa sambil memasukkan tangan kedalam saku celana.


"Maaf nak kamu kelamaan datangnya keburu papi lapar nanti maag papi kambuh, tahu sendiri kan Papi tidak bisa terlambat makan, salah kamu sendiri dtangnya terlambat, ya jangan salahin Papi donk, " jawab Helmy yang tidak mau di salahkan.


Setelah berdebat dengan anaknya Helmy memanggil pelayan untuk nambah pesanan buat anak kesayangannya.


"Pelayan tolong siapkan makanan lagi buat anak saya, yang ini saja tolong cepat yah anak saya sudah kelaparan soalnya, " ucap Helmy kepada pelayan restoran tersebut.


Setelah makanan Deniz sudah dihidangkan dan piring kotor sudah di ambil oleh pelayan, Helmy punya ide untuk mendekatkan Deniz dengan Olivia.


"Makanlah dulu nak karena mami dan papi sudah kenyang, kami pulang dulu ya sambil melirik Rama, Rama aku ada urusan sama kamu sebentar ayo kita bicarakan, Nak nanti tolong anterin Nak Olive pulang ya?" ucap Riri sambil melihatkan mimik wajah yang penuh harap


"Sayang nanti kamu pulang sama nak Deniz ya Papa lagi da urusan penting dengan Om Helmy dan Tante Riri, " ucap Rama membujuk Olivia agar mau di tinggal.


"Pah Olive bisa pulang sendiri naik taksi, " jawab Olivia menolak.


"Tuh dia bisa pulang sendiri mih, " ucap Deniz tiba-tiba.


"Tapi ...., " ucap Deniz


Sebelum Deniz melanjutkan bicaranya sudah terpotong oleh Olivia, karena enggan berdebat karena orangtuanya sengaja meninggalkan mereka berdua untuk saling mengenal


"Yaudah Tante nanti aku pulang sama Ka Deniz," ucap Olivia tegas sambil tersenyum


"Titip anak Om ya nak Deniz, " ucap Rama sambil menepuk pindang Deniz.


"Iya Om, " ucap Deniz dengan muka datarnya.


"Kenapa jadi di tinggal sendiri sih mukanya aja dah kaya batu es dingin banget bisa ga sih muka lu itu senyum sedikit aja kaya kurang di kasih gula pasir aja biar da manis manisnya gitu, " gerutu Olivia.


Setelah Deniz selesai memakan makanan yang disajikan, akhirnya Olivia buka suara terlebih dahulu karena dia tidak tahan dengan mode diamnya si es batu ini siapa lagi kalau bukan Deniz.


"Ka Deniz boleh berbicara sebentar, " ucap Olivia ragu agar dia tidak penasaran dengan pemikirannya sendiri.


"Hem, apa?" jawabnya singkat dengan muka datarnya.

__ADS_1


"Kakak pasti tau kan kenapa kita di tinggal berdua disini! Eemm kenapa kakak mau menerima perjodohan ini?" tanya Olivia penasaran, bisa saja kan orang yang ada dihadapannya ini menolak perjodohan dengannya. Dan menikah dengan perempuan yang dia cintai dari pada denganya.


Deniz memalingkan wajahnya dari Hanphone yang dia pegang menatap wajah Olivia lekat yang berada di hadapannya ini.


"Lantas apa alasan kamu menerima perjodohan ini?" Deniz bertanya balik pada Olivia.


Olivia sangat terkejut mendapatkan pertanyaan balik dari Deniz sontak membuat Olivia menautkan kedua alisnya.


" Terpaksa " jawab Olivia singkat dengan wajah kesalnya.


"Tapi kan Kakak bisa menolaknya, pasti Ka Deniz juga punya pacar, kasihan kan pacar kakak nanti ditinggal nikah sama Kakak, " ucap Olivia


"Jangan bahas lagi, " ucap Deniz datar kemudian memperhatikan Handphonenya lagi.


"Menyebalkan, " umpat Olivia sambil menghentakkan kakinya pelan.


"Aku ke toilet sebentar ka, " ucap Olivia


Saat kembali dari toilet Olivia mencari-cari sosok Deniz karena dari tempat duduknya tidak ada. Tanpa di sadari Olivia melihat sesosok yang menurutnya dia kenal. siapakah dia???


Ya benar dia Ariz dengan sahabatnya sedang makan di restoran tersebut. Hati Olivia bertanya-tanya sedang apa mereka disana dan hanya berdua saja. "Baru putus sudah dapat gantinya, menyebalkan ... kenapa hatiku sakit melihat berdua makan malam, " ucap Olivia dalam hati.


Tak berapa lama Deniz. Ternyata Deniz juga dari toilet guys.


"Ka pulang sekarang yuk, " ajak Olivia karena tidak mau melihat Ariz.


Deniz pun mengantarkan Olivia pulang dengan selamat walau mereka masih dengan mode silend.


Terimakasih sudah membaca


jangan lupa like dan tinggalkan jejak yah


maaf kalau masih banyak typo


salam sayang reader๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_1


__ADS_2