Husband Of Choice

Husband Of Choice
Rindu


__ADS_3

Mohon maaf author sebulan tidak up dikarenakan author sedang bedah novel ini.


Jadi saya sarankan baca ulang novel ini karena sudah saya bedah 1 bab 1k kata.


Terimakasih masih setia membaca HOC jangan lupa like dan komentar yah.


Author usahakan setelah ini rajin


Salam sayang selalu dari author


.


.


.


.


Beberapa hari sudah berlalu hari tanpa sang suami tidak membuat Olivia merindukan Deniz, karena setiap jam Deniz selalu menghubungi Olivia lewat SMS, telephone bahkan video call.


"Hallo Momo sayang lagi apa?" ucap Deniz di seberang sana.


"Aku sedang di balkon mendengarkan music," jawab Momo.


"Apa kau tidak merindukan aku sayang?" tanya Deniz.


"Rindu ... apa itu rindu? wanita mana yang namanya rindu nanti aku ajak kenalan dia!" ledek Olivia sambil terkekeh.


"Ah ga lucu aku tanya beneran dijawabnya seperti itu, baiklah rindu ada disampingku dan dia sedang melaniku di kamar, puas kamu?" ucap Deniz berharap Olivia cemburu.


"Oooo sedang bersama rindu, kalau kamu bersama rindu sekarang aku akan cari pria lain bersamaku untuk malam ini karena aku rindu dengan belaian suamiku, karena dia pergi jadi aku cari yang lain saja bye!" Ancam Olivia dengan penuh penekanan dan langsung memutuskan sambungan telepon tanpa mendengar balasan dari Deniz.


Deniz yang mendengar candaan Olivia terlihat sangat marah. "Momo tunggu ... Momo, Sial Jo kemari. Siap kan sekarang juga pesawat pribadi ku, aku mau pulang sekarang," ucap Deniz dengan nada marah.


"Tapi Bos besok ... baiklah," ucap Asistand Jo. Yang dibalas dengan tatapan tidak suka di bantah.


Jo pun langsung menyiapkan segala keperluannya ijin penerbangan dan lain-lain. Padahal bsk pagi ada meeting penting yang belum terlesaikan.


"Nyonya Bos kau membangunkan singa yang tidur selama ini, biksu ini menahan godaan disini demi Anda, malah kau membuat lubang kubur mu sendiri," gumam Asisten Jo.

__ADS_1


Olivia yang berniat hanya bercanda untuk memberi pelajaran Deniz tidak menyangka kalau Deniz benar-benar murka padanya dan akan pulang hari itu juga.


Olivia setelah memutuskan sambungan telepon langsung di silend dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Deniz yang mencoba menghubungi kembali tapi tidak di jawab oleh pemiliknya hingga baterai handphone Deniz lowbat, yang membuat geram Deniz sehingga di lempar handphone yang bergambar apel di gigit sedikit itu hingga hancur.


"Sial kemana sih itu wanita, apa dia benar cari laki laki lain huh, ini kenapa helicopternya lama sekali, Jo bisa tidak kamu kerja lebih cepat lagi," ucap Deniz emosi karena jiwanya yang tidak bisa dia kendalikan saat Olivia mencari lelaki lain yang hanya ada di dalam bayangannya dan pikiranya.


Helicopter yang di tunggu Deniz akhirnya mendarat di rooftop Hotel yang di tinggali Deniz sementara selama Dia ada di Hongkong. Kurang lebih membutuhkan waktu lima jam untuk sampai Jakarta.


Satu sisi lainya. Olivia sedang mandi dengan santai karena tidak mendengarkan bunyi hanphonenya. Setelah Tiga puluh menit mandi Olivia melihat hanphonenya menyala dan lansung mengangkat.


"Iya ada apa?" ucap Olivia.


"Ini udah jam berapa tomboy, hari ini kita menghadiri pesta acara amal di Hotel Marriot jangan bilang kamu lupa lagi!" ucap Hendrik.


"Ya ampun Sa aku lupa aku akan siap siap sekarang," ucap Olivia kaget.


"Baiklah aku akan menjemputmu?" ucap Hendrik.


"Jemput di lobby Apartemen Keraton ya Sa!" ucap Olivia yang sambil bersiap siap. Karena terburu buru Olivia tidak mengecek ada panggilan dari sang suami.


"Lama ya nunggunya," ucap Hendrik.


"Tidak baru saja," ucap Olivia, "maaf Sa aku lupa kalau hari ini BLACK RED ada acara karena kesibukan pribadi jadi terlupakan," sesal Olivia yang melupakan jadwal undangan malam ini.


"Itulah gunanya Manager," ucap Hendrik sambil mengacak-acak rambut Olivia. Padahal Hendrik punya maksud lain.


Di pesta amal tahun ini banyak sekali relasi Hendrik karena acara ini di selenggarakan oleh Kel. Besar Sanjaya dan para petinggi elit karena acara ini membantu menunjang untuk mencari sponsor. Dan juga memperkenalkan Olivia dengan Kel. Besar Sanjaya.


Hendrik berniat dengan adanya acara ini, Hendrik memperkenalkan wanita yang selama ini mengisi hatinya kepada Kakeknya. Kakek Hendrik yang selama ini mendengar cerita Hendrik dan memberikan motifasi agar dia bisa menjalani perusahaan dan juga menjadi Pianis terkenal.


Setelah sampai di Hotel Marriot Deniz memarkirkan mobil Ford di tempat khusus, mereka langsung menuju tempat ganti.


"Ruang Black Red ada di sebelah kiri ya aku mau kesana sebentar," ucap Hendrik


"Makasih Sa," ucap Olivia dengan tersenyum.


Hendrik langsung berganti baju dengan setelan jas berwarna senada dengan dasi yang menghiasi kemeja. Hendrik terlihat sangat tampan malam ini.

__ADS_1



"Hai para nyai,maaf aku telat," ucap Olivia yang baru saja datang.


"Kau kemana aja sudah berapa hari ini kamu sudah tidak gabung bersama kita, sejak kau menikah huh," ucap Rena sambil menyimpangkan tangannya di dadanya.


"Iya kamu sudah melupakan kami huh," ucap Aliana juga memarahi Olivia.


"Maaf aku sibuk kau tau sendiri pengantin baru jadi yah mana sempet lihat handphone, tapi kalian tidak bilangkan kalau aku sudah menikah kepada Ka Hendrik, aku belum sempat bicara aku takut," ucap Olivia.


"Takut kenapa? Grup Girl kita harus ada jangan sampai kita bubar, dan kalau dari anggota kita salah satu berhenti maka kita bubarkan aja aku tidak mau ada yang tergantikan, karena kita saudara," ucap Rena


"Baiknya kamu jujur Nyai Rempongk biar jelas kamu bisa membagi waktumu pasti Ka Hendrik akan mengerti, diakan Manager kita jadi pasti bisa bagi waktu untuk kita," ucap Aliana.


"Baiklah nanti aku akan berbicara setelah acara ini,"ucap Olivia sambil di make over oleh make up artis yang biasa mereka sewa.


Setelah satu jam make over bersama Para Nyai mereka sambil berbincang-bincang sambil menghafal gerakan yang akan mereka tampilkan untuk malam ini.


Hendrik datang dengan setelan jasnya yang membuat Para Nyai terbengong ria.


"Hello Para Nyai, apakah kalian sudah siap? acara akan segera di mulai!" ucap Hendrik.


"Waw apa ini Ka Hendrik tampan sekali," goda Aliana.


"Sa tampilan kamu malam ini luar biasa," ucap Olivia sambil membentuk O ditangannya.


"No coment karena mau bagaimana penampilan kamu Devano yang paling ganteng," ucap Rena sambil terkekeh.


"Heleh bucin dasar," ucap Aliana.


"Biarin, wweekk," ucap Rena.


"Sudah kalian ini acara akan di mulai nanti telat loh ayo," ucap Hendrik sambil mengajak mereka ke Aula di mana acara itu diselenggarakan.


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa Like dan Komentar yah


Klik โ™ฅ๏ธ salam rindu๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2