Husband Of Choice

Husband Of Choice
Apartemen baru


__ADS_3

Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol


Tinggalkan komentar


Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️


Setelah sampai di depan pintu apartemen Deniz membuka pintu dengan kata sandi.


Setelah kode terakses Deniz membuka pintu.


Ceklek ...


Olivia sangat terkejut akan kemewahan yang mereka dapat dari keluarga Alexander tapi tidak dengan Deniz yang biasa biasa saja karena sejak kecil Deniz sudah hidup mewah. Olivia juga orang kaya tetapi tidak sekaya Deniz.


"Apa kamu suka Momo," ucap Deniz sambil memeluk Olivia dari belakang, kepalanya bersandar dibahunya.


"Iya aku sangat suka Pipo, ini sangat indah, terimakasih atas hadiahnya dan terimakasih juga kamu mau menerimaku apa adanya dengan segala kekuranganku," ucap Olivia.


"Iya sayang, apa kamu percaya Cinta pada pandangan pertama, itulah yang aku alami, entah kenapa saat bertemu dengan kamu aku merasa ada sesuatu dalam diriku yang nyaman saat didekatmu, dan saat menikah denganmu waktu itu aku berjanji pada diriku sendiri, akan selalu menjagamu dan mencintaimu sayang," sambil mengecup pundak Olivia, "yaudah yuks kita lihat lihat dulu semua ruangan," ucap Deniz sambil menggandeng tangan Olivia. Mereka langsung menuju kamar, ruang kerja, dan lain lain.


Setelah selesai melihat lihat merekapun duduk di sopa.


"Pipo apa kamu ga kerja hari ini, ini udah siang loh?" tanya Olivia yang duduk disamping Deniz.


"Tidak, siapa yang mau memecatku kan aku Big boznya sayang, aku hanya ingin bersamamu," ucap Deniz yang hanya menyandarkan kepalanya di sopa.


"Big Bos mah bebas," ejek Olivia, "Aaa..."


Tiba-tiba tangan Deniz merangkul pinggang Olivia dan mendudukkan Olivia di pangkuan Deniz.


"Aku hanya ingin bersamamu sayang seharian ini, apa aku salah," ucap Deniz sambil mencium leher Olivia.


"Pipo hentikan ini geli, apa kamu kurang puas huh semalam dan tadi pagi kan udah, sampai pinggangku sakit kaya gini," ucap Olivia sambil memukul pelan dada Deniz.


"Aku hanya melakukan ini padamu sayang, kau bikin ngefly aku," ucap Deniz sambil meremat gundukan gunung kembar yang ada didepannya.


"Dasar mesum," ucap Olivia.

__ADS_1


"Sayang besok aku akan pergi ke Luar Negri satu minggu, ada urusan kerjaan jadi hari ini aku minta jatah untuk seminggu kedepan," bisik Deniz di telinga Olivia.


"What, kau mau membunuhku huh," ucap Olivia menyerngitkan dahinya.


"Pastinya akan menyiksamu dulu hahahaha," tawa Deniz.


"Jahat aku akan pergi ke rumah mami bilang kalau anaknya ini menyiksa menantu kesayangannya," ucap Olivia sambil melipatkan tangan didadanya.


"Apa kau merasakan juniorku ini, ia hanya bereaksi padamu sayang," ucap Deniz sambil menggerakkan badan Olivia.


Olivia yang merasakan kejantanan Deniz hanya bisa tertunduk malu menyembunyikan muka merahnya. Deniz hanya bisa tersenyum melihat Olivia tertunduk malu. Deniz langsung menggendong Olivia ala bridal style ke kamar utama, dan merekapun melakukan pekerjaan melelahkan yang membuat Deniz nge-fly.


Setelah Deniz menyelesaikan pekerjaannya di kamar utama, Deniz langsung menelpon Asistand Jo yang sedang berbelanja di salah satu mall di bantu dengan beberapa karyawan.Olivia hanya teridur pulas di samping Deniz karena kelemahan meyani sang suami.


"Apa sudah kau siapkan Jo?" tanya Deniz sambil memainkan rambut Olivia yang tertidur di sampingnya.


"Sudah siap Bos mungkin dua puluh menit lagi sampai ke Apartemen bos," jawab Asistand Jo.


"Baiklah, nanti jangan sampai membangunkan istriku dan yang boleh masuk kamar hanya pelayan wanita karena istriku tidak menggenakan baju," ucap Deniz.


"Baiklah, ngomong-ngomong sudah berpa ronde bos," ejek Asistand Jo.


"Ampun Bos, bos ini jam luar kantor jangan kaku amat lah, sudah sekian lama Big Bos jadi biksu akhirnya pertahanan jebol juga, hahahaha," tawa Asistand Jo.


"Awas kau yah," ancam Deniz. Asistand Jo hanya membalas dengan tawa yang terbahak-bahak. Denis langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, setelah selesai dia menggunakan kimono handuk karena tidak ada baju ganti di sana.


Setelah dua puluh menit menunggu Deniz mendengarkan bel pintu.


Ting ... Tong ... Ting ... Tong ...


Denis pun langsung membuka pintunya.


"Akhirnya kau sudah datang mana baju ganti ku," tanya Deniz tanpa bertele-tele.


"Sebentar, ini bos," jawab Asistand Jo.


"Tunggu disini aku ganti baju dulu," ucap Deniz


"Astaga Den Den aku sudah cape ini mondar mandir dari tadi suruh masuk dulu kek, kasih minim dulu kek, hayati lelah Den," gerutu Asistand Jo.

__ADS_1


"Sabar Tuan," ucap salah satu pelayan.


"Iya ... sabar demi masa depan fighting," ucap Jo menyemangati diri sendiri.


Lima menit sudah Asistand Jo menunggu di depan pintu akhirnya sang empunya keluar dan menyuruh Jo masuk.


"Masuk ingat jangan ada yang berisik yang boleh masuk kamar utama hanya wanita yang lain tolong semua rapihkan, dan juga siapkan makan siang untuk kami," ucap Deniz.


"Baik bos," jawab Asistand Jo dan pelayan yang lain. Setelah menyiapkan segala keperluan seperti makanan, pakaian, dan peralatan mandi dan lainnya Asistand Jo undur diri untuk kembali ke Perusahaan lagi.


Olivia terbangun karena perutnya yang sudah mulai berbunyi karena keroncongan belum makan siang. Perlahan Olivia membuka matanya melihat ke sekeliling dan dia melihat Denis sedang duduk di sopa sebelah kasur, dengan style casual celana di bawah lutut dengan kaos berwarna putih sambil memegang laptop di pangkuanya, terlihat sangat menawan kalau sedang lagi serius. Olivia terpesona oleh ketampananya, tak lama dia memandangi Deniz walau sang empunya tak menyadarinya.


"Pipo minta tolong ambilkan aku baju," rengek Olivia yang duduk sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya, karena bajunya entah kemana.


"Momo sudah bangun? baju yang tadi sudah aku taruh di keranjang kamu pakai yang baru saja semua ada di dalam lemari," jawab Deniz tanpa melihat Olivia karena sedang serius mengerjakan pekerjaannya untuk esok hari.


"Apa? tidak salah dengar tadi aku lihat masih kosong," ucap Olivia.


"Lihatlah kalau tidak percaya," ucap Deniz yang masih tidak bergeming dengan laptopnya


Olivia yang hanya bisa cemberut langsung berdiri dengan menggunakan selimut itu.


"Sayang apa kamu menggodaku huh," ucap Denis dengan senyum menyeringai.


"Tidak Pipo tadikan aku bilang minta tolong suruh ambilin tapi kamu malah menyuruh aku melihat, yah aku lihat sekarang," ucap Olivia tanpa melihat Deniz yang sudah menutup laptopnya dan langsung menghampirinya.


"Aaaa ..." teriak Olivia, "Pipo kamu mengagetkan ku."


Deniz yang langsung memeluk Olivia dari belakang. "Maaf sayang kau sangat menggoda saat kau jalan di depanku tadi," ucap Deniz.


"Sayang aku sangat lapar, apa kamu tidak lapar?" ucap Olivia sambil membalikkan badannya.


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol


Tinggalkan komentar


Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️

__ADS_1



__ADS_2