Husband Of Choice

Husband Of Choice
Berdansa Dengan Mu


__ADS_3

Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol


Tinggalkan komentar


Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️


......Husband of Choice ........


"Apa kamu tidak kedinginan di sini," ucap seseorang yang langsung memberikan jasnya ke badan Olivia.


Olivia yang dari tadi hanya melamun terkejut atas perlakuan seseorang itu.


"Makasih tapi aku tidak butuh perhatianmu," sambil membuang jasnya dan beranjak pergi.


Aris mendorong Olivia memaksa dia duduk di ayuanan sehingga terpaksa dia duduk. "Maafkan aku Olive apa kamu tidak mau memaafkan aku, emm ... kita balikan yah," ucap Aris yang jongkok di hadapan Olivia sambil memegang tangan kanannya menahan Olivia agar tidak pergi darinya.


"Aku sudah memaafkanya, karena aku sudah tidak ada hubungan denganmu jadi lepaskan tanganku," ucap Olivia sambil berusaha melepas tanganya.


"Tidak mau, kamu jangan paksa aku berbuat kasar padamu, aku berpikir kamu tidak bahagia dengan suami mu, jadi aku tidak akan melepaskanmu kali ini," ucap Aris.


"Aku bilang lepaskan," ucap Olivia dengan suara meninggi sambil berdiri berusaha pergi menjauh.


"Tidak akan, kau adalah milikku jadi kau harus menjadi milikku dan pulang bersamaku sekarang," ucap Ariz yang langsung berdiri dan menyeret keluar dari acara tersebut dengan menggunakan pintu samping.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat dengan amarah yang tidak bisa dijelaskan sambil mengepal tanganya dan


Bruuk ...


"Kamvret kamu jangan ganggu Olivia lagi apa masih belum cukup menyakiti Olivia huh," ucap Hendrik.


Ariz langsung tersungkur mendapatkan hantaman yang sangat keras hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah. Aris yang tersungkur hanya tersenyum mendapatkan hantaman sambil menyentuh luka dengan tanganya. Aris memandangi Hendrik dengan mata sinisnya. Pelan-pelan dia bangun sambil berdecak.

__ADS_1


"Emang kamu siapa, hanya managernya saja kamu ikut campur, ini masalah pribadi jadi Lo pergi deh jauh-jauh," ucap Aris sambil mengibaskan tanganya tanda mengusir Hendrik dari hadapannya.


"Huh justru karena aku managernya aku harus melindungi dia dari orang munafik kaya kamu," ucap Hendrik sambil menunjuk mukanya.


"Sudah hentikan ini ada acara kamu Sa jadi jaga sikap kamu, dan kamu Ariz berhenti menggangguku," ucap Olivia melerai pertikaian tersebut.


Aris ingin sekali menghajar balik tapi dia tahan karena tahu diri akan posisinya, dia tamu di acara tersebut, Hendrik yang mendengar perkataan Olivia langsung mengurungkan niatnya untuk memukuli Aris kembali.


Denis yang sedari tadi hanya bisa melihat adegan demi adegan membuat dia kesal sendiri, dia dari tadi ingin sekali membantu Olivia tapi baru dua langkah sudah didahului oleh Hendrik sahabatnya sendiri. Deniz juga baru tahu kalau sahabatnya itu adalah manager istrinya, selama ini Olivia tidak bercerita banyak tentang dirinya.


Deniz langsung membalikkan badannya meninggalkan mereka bertiga di Taman tersebut. Deniz hanya berdiri di salah satu meja bar di samping kiri aula sambil meminum wine segelas demi segelas hingga sebotol wine habis oleh dirinya.


Di sisi lain. "Ayo kedalam biarkan dia sendiri," ucap Olivia sambil menggandeng tangan Hendrik.


Olivia langsung bergabung dengan para Nyai dan Hendrik meninggalkan Olivia dengan mereka, karena dia juga ingin menyambut sahabatnya.


Malam pun semakin larut Olivia yang sedari tadi mencari sosok suaminya untuk menjelaskan apa yang terjadi itu masih belum bisa menemukan Denis.


Saat waktu sesi dansa, Denis yang kuat minum itu berdiri tegap tanpa ekspresi itu langsung ke aula tanpa bantuan Asistand Jo, dia hanya menjaga disampingnya sedari tadi tanpa berkomentar masalah pribadi Big Boznya.


Olivia yang ingin berdansa dengan suaminya mencoba berjalan menuju suaminya. Denis yang berdiri ditemani Asistand Jo dan Hendrik itu melihat Olivia berjalan kearahnya. Denis dengan mode dinginnya itu menolak semua wanita yang mengajaknya berdansa.


"Bro kenapa lu engga berdansa? apakah kau takut dengan kakak ipar?" tanya Hendrik penasaran.


"Tidak aku hanya tidak mau saja," jawab Denis tanpa ekspresi.


"Lihatlah wanita yang ada didepan mu itu sangat cantikkan! pasti dia akan mengajakku berdansa karena dia wanita yang aku cintai," ucap Hendrik tanpa bersalah melihat Olivia berjalan ke arahnya. Tapi itu hanya hayalnya saja karena Olivia berjalan lurus melewati Hendrik.


"Tuan apakah kau mau berdansa denganku," ucap Olivia ragu karena sejak dari tadi dia mendiamkan Olivia tanpa menyapanya, bahkan seakan tidak kenal padahal hubungan mereka suami istri.


"Maaf nona saya sudah punya istri dan istri saya berada di sini, jadi maaf aku tidak bisa," ucap Deniz dingin tanpa ekspresi itu.


"Emm mungkin istri anda memperbolehkan jika anda berdansa dengan saya," ucap Olivia.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak tahu malu ingin berdansa dengan orang yang berstatus suami seseorang," ucap Deniz dengan nada kesal.


"Aku tidak tahu malu karena anda Tuan, karena melihat ketampanan anda di sini," ucap Olivia tanpa rasa malu.


"Olive kenapa kamu memaksanya kalau dia tidak mau kau bisa berdansa denganku, aku bersedia menemanimu," ucap Hendrik menyela.


"Maaf Sa aku hanya mau berdansa dengan Tuan Deniz," ucap Olivia.


"Tidak tahu malu," ucap Deniz yang langsung meninggalkan Olivia namun tangan Deniz ditahan oleh Olivia dan tiba-tiba Olivia mencium bibir Deniz di tempat yang ramai itu tanpa rasa malu, dipikiran Olivia agar suaminya tidak marah malu adalah nomer sekian.


"Maaf." Hanya maaf yang terlontar dari mulut manis Olivia sambil merangkul leher Deniz. Deniz yang mendapatkan serangan tiba-tiba itu membulatkan matanya tidak percaya kalau Olivia melakukannya di tempat umum. Deniz hanya tersenyum dan bahagia mendapatkan perlakuan seperti itu tidak sia-sia dia pulang secepatnya karena Deniz juga sangat rindu dengan Olivia.


"Baiklah jika kamu memaksa," ucap Deniz.


Akhirnya mereka berdansa di tengah aula tersebut.


"Jo apa dia kakak ipar kita," ucap Hendrik kepada Jo.


"Ya ... dia adalah kakak ipar lo dan juga wanita yang kamu cintai," ucap Asistand Jo menyadarkan Hendrik yang sedang melihat Deniz dan Olivia berdansa tepat di depan matanya.


"Jo pasti ini salahkan, bagaimana bisa terjadi seperti ini," ucap Hendrik sambil pergi meninggalkan Jo sendirian.


Hendrik pergi ke mini bar dan meminum anggur merah dengar kadar alkohol tinggi agar bisa menenangkan pikirnya, tapi itu salah ya pemirsa, kalau ingin menenangkan diri kalau punya agama pasti dia akan meminta kepada Tuhannya agar bisa menjalani segala ujianya, bukan meminum minuman keras yah!


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol


Tinggalkan komentar


Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️


ini ekspresi saat dicium Olivia😘

__ADS_1



__ADS_2