Husband Of Choice

Husband Of Choice
Dinner


__ADS_3

Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa like dan komentar yah


salam sayang readerku😘😘


Semilirnya angin sore menyejukkan tubuhku, aku duduk di taman belakang rumahku mendengarkan lantunan lagu dari JOOX aplikasi kesukaanku sambil menghayati lagu. Membuatku larut dalam lamunan hayal tentang bagaimana kehidupanya nanti saat menikah tanpa ada rasa cinta.


"Seminggu sudah Ariz tak menghubungi aku, apa benar ini sudah berakhir huff, " Olivia gumamku dalam hati sambil membayangkan kenangan manis bersama Aris, membuang nafas dengan keras.


"Aku harus ikhlas menghadapi setiap ujian ini demi Papa dan Keluarga Kecilku, malam ini adalah malam pertemuan pertamaku dengan calon suami dan besanku. Bagaimana ini? mana tidak ada persiapan sama sekali, apa aku harus dandan cantik atau apakah aku harus pakai gaun, hadeh kenapa bingung, " ucap Olivia sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Coba ada mama pasti dia yang repot menyiapkan segala urusanku, jadi kangen mama, ma semoga kamu hidup disyurganya Allah Aamiin, " ucap Olivia sambil mengangkat kedua tanganya mendoakan Mamanya yang sudah meninggal.


Olivia langsung beranjak pergi ke kamarnya karena waktu sudah menunjukkan pukul enam sore, Olivia harus mempersiapkan dirinya untuk menemui calon suaminya itu.


Satu jam kemudian Rama mendatangi kamar Olivia, karena sudah sejak tadi di tunggu tidak juga keluar. " Apa Olivia kesulitan dandan, " ucap Rama dalam hati.


Rama mengetuk pintu untuk memastikan Olivia sudah siap atau belom.


Tok tok tok


"Olivia sudah selesai belom nak?" tanya Rama.


"Bentar pah, " jawab Olivia sambil merapihkan makeup di wajahnya.


"Kalau belom siap, Papa tunggu di ruang tamu ya nak, " jawab Rama khawatir


"Iya pah, " jawab Olivia sambil melihat cermin sekilas, langsung turun menemui papa di ruang tamu.


Papa dari bawah melihat aku dengan mata terkagum kagum, tidak seperti biasa yang tomboy sekarang menjadi bidadari menggunakan dress selutut berwarna white, menggunakan tas selempang mini rambut aku biarkan tergerai sehingga terlihat hitam lurus menjuntai dan aku juga menggunakan high heels 5cm untuk mempercantik tubuhku.


"Nak hari ini kau sangat cantik kenapa kamu tidak berdandan seperti ini setiap hari pasti banyak laki laki akan tergila gila sama kamu, " ucap Rama memuji Olivia yang sangat cantik malam ini.

__ADS_1


"Memuji apa nyindir nih Pah?" jawab Olivia sambil menyimpangkan tangan di dada dengan muka dibuat cemberut.


"Memuji lah sayang, ya sudah yuk nanti terlambat kasihan nanti calon besan kalau harus menunggu, kamu hari ini luar biasa cantiknya, " ucap Rama sambil menggandeng tangan Olivia agar segera berjalan ke depan rumah untuk naik mobil.


Sesampainya di restoran berbintang lima, aku menuruni kaki dari mobil Merci milik Papa yang di sambut oleh para pelayan, Papaku siap menggandeng tanganku menuju meja yang sudah di pesan atas nama Tuan Helmy.



foto by Mbah Google


Papa menanyakan pada pelayan meja yang sudah di booking oleh tuan Helmy, pelayan itu menunjukkan arah dimana tempat yang sudah dipesan, ternyata ada satu ruangan khusus VVIP yang dikosongkan khusus dinner Keluarga ternyata Keluarga Helmy horang kaya pemirsa.


Olivia sangat takjub dengan restoran itu melihat pemandangan dari kaca sebelah meja makan membuat Olivia menganga. Seperti bintang bertebaran karena kerlipnya lampu Ibu Kota Jakarta dan pemandangan yang tidak bisa diutarakan.


Setelah selesai melihat pemandangan Ibu Kota Jakarta, Olivia duduk di kursi untuk menunggu calon suaminya dan juga calon mertuanya.


"Hah demi apa Keluarga Om Helmy belum datang, apa jam karet, eeemmmm ga tepat janji nih. Ini udah jam berpa? apa perjodohan ini di batalin kalau batal senang sekali aku, mudah-mudahan aja ga dateng sekalian hahahahha, " ucap Olivia dalam hati


"Eemmmmm, mungkin macet di jalan sayang. baru lima menit kita menunggu, kamu ini seneng banget kalau mereka tidak datang, " ucap Rama tersenyum manis melihat jam tangannya.


"Hihihihihi, bukan begitu Pah masa iya kita duluan yang datang, " ucap Olivia sambil menunjukkan deretan gigi yang mutih membentuk senyum.


"Tuh mereka datang baru aja kita omongin sudah datang panjang umur, " ucap Rama sambil menunjuk dengan jari telunjuknya ke pada sepasang paruh baya yang datang mendekatinya.


"Umur mah tidak panjang Pah malah makin pendek, " ucap Olivia dengan nada bercanda.


"Kamu ini, " ucap Rama sambil menjitak kening olivia.


Olivia melihat sepasang paruh baya yang menghampirinya


"Malam Keling sahabatku apa kabarmu?" tanya Helmi sambil mengulurkan tangan kearah rama dan berpelukan karena sudah lama tidak bertemu.


Keling adalah panggilan Rama saat Sekolah Menengah Pertama dan Rama manggil Helmi dengan sebutan Mbel.

__ADS_1


"Malam Mbel kabarku baik long time no see, widih makin gagah aja kau ini, " ucap Rama sambil berjabat tangan membalas pelukan sahabat lamanya.


"Kok sahabat lamanya Rama? bukanya sahabat mamanya?" kata reader.


"Karena sahabat Salma yaitu Tante Riri menikah dengan sahabatnya Rama yaitu Helmy, tapi yang menikah Helmy duluan. Salma dan Rama bisa menikah ya karena di jodohin sama mereka berdua, begitu loh ceritanya, " jawab Outhor.


"Iya dong emang kamu makin buncit aja tuh perut mana wajah gantengmu sekarang sudah berkerut gitu, hahaha " ucap Helmy sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kau bisa aja Mbel, oiya ini perkenalkan anakku Olivia, Olive ini Om dan Tante namanya Om Helmy dan Tante Riri, " ucap Rama memperkenalkan anaknya ke sahabat lamanya.


"Olivia Om, Tante, " jawab Olivia sambil bersalaman sambil mencium tangan mereka.


"Cantik sekali anakmu Rama sama seperti Salma cantiknya, apa kamu bisa masak nak sama seperti Salma?" ucap Riri


"Sedikit Tante tapi tak seenak buatan almarhumah Mama, " jawab Olivia sambil menunjukkan gigi dan tersenyum semanis mungkin.


"Wah kapan kapan kerumah Tante biar Tante ada temen ngobrol, di Rumah Tante wanita sendirian anak Tante laki-laki semua, kita bisa masak bareng deh, " ucap Riri yang sangat senang bertemu dengan Olivia.


"Iya nak Olivia temani Istriku yang cantik ini, sering sering lah kerumah, " ucap Helmy


"Emang kenapa ya Tante harus di temani bukanya ada anak Tante yang menemani, " ucap Olivia.


" Anak Tante laki-laki semua nak, yang satu gila kerja yang satu lagi keluar negri menjalani bisnis disana, " ucap Riri


"Istriku ini ingin sekali punya anak perempuan tetapi sayang setelah melahirkan anak kedua kami rahim istriku harus diangkat karena ada kelainan yaitu dinding rahim menempel di usus. Jadi persalinan terakhir menjalani operasi Caesar, " ucap Helmy dengan wajah sendu.


Terimakasih sudah membaca


jangan lupa like dan tinggalkan jejak yah


maaf kalau masih banyak typo


salam sayang reader😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2