Husband Of Choice

Husband Of Choice
I LOVE YOU


__ADS_3

Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol


Tinggalkan komentar


Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️


Saat Olivia terkejut dengan kedatangan Deniz di ujung jembatan kayu yang berjarak tiga meter dari Olivia, Deniz yang membawa sebuket bunga membuat Olivia tercengang dan berbunga-bunga di dalam hatinya.


Deniz yang sengaja tidak langsung menemui Olivia karena Deniz ingin membuat kejutan untuk Olivia. Deniz berjalan mendekati Olivia sambil melihat jam tanganya.


"Tepat tiga puluh menit aku sudah menemukan kamu, jadi aku yang menang dalam permainan petak umpet ini, tapi sebelum aku mendapatkan hadiah aku, Pipo memberikan bunga ini untuk Momo," ucap Deniz sambil memberikan sebuket bunga tersebut kepada Olivia.


Olivia tertegun dengan sikap Deniz. "Momo zeyeng maukah kamu menjadi istriku wahai Nyoya Alexander," ucap deniz lantang, terdengar keras karena di sekeliling jembatan kayu itu kebetulan lagi sepi hanya beberapa pasangan saja yang berada di jembatan kayu itu.


Olivia menutup mulutnya yang tidak percaya akan kedatangan suaminya. "Apakah ini lamaran setelah menikah," tanya Olivia sambil mengambil bunga mawar merah.


Setelah Olivia mengambil bunga tersebut Olivia dikagetkan kembang api yang sangat meriah dan hujan kelopak bunga mawar warna warni dari sebuah helikopter di atas kepala mereka.


"Anggap saja seperti itu, I Love you, " ucap Deniz mengambil tangan kanan Olivia dan langsung mengecup tangan Olivia.


"Aduh gimana aku tidak klepek-klepek ini menyatakan cinta dengan seperti ini, begitu romantis," ucap Olivia dalam hati sambil muka memerah.


"Terimakasih Pipo aku sangat bahagia diperlakukan seperti ini, aku ... cups " ucap Olivia sambil mencium pipi wajah tampan Deniz.


Deniz yang kaget akan serangan tiba-tiba itu langsung mengecup lembut di bibir manis Olivia dengan penuh perasaan yang selama ini dia inginkan. Olivia hanya diam saja karena dia bersalah pada suaminya selama ini tidak memberikan haknya.


Deniz pun perlahan melepaskan ciumannya dari bibir Olivia dan Deniz pun mengecup kening Olivia penuh dengan perasaan. Deniz langsung memeluk Olivia.


"Terimakasih Olivia mau menerima bunga dariku, apa kamu suka?" ucap Deniz.


Kruuuuukkk.....


suara perut Olivia membuat suasana menjadi ambyar.


"Apa kamu lapar?" Tanya Deniz.

__ADS_1


"Iya Pipo, siang tadi hanya makan sedikit dan dari tadi hanya berdiri saja disana," ucap Olivia sambil menunjukkan tempat di mana Olivia berdiri.


"Yaudah ayo kita makan malam yang romantis," ucap Deniz sambil merangkul pinggul Olivia.


"Berkencan maksudnya? atau makan malam biasa?" goda Olivia sambil tersenyum mengejek dan berharap akan malam romantis.


"Ya mana aku tahu kamu belum makan jadi Pipo tidak siapin," ucap Deniz.


Harapan Olivia langsung ambyar seketika, setelah sampai restorannya. Tidak ada spesial di tempat itu, hanya meja di pinggir depan pantai lepas, lampu yang redup dan hanya lilin di atas meja.


Deniz memesan makanan steak yang tersedia di restoran le bridge. Kekecewaan Olivia melampiaskan dengan makan yang banyak dia tidak peduli suaminya akan bilang rakus.


"Sudah selesai makannya," tanya Deniz sambil meminum infused water.


"Sudah, ah ... aku kenyang sekali Pipo," jawab Olivia sambil mengusap perutnya yang hampir buncit itu.


"Bisa aku berbicara dari hati ke hati," ucap Deniz.


"Ngomong apa Pipo?" tanya Olivia.


"Jujur saja Momo saat pertama kali aku bertemu dengan kamu, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda pada diriku, yang jelas aku selalu ingin kamu menjadi milikku bersamaku, menemaniku sepanjang waktu, apakah kamu merasakan hal yang sama?" ucap Deniz.


"Sekarang aku sudah menjadi milikmu Pipo," sambil memegang tangan Deniz, "pertama kali pertemuan kita pada awalnya menikah karena perjodohan membuat aku marah dan sakit hati, tapi aku berfikir positif setiap orang tua pasti akan membuat anaknya bahagia kedepannya, jadi aku memutuskan untuk menerimanya tanpa paksaan," ucap Olivia


"Terimakasih sudah menerimaku apa adanya dan aku sudah mengutarakan semua perasaan aku padamu, apa Momo mau sedikit terbuka pada Pipo?" ucap Deniz serius menanyakan mau dibawa kemana hubungan ini.


"Baiklah Pipo, Momo ingin jujur pada Pipo sebelum aku menikah Momo berpacaran dengan seseorang, tapi tenang saja aku dan dia sudah berakhir dan tidak ada hubungan apa-apa lagi suer," ucap Olivia sambil mengacungkan tanganya membentuk V.


"Terus," ucap Deniz.


"Tapi ... maaf aku belum bisa sepenuhnya jatuh hati pada Pipo jujur saja, tapi Momo akan berusaha membuka hati untuk Pipo beri Momo waktu untuk melupakanya?" ucap Olivia sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


Deniz hanya tersenyum mendengar kejujuran Olivia sedangkan dia juga tau akan hal itu karena tidak mudah Olivia jatuh cinta ke Deniz yang baru saja dia temui beberapa kali saja.


"Baiklah Pipo memberikan waktu untuk itu dan berjanji juga akan membahagiakan Momo," ucap Deniz sambil mengeluarkan sebuah kotak di depan Olivia.


"Ini apa?" tanya Olivia kaget.

__ADS_1


"Ini hadiah untukmu karena mau membuka hatimu untukku, apa boleh Pipo memakaikannya," ucap Deniz menaruh kotak perhiasan di atas meja.


Olivia yang terharu hanya menjawab dengan anggukan. Deniz membuka kotak dan memakaikan kalung hati di leher putih Olivia. Olivia sangat bahagia mendapatkan kalung hati berwarna merah itu.



setelah makan malam selesai, akhirnya mereka pulang dengan senang, walau Asistand Jo dibikin pusing oleh Big Bos yang lagi kasmaran.


.


.


.


.


Keesokan harinya Olivia bangun lebih awal dan Olivia langsung pergi ke dapur memasak seperti biasa membuatkan sarapan untuk Deniz.


Olivia sangat fokus saat sedang memasak sampai sampai Olivia tidak menyadari bahwa kini Deniz tengah memperhatikannya yang sedang memasak.


Setelah beberapa menit Deniz memperhatikan Olivia di ambang pintu, akhirnya Deniz melangkah dan mendekati Olivia secara perlahan dan tiba-tiba Deniz memeluk Olivia dari belakang.


Cup ... Deniz mencium pipi Olivia, Olivia sangat terkejut hingga codet untuk mengaduk nasi goreng terjatuh karena kaget.


"Aaa ... aaaa, Pipo kenapa mengagetkan aku sampai jatuh tuh codetnya," teriak Olivia.


"Hahaha ... aku tidak bermaksud seperti itu, maaf Momo lagi pula salah kamu sendiri yang terlalu fokus, sampai tidak menyadari kehadiran aku sedari tadi," ucap Deniz sambil mengambil codet yang jatuh dan langsung dibersihkan.


"Sama saja, kamu yang salah membuat aku terkejut, kalau aku jantungan bagaimana?" tanya Olivia


"Ok ok, aku salah Pipo minta maaf ya sayang," ucap Deniz yang kemudian mencium kening Olivia tiba-tiba dan di jawab oleh Olivia dengan anggukan dan pipi merah merona karena mendapatkan perlakuan lembut dari sang Suami, padahal bisanya hanya cuek saja dan dingin sedingin es batu di kulkas. Hehehehe


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol


Tinggalkan komentar

__ADS_1


Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️



__ADS_2