
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol
Tinggalkan komentar
Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️
Deniz pun akhirnya membantu Olivia menyiapkan sarapan yang diiringi gelak canda tawa, dan dapur rumah Olivia menjadi gaduh karena gelak tawa Olivia maupun Ariz. Di rumah Olivia hanya mereka berdua sehingga mereka leluasa bercanda.
Bu inem yang melihat akan kedekatan kedua Tuan rumahnya hanya bisa tersenyum melihat sang Tuan muda bahagia.
Deniz dan Olivia menikmati sarapan mereka dengan tenang, dan saat Deniz sudah menghabiskan sarapanya, Deniz membicarakan perihal Orangtuanya yang menelpon semalam.
"Momo, untuk malam ini bisa tidak diusahakan pulang lebih awal?" tanya Deniz sambil membersihkan mulutnya.
"Ada apa Pipo?" tanya Olivia sambil meminum air putih yang ada disebelahnya.
"Hari ini kita akan pulang kerumah utama, dan aku akan memperkenalkan kamu pada keluarga besarku," jelas Deniz.
"Apa kamu yakin?" ucap Olivia ragu.
"Iya, bisakan?" ucap Deniz sambil menggenggam tangan Olivia dan Olivia hanya mengangguk kepalanya.
"Baiklah," jawab Olivia.
"Ayo kita berangkat sayang, nanti kamu terlambat," ucap Deniz.
"Sebentar aku cuci piring dulu," ucap Olivia sambil mengambil piring dan gelas kotor. Setelah mencuci piring Olivia langsung siap pergi ke Kampus.
Setelah Deniz menunggu akhirnya Olivia muncul dan mereka pun berangkat bersama.
"Setelah selesai kuliah nanti aku jemput jangan lupa hubungi Pipo ya Momo zeyeng," ucap Deniz sambil mengacak ujung rambut Olivia.
"Ih kan jadi berantakan lagi rambutnya, iya nanti aku hubungi Pipo, oiya nanti jemputnya di halte itu yah, aku tunggu disana," ucap Olivia sambil menunjukkan letak halte menggunakan telunjuknya dan langsung keluar dari mobil.
"Momo ada yang lupa," ucap Deniz lantang.
"Apa aku tidak merasa ada yang ketinggalan Pipo," sambil melihat kembali wajah Deniz. Deniz menunjukkan Pipinya dengan Telunjuk.
"Cium," ucap Deniz tanpa rasa malu.
"Apa ... baiklah," tanpa pikir panjang saat mau mencium pipi Denis tiba-tiba menoleh dan mengenai bibir Deniz.
Cup
"Selamat beraktifitas zeyeng jangan nakal," ucap Deniz.
__ADS_1
Olivia yang kesal karena dikerjain oleh Deniz mendengus kesal dan menutup pintu mobil. Mobil Deniz pun berjalan menjauh.
"Dasar pria dingin tak tau malu, padahal kan disana ada supir," ucap Olivia sambil menyembunyikan muka merah yang malu karena kejadian di Mobil tadi menggunakan telapak tanganya.
"Cie Nyai Rempongk kenapa tuh mukanya merah, abis ngapain Lo," ucap Aliana mengagetkan Olivia dari belakang.
"Astaga, bikin kaget aja datang dari mana kamu tumben tidak bawa mobil," ucap Olivia sambil mengalihkan pembicaraan.
"Ngeles aja Lo, mobil aku mogok tadi naik taksi, saat aku turun lihat kamu di gerbang ya aku samperin," ucap Aliana menjelaskan
"Ow, yaudah yuks tunggu Kanjeng Nyai dulu sebelum masuk tunggu diparkiran ja yuk," ucap Olivia sambil mengandeng lengan Aliana.
"Eh tadi kamu belom jawab pertanyaanku," ucap Aliana sambil menghentikan jalanya.
"Ada deh," ucap Olivia.
"Pasti tadi CEO dari Alexander Company yah?" ucap Aliana menebak.
"Ada deh," ucap Olivia enggan menjawab pertanyaan Aliana karena kalau dijawab pasti mendetail.
"Kasih tau donk akukan kepo," ucap Olivia.
Rena pun akhirnya datang dan berkumpul bersama. Mereka pun langsung menuju kelas mereka masing-masing.
Olivia yang sudah selesai jam kuliah Olivia menelpon Deniz untuk menjemputnya pulang, setelah menunggu dua puluh menit Deniz menjemput Olivia di kampus Deniz dan langsung pergi ke suatu tempat.
"Pipo kenapa berhenti disini, bukanya kita mau ke rumah utama," ucap Olivia heran karena berhenti di Grand Indonesia.
"Kita beli baju buat di pakai saat acara nanti malam, kamu mau pakai pakaian seperti ini, keluargaku menyiapkan pesta kecil buat kita," jawab Deniz.
"Tapi ..." ucap Olivia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ga usah pake tapi tapian, kamu harus berdandan cantik malam ini, kenapa? karena Nyonya Alexander harus cantik malam ini," ucap Deniz sambil tersenyum menyeringai.
Setelah memasuki Lobby Deniz memberikan kunci kepada Valley Parking untuk memarkir kan mobil sport agar terparkir khusus di dalam gedung Mall Grand Indonesia.
Olivia berjalan dengan Deniz sambil bergelayutan di lengan Deniz.
"Oiya kita mau kemana Pipo?" tanya Olivia.
"Kita cari baju dulu setelah itu kita ke salon," jawab Deniz datar.
"Salon?" ucap Olivia. Tanpa di jawab sama oleh Deniz.
"Ke salon ngapain coba kan cuma bertemu dengan keluarganya," batin Olivia.
Setelah berjalan selama lima menit Deniz berhenti di sebuah toko yang bertuliskan GIORDANO Deniz pun masuk untuk mencari baju untuk Olivia dan juga dirinya.
__ADS_1
Olivia memilih gaun yang harus di kenakan malam ini. Setelah mencoba coba pakaian hingga sepuluh kali akhirnya cocok dengan selera Deniz. Yaitu dress warna biru dengan manik-manik warna putih dengan lengan pendek. Deniz juga memakai jas warna biru senada dengan Olivia, dan akhirnya baju yang tadi di coba semua dibeli oleh Deniz.
"Kenapa semua dibeli kan cuma dipake hari ini aja, jangan suka boros baju Momo masih banyak!" ucap Olivia heran karena tingkah Deniz.
"Itu baju yang dibelikan oleh orang tua kamu dan ini aku belikan jadi beda donk," jawab Denis santai tanpa peduli pendapat Olivia.
"Oiya beli sekalian baju tidur nanti kita nginep," ucap Deniz mengingatkan.
"Baiklah," pasrah tanpa ada penolakan.
Setelah selesai memilih baju sepasang pengantin itu pergi ke salon untuk mempercantik istri tercinta.
Setelah satu jam merias diri akhirnya Olivia sudah siap. Deniz yang hanya menunggu di kursi tunggu melihat Olivia yang cantik membuat jantung Deniz berdetak dengan kencang. Deniz menutupi detak jantungnya dengan salah tingkah yang membuat Olivia heran.
"Pipo gimana penampilanku cantik tidak?" Ucap Olivia sambil memiringkan kanan dan kekiri.
"Biasa aja," ucap Deniz datar padahal mukanya sudah memerah dan jantungnya berdetak dengan cepat.
"Ada yang kurang," ucap Deniz sambil memperhatikan Olivia sambil memikirkan apa yang kurang.
"Apa Pipo?" tanya Olivia heran.
"Ayo ikut," ucap Deniz sambil menggandeng tangan Olivia.
Setelah membayar Deniz membawa Olivia ke sebuah toko sepatu.
"Tolong pilihkan alas kaki yang cocok untuk istri saya," ucap Deniz kepada pelayan toko.
"Baik Tuan," ucap pelayan toko dan langsung memilih alas kaki yang cocok dengan Olivia.
"Bagaimana dengan ini Tuan," ucap pelayan toko.
"Lepas sepatumu," ucap Deniz yang diberi anggukan oleh Olivia tanda mengiyakan,
Deniz langsung memakaikan alas kaki di kakinya.
"Pipo aku bisa melakukanya sendiri," ucap Olivia.
"Tidak apa-apa," jawab Deniz.
Setelah memakaikan alas kaki yang menurutnya cocok, Deniz langsung mengajak Olivia ke kediaman utamanya.
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol
Tinggalkan komentar
__ADS_1
Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️