
2 Tahun berlalu......
Sudah hampir setahun Mark menyibukan diri dengan bekerja hingga larut malam, itupun seringnya dia lanjut ke Club sampai dirasanya cukup mengantuk baru dia kembali ke rumah, hanya pekerjaan dan alkohol yang bisa membunuh pikirannya tentang Chelsea sejauh ini.
Kedua orang tuanyapun sudah tahu Chelsea meninggalkan anaknya, Mark terpaksa berterus-terang sebelum ibunya terlanjur menyiapkan pesta kembali setelah batalnya pesta pernikahannya dengan Shinta, "Joon lagi-lagi urusan asmaramu berakhir begitu saja, mungkin kembali ke Shinta bisa membahagiakanmu." Terngiang kalimat Ibunya waktu itu, begitupun Dhany menyarankan hal yang sama "Minimal Lu idup lagi Bro!" Kata Dhany saat merasakan perubahan sikap Mark sepeninggal Chelsea yang menjadi lebih tertutup bahkan Dhany melihat sahabatnya seperti Zombie alias mayat hidup.
Lain halnya dengan Chelsea, sudah delapan bulan Chelsea bertunangan dengan Frans kakak kelas di kampusnya, Chelsea sudah dua tahun tinggal di Paris, negara impiannya, Frans adalah sosok moderat dan membebaskan Chelsea kembali menikmati hidupnya dengan pesta dan hura-hura, Frans pun bukan laki-laki yang possesive, dia type yang membebaskan Chelsea melakukan hampir semua hal yang disukainya termasuk bagaimana cara Chelsea berpakaian, Mr. James sangat menyayangi calon menantunya itu terlebih Frans mengambil jurusan arsitektur sangat cocok menjadi penerus usahanya kelak.
Mr. James mengamati kedua insan yang nampak asik bergurau diruang TV, kebetulan memang dia menyiapkan sebuah rumah di Paris untuk Chelsea tinggal selama kuliah disana, Hari itu Mr. James memang sedang berkunjung ke Paris, sudah dua bulan dia tidak menemui anak gadisnya.
Mr. James memanggil keduanya ke meja makan, "Kita makan malam dulu anak-anak" panggilnya, malam itu Mr. James yang memasak, memang itu salah satu hobinya juga, nampak Chelsea menggandeng tangan tunangannya ke meja makan, keduanya memang rukun, karena Frans lebih cenderung banyak mengalah, sehingga nyaris Mr. James tidak pernah mendengar keduanya bertengkar ataupun berselisih paham.
"Kami akan melangsungkan pernikahan setelah Saya lulus Om, Iyakan Sayang" Lirik Frans kepada tunangannya yang tiba-tiba merona, Mr. James sejenak tampak tertegun, lalu mengangguk tanda setuju, memang itulah harapannya, "Maaf Om, jika terkesan terburu-buru, tidak ada yang terjadi pada kami, namun Saya takut jika berlama-lama Chelsea diambil orang" lanjut Frans menggoda tunangannya, Chelsea mendelik mendengar alasan Frans yang seolah-olah dia akan mudah berpaling, laki-laki itu tertawa diiringi tawa renyah Mr. James.
__ADS_1
Usia Frans terpaut 3 tahun lebih tua namun sikapnya lebih dewasa dari rata-rata laki-laki kebanyakan diusianya 24 tahun pada umumnya, Frans sangat mudah membuat Chelsea tersenyum dan dapat dengan mudah mengimbangi sifat egois Chelsea bahkan tahu betul bagaimana cara membahagiakan gadis itu.
Kembali Mr. James tampak termenung menatap kosong keduanya, Chelsea sedikit paham dengan mengapa sikap ayahnya menjadi tiba-tiba demikian, mungkin ayahnya takut Frans tidak bisa menerima bahwa dirinya pernah menikah pikirnya Chelseapun menunduk tegang memang dia belum bercerita apapun mengenai itu kepada tunangannya, tapi tidak demikian dipikiran Mr. James, sebetulnya hingga saat ini dia masih menunggu kepastian pembatalan pernikahan Chelsea yang tak kunjung tiba, padahal sudah sekian kali dia menanyakan kepada Pastor Yulius, namun beliau masih terus menjawab bahwa sedang proses penyelidikan sedikitpun Chelsea belum mengetahui mengenai hal ini.
"Daddy....?" tanya Chelsea berusaha menetralkan suasana, untung Frans tengah sibuk sedikit dengan ponselnya, "Yee...es, Darling" jawabnya gugup, Chelsea melirikan matanya ke Frans, yang kemudian sama seperti menanti jawaban ayahnya, "Kamu satu tahun lagi kan lulusnya?" Frans mengangguk, " Yes Om, namun sepertinya satu tahun tidak akan cukup untuk persiapan pesta seorang putri," sambil diliriknya kekasihnya itu mesra, Chelsea tersenyum dan membalas erat genggaman tangan Frans di atas meja. "Hmmm....Cukup! Satu tahun cukup," Mr. James menarik napas panjang, menjawab pertanyaannya sendiri akan hadirnya surat kepastian pembatalan pernikahan anaknya dengan pengawal sialan itu pikirnya. "Om ingin kalian saling menjaga diri sebelum pernikahan." Lanjut Mr. James lagi, Frans menganggup menyanggupi, nampak Chelsea kembali berbinar-binar.
Lama ketiganya tetap berbincang-bincang, tiba-tiba......
"Ada sedikit ganjalan Om," Frans melirik Chelsea lagi, membuat Chelsea dan Mr. James sejenak berpandangan, "Putrimu, tidak pernah sekalipun mengatakan Cinta kepada Saya," Frans menggoda Chelsea kembali, sontak Chelsea mencubit tangan Frans gemas, "Haduhhhh duh duh duh..." pekik Frans bahagia, Mr. James sedikit melongo, "Apa iyaaa?" pikirnya, "Gadisku ini pemalu kalau mengakui urusan hati, ha ha" jawabnya pura-pura terbahak, sebetulnya dia prihatin kepada calon mantunya kalau memang benar Chelsea demikian.
Diapun masuk tampak ayahnya memperhatikannya dari ruang tamu, "Good Night, Daddy....", "Kamu sudah lama lupa mengecup ayahmu ini, Sayang!" Chelseapun terkesiap memang benar pikirnya, lalu dia menghapiri ayahnya dan mengecup pipi laki-laki tua itu dengan lembut, "I love you" lirihnya lagi, kemudian berlalu menuju ruang tidurnya meninggalkan ayahnya sendirian disana.
Chelsea mengganti bajunya dengan piyama, kemudian gadis itu berjalan menuju meja rias dan duduk di sana, Chelsea memandangi wajahnya dicermin sambil menyisir rambut, sekilas wajah Mark tampak jelas memandanginya "Kamu juga tidak pernah mengatakan cinta padaku!" ucap Chelsea pada bayangan itu, lagi-lagi dilihatnya Mark menatapnya tajam persis seperti pandangan setiap kali Mark minta dia menurutinya lalu bayangan itu menghilang, tanpa sadar tangannya menggapai cermin, "Kenapa dia tidak pernah mencariku" batinya lagi sambil meletakan sisirnnya dan naik ketempat tidur, direbahkannya kepalanya di bantal ada yang hangat mengalir di sudut matanya, kalimat Frans mengingatkan lagi luka hatinya tentang Mark yang setiap hari berusaha dia kubur.
__ADS_1
Chelsea menyeka air matanya, meraih ponselnya kembali dia lagi dan lagi berusaha menyibukan pikirannya seperti biasa dengan berselancar didunia maya atau dengan meng-upload photo-photo di IG yang Frans biasa candid lalu mengirimnya melalui WA, Frans memang suka sekali mengambil photo Chelsea secara diam-diam, sehingga memory ponsel keduanya penuh hanya dengan photo dirinya saja.
"I am still what you remember.... (Aku masih seperti yang kau ingat) @Frans, demikian caption Chelsea untuk photo IG-nya malam itu, begitulah gadis itu menghabiskan malamnya selama ini.
Sementara nun jauh disana Mark seperti biasa jam segitu, tengah asik menghabiskan waktunya dengan wiskey yang kali ini ditemani Dhany, dua orang teman Dhany, yang adalah Eric, dan John, mereka semua pria mapan yang entah mengapa pada belum menikah.
Tiba-tiba.........,
"Aku mendapatkan Instagramnya," Dhany menunjukan Instagram Chelsea kepada Mark, "She's so Hot bro!" Mark melotot dan menepisnya, seperti enggan melihatnya dan tidak menyukai pendapat Dhany mengenai Chelsea, "Berapa usianya sekarang?" Dhany mengabaikan sikap Mark dan tetap bertanya, "21, I am note sure!" Jawabnya acuh tak acuh, "Coward!" Umpat Dhany lanjut, Mark hanya meliriknya dengan sikap tak perduli Dhany mengatakannya pengecut, tiba-tiba dia beranjak lalu membayar bills-nya semuanya, "Lanjut deh Lo orang, Gua balik dulu, ngantuk Cuy" Dhanypun sedikit terheran, namun dia acungkan jempolnya "Sippp! take care Brow!" Dhany tau dia sudah mengacaukan perasaan temannya, namun apa daya sudah terlanjur, Eric dan John saling memandang tak begitu memahami yang tumben-tumbenya Mark pulang lebih cepat dari biasanya.
Mereka menatap kepergian Mark dan Dhanypun menghampiri keduanya, menunjukan photo Chelsea, "WOwwieee! who's the angel?" Eric terpana dengan photo wanita itu, Johnpun merebutnya lalu berdecak kagum, kemudian dia melirik penasaran, Dhany menggaruk kepalanya sambil menjawab "Gadis yang membuat Bro kita, gila!" Jawab Dhany, Merekapun teletubies haru andai ada lagi kembarannya pikir mereka.
__ADS_1
Terima kasih untuk semua yang sudah Comment atau memberikan jempolnya dengan ikhlas, Tuhan memberkati 🙏