
Happy Sunday....π
"Morning Sayang, Happy Sunday...." ucap Chelsea yang terlihat sudah rapi saat membangunkan suaminya yang masih tertidur, "Mandi Sayang," lanjutnya, namun Mark lanjut menutup mukanya dengan bantal karena Chelsea sengaja membuka tirai.
Chelsea tersenyum sambil geleng-geleng, kemudian dihampirinya suaminya dan menarik bantalnya, diciumnya mesra pipi suaminya itu yang kini tengah bersikap manja, "Aku mau....Sayang" tatapnya merajuk, "Kita sudah janji bertemu Romo!" Jawab Chelsea menggeleng, semalampun berkali-kali pikirnya. "Aku akan mengadukan kalau istriku menolakku." Ancam Mark kepadanya, "No!" jawabnya singkat, "Gak ada capeknya ih" pikirnya.
"Semalam apa tidak cukup? mandi dulu gih biar segar" lanjutnya, namun Mark tetap merajuk, akhirnya dengan pasrah Chelseapun membaringkan tubuhnya kembali sambil memejamkan kedua matanya.
Rupanya Mark hanya mengerjai, dia tertawa sambil beranjak bangun ngeloyor ke kamar mandi.
Tersadar Mark mengacuhkannya, "Aaaarghh! rambutku jadi kusutkan nich!" Pekik Chelsea malu dan geram sambil memukuli kasur, Mark menghentikan langkahnya, "Emang kamu belum puas Sayang?" goda Mark seraya hendak menghampirinya lagi, "Engga!" Jawab Chelsea gugup sambil bangkit duduk, "Ck..Ck..Ck tak disangka kecil-kecil...." Mark tak melanjutkan kalimatnya, namun dia tetap lanjut menghampiri seperti akan menerkam istrinya kembali yang panik beringsut mundur memojok keunjung kasur, "No! No! Maksudku engga sekarang!", "Okelah, habis mandi?" goda Mark lagi, pandangannya serius kali ini, "Nooooooo! nanti malam saja" jawabnya spontan, karena memang sudah hampir terlambat untuk Misa pagi namun suaminya begitu lelet pikirnya.
__ADS_1
Mark terlihat ambruk menjatuhkan diri lagi ke kasur, Chelsea hanya melongo "Aku tidak sanggup kalau tiap hari," keluh laki-laki itu seperti frustasi, Mark membenamkan wajahnya di kasur menahan tawa melihat mimik lucu istrinya, spontan Chelsea memukuli suaminya dengan bantal "Konyol konyol konyol" pekiknya benar-benar merasa malu.
Mark pasrah menerima Chelsea memukulinya sambil tertawa lebar, tak lama diapun bangkit berniat mandi setelah Chelsea mengingatkannya kembali bahwa mereka sudah akan terlambat, namun sesampainya didepan kamar mandi, Mark memutar menghentikan langkahnya kembali, terlihat suaminya seperti sedang berusaha mengingat sesuatu yang sangat serius, Chelsea yang awalnya acuh karena Mark sering kali mengerjainya, kini menjadi penasaran, "Ada sesuatu?", "Iya tunggu aku sedang mengingatnya," Chelsea dengan sabar menunggu Mark mengingatnya, kali ini penting pikirnya membuat Chelsea menjadi gusar, karena Mark tak kunjung mengingatnya, "Penting sekali?" tanya Chelsea lagi, "kenapa gak nanti saja habis mandi" keluhnya dalam hati.
"Astaga!" Mark menepuk jidatnya, seperti teringat sesuatu, "Apa?" tanya Chelsea penasaran, "Aku baru ingat, yang gosok punggungku siapa?" Kata suaminya dengan sikap seperti tak berdosa sudah membuatnya begitu khawatir, dengan kesal Chelsea bangkit berdiri merapihkan pakaiannya, "Maafkan aku sudah sangat rapi" jawab Chelsea mengisyaratkan dia tidak bisa membantu suaminya karena pasti akan basah, "Ah, oke!" Jawabnya sambil masuk kembali ke kamar mandi, tak lama terdengar bunyi gemericik air mengguyur seseorang.
"Baju Daddy cocok juga Kamu pakai Sayang," Chelsea mengelayutkan tangannya kepinggang suaminya yang tengah merapikan tampilannya didepan cermin, "Aku cocok dengan baju apapun, dan istriku designer juga kan, khusus mendesign baju suami saja!", "Jiah, aku capek-capek sekolah hanya untuk jadi designermu saja?" jawab Chelsea menjulurkan lidahnya, Mark dengan santai mengangguk.
Selepas Misa, Chelsea menghampir Pastornya, memeluknya erat dan Mark pun melakukan hal sama, Pastor Yulius sudah seperti ayah kedua bagi mereka.
Setelah berkonsultasi, "Romo tidak menduga, kalian berpisah, saat gereja belum mengabulkan pembatalannya," kata Romo Yulius dengan penuh haru, Chelsea dan Mark hanya menunduk menyesalinya, "Maafkan kami Bapa," jawab Mark sambil memeluk bahu istrinya, "Tidak, ini kesalahanku!" Kata Romo Yulius menunduk, "Tapi syukurlah, Tuhan lagi-lagi menyelamatkan kita dari banyak dosa." Kedua pasangan suami istri itu menggangguk mengucapkan syukur dan berdoa kembali bersama Romo-nya.
__ADS_1
"Nah baik-baiklah mulai saat ini, jangan ada lagi apapun yang memisahkan kalian selain maut." Kata Romo Yulius dengan tegas berpesan, "Ya, kami janji Romo" jawab keduanya dengan teguh bersepakat, Romo Yulius tersenyum lega, "Kami pamit," kata Mark kepadanya, Chelsea memeluk Romo baptisnya kembali begitupun dengan Mark, "Jaga baik-baik istrimu!" Pintanya kepada Mark sambil menepuk pundaknya, Markpun mengangguk dengan patuh.
Sesampainya di rumah mertuanya, kembali Markpun berpamitan, Mr. James mengantar mereka hingga masuk mobil.
"Dad, hari kamis Mark jemput," kata Mark.
Mr. James mengisyaratkan jarinyaπ, tak diduga "Gaul juga mertua gue" pikirnya. Chelseapun melambaikan tangannya "Miss You already Da Da" kata Chelsea dengan panggilan sayangnya.
Mark melajukan mobilnya meninggalkan, mertuanya sambil merasa tak tega justru di saat pensiun malah anaknya tak lagi bersamanya, "Kita harus buat anak yang banyak Sayang" tiba-tiba Mark berseloroh, dikecupnya tangan Chelsea yang sedari tadi menggenggamnya, mendengar itu Chelsea kaget, wajahnya kini merah merona, usianya kini baru mau 21 tahun, apa iya pikirnya, "Sayang.....?", "Iya...." Jawab Mark singkat, "Kalau sudah punya anak, berarti tidak pulang malam lagi kan?" lanjut pertanyaan Chelsea kepadanya, tiba-tiba Mark menghentikan mobilnya dipinggir jalan, dia turun dan membuka bagasinya, Chelsea hanya melongo tak mengerti kenapa suaminya tiba-tiba bertingkah demikian, Mark masuk kembali dengan menyerahkan buket bunga kering padanya, "Hah!" Pekik Chelsea tak mengerti, bunga sangat kering bahkan sudah berwarna coklat kenapa diberikannya pikir Chelsea, "Kamu memungutnya dimana?" tanyanya sambil terus diamatinya buket itu, "Itu dua tahun lalu masih segar, tapi si penerima kabur, jadi untukmu saja" jawab Mark santai, "Heh!" Chelsea belum nyambung dengan yang dimaksud Mark seseorang yang kabur adalah dirinya, namun dia tetap membuka amplop kecil yang masih terikat disana "Terima kasih Sayang, Aku mencintaimu" demikian tulisan diamplop ucapan itu, Chelsea memeluk buket bunga itu penuh haru, diapun memandangi suaminya dengan mata berkaca-kaca, Mark membalasnya dengan tersenyum dan lanjut kembali melajukan mobilnya, "Dia memungutnya dijalanan namun catatan kecilnya sungguh romantis" batin Chelsea LOLA (Alias loading lama)
Duh! Author geram π
__ADS_1
Nantikan cerita lanjutanya ya Readersku sayang, Hape-nya low bat sumpah! π