
Hari Sabtu siang Mark menjemput orang tuanya di bandara, Clea adiknya nampak ikut serta.
Gadis itu berlari menyongsong dan memeluknya erat, "Clea kangeeeen!!!!" Pekiknya dengan penuh haru, Markpun balas memeluknya lebih erat, "Terima kasih Kamu ikut datang, tumben gadis sibuk ini ikut Ma?" tanya Mark sambil menoleh ibunya, "Mama geret!" Jawab Mrs. Lysia sambil tersenyum, "Clea cemburu, Kakak sibuk perhatiin Istri" rajuknya sambil menatap, Mark langsung tertegun dan balas menatapnya, kalimat adiknya membuat dia sadar Chelsea bertahun-tahun sudah menyita banyak perhatiannya batin Mark sambil menarik napas dalam, "Kau tidak akan pernah terganti," tegasnya sambil memencet hidung adiknya gemas.
Melihat Mark seperti menyesali diri, Clea langsung melepaskan pelukannya, "Clea hanya becanda," tepisnya sambil tersenyum menenangkan Mark yang masih mudah sekali merasa bersalah, "Dia tidak berubah" pikirnya, kakaknya tetap rapuh kalau urusan hati sungguh berbanding terbalik dengan tampilan dinginnya, "You always my Angel," ucapnya Mark lagi dengan nada lega, memang hanya Clea yang betul-betul bisa memahaminya.
__ADS_1
Mrs. Lisya terus mengamati dengan perasaan haru kedekatan kedua-anaknya yang tidak pernah berubah, lanjut dia memeluk Mark dan lama Mrs. Lysia tidak melepasnya, "Akhirnya Anak mama Pa...." kata Mr. Lisya menggoda, diraihnya wajah anak kesayangannya itu, lalu ditatapnya penuh rasa bangga membuat Mark langsung tersipu sambil melirik adiknya yang terlihat mencibir menggodanya, "Ya gitu dech Mama kalau sama Kakak!", "Jangan cemburu juga nanti sama ponakan ya?" balas Mark sambil tertawa lebar, "Tentu saja tidak, Wek!" Jawabnya ketus, Mark langsung mengapit orang tuanya menuju mobil, Mr. Kim terlihat menurutinya walau masih belum terlihat cair padanya, "Papa sehat-sehatkan?" sapanya, "Seperti yang terlihatlah," jawab Ayahnya datar, Mrs. Lisya menyikut pelan pinggang Mark mengisyaratkan untuk sabar dan Markpun mengerti, "Ayo cepet," ajak Mark sambil menoleh adiknya yang mengikutinya dengan riang memang baru pertama-kalinya juga bagi Clea menginjakan diri di negara itu.
Sepanjang perjalanan Clea terus memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana, memang Mark tidak pernah benar-benar akur dengan ayahnya, Clea tahu ayahnya masih sering curhat padanya berharap Mark bisa meneruskan usahanya, "Papa kangen Ka Chelsea Ka," Clea memberi ide untuk Mark mencoba ngobrol tentang Chelsea kepada Ayahnya saat itu, "Ya, Chelseapun sama." Jawabnya dengan cuek, sesekali dia mengintip Mr. Kim dari kaca spion, Ayahnya terlihat fokus memandangi jalanan dari jendela mobil mengabaikan celotehan Clea yang terus menggoda keduanya.
"Mampir toko bunga dulu Sayang," pinta Mrs. Lysia saat dilihatnya mereka melewati salah satu toko bunga, Markpun langsung memutar balik mobilnya dan memarkirkannya disana.
__ADS_1
Mrs. Lysia langsung memesan berbagai macam buket bunga untuk Chelsea, dengan sabar Mark menunggunya didekat meja kasir.
Setelah selesai diapun menghampirinya, "Mark Kamu tidak pesan? mama suka jika Papa belikan mama," ucap Mrs. Lysia mengingatkan, sejenak Mark tampak tertegun, "Mama paling suka bunga apa?" lanjut Mark bertanya, "Samakan? Mawar putih juga mama." Katanya, "A!" Jawab Mark kembali mengingat, "Belajarlah untuk romantis, Sayang" lanjutnya Ibunya lagi, "Mark saja yang membayar Mama!" serunya menahan Ibunya yang hendak membayar, Ibunyapun mengangguk, "Tolong kirim segera ya," Pintanya Mrs. Lysia kepada kasir, "Ya, bersama satu buket Mawar putih paling besar untuk Mama saya" Ucap Mark menimpali, membuat Mrs. Lysia memekik "Untuk mantu mama Mark! Bukan untuk Mama," katanya sambil geleng-geleng kepala, "Untuk Mama saja, terima kasih sudah membesarkan Mark dengan sabar," jawabnya seraya memeluk dan mengecup pelipis ibunya dengan lembut, Mrs. Lysiapun menyerah, "Terima kasih Sayang, tapi Chelsea harusnya dapat juga dari Kamu," pinta ibunya lagi dengan lirih, "Tidak usah, dari Mama sudah cukup banyak." Jawabnya dengan cuek, "Berapa semua?" tanyanya pada kasir dan tak lama Mark langsung membayarnya.
Mark kembali menuntun ibunya menuju mobil, Mrs. Lisya memeluk buket bunganya sambil terus menciuminya, "Lama sekali kalian! Papa tak sabar ingin jumpa Chelsea," Ucap Mr. Kim dengan sedikit nada tinggi, "Mama beli banyak bunga," kata Mark sambil kembali melajukan mobilnya, "Anakmu tuh persis Kamu banget, Dia beliin saya tapi Chelsea tidak," Mrs. Lysia terlihat mengeluh sambil melirik suaminya, "Kok?...." Ucap Mr. Kim tak melanjutkan, tadinya bermaksud menegur Mark namun karena istrinya berkata Mark seperti dirinya diapun terdiam, "Kok, apa?" tanya Mrs. Lysia lagi, "Ah, sudahlah" jawabnya seperti malas menasehati Mark karena dia kurang lebih paham juga dirinya.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai, Mark memarkirkan mobilnya didepan rumah, tampak Chelsea berdiri didepan pintu dengan wajah berbinar-binar, setengah berlari dia menyambut Mrs. Lysia "Jangan berlari!" hardik Mark panik, Chelsea hanya menolehnya, "Mama...." Chelsea memeluk ibu mertuanya sambil terisak, "Sayang, akhirnya mama bisa memelukmu lagi, terima kasih mau bersabar dan memberi mama cucu," ucap Mrs. Lysia sambil membelai rambut menantunya, Chelsea mengangguk lalu memeluk Mr. Kim yang terlihat tak sabar ingin memeluknya juga, "Papa, maafkan Chelsea...." Ucapnya lagi sambil tersedu-sedu, "Anak manis, kini menjadi Ibu," ucap Mr. Kim haru, memang sejak awal Chelsea sudah membuatnya jatuh hati terlebih setelah akhirnya dia tahu bahwa Chelsea bersedia menikahi anaknya karena kepatuhannya terhadap keinginan orang tuanya, padahal untuk anak jaman sekarang terlebih di usia Chelsea sudah sangat jarang pikirnya buktinya Markpun susah tidak patuh kepadanya, "Kamu harus belajar banyak dari Chelsea Mark!" Ucapnya lagi dengan nada tegas, Mark hanya melongo tak mengerti ayahnya terlihat begitu mengagumi istrinya, "Iya Dia setia terhadap pernikahan dan patuh orang tua!" Tegasnya lagi, "Papa..., kalau bukan Mark Chelsea tidak akan begini," balas Chelsea sambil mengecup pipi mertuanya, "Helloo....," sapa Chelsea kepada seorang yang terlihat asing di sana, dia mengarahkan pandangannya kearah Clea dengan ramah, "Adikku Sayang, Clea", "Jahat sekali! Kamu tidak pernah cerita!" Pekik Chelsea dengan nada kecewa menatap suaminya, kembali Chelsea memeluk iparnya dengan hangat, "Kalau saja aku tahu, Dia ada adik seharusnya dari dulu kita bisa berteman," kata Chelsea lagi sambil mengusap air matanya, "Aku jadi bingung, mau memanggil apa, Chelsea masih muda sekali ya...." Clea berkelakar, karena memang Clea hanya selisih tiga tahun dari Mark, Chelsea menjadi tersipu tersadar di usianya yang baru mau 22 tahun sudah hamil pikirnya, "Mari masuk Mama, Papa, Clea, kita makan siang dulu, makan siang sudah siap" lanjut Chelsea menetralisir rasa malunya seraya lanjut menuntun Mrs. Lysia masuk, "Kamu masak Sayang?" tanya Mark, "Tentu saja," jawab Chelsea sambil tersenyum, "Bah! Aku sudah bilang jangan banyak gerak dulu!" Hardik Mark lagi-lagi kesal, "Anakmu yang minta kok, katanya masakin Oma, Opa" jawab Chelsea cuek, "Jangan bentak-bentak mantu Papa!" Mr. Kim membela Chelsea dengan nada tinggi, Mark berlalu masuk mendahului mereka, dia benar-benar kesal pada istrinya saat itu.
Ders, Ders.... akan ada yang seru lanjutannya ya, mohon menunggu terima kasih 😘