I Hate My Bodyguard

I Hate My Bodyguard
Episode 26


__ADS_3

Tak lama Frans pun berpamitan harga diri baginya untuk tetap di sana, dia masih tak habis pikir dengan sikap Chelsea yang hanya dengan satu malam bisa mengganti kebersamaannya selama ini, "Sial!" Gumamnya, namun saat itu belum ada pilihan baginya selain seolah-olah menerima.


Chelsea memeluknya lagi, "Thank you, jaga dirimu baik-baik" katanya, saat Frans berpamitan, bagaimanapun laki-laki ini sudah menemaninya di Paris dengan penuh kasih sayang, Frans terlihat hanya mengangguk membalas pelukannya hangat kemudian laki-laki itu masuk mobil diantar Pak Pri, Frans tidak sedikitpun menoleh, Mark hanya mengamati dari depan pintu kurang lebih dia paham dengan perasaan Frans saat itu, kembali dipeluknya istrinya dengan penuh cinta.


Mereka masuk kembali kedalam rumah selepas kepergian Frans, Mr. James kembali masuk duduk bersandar di sofa ruang tamu, dia sedikit kebingungan menghadapi kepergian Frans, "Laki-laki yang baik" gumamnya dalam hati, namun bagaimanapun anaknya sudah memiliki kehidupannya sendiri sambil lagi menarik napas panjang, dia melirik menantunya yang nampak masih terlihat canggung, "Kalian istirahatlah" ucapnya memecah kesunyian.


Chelsea menarik lengan suaminya, menaiki tangga menuju kamar, Mr. James mengamati kemesraan keduanya dengan lega, "Mereka saling mencintai, akupun bahagia tapi apa, yang harus aku katakan kepada keluarga Frans nanti" batinnya lagi.


Mark mengikuti langkah istrinya dengan sedikit kikuk, sebetulnya Mark ingin kembali membawa istrinya pulang tanpa harus berlama-lama di sana, namun dia belum ada pilihan terlebih istrinya tampak berbinar-binar menaiki tangga.


"Masih ingat? aku menggodamu di situ" goda Chelsea, sambil menunjuk sofa diruangan tak jauh dari pintu kamarnya, "Lakukan lagi" goda Mark ditelinga istrinya, Chelsea menggeleng keduanyapun tersipu mengingat kejadian dulu.


Sesampainya dikamar istrinya, Mark langsung merebahkan tubuhnya di kasur, memang tubuhnya terasa lelah menyetir sepanjang perjalanan, terlebih semalam keduanya kurang tidur pikirnya, sambil senyum-senyum sendiri, sementara Chelsea tengah berganti pakaian.


Chelsea kembali menghampiri suaminya dengan lingerie terbaiknya, "Aku mencintaimu Sayang" dikecupnya bibir suaminya yang didapatinya sudah terpejam, "Hmm" jawab Mark singkat, dipicingkannya matanya untuk melihat respon istrinya yang benar kini terlihat cemberut, sebetulnya Chelsea berharap Mark memperhatikannya, Mark tahu istrinya berniat menggodanya kembali diapun menahan tawa, Chelsea memang tidak pernah berubah masih saja gampang ngambek, namun hal itulah yang membuat Mark klepek-klepek, ditariknya tubuh itu kepelukannya, "Aku cemburu! dua kali Kamu memeluk Frans" godanya lagi, Chelsea mencubit perut suaminya gemas masih saja pikirnya, "Auw!" rintihnya, sambil bangun dan menindih yang nampak pasrah.


"Kamu cantik sekali Sayang," pujinya, kini keduanya saling beradu pandang, namun Mark kalah telak, wajahnya tersungkur dibantal tepat disamping kuping istrinya, "Aku bisa mati, jika kehilanganmu lagi" rupanya suaminya sudah mulai berani mengutarakan isi hati, Chelsea tersipu geli.


"Setiap hari aku berharap keajaiban kamu datang menemuiku di Paris," jawab Chelsea sambil mendekatkan pipinya ke bibir Mark, Markpun menciumnya lembut, "Aku bukan type perebut tunangan orang, Sayang" jawab Mark menggoda istrinya lagi, Chelsea langsung mendelik tersinggung, "Aku tidak merebutmu dari Shinta Hiiyyy!" Spontan Chelsea mendorong tubuh mark, supaya melepasnya, namun suaminya menatap tajam seraya menggeleng, "Tetaplah memelukku, aku ingin tidur sebentar saja dipangkuanmu" pinta laki-laki itu dengan wajah sendu, dia sudah lelah bertengkar dan ingin terus bermanja pikirnya, Chelseapun mengerti dan kembali memeluk suaminya.

__ADS_1


Pukul 7 malam keduanya terbangun.


"Mandi yuk...." ajaknya, sambil menatap Mark yang sedari tadi Mark seperti enggan melepas pelukannya, perlahan satu-persatu Chelsea membuka kancing kemeja suaminya, Mark memang tertidur dengan pakaiannya karena tidak membawa baju.


Kini keduanya saling melucuti satu-sama lain, kemudian keduanya menuju kamar mandi.


Sesampainya di meja makan, Mr. James membuka percakapan.....


"Dad, ingin kalian menginap malam ini...." tatapnya kearah Mark yang terlihat menggangguk dengan sopan, "Makan banyak Oysternya Mark, Dad dulu baru menikah begitu" lanjut mertuanya mencairkan suasana, "Uhuk!" Mark tersedak, kaget mertuanya menggodanya pikirnya, dia paham kemana arah nasihatnya itu sementara Chelsea hanya tersipu malu sambil menyodorkan segelas air putih kepadanya.


"Kami akan sering datang jenguk, Dad" kata Chelsea sambil melirik suaminya masih terlihat canggung, Mark membalas senyuman istrinya tanda menyetujui, entah mengapa dia seperti kehilangan bahan pembicaraan, susah sekali untuk mengatakan sesuatu di sana.


Mr. James pun memahami, sedari dulu memang Mark type pengobrol, "Aku sudah banyak bersalah padanya, justru dialah yang telah menjaga Chelsea di saat aku sibuk bekerja," batin Mr. James sambil menarik napas dalam, "Dad, harus menemui orang-tuamu Mark," lanjut Mr. James, Mark tertegun tak percaya dengan ucapan mertuanya justru itulah yang diinginkannya sambil mengangguk Mark menjawab, "Mama Papa sudah menyiapkan pesta kecil menyambut Chelsea, kita berangkat Kamis depan bagaimana?" tatapnya, sontak Chelsea terlihat girang, "Aku kangen ingin ketemu Mama Papa juga! Sangat kangeeeen!" Pekiknya, sambil memeluk dan menyandarkan kepalanya kebahu suaminya, Mark mencium rambut istrinya dengan hidungnya, sementara Mr. James mengamati keduanya dengan tersenyum haru "Ok for me" Mr. James menyanggupi, dia lega rupanya Chelsea sudah mengenal mertuanya.


Tiba-tiba, "Kamu masih harus melanjutkan kuliahmu Sayang," kata Mark mulai terlihat relax mengungkapkan keinginan hatinya, Chelsea kaget menatap lalu menggeleng tidak setuju, "Aku tidak bisa jauh darimu lagi!" jawab Chelsea sambil melirik ayahnya supaya mendukungnya, Mr. James hanya menatap sambil tersenyum, semua sudah tergantung Mark saat ini bagaimana putrinya menjalankan kehidupan itu pikirnya.


"Aku menemanimu di sana nanti" lanjut Mark dengan santai, namun Chelsea tetap menggeleng, "Pekerjaanmu adalah hidupmu Sayang!", "Semua bisa aku tangani, aku bisa bolak-balik mungkin hanya sebulan sekali lihat bengkel, sambil menjenguk Dad, atau rumah kita. It's ok!" Mark meyakinkan istrinya sambil memengang tangan kiri Chelsea erat.


Mr. James mengedipkan kedua matanya kearah Chelsea berusaha meyakinkan putrinya, bahwa keputusan Mark sudah tepat, Chelsea paham walau sebetulnya dia sudah enggan kuliah dan hanya ingin menjalani kehidupannya yang dulu mengantar makan siang suaminya setiap hari, namun apa daya suami dan ayahnya berkehendak lain.

__ADS_1


Selepas makan Mr. James mengajak Mark berbincang-bincang, dia ingin lebih dalam memahami menantunya, Chelsea mengerti dia pun menyibukan dirinya di kamar membuat menggambar baju rancangannya yang memang akan dipamerkan di acara fashion show sebelum Desember ini.


"Daddy mau minta maaf sama kamu," Mr. James membuka percakapan, sambil menuang dua sloki wisky dan menyerahkan salah satu ke menantunya, Mark menerimanya sambil dia duduk di meja mini bar pekarangan belakang tepat menghadap kolam renang.


"Banyak yang aku lewatkan Mark, semoga kamu bisa memaafkan orang tua ini" tatapnya dengan penuh penyesalan, Mark terdiam sesaat, kemudian dia meneguk minumannya habis.


"Mark bisa melakukan hal yang lebih gila, jika itu terjadi ke anak kami Dad!" jawabnya dengan lugas, akhirnya Mr. James tersenyum lega dan meneguk minumannya sekali teguk juga. Wisky mencairkan suasana 😂


"Jadi kamu ikut pindah ke Paris sementara?" tanyanya lagi sambil menuang gelas kosong menantunya, "Oh iya....Satu hal lagi, ini hanya kekhawatiran lainnya dari seorang ayah.....," seperti ragu mau melanjutkan, sambil mengalihkan pandangannya ke kolam renang, "Dulu itu pertunanganmu jadinya bagaimana?" lanjutnya dengan nada menyelidik, "Semua sudah berakhir, saat tahu Mark menikahi Chelsea".


"Ah! Dad lega kalau begitu, segeralah kasih Dad cucu, pengganti Chelsea" Pinta orang tua itu sambil kali ini tersenyum, "Chéeers" lanjutnya lagi, sambil mengangkat gelas.


Markpun mengikuti gerakan mertuanya, dan meneguk kembali gelasnya yang entah sudah ke berapa, disodori terus pikirnya sambil garuk-garuk kepala.


"Dad! Mark harus tidur, besok kami gereja pagi" tiba-tiba nampak Chelsea berdiri dipintu sambil berteriak.


Chelsea kesal karena sudah dua jam Mark tak kunjung masuk kamar.


"Satpam datang, masuklah" kata Mr. James sambil tertawa lebar, Chelsea menghampiri dan mencium ayahnya "Good Night, Old Man!"

__ADS_1


Notes:


"All by request, so novel ini saya lanjutkan" 🙏


__ADS_2