I Hate My Bodyguard

I Hate My Bodyguard
Episode 22 Puisi


__ADS_3

Katakan kepada Butiran Salju "Aku tak tahan dingin".


Katakan kepada Matahari "Aku lelah".


Katakan kepada Hujan "Bagaimana semua akan kering?".


Katakan kepada semua guguran Daun "Sesak hati ini berserakan".


Aku si Mawar Putih hanya bisa tumbuh di sana......


- NK


Pagi itu Chelsea disambut sebuah puisi yang ditulis dari WA Frans kepada dirinya, laki-laki itu memang sangat romantis,


#Frans : "Aku membaca sebuah puisi yang menggambarkanku tentangmu selama ini Sayang," Chelsea hanya membacanya,


#Frans : "Bangunlah, kita pilih gaun pengantin cantik untukmu hari ini," lagi-lagi Chelsea hanya tertegun membaca semua pesan WA tunangannya, dia tidak tahu harus membalas apa, semua terlalu cepat pikirnya, baru semalam pembicaraan tentang rencana itu, pagi ini Frans sudah mau memilih gaun pengantin.

__ADS_1


#Frans : "Sayang...I love you so much" Chelseapun tersenyum bahagia membacanya, dia memang tidak terlalu suka membalas pesan, kemudian langsung menelepon Frans dan laki-laki itu mengangkatnya.


"Morning Sunshine...." Frans menyapa hangat, "Aku nanti pakai gaun Mom saja," balas Chelsea, "Perfect!" Jawab Frans nada setuju dan bahagia. "Kita makan siang sama-sama boleh?" tanya Frans lagi, "Maybe....Dinner?" Chelsea menjawab dengan pertanyaan, "I don't know, maafkan aku jika setiap saatnya aku rindu." Frans melanjutkan lagi, "Yaa Me too Darling." jawab gadis itu singkat, keduanya menarik napas dalam setelah saling menutup telepon, hari Sabtu kali ini sedikit terasa tidak bersahabat mungkin karena percakapan tadi malam sehingga keduanya dilanda panik pasca perkawinan, biasakan begitu yaaaa kaaaaan....?


Chelsea melangkahkan kakinya ke meja makan, di sana ayahnya sudah duduk menunggu.


"Morning Daddy" sapanya, "Morning Darling, Come....." kata laki-laki tua itu dengan hangat, kemudian mereka sarapan bersama, "Kamu tidak keluar dengan Frans?" tanya Mr. James, Chelsea hanya menggeleng, "Aku ingin bertanya sesuatu, mohon jangan marah,...." Tiba-tiba Chelsea menyeletuk, Mr. James meletakan sendok dan garpunya sedikit agak tegang, apalagi pertanyaannya kali ini pikirnya. "Sayang, Dad tau kamu gugup menghadapi pernikahan, jangan banyak pikiran, kali ini tidak akan sama." Potong Mr. James berusaha mencairkan suasana, karena memang dari semalam Chelsea bersikap berbeda, sambil menunduk Chelsea melanjutkan kalimatnya, "Kali ini...? Frans belum mengetahui yang kali lalu, bukan?"


"Hey....Hey Darling, Frans mencintaimu, itu tidak akan membuatnya mundur, Daddy sangat yakin! dan Dad sudah sedikit menjelaskannya dulu, sebelum kalian bertunangan!" Mr. James berkata panjang lebar yang kemudian tersenyum merasa lega setelah mengetahui, rupanya gadis kecilnya ketakutan dengan respon Frans tentang masa lalunya.


"Malam ini aku akan menjelaskannya kembali dari mulutku," kata Chelsea lagi, kembali Mr. James tertegun, "It's Nice" jawabnya singkat, lagi-lagi Ayahnya tersenyum "Dad bantu jelaskan lagi nanti?" Mr. James melanjutkan, ada kekhawatiran anaknya salah penyampaian pikirnya, "Aku sendiri saja...., Dad kan sudah." kata Chelsea tersenyum getir, lagi-lagi Mr. James menatap anaknya yang sedari tadi tertunduk, dihampirinya anaknya dan dipeluknya erat, "Semua kesalahanku, Maafkan aku" batin laki-laki tua itu menjerit, andai..... akh! bisa mengulang semuanya, pikirnya lagi sambil tetap memeluk Chelsea yang masih terduduk, "Aku rindu rumah, bolehkah kita pulang musim panas ini?" Chelsea mendongakan wajahnya menghiba, "Ya. Ajak Frans serta!" jawab Mr. James sambil mengecup kepala gadis kecil manjanya, dan meninggalkan gadis itu sendirian menghabiskan sarapannya yang terlihat kurang begitu berselera.


Kediaman Mark....


Rupanya Sabtu itu, virus gundah menjadi pandemik ke setiap penjuru dunia, Mark enggan beranjak dari tempat tidurnya, dia sibuk mengotak-ngatik ponselnya, menginstall aplikasi instagram yang memang dia tidak miliki sebelumnya, kemudian menggunakan nama "The Guy" sebagai ID IG-nya, Hmmm.... Ada yang lagi penasaran rupanya, kemudian dia browsing cara menggunakan aplikasi tersebut, dan Done! Dia berhasil mengakses IG Chelsea yang memang tidak ada private lock, dengan bebas Mark bisa melihat semua aktivitas Chelsea dua tahun ini dari semua photo-photonya, dia perhatikan satu-persatu rupanya gadis itu lebih liar lagi pikirnya, Marj semakin penasaran kemudian laki-laki itu terperanjat kaget dengan photo- photo bahagia pertunangan Chelsea spontan Mark menggapus aplikasi itu, dan membanting ponselnya kelantai, namun ponselnya bergetar tanda panggilan masuk.


"Kuat juga tuh Hp, masih nyala" pikir Mark sambil bangkit untuk mengambilnya kembali, yang ternyata Dhany menelepon lalu Mark menggangkatnya, "Cuy, gue siang mampir ye?" pinta Dhany di telepon, "Sip sip!" Jawab mark mengiyakan, bergegas Mark mandi dan turun sarapan.

__ADS_1


Siang Hari.....,


Mark dan Dhany berjalan menyusuri pantai, "Cuy...." panggil Dhany yang kemudian Mark menoleh, "Come on lah Bro, gregetan Gua ma loe!" Mark mengrenyitkan dahi tanda tak mengerti kalimat Dhany, "Chelsea bulan depan balik Bro!" Mark tetap berjalan mengabaikan, "Minimal temuilah, Gua bisa bantu atur kok." Lanjut Dhany menawarkan bantuan, sambil mengimbangi kecepatan Mark berjalan, "Ribet banget hidup Lu! Ha...Ha" balas Mark santai sambil tertawa, "Garing Lu Cuy, sumpah!" Balas temannya lagi, Mark terpingkal kembali dengan kelakuan Dhany yang begitu repot mengurusi dirinya, Dhany melempar kaleng beer kosong kearah temannya sambil memaki "Sialan Lu!" Mark kembali ngakak, Dhany tersadar temannya kembali ceria.


Kini keduanya duduk pelataran kolam, "Beneran Gue!" Lanjut Dhany lagi, Mark hanya menatap sahabatnya "Kalau jodoh gak kemana kan?" Jawab Mark santai, Dhany mengangguk dan tidak lanjut membahas tentang Chelsea lagi, minimal sahabatnya kembali bernyawa pikirnya, "Darimana Lu tau dia bakal balik" tanya Mark tak sengaja, Dhany menoleh "IG-nya!" sambil garuk-garuk kepala lagi, "Ngapain kurang kerjaan ngecekin IG orang Lu!" Balas Mark sewot, "Jiaaaah! buat Lu lah lemot!" Balas Dhany lebih sewot, Mark kembali tertawa ngakak, Dhany memang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.


Paris pukul 7 Malam.....


Chelsea dijemput Frans untuk makan malam romantis pikir Frans, gadis itu mengenakan dress dengan belahan dada rendah bentuk V, rambutnya digulung asal, namun tampak sangat sexy, seperti biasa Frans memilih restorant favorite mereka, digenggamnya tangan Chelsea di atas meja, merekapun saling beradu pandang, Frans menatap gadis itu penuh cinta sementara Chelsea merona seperti biasa, "Aku sangat mencintaimu Sayang," Frans berharap Chelsea membalas ucapannya, namun makanan datang, sehingga perut karet itu langsung menyantapnya, Frans menarik napas dalam lalu ikut menyantap juga hidangannya.


"Kau terlihat semakin cantik sayang," Frans memulai lagi pembicaraannya, mencari cara untuk mengetahui perasaan Chelsea kepadanya, lagi-lagi Chelsea hanya tersenyum membalasnya, "Terima kasih telah membuatku menjadi pria paling bahagia," lanjut laki-laki itu tanpa sedikitpun berpaling, "Sama-sama Sayang, lanjutkan makanmu," jawab Chelsea, memang gadis itu kalau urusan makan selalu duluan, "Baiklah gembul!" Jawab Frans sambil mengambil pisau dan garpunya, sejenak Chelsea, tertegun dengan panggilan itu, tiba-tiba Chelsea terdengar serius mengatakan sesuatu, "Frans, dulu aku pernah menikah," sesaat Frans menghentikan makannya, "Ya," jawabnya singkat dan memang dia sudah tau dari Mr. James bahwa tunangannya pernah dijebak bodyguardnya dengan meracuni Chelsea sesuatu, yang akhirnya pernikahan itu terjadi, "Laki-laki itu sangat beruntung Sayang." Lanjutnya lagi datar, Frans kembali memotong steaknya, Chelsea tertegun tak mengerti dengan maksud ucapan tunangannya, "Lanjutkan makanmu, kalau dingin tidak enak Sayang" pinta Frans, sambil tersenyum tawar, ada cemburu dihatinya, memang dia sudah lama menantikan cerita itu dari mulut Chelsea sendiri dan sekarang dia jelas mendengar sekaligus bisa membaca reaksi istrinya saat menceritakan hal itu.


Kemudian Chelsea menunduk.


Ada rasa menyesal dihatinya, Frans seperti kecewa kepadanya, seharusnya aku dari dulu mengatakannya, laki-laki baik ini sudah dari dulu bisa menerimaku, namun aku seperti bermaksud menyangsikan ketulusannya dengan membuka pembicaraan masa laluku saat ini, Chelseapun menggigit bibirnya.


Suasana menjadi canggung, namun laki-laki itu sangat cerdik dengan seketika dia meletakan pisaunya dan menyodorkan tangan kanannya di atas meja supaya Chelsea meraihnya, tangan kiri gadis itupun meraihnya, "Selama hati itu milikku, aku tidak akan mempermasalahkan apapun" Kata Frans kepada calon istrinya.

__ADS_1


Yes! di rumah ajaaaa Ders kitaaaa 😆


Lanjut kuys


__ADS_2