I Hate My Bodyguard

I Hate My Bodyguard
Episode 25


__ADS_3

Pukul 2 siang, Mark dengan Chelsea tiba dikediaman rumah Mr. James.


"Sayang, aku memaafkanmu, aku mencintaimu" dengan wajah kusut Frans menyambut kedatangan Chelsea, memang dia belum tidur sejak semalam dan hingga saat inipun dia masih tidak percaya kekasihnya bisa berbuat demikian namun karena rasa cintanya yang begitu besar, diputuskannya untuk tetap memaafkan Chlesea yang dipikirnya tadi malam dibawah pengaruh alkohol.


Frans masih berusaha merebut tangan Chelsea dari genggaman tangan mantan suaminya, namun dengan risih Chelsea menatapnya seperti tidak ingin disentuh bahkan terlihat lebih erat menggandeng mantan suaminya itu, "Aku semalam tidur dengan Dia lagi Frans, maafkan Aku, mana Daddy?" jawab Chelsea kepadanya, sontak kalimat itu membuat raut wajahnya berubah merah padam, "Aku tidak masalah Sayang" jawabnya tetap bertahan, tapi Chelsea mengabaikannya dan menarik tangan mantan suaminya memasuki rumah dan meninggalkan Frans mematung di sana.


Mark mengecup pelipis kekasihnya "Sayang, aku ingin bicara juga dengannya" dia tidak tega juga melihat tunangan Chelsea yang terlihat begitu putus asa, Chelseapun menurut dan membalikan badannya, "Mark ingin bicara juga denganmu, Frans...." tatapnya kali ini dengan rasa bersalah, terlihat Frans menunduk menahan amarah mengikuti keduanya.


Sesampainya diruang tamu tampak Mr. James terlihat tengah berdiri menghadap perapian membelakangi arah kedatangan mereka, Frans sedari semalam memang sudah memberitahukan semuanya, lagi-lagi kelakuan Chelsea membuatnya murka tidak tahu kali ini harus bagaimana, terlebih menghadapi kekecewaan calon menantu kesayangannya itu dan sialnya lagi-lagi mantan menantunya mengacaukan semuanya pikirnya geram.


"Daddy....," terdengar anak gadisnya memanggil, tidak lagi ada tersirat ketakutan padanya, diapun menolehnya dengan penuh kecewa bercampur heran, karena anaknya terlihat bahagia, kemudian Mr. James mengarahkan pandangannya kearah Frans yang tertunduk pasrah, tepat tak jauh dibelakang anak dan mantan menantunya.


Sungguh hal itu membuat Mr. James merasa malu, dia tak sampai hati kepada calon menantunya, "Frans, duduklah tidak ada yang berubah, Kau tetap anak laki-lakiku" kata Mr. James meraihnya, mengabaikan Chelsea yang tengah mengharap kali ini ayahnya bisa mengerti.


Mark pun berdiri terpaku dengan tidak sedikitpun melepas genggaman tangan kekasihnya tapi dia paham betul mertuanya sedang bingung, diapun menjadi serba salah, disamping Chelsea harus dia perjuangkan juga, "Tuan anakmu milikku" ucapnya dalam hati, Mark menatap mantan mertuanya dengan penuh kesungguhan dia sudah siap dengan apapun yang terjadi demi memperjuangkan Chelsea menjadi miliknya.


"Daddy...., jika aku tetap bersamanya, itu akan menyakitinya," kembali Chelsea terdengar meyakinkan ayahnya, hal itu membuatnya tanpa ragu Mark memeluk pundak kekasihnya erat.

__ADS_1


Mr. James terkesiap kaget kini dia berbalik lagi menatap anak gadisnya lekat, apa benar anaknya mencintai laki-laki yang sudah menghancurkan masa depannya itu pikirnya dengan masih penuh rasa kecewa bagaimanapun dia lebih memilih Frans ketimbang mantan menantunya itu.


"Dia sudah menghancurkan hidupmu, dan Kau mengabaikan laki-laki yang tulus menerimamu, bahkan memaafkan semua yang sudah kau lakukan!" Geram Mr. James seperti hilang kesabaran menghadapi keras kepala Chelsea yang dianggapnya anaknya belum sadar dengan apa yang sudah dilakukannya, Chelsea menyembunyikan wajahnya dibahu kekasihnya, ingin rasanya dia menangis melihat ayahnya masih saja tidak menerima apa yang menjadi pilihan hatinya, kembali Mark berusaha menenangkan Chelsea dengan memeluk kepala gadis itu.


Mr. James menyadari keduanya tampak sudah susah untuk dipisahkan terlebih Chelsea bukan sosok yang bisa dikerasi bisa-bisa malah kabur pikirnya, "Kamu belum paham bagaimana rasanya hidup dalam penyesalan Sayang," lanjut Mr. James melembut, kini Chelsea beralih menatap Mark berharap kekasihnya mengatakan sesuatu, pikirnya Mark seperti membiarkan dirinya berjuang sendiri menghadapi ayahnya.


"Katakan Kau menginginkanku, Sayang" ucapnya lirih, Markpun mengangguk, "Tuan tidak pernah mengirim saya bukti bahwa Chelsea bukan istri saya lagi," Ucapnya dan menunduk untuk tetap menunjukan rasa hormat, spontan Mr. James terlihat gugup dia tidak ingin hal itu diketahui calon menantunya yang juga membuat Frans yang sedari tadi duduk tertunduk di sofa kini memalingkan wajahnya kearah calon mertuanya dengan rasa penasaran.


"Itu sudah dipastikan batal, karena Kau menaburi sesuatu ke minuman anakku kan?" jawabnya ketus, berusaha meyakinkan Frans yang tengah memandanginya, namun jawaban itu justru membuat Chelsea terlihat girang dan berlari memeluknya erat, "Daddy.... Mark masih menantumu?" pekiknya penuh rasa haru, Mr. James akhirnya tertunduk lesu, membalas pelukan anaknya, dia tidak ingin Chelsea berbalik menjadi membencinya.


"Dia sudah menghancurkmu" ucapnya lirih bersikukuh membela diri, Chelsea menggeleng sambil tersenyum, menatap ayahnya dengan lembut, "Daddy...Aku memaafkanmu, tapi lihatlah, kami tidak pernah benar-benar berpisah, aku sudah mencintainya dari dulu" kembali Chelsea menatap suaminya berharap Mark memaafkan sikap ayahnya selama ini, Markpun mengangguk sambil tersenyum.


"Frans itu laki-laki baik, dia tampan, pintar, aku tidak khawatir dia bisa mendapatkan yang lebih baik!" lanjut Chelsea meyakinkan ayahnya, seraya menoleh dan tersenyum kearah mantan tunangannya, Franspun terpaksa membalas senyuman itu sambil menarik napas dalam.


"Sayang...., Jangan berdiri begitu, kemarilah hampiri Ayah mertuamu, Kamupun memang belum pernah minta maaf juga kan?" ucap Chelsea sambil melirik suaminya, yang kemudian terlihat Mark memberanikan diri untuk menghampiri mertuanya.


Seraya mengulurkan tangan dia berkata, "Maafkan saya Tuan, ijinkan Chelsea untuk saya," Mr. James luluh memeluk dan menepuk pundak menantunya dengan hangat, "Memang dia jatahmu dari dulu, I am so sorry Mark" Chelseapun memeluk keduanya sambil terisak.

__ADS_1


Chelsea menyadari bahwa Frans seperti merasa terasingkan, "Ijinkan aku memelukmu juga, Frans" sambil menarik tangan suaminya dia bermaksud menghampiri Frans, Mark mengerti dan melepas tangan Chelsea membiarkan istrinya memeluk mantan tunangannya.


"Ah!" Gumam Frans kali ini terlihat mendamaikan hatinya, "Kabari aku jika, dia menyakitimu," bisiknya sambil sengaja mencium rambut Chelsea seraya menatap Mark yang justru terlihat santai menanggapi, Chelsea menggeleng dan menatap suaminya mesra lanjut gadis itu tersenyum, "Coba saja kalau berani!" Mark menghampiri dan langsung menarik tangan istrinya kembali kepelukannya, diciumnya bibir lembut sengaja hal itu dilakukannya untuk membalas Frans yang dia tahu rivalnya itu belum benar-benar ikhlas melepaskan istrinya.


Mr. James kembali berusaha menetralisir keadaan, "Kuliahmu jangan diteruskan, urus suami saja." Kata laki-laki itu kepada Chelsea, gawat juga pikirnya Mark pecemburu dan Chelsea kuliah di negara Frans tinggal, Chelsea hanya menggangguk dengan tetap memeluk pinggang suaminya, "Aku kembali mencuci bajunya," katanya menggoda, Mark memencet hidung istrinya gemas.


Tak lama terlihat Mr. James berjalan meraih telp wireless yang tak jauh dari sana, "Romo, mohon maaf, Saya batalkan pembatalan pernikahan anak-anak, terima kasih" kembali Mr. James menarik napas panjang melirik Frans yang masih saja terlihat menahan luka batinnya, "Kau anak laki-lakiku Frans, tidak ada yang berubah," ucapanya lagi, Franspun mengangguk.


- Masih Ada Lanjutan -


Notes :


"***Puji Syukur Kepada Tuhan yang sudah menyanggupkan saya menulis Novel ini, Terima kasih atas Cinta dan kasihnya Kepada Suami saya O Budi Santoso, Kedua anak saya Angelina dan Aylar, Kepada semua pembaca setia, temanku tersayang (Defani Awyang dan Rita Mardiana Raintung yang senantiasa mensuport karya ini).


Mohon baca juga karya selanjutnya ya....


"My Twin Husband" ini akan dibuat lebih seru tanpa Typo haha

__ADS_1


Thank you all


Love u and God bless***


__ADS_2