I Hate My Bodyguard

I Hate My Bodyguard
Episode 32


__ADS_3

Paris pukul 6 sore...


Mark dan Chelsea sampai di Paris pukul 6 sore, mereka langsung menuju rumah Mr. James dimana tempat Chelsea tinggal disana untuk kuliah.


Setibanya mereka disana Chelsea langsung sedikit membenahi rumah, membuka seluruh penutup sofa serta tempat tidur, setelah terlebih dahulu menghidangkan secangkir teh lengkap dengan kudapannya untuk suaminya.


Mark kali ini nampak kagum dengan hal lain akan little wife-nya itu, Chelsea begitu terlihat cekatan merapikan rumah pikirnya, sementara yang menjadi tontonan sesekali membalas tatapan suaminya dengan senyuman, Chelsea bahagia Mark berjanji menemaninya untuk menjenguk perkembangan kondisi Frans selama yang dia inginkan.


"Selamat datang di Paris Sayang..." Kata Chelsea sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Mark dan duduk dipangkuannya, Markpun menatapnya penuh cinta, memeluk pinggang si manja dengan erat. "Mandi yuk?" ajaknya lagi, sambil dikecupnya kening suaminya lembut, kemudian kedua pipinya, dan terakhir di bibir suaminya lagi lagi dan lagi, Mark menutup mata meresapi kecupan istrinya, ada kebahagiaan begitu terasa hangat menyelimutinya, kemudian Mark menggendong istrinya menuju kamar mandi dan Chelsea nampak pasrah merebahkan wajahnya dibahu kanan laki-laki yang sangat dicintainya itu.


Selepas mandi keduanya tampak bersiap untuk makan malam, mumpung lagi di Paris pikir Mark, dan ini akan menjadi makan malam romantis pertama mereka, Mark sejenak merebahkan kembali tubuhnya diatas kasur sambil menunggu Chelsea selesai berias, nampak Chelsea mengenakan gaun merah marun dengan dada terbuka, lagi-lagi Mark begitu terpana "Ah! gila Tuhan membuatnya begitu sempurna" batinnya, Chelsea hanya tersipu merona melihat tingkah laku fans beratnya itu.



"Shall we?" ajak Mark sekonyong-konyong bangkit, karena Chelsea sudah mulai naik ketempat tidur berpose menggoda dirinya, Chelsea hanya mengangguk sambil menahan tawa melihat tingkah kikuk suaminya.

__ADS_1


Mark menyalakan mesin mobil sambil menoleh bidadari disampingnya, "Restoran mewah mana yang tidak pernah, Frans membawamu kesana?" tanya Mark lagi, Chelsea tertegun, karena tidak ada yang tidak pernah dia dan Frans datangi, "Tidak ada sepertinya." Mark menjawab sendiri melihat gelagat Chelsea, namun kali ini Mark tetap menjalankan mobilnya, hampir saja dia merusak suasana indahnya sendiri pikirnya, "Damn! bisa gila dibuatnya!" kutuknya dalam hati, istrinya telah merubahnya menjadi sosok yang dirinyapun hampir tidak kenali.


"Bersamamu saja aku sudah cukup" kata Chelsea lirih, "Maafkan aku Sayang" lanjut Mark penuh penyesalan, diraihnya tangan istrinya dipeganginya erat.


"Kau cantik sekali dengan baju itu. Aku suka" katanya lagi, "Ini juga mudah dilepas, jika....mmmmmm..." Jawab Chelsea lagi-lagi menggoda, Mark membekap mulut nakal istrinya supaya tidak lanjut meneruskan kata-katanya, dan Chelsea menggigitnya gemas, Markpun tertawa puas sambil lanjut tetap memegangi tangan itu erat.


"Sayang aku lupa mengabari Daddy tentang Frans, sebentar..." Chelsea menarik tangannya, kemudian meraih tasnya mengambil ponsel dan langsung menelepon ayahnya, "Bah! memang dia pelupa." Gumam Mark dalam hatinya.


"Daddy, Helloo....Apa kabarmu?" sapanya, "Kami baik-baik saja," sambil menengok suaminya, "Kami sedang di Paris, Frans mengalami kecelakaan mobil Dad." lanjutnya dengan nada bingung, "Akh!!! pantas!" Pekik Chelsea sambil melirik tanda menyesal kearah suaminya, "Aku akan meminta maaf Mama Papa...." lanjutnya sambil menunduk penuh rasa bersalah, Chelsea diingatkan Mr. James akan hari Kamis ini perayaan pesta pernikahannya ditempat mertuanya.


"Aku gak enak sama Mama Papa," keluhnya, "Sama suami kok, gak ada rasa gak enak?" celetuk Mark santai, "Ini juga lagi gak enak hati ah!" Jawab Chelsea ketus, "Ha ha ha ha" Mark tertawa lepas menanggapi kekonyolan istrinya, Chelsea hanya melirik kesal.


"Sayang, kita dinnernya disekitaran rumah sakit mau?....Mungkin kamu mau langsung menjenguknya." Mark menghibur istrinya, "Tidak ah, ini malam kita, jenguknya besok aja" jawab Chelsea penuh haru, ternyata Mark tidak seegois yang dia pikir, "Aku semakin mencintainya!" Pekik Chelsea dalam hatinya, sekilas tampak dari Spion Mark tersenyum lega.


Mark memarkirkan mobilnya direstoran yang dijumpainya, restoran kecil sederhana namun ini sudah jamnya si perut karet makan pikirnya dan Chelsea tampak berbinar-binar "Restoran yang sangat cantik, terima kasih Sayang" ucapnya sambil memperhatikan interior restoran itu yang kelihatan kuno namun manis pas sekali dengan lampunya yang temaram sungguh sangat romantis pikirnya, "Kamu suka?" tanya Mark, sambil berisyarat memanggil pelayannya untuk mulai memesan.

__ADS_1


Chelsea mengangguk sambil tersenyum, kini dia yang balas memandang lekat sosok di depannya dengan rasa kagum, Mark memang sangat berkharisma. "Aku benar-benar takut kehilanganmu" katanya dalam hati,



"Ada apa?...." Tanya Mark, "Terlintas satu pertanyaan, kamu mencintaiku sejak kapan?" jawab Chelsea balik bertanya, Mark melengos pura-pura memperhatikan pelayan yang mulai membawa sebotol Wine padahal dia berusaha mengingat, tapi entahlah sejak kapan susah juga dijelaskan, tapi kalau tidak dijawab runyam juga pikirnya.


"Excuse me," kata pelayan itu sambil menuang Wine ke gelas keduanya. Chelsea mengucapkan terima kasih dan balik lagi memandangi Mark menungu jawaban, "Aku sejak kamu dipukuli, kata buku saat kita merasa pedih dan tersakiti melihat pasanganmu menderita itulah cinta." Istrinya tampak lebih peka dalam mengartikan sebuah perasaan pikirnya, Mark mengangkat bahunya, "Mungkin aku juga saat kamu mengatakan semua sudah berakhir, dan aku pingsan karena mendengar itu, who knows Sayang", "Akh!" Chelsea menarik napas suaminya tidak paham kapan rupanya, atau.....Chelsea berubah raut muka sedikit tidak senang tapi dia tahan.


"Aku laki-laki Sayang, aku bilang mungkin karena...Aku tidak pernah pingsan hanya karena mendengar kata-kata siapapun Ha ha" Mark mengolok-olok kelemahannya sendiri, Chelseapun kembali berbinar dan tersenyum merasa itu sungguh konyol, "Aku hanya berpikir kamu sering tampak acuh, kecuali aku menggodamu untuk bercinta." Katanya lagi seraya menundukan wajahnya sambil memutar-mutar garpu mengusir kegalauan hatinya, tapi aku harus mengungkapkan semua ini pikirnya.


Kalimat Chelsea membuatnya tertegun, "Bagaimana perasaanmu saat itu untuk Shinta? hanya penasaran bukan cemburu!" Chelsea melanjutkan sambil tetap menunduk, Mark hendak meraih tangan istrinya namun lagi-lagi Spleteran datang "Excuse me, apakah semuanya sudah cukup Tuan?" Tanya pelayan restoran setelah menyajikan pesanan keduanya, Mark hanya mengangguk tanda mengiyakan.


"Makan dulu atau aku jawab?" Kata Mark sambil meraih tangan istrinya lembut, Chelsea melepasnya dan mulai mengiris Steaknya. "Dia pilihan mama." Jawab Mark datar dan Chelseapun terkejut seraya kembali memandangi suaminya, "Kalau cinta tidak begitukan? baca kembali bukumu" jawab Mark santai, Chelsea dengan polos mengangguk, kasihan juga Shinta pikirnya, Chelsea jadi merasa iba terhadap mantan suaminya itu, Mark kembali tersenyum melihat perut karet kembali lahap menyantap makanannya. "Pastinya kalah hot juga olehmu Sayang, makanya aku memilihmu" Goda Mark tersenyum lebar, ingin Chelsea mencubitnya "Masa pilih gara-gara hot doang dasar laki-laki!" gumamnya, Mark benar-benar tertawa ngakak mendengarnya.


Readerkuh.... Aku Padamuh!!!! Gbu all 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2