I Hate My Bodyguard

I Hate My Bodyguard
Episode 35


__ADS_3

Dengan lemah Chelsea membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, bagaimana tidak semua makanannya sudah terbuang habis saat tadi muntah.


terdengar pintu kamar diketuk suaminya, yang memang sengaja tadi dia kunci hingga tak sempat Mark ikut masuk, "Sayang tolong buka...." Kata suaminya dari balik pintu, Chelsea membalikan tubuhnya, dan tetap mengacuhkannya, "Sayang, at least Kamu minum susu hangat" kata suaminya lagi, "Aku minta maaf...." Teriak Mark kini.


Chelseapun bangkit dengan lunglai memang tiba-tiba kepalanya terasa pusing, diapun membuka pintu lalu mengambil segelas susu dari tangan suaminya, kemudian menyerahkannya kembali sambil hendak menutup kamarnya lagi, "Please...." Ucap Mark lirih sambil menahan pintu, Chelsea hanya menatapnya dan berlalu, Markpun mengikutinya berbaring disampingnya.


Chelsea memunggunginya, Markpun pasrah "Aku memeluk dan mencium keningnya dengan tidak ada perasaan apapun, bahkan dari dulu" ucap Mark mencoba meyakinkan istrinya, "Maafkan aku," lagi-lagi Mark meminta maaf namun Chelsea tetap tak bergeming, kini diapun pasrah.


"Tolong jangan memunggungiku, Sayang? boleh? aku mengkhawatirkanmu," Mark terus menatap punggung istrinya berharap Chelsea berbalik menatapnya, diapun memberanikan diri menyetuh lengan istrinya dengan perlahan, Chelsea membalikan tubuhnya dengan tatapan kesal, "Buket bunga itu milikmu, aku membelinya sebelum Kamu pulang dijemput Dad." Ucap Mark lagi.


Kini mata indah itu terlihat berkaca-kaca, "Kau sengaja mengaku-ngaku untuk membuatku merasa bersalah?" jawabnya lirih, Mark mengangguk bingung, "Bisakah itu membuatmu berhenti marah?" tanyanya lagi, Chelsea mengangguk sambil tersenyum, "Cincinmu manis, terima kasih" ucap Chelsea sambil melihat kembali cincinnya, "Sudah boleh memeluk?" tanya Mark tak sabar, karena biasanya istrinya memeluknya jika sudah merasa lega, Chelsea mengacuhkannya sambil terus memandangi cincinnya.


Mark langsung memeluknya erat, "Aku sangat mencintaimu!" Ucapnya dengan lantang, "Sejak kapan?" tanya Chelsea sambil mendongakan wajahnya, "Dari aku mengenalmu!" jawabnya seraya mendekatkan hidungnya menempel ke hidung istrinya, "Kamu Cemburu ke Steven juga?", "Ya!" Jawab Mark singkat, Chelsea kembali tersenyum dengan bahagia, "Boleh aku tidak kuliah lagi? aku mau dirumah saja mengurusmu, tidak malu kan punya istri hanya lulusan SMA?" pinta Chelsea lagi, Mark sejenak tertegun "Aku tidak pernah malu dengan itu!" sambil dikecupnya bibir istrinya lembut, "Aku hanya malu ditinggalkan tak berdaya oleh anak kecil" Jawab Mark jujur, kembali Chelsea tersenyum geli, "Bagaimana dengan Shinta?", "Jangan memulai lagi, aku mohon", "Tidak maksudku, Dia masih mengharapkanmu.....", "Terus?" tanya Mark lagi sambil terus menempelkan hidungnya yang Chelseapun sama keduanya kini seolah saling berbisik, "Aku takut Dia terus menggodamu," jawab Chelsea, "Hmm..." Gumam Mark membalasnya, "Iiiich" Chelsea mendorongnya dengan manja, "Akh! Aku tidak bisa melarangnya Sayang, dia bukan siapa-siapaku" jawab Mark membela diri, Chelsea kini hanya meliriknya, "Aku saja dech, nanti yang menegurnya! Hey wanita tua nakal! Berhenti menggoda suamiku!" Kata Chelsea menirukan rencananya, Mark kembali menahan tawa, dipeluknya lagi istri kecilnya itu dengan hangat.

__ADS_1


"Aku ingin pulang, Sayang" pinta Chelsea lagi-lagi manja, kembali jemarinya menyusuri dada suaminya, Markpun mencium kepalanya dengan lembut, "Besok kita pulang!" Jawabnya dengan lega, diapun memang tidak nyaman di negara itu, hampir saja membuatnya kehilangan istrinya pikir Mark seraya menarik napas dalam.


"Tidak ingin lagi menjenguk Frans?" Mark meyakinkan kembali istrinya, Chelsea menatap suaminya, "Tidak, setelah tahu dia saudara mantanmu." Jawab Chelsea polos, Markpun kembali menahan tawanya.


"Huek! Huek! Hueeek!"


Pagi itu Mark dibangunkan dengan suara Chelsea yang terdengar muntah-muntah dikamar mandi.


Mark bergegas menghampiri istrinya yang terlihat bersimpuh diatas toilet, "Sayang, Kita harus ke dokter!" teriaknya sambil memijit-mijit leher istrinya, Chelsea meraih tissue dari tangan suaminya diapun menyeka bibirnya sambil menggeleng, "Aku kena angin laut tanpa makan seharian" jawabnya, Mark memapah istrinya kembali membantunya berbaring, "Kepalaku pening Sayang, aku tidak sanggup membuatkanmu sarapan" tatapnya dengan sedih, "Aku saja, mau sarapan apa Kamu?" jawab Mark sambil membelai istrinya dengan lembut, "Omelet, roti selai coklat, bubur cereal, daging panggang dan gado-gado" jawabnya, "Hah!" Gumam suaminya tanpa sadar mana ada gado-gado di Paris pikirnya, "Oke!" Jawab suaminya sambil terlihat garuk-garuk kepala, "Jangan lupa susu dan jus alpokat", "Haiz!" Ucap Mark lagi, cari dimana pula jus alpokat namun Mark kembali mengangguk dan ngeloyor pergi menuju dapur, tak lama dia membawa pesanan istrinya seadanya-adanya, "Yang tidak ada postpone dulu ya, Sayang?" ucapnya, "Jiah!" Jawab Chelsea tak sadar wisata sedang berada dimana, Mark memencet hidung istrinya dengan gemas.


"Mau aku buatkan lagi?" tanya Mark dengan sabar, "tidak usah Sayang, aku minum susu aja" jawabnya sambil lagi mengendus-endus gelasnya, "Ini amis juga ya? cuci gelasnya tidak bersih!" Keluh Chelsea lagi seraya menatap suaminya lekat, kembali Mark garuk-garuk kepala ingin rasanya menyeletuk semalam justru dia yang cuci piring pikirnya.


"Aku mau minum kopi saja boleh?" lanjut Chelsea seraya meletakan baki makanannya di meja samping tempat tidur.

__ADS_1


Mark mengangguk dan kembali ke dapur, tumben pikirnya mau kopi, tapi karena Chelsea mengeluh pusing diapun memperbolehkannya.


Mark kembali menghampiri istrinya, "Minum sedikit saja ya...." Katanya sambil menyodorkan secangkir kecil kopi padanya. Chelsea meraih dengan tangan kirinya, tangan kanannya nampak sibuk dengan ponselnya, Mark hanya memandangi istrinya yang terlihat sedikit acuh, "Ini photo kapan?" tanya Chelsea sambil melempar ponselnya kedekat kakinya yang tengah Mark pijat, suaminya hanya menoleh ponsel itu dengan penasaran.



"Ah! Mungkin dua tahun lalu" darimana lagi Chelsea mendapatkan photonya yang tengah dengan Shinta pikirnya.


Tampak Chelsea memandangnya dengan tatapan menyelidik, "Dua tahun lalu kapan? itu lagi dimana?" tanyanya terus dengan nada tak puas, Mark kembali menghentikan pijitannya, mengamati background photonya, "Dirumah mama, saat Natal dia datang" jawab Mark lagi dengan santai, "Dapat photo dari mana?" Chelsea terlihat mengangkat kedua-bahunya seraya beranjak menuju kamar mandi.


"Waktu Natal itu, alasanmu apa? saat aku tidak datang?" Chelsea melanjutkan lagi pertanyaannya sehabis dirinya selesai mandi, Mark terlihat menggaruk pelipisnya, pagi-pagi sudah kena interogasi pikirnya, "Mereka bisa mengerti Sayang" jawab Mark yang memang dia sudah jujur tentang Chelsea kembali ke rumah orang tuanya kala itu, "Mengerti apa?" selidiknya, sambil dia duduk di meja rias menatap suaminya yang masih duduk ditepian kasur dari balik cermin.


Mark menarik napas dalam, "Aku jelaskan nanti sehabis mandi." Jawabnya, Chelsea hanya menolehnya dengan rasa tidak puas, "pasti mikir dulu tuh orang, dasar penuh rahasia." Batinnya.

__ADS_1


Deeers kapan selesai covid ya? Mohon nantikan episode selanjutnya and follow my IG @ninakuncorokwee serta masukan ide-ide kalian untuk 25 karya novel saya selanjutnya, Noveltoon pancen oyeee 💓


__ADS_2