I Hate My Bodyguard

I Hate My Bodyguard
Episode 29


__ADS_3

Pukul 11 malam Chelsea sampai di rumah ayahnya dengan taxi, Mr. James yang masih belum tertidur hanya melongo diruang tamu memandangi anak gadisnya, tanpa berani bertanya apapun tentang apa yang sudah terjadi, perasaan baru saja siang tadi berpamitan pikirnya namun kini anaknya sudah kembali lagi.


Chelsea tampak berlalu mengabaikannya, tidak ada raut kesedihan terbaca di sana, Mr. James pun merasa sedikit tenang, anaknya hanya sedang kesal, "Pasti Mark tidak mengikuti kemauannya" pikirnya, Mr. James tahu persis sifat Chelsea yang mudah merajuk marah jika tidak dituruti, "Aku sudah tidak boleh ikut campur," batin Mr. James lagi.


Chelsea melirik ayahnya sekilas dan lanjut menaikan koper-kopernya dibantu Bi Inah, kemudian menutup pintu kamarnya dengan keras.


Sesampainya dikamarnya, "Dasar manusia batu! Arggg!" Jerit Chelsea sambil menendang koper-kopernya, lanjut dihempaskannya tubuhnya ke kasur, memandangi langit-langit kamar, memikirkan kejadian tadi yang sungguh sudah diluar batas pemaklumannya, dia tidak mengerti dengan kemarahan Mark kali ini.


"Apa dia menyesal bersamaku?" gumamnya lirih, kembali air matanya mengalir dadanya terasa sesak terlebih tadi Mark sama sekali tidak menahannya pergi.


Pukul 3:30 pagi....


Chelsea belum juga bisa tidur, setiap berusaha memejamkan mata wajah suaminya lah yang terbayang, "Dia tidak meneleponku juga" keluhnya, sungguh Mark membuatnya gelisah dia menjadi rindu, ditatapnya ponselnya berharap Mark menghubunginya, namun tidak ada satu pesan singkatpun darinya di sana, "Duuuhhhh, harusnya aku tetap memelukmu." Pekik Chelsea dihatinya, tak tahan dengan keadaan itu diputuskannya untuk menggubungi Mark melalui WA call, "Ah sinting, dia tidur, dan aku gila sendiri!" sambil terus berharap Mark mengangkat panggilannya.


Ternyata Markpun mengalami hal sama, dia terus memandangi ponselnya yang kini bergetar, Mark sengaja tidak menghubungi istrinya dia kecewa dengan jawaban Chelsea yang mengiyakan pendapat Frans tentang isi perasaannya.


Tak lama Mark menjadi tak tahan, diraihnya ponselnya dan mulai menulis pesan, "Kau mudah begitu saja pergi, aku memberimu waktu sesuai maumu".


Chelsea membacanya dengan geram, "Hmmm bangun juga dia akhirnya! dan masih tidak sadar aku pergi karena kesalahannya!" kemudian dia mulai membalas chat suaminya, "Sikapmu hari ini membuatku menyerah" jawabnya berharap Mark sadar bahwa perlakuannya sudah menyakiti hatinya namun Mark menjawabnya dengan kalimat pasrah, "Aku tidak bisa mengatur perasaanmu." Chelsea benar-benar tak sabar dibuatnya, "Angkat telpku!!!!!!!!!" Balas Chelsea sambil terus gencar menelepon, namun Mark mengabaikannya. "Aku mau tidur, Kamu tidurlah!" balasan Mark menggunakan tanda seru seolah merasa sudah terganggu.

__ADS_1


Chelseapun menangis frustasi, bergegas dia keluar kamar dan menelepon pak Pri yang biasanya masih terjaga pikirnya, "Pak antar saya pulang, sekarang juga bisa?" Mark sudah membuatnya gila, aku tidak bisa jauh darinya pikirnya lagi.


Pukul 5 pagi dia sampai dirumahnya, Bi Wati membukakan pintu dengan heran namun Chelsea mengabaikannya dan bergegas menuju ruang tidurnya, benar sekali suaminya tampak lelap, "Dia benar-benar bisa tidur tanpa aku!" pikirnya, padahal Mark baru saja tertidur.


Chelsea menanggalkan semua pakaiannya, dan menghampiri suaminya di kasur, "Aku kedinginan bangunlah" lirihnya sambil mengusap wajah suaminya lembut.


Mark terlihat membuka mata, dia tak percaya, ini mimpi pikirnya, istrinya tak mengenakan sehelai benangpun duduk dihadapannya, dia mengucek-ngucek matanya lagi, Astaga! pikirnya, tatapan istrinya begitu memelas, "Kamu sangat keras kepala" ucap Mark lirih, "Aku kedinginan" lanjut Chelsea lagi, Mark menarik selimut dan memeluknya erat, dia masih ngelindur rupanya karena pulas kembali.


"Heh! Ah ya sudahlah, minimal gak dicuekin" pikirnya, dia tahu suaminya belum sadar betul kepulangannya, namun kedamaian kini kembali datang menyelimuti, "Hoaaamm" kantuknyapun hadir, dibenamkannya seperti biasa kepalanya di dada suaminya lalu dia tertidur.


"Treteet....Treteeet....."


Mark hampir ingin menyerah untuk menumpahkan semua gairah paginya namun kata-kata Frans tentang Chelsea yang masih belum mengerti arti cinta, bisa saja kebenaran pikirnya, "Aku tidak ingin hanya sekedar kewajiban bagimu" gumamnya dalam hati, "Dasar cengeng, habis menangis lagi pasti" pikirnya lagi, melihat istrinya nampak sembab.


Pukul 9:30, "Alihkan meeting ke jam 4," Mark menulis pesan singkat kepada sekretarisnya. Chelsea belum juga terbangun, dibelainya rambut istrinya dengan rasa tak tega berat juga baginya kalau harus terus cemburu, dan istrinya sudah membuktikan kegilaannya hari ini pikirnya lagi, "Jam berapa dia pulang, apa dari club...." Mark mendekatkan hidungnya untuk membuktikan kecurigaannya, endusannya membuat Chelsea terbangun, "Jam berapa sadar, kalau Kamu bersuami?" tanyanya, sambil terus memandangi paras cantiknya dengan lekat.


"Kog terasa panas? Ac-nya rusak ya?" Chelsea balas menatap, mengabaikan pertanyaan suaminya lalu menyingkap selimut yang menutupinya dan lanjut kuku jari-jemarinya menyusuri leher Mark dengan lembut, kinj Mark benar-benar mati gaya dibuatnya.


Mark mengalihkan pandangannya menghindari mata bulat kehijau-hijauan Chelsea yang kali menyilaukan baginya, kembali Chelsea terdengar merajuk, "Aku tidak ingin bertengkar lagi Sayang, aku mohon..." Chelsea terus berusaha mengalah pikirnya demi kedamaian dunia persilatan pikirnya, dan berhasil Mark langsung mencium pipinya kemudian dengan nada luluh laki-laki itu berkata, "Maafkan aku Sayang, semalaman aku sangat khawatir" katanya, Chelsea kembali tersenyum, "Masih cemburu?..." tanya Chelsea lagi, sambil meraih dagu suaminya.

__ADS_1


Mark menggeleng kemudian Chelseapun membiarkan Mark berkuasa atas dirinya satu jam lamanya hinga akhirnya Mark tersungkur didadanya karena kelelahan, Chelsea memeluk dan membelai suaminya penuh rasa mengerti, ternyata Mark hanya haus pengakuan bahkan terlihat lebih puas saat dia tidak andil banyak saat itu.


Ponsel Chelsea terdengar berdering, Chelseapun berdiri turun dari ranjang karena ponsel itu didalam tas kecilnya yang tergeletak dilantai tak jauh dari tempat tidur, "Yes, Daddy?" rupanya ayahnya yang menelepon, Chelsea melirik suaminya yang lagi-lagi terlihat curiga, tak lama setelah Mark tau bahwa mertuanyalah yang menelepon, pandangannya berubah menjadi nakal menelanjangi Chelsea yang memang belum mengenakan sehelai bajupun memang dasar pikir Chelsea sambil tersenyum, "Hi hi hi, semalam Mark cemburu," Jawab Chelsea seperti menjelaskan kejadian semalam, Mark menutupi wajahnya dengan bantal, malu juga pikirnya dan memang semalam dia sangat cemburu namun, "Adalah wajar setiap suami bersikap demikian, jika istrinya digoda laki-laki lain" pikirnya membenarkan diri, Chelsea kembali menghampiri suaminya dan menarik bantalnya, "Oke! Dad, I won't (aku tidak akan lagi)" kata Chelsea sambil menjulurkan lidahnya mencibir suaminya, "Love you too Daddy" Chelsea terdengar mengakhiri percakapannya, lanjut gadis itu merebahkan kepalanya di dada suaminya, "Sayang...., semalam kamu membuatku gila," lirih Chelsea.


"Ya...Telpmu menggangu tidurku." jawab Mark santai, "Heh! kamu mengkhawatirkanku dalam keadaan tidur? tega sekali!" Pekik Chelsea pura-pura tak senang, "Aku mengutus Dhany, memastikan taxi-mu sampai rumah Dad" jawab Mark keceplosan. "Bah! mirip Dad, sukanya mengutus orang lain." lanjut gadis itu, Markpun tertawa lebar.


"Frans tidak pernah menyentuhku sayang, itu maksudku tentang arti baik dan sopannya dia?" jelas Chelsea lagi sambil matanya tertuju langit-langit kamar.


"Maksudmu aku tidak cukup baik dan sopan?" tanya Mark pura-pura kesal dan seperti hendak beranjak bangun, "Aaaaaa jangan marah lagi!!!!" Chelsea merengek panik, "Lepaskan! Aku mau mandi." Mark menirukan Chelsea semalam, namun kali itu Chelsea melotot dan menindihnya. "Aku harus bekerja Sayang," ucapnya lagi sambil tersenyum, Chelseapun menurut dan merebahkan dirinya disamping suaminya, Mark bangkit menuju kamar mandi.


"Sampaikan padanya jika masih berani menghubungimu! Aku akan membunuhnya!" Katanya lagi, sadar akan sikap Frans yang hampir menghancurkan rumah-tangganya.


Chelsea kembali melirik suaminya yang kini lagi-lagi terlihat kesal, "Mandilah Sayang, nanti Kamu terlambat," jawab Chelsea menenangkan, "Berikan padaku nomornya nanti" lanjut Mark seperti belum puas, "Aku akan block nomornya, mau?" tatap Chelsea dengan lembut, Markpun mengangguk seperti anak kecil yang mendapatkan keinginannya, terlihat suaminya kini bergegas masuk kamar mandi, "Fiuhhh!" Gumam Chelsea lega, hampir saja pikirnya.


Notes:


Readersku sayang....


Mohon maaf ini agak telat ya, karena kerjaan sudah numpuk lagi, plus "My Twin's Husband" sudah mulai terbit hehe, itu konsep ceritanya juga seruuuu, seseru ini untuk episode selanjutnya. 😊

__ADS_1


__ADS_2