I Hate My Bodyguard

I Hate My Bodyguard
Episode 33


__ADS_3

Pukul 10:00 pagi, Mark mengantar Chelsea ke rumah sakit, Merry mengabarkannya bahwa Frans sudah berpindah keruang kamar perawatan karena Frans sudah mulai siuman.


Sesampainya didepan pintu, ada rasa sedikit ragu dihatinya, Dia menoleh suaminya kembali, Mark menganggukan kepalanya mengerti Chelsea tengah merasa takut dan khawatir, "Ikutlah masuk Sayang," pinta Chelsea pada suaminya, Mark yang setadinya hendak menunggu diluar akhirnya menyanggupi, kembali Chelsea merasa sedikit tenang lalu diketuknya pintu kamar itu perlahan.


"Tok...Tok."........,


Chelsea mengintip dari kaca pintu, nampak ada empat orang yang tengah berbincang sambil menunggui Frans didalam, "Masuklah Sayang," jawab Mrs. Maria yang melihat Chelsea mengetuk pintu, tampak wanita itu bangkit dari duduknya menghampiri Chelsea ke pintu, Chelseapun segera membukanya kemudian langsung mendekap mantan ibu mertuanya itu dengan erat, "Maafkan Chelsea baru bisa datang Mama," katanya sambil mulai terisak sedih mendapati keadaan Frans walau hanya sekilas, terlihat juga Merry menatapnya curiga, karena Chelsea datang tidak sendirian, "Mungkin ini suaminya" batin Merry, namun Chelsea lanjut memeluk Mr. John ayah Frans yang juga menyambutnya dengan wajah muram, "Papa yakin dia akan baik-baik saja Sayang, bersabarlah" kata pria tua itu, Chelsea menggangguk, kemudian Chelsea lanjut memeluk Merry, "Thank you Mer," kata Chelsea kepadanya, ada satu lagi di sana, wanita muda itu terlihat anggun dan cantik namun bersikap mengacuhkan kedatangannya, Chelseapun hanya menganggukan kepalanya penuh hormat sambil tersenyum, wanita itu tidak membalasnya bahkan membuang muka, "Shinta sepupu calon suamimu sayang" celetuk Mrs. Maria menerangkan siapa dia.


Chelsea tidak begitu menghiraukannya, bergegas dia menghampiri Frans yang terbaring begitu lemah, mantan tunangannya terlihat sangat memprihatinkan, Chelsea meraih tangan kanan Frans erat, "Maafkan aku...." Kata Chelsea lirih, namun Frans seperti tidak menyadari keberadaannya, Chelsea kembali menoleh mantan ibu mertuanya, "Bagaimana keadaannya Mama?", "Dia masih dibawah pengaruh obat tidur, karena terus mengamuk tentang kakinya." Jawab wanita tua itu sambil menatap pilu anak kesayangannya, Chelsea membelai kepala Frans penuh rasa prihatin, "Cepatlah sembuh" katanya lagi, "Mama rasa jika ada kamu dia tidak akan mengamuk lagi," kata wanita tua itu dengan penuh pengharapan, Chelsea sedikit bingung, Mantan mertuanya seperti belum mengetahui apa-apa tentang berakhirnya mereka.

__ADS_1


Sementara Chelsea tengah berpikir terdengar Mr. John menyuruh seseorang masuk, "Masuklah" kata Mr. John kepada Mark yang sejak tadi berdiri didepan pintu dengan canggung, Chelsea menarik napas dalam, dia hampir lupa Mark ikut bersamanya, "Ah! harusnya aku tidak mengajaknya masuk apa?" Chelsea bertanya dalam hatinya, sungguh dia bingung bagaimana dia memperkenalkan Mark kepada mereka, dia menatap Merry lekat, Merry menggeleng tanda mengerti sahabatnya tengah gusar.


Dilihatnya Mark tampak menyalami orang tua Frans dan Merry dengan santai namun saat hendak menyalami Shinta-shinta itu dia menepis tangan suaminya, Chelsea tersadar siapa tadi "Ah! ini Shinta itu!" Pekik Chelsea dihatinya, dia kesal tangan suaminya ditepis Shinta didepan banyak orang akhirnya Chelsea mengambil sikap untuk jujur memperkenalkan Mark adalah suaminya "Sayang, mereka adalah orang tua Frans, dan ini Merry sahabatku" seraya dia tersenyum manis kearah wanita itu.


Semua diam terpaku mendengar Chelsea memanggil laki-laki yang bersamanya itu dengan panggilan sayang.


"Oh! jadi ini wanita nakal yang terpaksa Kau nikahi itu? well well!" Celetuk Shinta menatap Mark dengan sinis, "Aku prihatin padamu Sayang, lihat apa yang diperbuatnya kepada sepupuku!" katanya lagi sambil berdiri, "Siapa dia Sayang...." Tanya Mrs. Marry kepada Shinta, "Mantan tunanganku Tante mungkin ingat? dan calon menantu cantikmu ini, adalah istri yang Dia terpaksa nikahi, karena dijebak obat perangsangnya." lanjut Shinta geram, Mrs. Maria sangat shock mendengar ucapan keponakannya itu, "Benarkah itu Sayang, laki-laki ini......?" Tanya Mrs. Maria kepada Chelsea, "Iya, Mark suami Chelsea Mama." Jawab Chelsea datar sambil memandang kearah Mark yang nampak mati gaya, kelopak mata Chelsea kembali tergenang ucapan Shinta sangat melukai hatinya, "Rupanya Dia menikahiku terpaksa dan merasa terjebak!" Batin Chelsea remuk redam, pilu bercampur malu terlebih Merry tampak menutup mulut dengan kedua tangannya tanda tak percaya.


"Sayang! Tunggu!" Mark sedikit berteriak namun dia sadar tidak bisa berbuat banyak karena takut mengganggu kenyamanan pasien-pasien rumah sakit, Chelsea terlihat memasuki lift meninggalkannya, Markpun mencari tangga darurat untuk menyusulnya, untung ruangan Frans berada dilantai tiga, sehingga dia masih mendapati istrinya diparkiran.

__ADS_1


"Sayang! Aku bisa jelaskan." teriak Mark lagi sambil napas ngos-ngosan memegangi lututnya tanda mengatur napas, Chelsea menghentikan langkahnya sambil terus mengusap air matanya yang terus mengalir, Chelsea menatap Mark tajam, kini Markpun bingung mau menjelaskan apa padanya, lama tidak ada jawaban, Chelseapun kembali meninggalkan suaminya.


Mark tak berdaya membiarkan Chelsea pergi, dilihatnya dari kejauhan Chelsea menyetop taxi dan menghilang.


Mark menarik rambutnya frustasi, dia tahu istrinya tidak mudah untuk ditenangkan terlebih kata-kata Shinta memang terdengar kasar didepan banyak orang.


"Dia tidak semalu yang kurasakan!" terdengar seseorang berbicara dari arah belakang, Markpun menoleh Shinta yang menatapnya penuh kebencian, rupanya gadis itu mengikutinya, menyimak penuh seluruh drama yang baru saja terjadi didepan matanya, "Semua salahku, bukan Dia" jawab Mark, "Lalu? Apakah Frans kehilangan kakinya juga salahmu?" Shinta mendekati Mark seraya memeluknya, Mark sejenak tertegun kemudian membalas pelukan Shinta dan membiarkannya Shinta menangis didadanya.


"Maafkan aku," kata Mark dengan penuh rasa bersalah, bagaimanapun Shinta sudah pernah menunggunya dengan setia.

__ADS_1


Yok lanjut ya, mohon commentnya doooooong, thank you Gbu Readerskuh, semoga sehat-sehat semua.


__ADS_2