Iblis Kaki Terbalik

Iblis Kaki Terbalik
Melintasi Kegelapan demi Kegelapan


__ADS_3

Dengan hati-hati aku mulai menuruni tangga, sambil terus memperhatikan kerumunan makhluk itu. Hingga ketika aku sampai di salah satu anak tangga yang cukup rendah –menurutku- aku mulai memanjat pembatas tangga, hendak melompat turun kebawah. Sebelum melompat aku memastikan tidak ada Pretni di tempat aku akan turun dan tidak ada yang mengawasiku. Saat itu suasana begitu ramai dan gaduh, seperti sekumpulan demonstran yang berteriak-teriak, begitu berisik. Ini adalah kesempatanku untuk bergerak tanpa mereka ketahui


“Hup …”


BRUUUKK


Aku mengaduh kesakitan karena jatuh tersungkur, sepertinya aku salah memperhitungkan ketinggian anak tangga tadi, Sial! Aku bangkit dan membersihkan bajuku, namun ketika kepalaku akan tengadah, aku mencium bau amis yang sangat menyengat. Tiba-tiba dihadapanku terlihat sepasang kaki yang berdiri tegak. Aku terkesiap, jantungku berdegup tidak karuan. Kaki itu telapaknya menghadap kearahku, dan ketika aku mengadah keatas, badannya memunggungiku. Seketika aku kaku tidak dapat bergerak, aku terlalu dekat dengan Pretni ini, Jangan-jangan ia menyadariku?!


Pretni itu meraung-raung tidak jelas, mengikuti Pretni yang lainnya, lalu beberapa detik kemudian ia berjalan maju meninggalkanku.


“HUUUUFFTTTT … Nyaris saja” Bisikku pelan.


Aku bersyukur sekali ia tidak menyadariku. Sudah berapakali dalam sehari ini aku hampir celaka? Seolah-olah nyawaku ditarik hingga ke kerongkongan, lalu dikembalikan lagi dengan begitu cepat. Lama-lama aku akan kehabisan energi hanya karena menahan takut, aku harus segera pergi dari Anjungan ini!


Kemudian aku berjalan memutari tabung bor, melewati puluhan Pretni yang begitu terfokus pada tabung itu, sambil terus menutup hidungku karena bau amis yang tidak tertahankan. Bau itu berasal dari badan mereka yang basah dan berlebam, sudah seperti mayat hidup. Bila beramai-ramai seperti ini, barulah tercium bau menjijikkan yang melekat dibadan mereka. Tidak, mereka bukan mayat hidup, mereka iblis yang menyamar menjadi manusia yang sudah dibunuhnya!


Perlahan tapi pasti akhirnya aku dapat melihat samar-samar mulut gerbang Production Platform. Dan seperti dugaanku, pretni dari sisi ini jauh lebih sedikit dan lekang, sehingga banyak celah untukku menyelinap keluar. Dalam keadaan yang semakin gelap, aku mulai melangkah maj…


KREK


“GRAAAAARRRRR”


Aku melangkah terlalu terburu-buru, hingga tidak menyadari kaki kiriku menginjak jempol kaki salah satu Pretni. Tentu saja terinjak, jempol kaki itu menghadap kebelakang! Sial! Pretni itu meraung kesakitan dan mulai menoleh. Saat itu badanku kaku sejadi-jadinya, tiba-tiba aku tidak bisa bergerak! SHIT! Baru saja aku berusaha mengangkat kaki ku, Pretni itu menoleh kearahku… dengan kepalanya yang memutar 180 derajat ….


TAAKKKKKK BRAAAAKKK


“RAAAAARHHHHH”


“GRAAAAARRRRR!!! GRAAAAARRRRR!!! GRAAAAARRRRR!!! GRAAAAARRRRR!!!”


Mendadak terdengar suara seperti besi yang patah, begitu keras. Pretni yang kakinya kuinjak, langsung teralih perhatiannya oleh suara itu. Ia mulai mengaung keras, begitu juga seluruh Pretni yang lain saling bersahutan mengaung. Seketika Well-head Platform menjadi begitu riuh oleh teriakan-teriakan mereka. Apa yang terjadi? aku tidak perduli, ini kesempatanku… Segera aku tancap gas, berlari sekencang-kencangnya menuju pintu.


“Haaahhhhhh …. Haahhhh …”

__ADS_1


Aku menghela nafas panjang sambil sedikit merintih. Tuhan sudah menyelamatkanku berkali-kali hari ini. Saat ini aku berada di jembatan Production Platform, aku berhasil keluar, Akhirnya! Sambil berhenti sebentar untuk mengumpulkan tenaga, aku melirik kearah Well-head Platform. Kali ini mereka semua mendekat ke salah satu sisi tabung yang sudah terkoyak besinya. Gila, dengan kekuatan diatas manusia normal dan jumlah sebanyak itu, tentu saja baja tabung akan patah, meski tebal dan berukuran raksasa.


Tapi mereka tidak akan berhasil menghancurkan mata bor yang terbuat dari baja yang amat sangat tebal, mereka tidak akan berhasil. Bila mereka gagal, kira-kira apa yang akan mereka lakukan? Menghancurkan Anjungan ini? Mungkin saja, aku harus segera pergi dari sini sebelum itu benar-benar terjadi…Aku mengatur nafasku pelan-pelan, sebelum akhirnya melangkah maju, menuju Production Platform.


Cahaya bulan sedikit menerangi jalanan jembatan ini, aku bersyukur ada sedikit cahaya, karena di hadapanku, gerbang Production Platform, sangat gelap. Lagi lagi aku harus menyeberang dari satu kegelapan ke kegalapan lainya. Kali ini apa yang akan menghadangku disana…


…………..


Aku mengendap-ngendap dengan begitu hati-hati, melihat ke segala arah, sejauh jangkauan mataku yang terbatas karena kegelapan. Suasana begitu sunyi dan hening, tidak ada Pretni... Huft aku sedikit bernafas lega. Kemudian aku masuk perlahan kedalam Production Platform, mataku langsung terfokus kearah gerbang Production Platform sisi lain yang mengarah ke Living Platform.


“Excuse me …” (Permisi…)


“GAAAHHHH!!”


Aku menjengit kaget, hampir-hampir aku terjatuh. Tiba-tiba ada seseorang yang menyapaku dari berlakang, aku berbalik dan menyiagakan kedua tinjuku. Namun seketika, sebuah cahaya menyorot terang ke mataku, dan aku melihat siluet seorang laki-laki yang mengenakan topi terbalik.


“Oh sorry kid, I startled you …” (Oh maaf nak, Aku mengagetkanku…)


“Put that thing off god dammit!” (Matikan benda itu!) Bentakku sambil berusaha menangkis cahaya itu dengan tanganku.


“Umm … Kid? Hello?” (Umm … Nak? Hallo?) ucapnya sambil melambaikan tangan didepan mataku, karena aku tak kunjung berbicara. Setelah aku tersadar dari lamunanku tadi, segera aku histeris memarahinya.


“What are you doing here?! You have to run! There are a lot of Pretni at Well-head don’t you see? Look… Follow me to Living Platform, me and my friends are trying to escape…”


(Apa yang kamu lakukan disini? Kamu harus pergi! Banyak sekali Pretni di Well-head, tidak kah kamu melihatnnya? Dengar… Ikuti aku ke Living Platform, aku dan temanku juga berusaha untuk kabur…)


“Whoa-whoa-whoa, easy kid … what’s going on? Why is it black out here?” (Whoa-whoa-whoa, pelan-pelan nak … apa yang terjadi disini? Kenapa lampu mati?)


“I’m trying to tell you what happen dammit! There are a lot of Pretni at Well-head! I just run from them! We have to run!! And umm … is there anyone else survive?!”


(Aku ini sedang berusaha menceritakan padamu, bodoh! Banyak sekali Pretni di Well-head! Aku barusaja kabur dari sana! Kita juga harus kabur!! Dan umm... Adakah orang lain yang selamat?) ocehku dengan histeris.


“Huh survive? My friends are fine at ship? What the hell is Pretni?” (Huh, Selamat? Temanku baik-baik saja di kapal? Apa itu Pretni?)

__ADS_1


“Ok, tell them to run! We have to get out from … WHAT?! Ship?!” (Okay, suruh mereka untuk kabur! Kita harus segera pergi dari… HAH? Kapal?!)


Aku terlalu panik sampai-sampai tidak mengetahui siapa orang yang sedang aku ajak bicara sekarang. Laki-laki itu lalu memperkenalkan diri padaku, ia adalah seorang pekerja kapal kilang minyak yang berasal dari Arab. Ia dan tim di kapalnya hendak mengangkut minyak bumi seperti biasannya, namun ketika kapal besarnya hendak menghubungi petugas dermaga Production Platform, untuk meminta ijin berlabuh seperti biasanya, tidak ada satupun yang mengangkat telepon mereka. Oleh karena itulah ia dikirim kemari, menggunakan *S*peed-boat kecil, untuk mengecek.


“SO YOU BROUGHT SHIP?!” (JADI KAMU BAWA KAPAL KEMARI?!)


“Of course kid! What the hell are you asking for?” (Jelas lah nak! Kenapa kamu tanya seperti itu?)


KAPAL ITU BISA KITA GUNAKAN UNTUK KABUR DARI SINI! Aku menarik nafas panjang dan mulai menjelaskan padanya, perlahan-lahan.


“Look, mister … Ah whoever you! My name is Dimas” (Dengar, tuan… Ah siapapun kamu! Namaku Dimas) Aku mengeluarkan ID Card dari saku celana dan menunjukkan namaku padannya


“I work here, Look … there is Pretni, umm … Pretni is a monster, umm okay … The point is, we need to get out from here! All of us! I already promised my friends that I’ll meet them at Living Platform. So wait for me please…”


(Aku bekerja disini, Dengar … ada makhluk bernama Pretni, umm… Pretni adalah monster, umm okay … intinya adalah, kita harus pergi dari sini! Kita semua! Aku sudah berjanji pada temanku kalau aku akan bertemu dengan mereka di Living Platform. Jadi, tolong tunggu aku …)


“What? Monster? Are you in drug kid?” (Apa? Monster? Kamu mabuk, nak?)


“I’m completely sane! Please just believe me!” (Aku sepenuhnya waras! Percayalah padaku!)


“Hahaha … You must be joking, let me speak with the other sane worker, where are they?” (Hahaha… Kamu pasti bercanda, biar aku bicara dengan pekerja lain yang lebih waras, kemana mereka?)


“DEAD!” (MATI!) Teriakku dengan lantang.


Laki-laki itu terkejut “You’re kidding … Right?” (Kamu bercanda… Kan?)


“I SWEAR!” (AKU BERANI SUMPAH!) Aku memembentak sambil melotot kearahnya. “Just please believe me, I’m gonna bring back my friend here … Umm, fifteen minutes, Yes! I definitely going back again here … Just wait for us please fifteen minutes okay?” (Percayalah padaku, aku akan membawa temanku kemari … ummm, lima belas menit, Ya! Aku pasti akan kembali lagi kemari… tunggu saja lima belas menit, okay?) Tambahku.


Nadaku seketika berubah memelas. Tentu aku paham sekali, bisa jadi hanya dia satu-satunya yang dapat menolong kami bila tidak ada kapal di Living Platform. Aku tidak mau melepas peluang selamat sekecil apapun.


“O-Okay…” ucapnya dengan terbata-bata.


Aku akhirnya pergi meninggalkan laki-laki Arab itu. Sebelum itu, aku meminjam senter dan lalu menyuruhnya untuk bersembunyi di balik drum Barrel minyak. Laki-laki menurutiku dengan kaku, rasanya ia masih tidak percaya dengan penjelasanku barusan. Jelas saja, siapa yang akan percaya dengan cerita mengerikan seperti itu, akupun sampai detik ini masih tidak mempercayai apa yang aku alami saat ini!

__ADS_1


Kini rencanaku berubah, aku akan langsung menjemput Lim dan Julia di Generator-Compressor Platform. Aku harus segera mengeluarkan mereka dari sini menggunakan Speed-boat mini milik laki-laki itu. Aku mempercepat langkahku menjadi setengah berlari, sebelum laki-laki itu berubah pikiran dan kembali ke kapalnya. Aku mau tidak mau harus memutar dari Living Platform terlebih dahulu, karena bisa jadi Lim dan Julia sudah lebih dahulu menungguku disana dan aku tidak mungkin kan kembali ke Well-head yang penuh dengan Pretni tadi. Ya… aku harus cepat!


__ADS_2