Iblis Kaki Terbalik

Iblis Kaki Terbalik
Legenda Iblis Negeri Dwaraka


__ADS_3

Kami berdua kemudian terbang meninggalkan desa di kaki bukit kecil itu dan mengikuti kemana anak kecil berambut keriting itu berjalan. Ia terus berjalan… berjalan dan berjalan… Laki-laki itu kemudian kembali menjetikkan jarinya, dan dalam sekejap kami kembali ke pemukiman kuno tempat seharusnya kota Dwarka berada. Nampaknya, anak kecil itu berjalan hingga ke pemukiman kuno ini juga. Jauh sekali ia berjalan…


Kami mengikutinya hingga ke pantai… tunggu… kemana pantainya? Sejauh mataku memandang hanya hamparan tanah tandus yang ada, tidak ada laut dan Anjunganku? Tentu saja ini adalah kondisi laut Dwarka (laut Arab wilayah Negara republik India) di masa lalu, beratus-ratus tahun yang lalu, mungkin?


Di tengah hamparan tandus itu, anak kecil berambut keriting itu berhenti, lalu tangannya mengepal kelangit dan tiba-tiba dihadapannya keluar bangunan berbentuk persegi dengan ukiran-ukiran kuno di dinding-dindingnya. Lagi-lagi aku dibuat terkaget oleh anak kecil ini, bangunan seperti candi itu tiba-tiba muncul dari dalam tanah. Anak kecil berambut keriting itu kemudian membuka pintu bangunan dan memuntahkan semua bayangan hitam yang ada dimulutnya kedalam sana. Ia lalu menyegel pintu bangunan itu dengan sebuah mantra dan membuat ribuan Pretni itu terkunci didalam bangunan candi tersebut. Bangunan candi inilah yang aku lihat dalam pencitraan bawah laut di layar monitor Well-head, bangunan yang ditabrak hingga berlubang atapnya oleh mata bor raksasa kami.


Ohh, jadi seperti itu! aku menunjukkan ekspersi paham pada Laki-laki itu. Ia tersenyum padaku, lalu kembali menjentikan jarinya. Seketika disekeliling kami muncul rumah-rumah besar dan megah, menyeruak keluar dari dalam tanah. Begitu juga dibelakangku, muncul sebuah istana besar menjulang dengan dinding berwarna emas. Anak kecil berambut keriting dihadapanku tadi, berubah menjadi Dewasa, dan sosoknya menjadi begitu tampan dengan mahkota dan pakaian berwarna emas… Hah! Aku terperanjat kaget, Anak kecil itu adalah laki-laki disebelahku ini.


Aku menoleh kesana kemari dengan begitu terheran-heran, jangan-jangan ini adalah kota Dwarka yang asli di masa lalu.


“Dwarka city?” ucapku lirih padanya.


“Dwa-ra-ka” ejanya dengan begitu riang.


Sekarang aku mengerti, laki-laki inilah yang menyegel Pretni-Pretni itu di masa lalu. Tetapi aku masih merasa janggal, kenapa kota semegah dan seindah ini bisa masuk kedalam laut di masa depan?


Laki-laki itu seolah memahami apa yang aku gumamkan barusan, ia lalu menjentikan kembali jarinya dan membawaku berpindah tempat. Kali ini kami berdua berada disebuah istana yang begitu besar.


Didalam istana besar itu aku dihadapkan pemandangan enam orang laki-laki dengan senjata mereka tengah mengelilingi sepasang raja dan ratu yang memohon ampun. Kelima dari enam laki-laki perkasa itu, aku mengenalinya… Para Pandawa Lima! Langsung aku mengerti apa yang sedang terjadi dihadapanku, ini adalah pemandangan ketika Pandawa Lima, dalam cerita rakyat India, memenangkan perang maha dahsyat Mahabarata.


Kedua raja dan ratu yang tengah memohon padannya adalah Raja buta Drestarastra dan Ratunya yang ikut menutup mata agar sama seperti suaminya, Ratu Gandari. Lalu orang keenam itu… OH! Orang keenam itu adalah Laki-laki ini! Kini aku tau siapa identitas orang yang memberitahuku semua masa lalu ini.


Kemudian seperti yang aku sudah pernah ketahui di cerita-cerita legenda Mahabarata yang begitu melegenda bahkan sampai ke Indonesia, Ratu Gandari –setelah kehilangan seratus anaknnya- akhirnya mengutuk sebagian kota Dwaraka tenggelam didasar laut. Ternyata semua kisah ini berhubungan, itulah mengapa didalam lautan diAnjunganku ada bangunan kuno tempat disegelnya Pretni.

__ADS_1


Aku tersenyum kearah laki-laki itu, kini aku lebih menghormatinya. Aku sudah paham mengenai semua yang terjadi sekarang. Namun kemudian aku kembali dirundung kesedihan, setelah mengetahui semua ini tetap aku tidak bisa melakukan apa-apa. Semua sudah terlanjur terjadi, mata bor raksasa itu sudah melepaskan ribuan Pretni yang kini bergentayangan di Anjunganku.


Dan lagi-lagi, Laki-laki ini memahami apa yang ada didalam batinku, ia lalu menjentikkan jarinya dan membawaku kembali ke depan bangunan kuno di kota Dwaraka lama. Sejurus kemudian gelombang tsunami dahsyat menerjang kota ini, menelan dan meluluh lantah kan seluruh bangunannya. Aku bahkan menutup wajahku dengan kedua tangan, kukira gelombang dahsyat itu akan menghanyutkan kami, tetapi kami berdua astral, tidak bisa disentuh oleh apapun yang sedang terjadi disini.


Ketika kami berada di dalam laut, waktu yang dikendalikan oleh laki-laki itu terus berputar begitu cepat ke masa depan. Tiba-tiba saja fondasi-fondasi baja Anjungan sudah tertancap dan bangunan Anjungan terlihat mengapung diatasku. Aku terus mendongak keatas permukaan laut, lalu munculah mata bor raksasa yang menghujam tepat pada bangunan kuno itu. Peristiwa inilah yang menyebabkan semua kekacauan dan malapetaka yang terjadi pada kami.


Kemudian aku menoleh kearah laki-laki itu, mengisyaratkan bahwa tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk menyegel kembali iblis-iblis itu, namun Laki-laki itu sepertinya tidak sependapat. Ia mengayunkan telunjuknya kedepan, seketika mata bor raksasa itu tercabut, meninggalkan lubang menganga di atap bangunan kuno. Lalu tiba-tiba muncul ribuan bayangan hitam dari arah Anjungan, terjun menyelam kedalam laut dan memasuki bangunan kuno itu lagi. Ribuan bayangan hitam itu berhamburan melesat masuk kedalam bangunan kuno melalui lubang yang menganga itu.


Aku terperanjat kaget, Why? Mengapa mereka mau kembali lagi disegel? Laki-laki itu kemudian menunjukan padaku isi didalam bangunan kuno itu, dari jarak jauh menggunakan sihirnya. Didalam bagunan itu ternyata berisi sebuah kota megah dengan taman-taman indah. Dan terlihat disana Pretni tidak berwujud iblis menyeramkan, melainkan wanita-wanita cantik. Mereka semua terlihat bahagia didalam sana.


Sungguh aku begitu terpana, ternyata laki-laki ini, sang Dewa pengatur segalanya, benar-benar baik sesuai dengan legenda. Ia tidak hanya menyegel Pretni saja, tetapi memberinya kehidupan yang layak didalam sana. Pantas saja Pretni-Pretni itu membabi buta menyerang tabung bor di Well-head yang telah menghancurkan rumah mereka.


“But … I’m already dead…” ucapku lirih padanya.


Setelah semua yang ia ceritakan padaku, percuma saja kan? Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi laki-laki itu menggelengkan kepalanya, ia lalu membawaku terbang keluar dari kedalaman laut. Dari sana aku bisa melihat diriku yang tengah pingsan, lalu Lim, Julia, dan Gagan tengah menggoyang-goyangkan badanku sambil menangis, berharap aku sadar kembali.


Laki-laki itu lalu melepaskan tangan kirinya yang daritadi menyentuh bahu kananku, seketika aku dapat bergerak semauku. Aku lalu mengucapkan terimakasih dan hendak pergi meninggalkannya. Namun lagi, ia menarik tanganku, ketika aku menoleh ternyata yang menariknya adalah wujud anak kecil berambut keriting, wujudnya semasa kecil dulu. Anak itu tersenyum riang padaku kemudian menjentikan jarinya, sejurus kemudian wajahnya berubah menjadi Gagan.


“HAAAHHH??!!”


“DIMAS!!!”


Aku tersadar dengan Julia yang langsung memelukku. Lim dan Gagan nampak bahagia melihatku tersadar kembali. Aku menoleh kearah mereka dengan tersenyum, aku bersyukur memiliki teman yang selalu menjagaku. Lalu aku membalas pelukan Julia dengan erat.

__ADS_1


“Now … Let’s go!” (Sekarang… Ayo pergi!)


“No wait … Lim!” (Tunggu… Lim!)


“Huh?”


Aku menatap mereka bertiga “There is something we must do …” (Ada hal yang harus kita lakukan)


....................................


“NO WAY!” (TIDAK MAU!) Bentak Julia seketika melepaskan pelukannya dariku.


“Dima, are you going to come back there? After what you have done to survive, just based on … Dream?” (Dima, kamu benar akan kembali kesana? Setelah semua yang kamu lakukan untuk bertahan hidup, hanya berdasar… Mimpi?)  Tambah Lim.


“That’s not an ordinary dream” (Itu bukan sekedar mimpi biasa) kelitku


“Couldn’t believe that!” (Aku tidak percaya!)


“Dimas, Look … you did it, you help us escape … you save me! Now you trying to ruin it by coming back there again?” (Dimas dengar… Kamu berhasil, kamu menyelamatkan kita semua, kamu menyelamatkanku! Sekarang kamu akan mengacaukan segalanya dengan kembali kesana?)


Begitulah yang terjadi saat aku menceritakan apa saja yang aku alami ketika tenggelam. Tentu saja, Lim dan Julia tidak akan mempercayai semua itu. Tetapi aku mempercayainya, bagiku kejadian tadi sungguh begitu nyata. Itu adalah pesan untukku agar menyelesaikan semua masalah ini.


Bayangkan, jika keadaan ini dibiarkan, Pretni-Pretni itu akan tetap berada disini. Mereka dapat membunuh polisi, penyidik, atau siapapun yang hendak kembali ke Anjungan ini. Bahkan, mereka dapat pergi ke kota dan membunuh seluruh manusia disana, sama seperti yang mereka lakukan di desa di kaki bukit govardan itu. Tidak… Kita tidak bisa kabur begitu saja… Kita harus mengakhiri semua ini.

__ADS_1


 


 


__ADS_2