IMAJINASI

IMAJINASI
Ep.19


__ADS_3

“Ini luas banget gimana kalau kita kesana tapi


Avi dan Raka kesini”kata Fani


“Gak apa-apa yang penting kita udah berusaha


buat cari mereka, kalau gak ketemu kita ke rumah Avi aja besok”kata Rena


“Ah, benar”kata Fani


Mereka melanjutkan mencari Avi dan Raka…


“Aku ditinggal lagi, haaaaahh bosan banget


berteman dengan anak-anak gak tahu diri…aku ini bukan pawang ular yang


membuatnya patuh pada nada perintahku hikss…hikss, aku ini bukan orang jahat


yang jahat itu Avi selalu cari muka di depan orang-orang lihat saja aku akan


buat dia dibenci oleh orang-orang”kata Salsa meninggalkan taman dan pulang


kerumah


Rena dan Fani menemukan Avi dan Raka lalu…


“Avi ikut kita sebentar yuk!”ajak Fani


“Kemana?”tanya Avi


“Udah ayo sebentar saja”kata Rena menarik


tangan Avi


“Raka pinjem Avinya sebentar ya”kata Fani lalu


menyusul Rena dan Avi


“Emmm, Vi setelah mendengar kata-katamu tadi


aku jadi tersadar bahwa yang ku lakukan ini salah mulai detik ini aku akan


menjadi Rena yang dulu, yang memikirkan perasaan orang lain saat mendengar


kata-kataku untuk itu aku mau minta maaf sama kamu kalau aku pernah menyakiti


perasaanmu”kata Rena menundukkan kepalanya


Avi diam saja sambil melihat Rena dan Fani,


tidak bebicara sama sekali lalu di sambung Fani

__ADS_1


“Aku juga mau minta maaf sudah menuduh atas


omong kosong Salsa, karena kekayaan Salsa aku lupa aku berasal dari keluarga


yang sederhana sehingga selalu memaksa ibuku untuk memberiku lebih karena aku


malu jika tidak punya apa-apa, padahal sesuatu itu tidak penting”kata Fani


Sekali lagi Avi hanya diam dan melihat Rena


dan Fani suasana jadi canggung…


“A-apa kamu memaafkan kami?”tanya Rena


Avi pergi meninggalkan Rena dan Fani lima kali


melangkah Avi membalikkan badan dan berkata


“Rena minta maaflah pada dirimu sendiri dan


untuk Fani minta maaflah pada ibumu, aku ini tidak penting melupakan adalah hal


yang paling gampang untukku karena balas dendam pun percuma aku duluan”kata Avi


berlari ke tempat Raka berdiri


“Apa katanya melupakan hal paling gampang


“Dia melupakan kejadian yang membuat orang-orang


membencinya?”tanya Fani


“Ah sudahlah kita pulang saja yang penting


kita sudah minta maaf padanya”kata Rena melangkah


“Benar, ayo kita pulang”kata Fani berjalan


Raka dan Avi


“Bicarain apa tadi?”tanya Raka


“Gak tahu, aku gak mengerti mereka membicarakan apa”jawab Avi


“Astaga, terus kamu ngapain disitu tadi?”tanya lagi


“Diem aja”jawab Avi


“Yaampun apa gunanya kamu dibawa-bawa segala


kalau disini aja kan aku bisa jelasin, mereka pasti gak tahu kamu gak ngerti

__ADS_1


apa-apa”Raka mengomel


“Udahlah gak penting juga, mau naik bianglala


sekali lagi?tanya Avi


“Mengalihkan pembicaraan lagi, udah setengah


sebelas pulang aja yuk besok sekolah”kata Raka


(Triiririiiriring) suara handphone


“Siapa?”tanya Raka


“Ayah”kata Avi mengangkat telepon


“Assalamualaikum Yah”kata Avi


“Waalikummussalam, kakak udah pulang?”tanya


Ayah Avi


“Ini mau pulang Yah kenapa?”tanya Avi


“Oh yaudah pulangnya hati-hati ya, bilang sama


Adik-adik Ayah sama Ibu gak pulang nginep di rumah sakit”kata Ayah Avi


“Siapa yang sakit Yah?”tanya Avi


“Paman Hasan, besok Ayah sama Ibu pulangnya


agak siangan kalian ke rumah tante Bunga aja dulu ya”kata Ayah Avi


“Sakit apa Yah? gausahlah kita dirumah


aja”kata Avi


“Mau makan apa dirumah?”tanya Ayah Avi


“Beli aja Yah”kata Avi


“Yaudah terserah kalian aja, asal jangan gak


makan aja”kata Ayah Avi


“Oke Assalamualaikum”kata Avi


“Waalaikummussalam”kata Ayah Avi


“Yaudah yuk pulang”ajak Avi

__ADS_1


__ADS_2