
“Ini luas banget gimana kalau kita kesana tapi
Avi dan Raka kesini”kata Fani
“Gak apa-apa yang penting kita udah berusaha
buat cari mereka, kalau gak ketemu kita ke rumah Avi aja besok”kata Rena
“Ah, benar”kata Fani
Mereka melanjutkan mencari Avi dan Raka…
“Aku ditinggal lagi, haaaaahh bosan banget
berteman dengan anak-anak gak tahu diri…aku ini bukan pawang ular yang
membuatnya patuh pada nada perintahku hikss…hikss, aku ini bukan orang jahat
yang jahat itu Avi selalu cari muka di depan orang-orang lihat saja aku akan
buat dia dibenci oleh orang-orang”kata Salsa meninggalkan taman dan pulang
kerumah
Rena dan Fani menemukan Avi dan Raka lalu…
“Avi ikut kita sebentar yuk!”ajak Fani
“Kemana?”tanya Avi
“Udah ayo sebentar saja”kata Rena menarik
tangan Avi
“Raka pinjem Avinya sebentar ya”kata Fani lalu
menyusul Rena dan Avi
“Emmm, Vi setelah mendengar kata-katamu tadi
aku jadi tersadar bahwa yang ku lakukan ini salah mulai detik ini aku akan
menjadi Rena yang dulu, yang memikirkan perasaan orang lain saat mendengar
kata-kataku untuk itu aku mau minta maaf sama kamu kalau aku pernah menyakiti
perasaanmu”kata Rena menundukkan kepalanya
Avi diam saja sambil melihat Rena dan Fani,
tidak bebicara sama sekali lalu di sambung Fani
__ADS_1
“Aku juga mau minta maaf sudah menuduh atas
omong kosong Salsa, karena kekayaan Salsa aku lupa aku berasal dari keluarga
yang sederhana sehingga selalu memaksa ibuku untuk memberiku lebih karena aku
malu jika tidak punya apa-apa, padahal sesuatu itu tidak penting”kata Fani
Sekali lagi Avi hanya diam dan melihat Rena
dan Fani suasana jadi canggung…
“A-apa kamu memaafkan kami?”tanya Rena
Avi pergi meninggalkan Rena dan Fani lima kali
melangkah Avi membalikkan badan dan berkata
“Rena minta maaflah pada dirimu sendiri dan
untuk Fani minta maaflah pada ibumu, aku ini tidak penting melupakan adalah hal
yang paling gampang untukku karena balas dendam pun percuma aku duluan”kata Avi
berlari ke tempat Raka berdiri
“Apa katanya melupakan hal paling gampang
“Dia melupakan kejadian yang membuat orang-orang
membencinya?”tanya Fani
“Ah sudahlah kita pulang saja yang penting
kita sudah minta maaf padanya”kata Rena melangkah
“Benar, ayo kita pulang”kata Fani berjalan
Raka dan Avi
“Bicarain apa tadi?”tanya Raka
“Gak tahu, aku gak mengerti mereka membicarakan apa”jawab Avi
“Astaga, terus kamu ngapain disitu tadi?”tanya lagi
“Diem aja”jawab Avi
“Yaampun apa gunanya kamu dibawa-bawa segala
kalau disini aja kan aku bisa jelasin, mereka pasti gak tahu kamu gak ngerti
__ADS_1
apa-apa”Raka mengomel
“Udahlah gak penting juga, mau naik bianglala
sekali lagi?tanya Avi
“Mengalihkan pembicaraan lagi, udah setengah
sebelas pulang aja yuk besok sekolah”kata Raka
(Triiririiiriring) suara handphone
“Siapa?”tanya Raka
“Ayah”kata Avi mengangkat telepon
“Assalamualaikum Yah”kata Avi
“Waalikummussalam, kakak udah pulang?”tanya
Ayah Avi
“Ini mau pulang Yah kenapa?”tanya Avi
“Oh yaudah pulangnya hati-hati ya, bilang sama
Adik-adik Ayah sama Ibu gak pulang nginep di rumah sakit”kata Ayah Avi
“Siapa yang sakit Yah?”tanya Avi
“Paman Hasan, besok Ayah sama Ibu pulangnya
agak siangan kalian ke rumah tante Bunga aja dulu ya”kata Ayah Avi
“Sakit apa Yah? gausahlah kita dirumah
aja”kata Avi
“Mau makan apa dirumah?”tanya Ayah Avi
“Beli aja Yah”kata Avi
“Yaudah terserah kalian aja, asal jangan gak
makan aja”kata Ayah Avi
“Oke Assalamualaikum”kata Avi
“Waalaikummussalam”kata Ayah Avi
“Yaudah yuk pulang”ajak Avi
__ADS_1